cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Paritas dan Kunjungan ANC dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Kota Mataram Dwiyanti, Fitri; Karmila, Dany; Mahayani, Ida Ayu Made; Utami, Sukandriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11020

Abstract

ABSTRACT The Maternal Mortality Rate (MMR) indicates the success of maternal health efforts. Based on the 2019 Indonesia Health Profile, the MMR in Indonesia is 305 per 100,000 live births, while the MMR in West Nusa Tenggara (NTB) is 119 per 100,000 live births. The triad of direct causes of the highest maternal mortality in Indonesia is bleeding (30.3%), preeclampsia or eclampsia (27.1%), and infection (7.3%). Postpartum hemorrhage is blood loss from the body of 500 ml after vaginal delivery or 1000 ml after cesarean section delivery. Risk factors for postpartum hemorrhage are parity and disobedience of pregnant women in checking their pregnancies. This study aims to determine the relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City Regional Public Hospital in 2021. This research is analytical observational research with a case control research design. The sampling technique uses total sampling. The research was conducted at the Mataram City General Public Hospital. The research samples were 54 samples with 27 case samples and 27 control samples that fit the inclusion and exclusion criteria. The data obtained were analyzed using the Chi-Square and Fisher's Exact tests. The results showed 23 samples with high-risk parity and 31 samples with low-risk parity. 6 samples of non-routine antenatal care (ANC) visits and 48 samples of routine antenatal care (ANC) visits. There is no significant relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.409. There is no significant relationship between antenatal care visits (ANC) and the incidence of postpartum hemorrhage with a P-value = 0.666. Conclusion: Statistically there is no significant relationship between parity and antenatal care (ANC) visits with the incidence of postpartum hemorrhage at Mataram City General Public Hospital in 2021. Keywords: Postpartum Hemorrhage, Parity, Antenatal Care (ANC) Visits  ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 119 per 100.000 kelahiran hidup. Trias penyebab langsung kematian ibu tertinggi di Indonesia adalah perdarahan (30,3%), preeklamsia atau eklamsia (27,1%), dan infeksi (7,3%). Perdarahan postpartum adalah kehilangan darah dari tubuh sebesar 500 ml setelah persalinan pervaginam atau 1000 ml setelah persalinan seksio sesarea. Faktor risiko perdarahan postpartum adalah paritas dan tidak patuhnya ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case-control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Mataram. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 54 sampel dengan masing-masing 27 sampel kasus dan 27 sampel kontrol yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 sampel dengan paritas risiko tinggi dan 31 sampel dengan paritas risiko rendah. Kunjungan antenatal care (ANC) tidak rutin sebanyak 6 sampel dan kunjungan antenatal care (ANC) rutin sebanyak 48 sampel. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,409. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum dengan p-value = 0,666.   Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Kota Mataram Tahun 2021.       Kata Kunci: Perdarahan Postpartum, Paritas, Kunjungan Antenatal Care (ANC) 
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Remaja Putri di SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur Sartika, Sukma Indah; Nurmalita, Nurni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10727

Abstract

ABSTRACT Menstruation is bleeding due to the detachment of the inner wall of the uterus (endometrium). The endometrial lining is prepared to accept embryo implantation. If implantation does not occur, the embryo will decay. This bleeding occurs periodically, the time interval between menstruation is known as one menstrual cycle. The occurrence of uterine muscle contractions that cause uterine blood flow to be disrupted, causing pain during menstruation is known as dysmenorrhea pain. Dysmenorrhea is pain or severe pain in the lower abdomen that occurs when a woman experiences her menstrual cycle. One of the risk factors for primary dysmenorrhea is stress. To find out whether there is a relationship between stress levels and the incidence of dysmenorrhea in young women at at the People's College 2 Vocational School, East Jakarta in 2023. This study uses a quantitative research method with a cross-sectional approach to data collection techniques, namely questionnaires. This study consists of two variables. First, the stress level as the independent variable and the incidence of dyemenorrhea as the dependent variable. From the results of the bivariate analysis using Chi Square, a p value = 0.002 (<0.05) was obtained, thus it can be said that there is a significant relationship between stress levels and the incidence of dysmenorrhea at at the People's College 2 Vocational School, East Jakarta in 2023. The results showed that there was a relationship between stress levels and the incidence of dysmenorrhea at the People's College 2 Vocational School, East Jakarta in 2023.  ABSTRAK Menstruasi adalah pendarahan akibat terlepasnya dinding sebelah dalam rahim (endrometrium). Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi embrio. Jika tidak terjadi implantasi embrio ini akan luruh. Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antar menstruasi dikenal dengan satu siklus menstruasi. Terjadinya kontraksi otot uterus yang menyebabkan aliran darah uterus terganggu sehingga menimbulkan rasa nyeri pada saat menstruasi disebut sebagai nyeri dysmenorrhea. Dysmenorrhea adalah rasa sakit atau nyeri hebat padabagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Salah satu dari faktor risiko terjadinya dysmenorrhea primer adalah stres. Untuk diketahuinya apakah ada hubungan tingkat stress dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja putri di SMK Perguruan Rakyat 2 Kec. Duren Sawit Jakarta Timur Tahun 2023.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Penelitian ini terdiri dari dua variabel. Pertama, tingkat stres sebagai variabel bebasnya dan kejadian dyemenorrhea sebagai variabel terikatnya. Dari hasil analisis bivariat menggunakan Chi Square diperoleh nilai p value = 0,002 (< 0,05), dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian dysmenorrhea di SMK Perguruan Rakyat 2, Jakarta Timur pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian dysmenorrhea di SMK Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri tentang Perawatan Kebersihan Genetalia Eksterna dengan Kejadian Keputihan (Flour Albus) di SMK Perguruan Rakyat 2 Jakarta Nopiyanah, Nopiyanah; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.10919

Abstract

ABSTRACT Vaginal discharge is discharge other than blood from habitual pores, whether smelly or not, accompanied by local itching The cause of vaginal discharge can be normally influenced by certain hormones. The liquid is white, odorless, and if carried out laboratory examination does not show any abnormalities. The Relationship of Young Women's Knowledge of External Genital Hygiene Care with the Incidence of Vaginal Discharge at SMK Perguruan Rakyat 2 Jakarta in 2023. The research used in this study is analytical method, Cross Sectional. The results of researchers from 44 respondents, obtained the results of insufficient knowledge (20.5%), and those who experienced vaginal discharge (59.09%). Then we get the value of P-Value = 0.008 < a = 0.05 So Ho is rejected and Ha is accepted. Then it is stated that there is a relationship between knowledge and the incidence of leucorrhoea in Smk Perguruan Rakyat 2 Jakarta, It is hoped that the results of this researcher can convey information to adolescent girls maintaining external genetalia care properly as an effort to reduce the incidence of vaginal discharge in vocational students to have the ability to become one of the health promotions for health workers who collaborate with the school. Keywords: Knowledge, Incidence of Leucorrhoea  ABSTRAK Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang kebiasaan,baik berbau ataupun tidak, disertai rasa gatal setempat Penyebab keputihan dapat secara normal yang dipengaruhi oleh hormon tertentu. Cairannya berwarna putih, tidak berbau, dan jika dilakukan pemeriksaan laboratorim tidak menunjukkan adanya kelainan- kelainan. Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Perawatan Kebersihan Genitalia eksterna Dengan Kejadian keputihan di SMK Perguruan Rakyat 2 Jakarta Tahun 2023. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik, Cross Sectional. Hasil peneliti dari 44 reponden, didapatkan hasil pengetahuan kurang (20,5%), dan yang mengalami keputihan (59,09%). Maka di dapatkan nilai P-Value = 0,008 < a = 0,05 Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan dan kejadian keputihan di Smk perguruan rakyat 2 jakarta, Diharapkan hasil peneliti ini bisa menyampaikan informasi terhadap remaja putri menjaga perawatan genetalia eksterna dengan baik sebagai upaya mengurangi kejadian keputihan pada siswi smk untuk memiliki kemampuan menjadi salah satu promosi kesehatan bagi tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan pihak sekolah. Kata Kunci : Pengetahuan, Kejadian Keputihan 
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-23 Bulan di RT 09 RW 03 Cigarogol Cileungsi Putri, Desty Ayu Pratama; Murtiningsih, Murtiningsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10948

Abstract

ABSTRACT Stunting is a problem of chronic malnutrition caused by a lack of nutrition for a long time, resulting in impaired growth in children, namely short child height. One of the causes of stunting is the result of non-exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in infants aged 6-23 months in the Cileungsi Region, Kampung Cigarogol Rt 09 Rw 03. This type of research is a correlational study with a cross sectional approach. Sampling was carried out by means of nonprobability sampling using total sampling. The sample in this study was 50 respondents in the Cileungsi Region, Kampung Cigarogol Rt 09 Rw 03, namely mothers who have toddlers aged 6-23 months who are willing to be respondents. Data was collected using interview results and observation of height. The collected data were analyzed using the chi-square test statistic method with a confidence level of 95% (0.05). The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting with a p-value = 0.000 (0.05). It is hoped that the cadres will always provide motivation, enthusiasm, education, and must often conduct home visits to the community regarding the importance of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6-23 months. Recommendations for further research to analyze other factors that influence the incidence of stunting. Keywords : Exclusive Breastfeeding, Stunting, Toddlers Aged 6-23 Months.  ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak pendek. Penyebab masalah stunting salah satunya adalah akibat dari pemberian Air Susu Ibu (ASI) tidak eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan di Wilayah Cileungsi Kampung Cigarogol Rt 09 Rw 03. Jenis penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan cara nonprobability sampling dengan menggunakan total sampling. sampel pada penelitian ini sebanyak 50 responden di Wilayah Cileungsi Kampung Cigarogol Rt 09 Rw 03 yaitu ibu yang memiliki balita usia 6-23 bulan yang bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan hasil wawancara dan observasi tinggi badan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode statistik uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan p-value = 0,000 (0,05). Diharapkan kepada kader agar selalu memberikan motivasi, semangat, edukasi, serta harus sering melakukan home visit kepada masyarakat terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan. Rekomendasi penelitian selanjutnya untuk menganalisa faktor lain yang mempengaruhi kejadian stunting. Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, Kejadian Stunting, Balita Usia 6-23 Bulan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seksual Remaja Siswa Kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan – Bekasi Santika, Santika; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11044

Abstract

ABSTRACT A virus known as the human immune deficiency virus (HIV) targets the human immune system. HIV attacks the human body by killing or destroying cells of the immune system, drastically reducing the body's resistance to infection and cancer. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) is a group of symptoms caused by a damaged immune system. This disease does not come from birth. Instead, it was passed from person to person. To determine the relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and the sexual behavior of adolescents in grades X and XI at SMKN 1 Babelan. This research using a descriptive-correlative research design aims to determine the relationship between adolescent sexual behavior and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS. Cross-sectional data collection was used in this study, which was carried out simultaneously with a total sample of 96 respondents. it can be seen that 30 students (65.2%) have a poor level of knowledge about HIV/Helps and 31 students (62%) who have a good level of knowledge about HIV/AIDS have a way of behaving. who do not respect adolescent sexuality. The calculated p-value is 0.908, higher than the calculated value of = 0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and their sexual behavior. Keywords: Knowledge, HIV/AIDS, Adolescent Sexual Behavior  ABSTRAK Virus yang dikenal sebagai human immune deficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh manusia dengan membunuh atau menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh, mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi dan kanker secara drastis. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sekelompok gejala yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini tidak datang sejak lahir. Sebaliknya, itu ditularkan dari orang ke orang. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual remaja siswa kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan. Penelitian yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual remaja dengan tingkat pengetahuan HIV/AIDS remaja. Pengumpulan data cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan secara bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. dilihat bahwa 30 siswa (65,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang HIV/AIDS dan 31 siswa (62%) yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS memiliki cara berperilaku yang tidak menjunjung tinggi seksualitas remaja. Nilai p yang dihitung adalah 0,908, lebih tinggi dari nilai yang dihitung dengan = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksualnya. Kata Kunci : Pengetahuan, HIV/AIDS, Perilaku Seksual Remaja
Perilaku Jajan Pada Anak Sekolah Dasar Kelas IV, V, VI di SDN Sriamur 05 Kab Bekasi Rahayu, Amefa Krismon Tika; Harini, Rika; Ponirah, Ponirah; Sunirah, Sunirah; Yeni, Roza Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.9461

Abstract

ABSTRACTChildren's health is an important part of human quality of life and cannot be separated from the food consumed by children every day. The current child health problem is the large number of school-age children who like to eat snacks in the school environment. The percentage of school snacks is 4.3% which contains hazardous ingredients. Factors that influence the selection of snacks in school-age children are knowledge, attitudes and behavior. Objective To get an overview of snacking behavior towards elementary school children in grades IV, V, VI. Methodology Using a Quantitative Descriptive Design with Univariate Analysis The sample used was random sampling of 176 respondents consisting of 3 classes, class IV, V, VI. The results of this study showed that the respondents were in their early teens (59.1%), female (59.7%), had good snacking behavior (67.6%). Conclusion The researchers concluded that the majority of respondents had good snacking behavior.Keywords: Elementary School Children, Snacking Behavior ABSTRAK Kesehatan anak merupakan bagian penting terhadap kualitas hidup manusia dan tidak lepas kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh anak setiap hari. Permasalahan kesehatan anak yang dialami saat ini adalah banyaknya anak usia sekolah yang gemar jajan di lingkungan sekolah. Presentase pangan jajanan sekolah sebesar 4,3% yang mengandung bahan berbahaya. Faktor yang mempengaruhi pemilihan jajanan pada anak usia sekolah adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran perilaku jajan terhadap anak SD kelas IV, V, VI. Metodologi Menggunakan desain Deskriptif Kuantitatif dengan Analisa Univariat Sampel yang digunakan adalah random sampling sebanyak 176 responden terdiri dari 3 kelas, kelas IV, V, VI. Hasil Penelitian ini menunjukan responden pada usia remaja awal (59,1%), berjenis kelamin perempuan (59,7%), perilaku jajan baik (67,6%). Kesimpulan Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas responden berperilaku jajan baik.Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Perilaku Jajan
Pengaruh Foot Manual Massage terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pasien Diabetes Melitus di Klinik Pratama Balai Pengobatan Jatibening Ekavito, Rr. Rizki Sekarini; Rakhmawati, Arifah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10879

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus occurs due to unhealthy lifestyles that cause chronic and long-term blood sugar levels to rise above normal thresholds. Diabetes Mellitus is a progressive chronic disease characterized by the body's inability to metabolize. The purpose of conducting this study is to determine the effect of foot manual massage on increasing the sensitivity of patients' feet in patients with diabetes mellitus at the Pratama Clinic of Jatibening Medical Center in 2023.  Data collection by distributing questionnaire sheets, this research design is descriptive with a cross sectional approach. This type of  research is an experiment with the research design used is quasi-experiment with pretest – posttest.  With Purposive Sampling sampling techniques, then given pre  test and post test  to patients with diabetes mellitus to determine the effect of  foot manual massage on foot sensitivity. Based on bivariate tests  in the Foot Manual Massage  group and increased left sensitivity sig values in the left leg pre-test of 0.085 (P> 0.05) Post-test of 0.060 (P> 0.05).  So it has a conclusion that all these data have been distributed normally and can be tested paired until T-tests. And the results of   the Paired Sample T-Test show that there is a significant effect between foot manual massage on increasing foot sensitivity in diabetics at the Jatibening Medicine Center Pratama Clinic in 2023. From the results of this study, there is an effect after foot manual massage on increasing foot sensitivity in diabetic patients at the Jatibening Medical Center Pratama Clinic. And it is expected that the Jatibening Medical Center Pratama Clinic will provide information about foot manual massage to increase sensitivity in the feet.  ABSTRAK Diabetes melitus terjadi akibat pola hidup tidak sehat yang menyebabkan kadar gula darah kronis dan jangka panjang naik di atas ambang batas normal. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Foot Manual Massage Terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pasien Pada Penderita Diabetes Melitus Di Klinik Pratama Balai Pengobatan Jatibening Tahun 2023. Pengambilan data dengan menyebarkan lembar kuesioner, desain penelitian ini adalah deskriktif dengan pendekatan cross sectional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest – posttest.  Dengan tehnik pengambilan sampel Purposive Sampling, kemudian diberikan pre test dan post test pada penderita diabetes melitus untuk mengetahui pengaruh  foot manual massage terhadap sensitivitas kaki. Berdasarkan uji bivariat Pada kelompok Foot Manual Massage Dan Peningkatan Sensitivitas Kiri nilai sig pada pre-test kaki kiri sebesar 0,085 (P> 0,05) Post-test sebesar 0,060 (P> 0,05). Sehingga memiliki kesimpulan bahwa semua data tersebut telah berdistribusi normal dan dapat dilakukan pengujian paired sampe T-tes. Dan hasil Uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara foot manual massage terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes di Klinik Pratama Balai Pengobatan Jatibening Tahun 2023. Dari hasil penelitian ini, Terdapat pengaruh setelah diberikan foot manual massage terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada pasien diabetes di Di Klinik Pratama Balai Pengobatan Jatibening. Dan diharapkan Klinik Pratama Balai Pengobatan Jatibening untuk memberikan informasi mengenai foot manual massage terhadap peningkatan sensitivitas pada kaki.
Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Utama Gangguan Perfusi Serebral: Studi Kasus Hernanda, Messayu Fathasari; Komariah, Maria; Yulianita, Henny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11563

Abstract

ABSTRACT The causes of SOL vary, namely all that can cause expansion of the volume of intracranial fluid and then cause an increase in intracranial pressure. The symptoms experienced by patients with SOL depend on the location of the lesions found in the brain. Treatment that must be given to SOL patients must be done as early as possible with the aim of facilitating treatment; if not treated immediately, it can worsen the patient's condition. The nursing problem associated with SOL is the risk of ineffective cerebral perfusion. There are nursing interventions that can be applied to reduce this ineffective cerebral perfusion problem, one of which is a 30° head-up. The purpose of writing this case study is to find out how nursing management can be used to overcome the problem of ineffective cerebral perfusion disorders in SOL patients. The method in this research is a case study method, namely by describing cases that are actual and unique about a case. The patient experienced a decrease in consciousness with a GCS score of 3 (coma), and the patient experienced dextra hemiplegia and a rapid movement of the patient's chest. The interventions carried out included monitoring the patient's condition and vital signs. Head-up 30o is done twice a day, namely in the morning and evening, with a duration of approximately 15 minutes. During the 4 days of treatment, cerebral perfusion had improved as seen from the vital signs of the patient, which were starting to stabilize; there was an increase in consciousness; there was an increase in muscle function; and there were no signs of intracranial increaseConclusion: This means that giving Head Up 30o is effectively used in patients with cerebral perfusion disorders and nursing problems. Keywords: Cerebral Perfusion Disorders, Management, SOL  ABSTRAK Penyebab terjadinya SOL bervariasi, yaitu semua yang dapat menimbulkan ekspansi dari volume cairan intrakranial lalu menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrkranial. Gejala yang ditimbulkan pada pasien dengan SOL tergantung dari letak lesi yang ditemukan di dalam otak. Penanganan yang harus diberikan pada pasien SOL harus dilakukan sedini mungkin dengan tujuan untuk mempermudah penanganan, jika tidak ditangani segera dapat memperburuk kondisi pasien. Masalah keperawatan yang berhubungan dengan SOL yaitu resiko perfusi serebral tidak efektif. Terdapat intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk mengurangi masalah perfusi serbral yang tidak efektif ini, salah satunya dengan melakukan head up 30o. Tujuan dari penulisan studi kasus ini yaitu untuk mengetahui penatalaksanaan keperawatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah gangguan perfusi serebral tidak efektif pada pasien SOL. Metode dalam penelitian ini merupakan metode studi kasus, yaitu dengan mendeskripsikan kasus secara aktual dan unik mengenai suatu kasus. Pasien mengalami penurunan kesadaran dengan skor GCS 3 (coma) dan pasien mengalami hemiplegi dextra serta tampak pergerakan dada pasien yang cepat. Intervensi yang dilakukan yaitu memonitoring keadaan dan TTV pasien. Head up 30o dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari, dengan durasi kurang lebih 15 menit. Selama 4 hari perawatan, perfusi serbral sudah membaik dilihat dari TTV pasien yang mulai stabil, terjadi peningkatan kesadaran, terjadi peningkatan fungsi otot dan tidak terjadi tanda-tanda peningkatan intrakranial. Artinya pemberian Head up 30o efektif digunakan pada pasien dengan masalah keperawatan gangguan perfusi serebral. Kata Kunci: Gangguan Perfusi Serebral, Penatalaksanaan, SOL
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners Amalia, Wini; Abdilah, Hadi; Tarwati, Kartika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11298

Abstract

ABSTRACT Anxiety is a state that can result in a person feeling uncomfortable, agitated, afraid, worried, and not at ease followed by various physical symptoms Anxiety is also a person's subjective feelings about tension, fear, nervousness, and worry related to the arousal of the nervous system. The high level of anxiety causes a person's normal life to be difficult such as disruption of activities and social life. anxiety is one of the many types of emotional and behavioral disorders. The purpose of this study is to find out the Overview of the Anxiety Level of Final Year Students of the Ners Professional Education Study Program. This research method uses Descriptive Quantitative Analysis with a cross sectional approach. The final year student population of the Ners Professional Education Study Program at Muhammadiyah Sukabumi University is 49 people. The results showed that the majority of respondents experienced anxiety (46.9%), a small percentage of respondents experienced panic by (4.1%).vIt can be concluded that the sex of the respondents was (71.4%) female and (28.6%) male. the majority of respondents were aged 20-25 (78%), and no respondents were aged 26-30 (0%). So the majority of respondents experienced no anxiety (46.9%), and a small proportion of respondents experienced panic (4.1%). Suggestions for future researchers This research is expected to be a reference for further research with experimental research regarding actions that can be given to reduce students' anxiety levels in dealing with final assignments both at undergraduate level and Nurses Education. Keywords: Anxiety, Final Year Students  ABSTRAK Kecemasan merupakan keadaan yang dapat mengakibatkan seseorang merasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram diikuti berbagai gejala fisik kecemasan juga yaitu perasaan subjektif seseorang tentang ketegangan, ketakutan, gugup, dan khawatir berhubungan dengan gairah dari sistem saraf. Tingginya tingkat kecemasan menyebabkan kehidupan normal seseorang menjadi sulit seperti terganggunya kegiatan dan kehidupan sosial. Kecemasan merupakan salah satu dari berbagai jenis gangguan emosi dan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners. Metode penelitian ini menggunakan Kuantitatif Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners di Universitas Muhammadiyah Sukabumi sebanyak 49 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mengalami ketidak cemasan sebesar (46,9%), sebagian kecil responden mengalami panik sebesar (4,1%). Dapat disimpulkan Jenis kelamin responden yaitu (71,4%) perempuan dan (28,6%) laki-laki. mayoritas responden berada pada usia 20-25 yaitu (78%), dan tidak ada responden berada pada usia 26-30 yaitu (0%). Jadi mayoritas responden mengalami tidak cemas yaitu (46,9%), dan sebagian kecil responden mengalami panik yaitu (4,1%). Saran bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dengan penelitian eksperimental mengenai tindakan yang dapat diberikan untuk menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir baik di tingkat S1 maupun Pendidikan Ners. Kata Kunci: Kecemasan, Mahasiswa Tingkat Akhir.
Gambaran Intensi dan Faktor yang Berkonstribusi terhadap Berhenti Merokok pada Kepala Keluarga Arisandi, Toni; Yamin, Ahmad; Purnama, Dadang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10818

Abstract

ABSTRACT The behavior habits of the head of the family who still smokes while at home can cause various health problems, especially for themselves or health problems in other families such as children, wives. This habit can stop if the head of the family has a strong intention to stop smoking. Intentions in the Theory of Planned Behavior can be influenced by three factors: attitudes, subjective norms, and perceptions of behavioral control. This study is to identify the picture of intentions and factors that contribute to smoking cessation intentions in the head of the family. This study used quantitative descriptive with the number of popilation of 1113 heads of families who smoked with a research sample of 92 heads of families. The sampling technique used is proportionate stratified random sampling. As for data collection, researchers used questionnaires that were modified according to the substance of the study. The data analysis used is univariate and presented in the form of frequency and percentage tables. Research shows that the head of the family has a strong intention (65.2%), the head of the family has a positive attitude (64.1%), while the head of the family has a subjective norm of (58.7%), and most heads of families have a perception of positive behavioral control (60.9%) towards the intention to stop smoking. But mostly, respondents have a level of elementary school education, therefore, it is expected that there will be a health program on the dangers of smoking for health and the benefits of quitting smoking in maintaining health. Keywords: Family Head, Smoking, Theory of Planned Behavior  ABSTRAK Kebiasaan perilaku kepala keluarga yang masih saja merokok saat berada di rumah dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kesehatan terutama bagi mereka sendiri ataupun masalah kesehatan pada keluarga yang lain seperti anak, istri. Kebiasaan tersebut dapat berhenti apabila kepala keluarga mempunyai intensi yang kuat untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Intensi dalam Theory of Planned Behaviour dapat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu sikap, norma subyektif, dan persepsi kontrol perilaku.  Peneltian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran intensi dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap intensi berhenti merokok pada kepala keluarga.  Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah popilasi 1113 kepala keluarga yang merokok dengan sampel penelitian 92 kepala keluarga. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportionate stratified random sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner yang dimodifikasi sesuai subtansi penelitian. Analisa data yang digunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan presentase. Penelitian menunjukan bahwa kepala keluarga memiliki intensi kuat sebesar (65,2%), kepala keluarga memiliki sikap positif sebesar (64,1%), sedangkan kepala keluarga memiliki norma subyektif sebesar (58,7%), dan sebagian besar kepala keluarga memiliki persepsi kontrol perilaku positif (60,9%) terhadap intensi berhenti merokok. Namun kebanyakan, reponden memiliki tingkat pendidikan Sekolah Dasar, oleh karena itu, diharapkan agar ada program promkes tentang bahaya merokok bagi kesehatan dan manfaat berhenti merokok dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Kepala Keluarga, Merokok, Theory of Planned Behavior

Page 35 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue