cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
comdev.idpub@gmail.com
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
info@idpublishing.org
Editorial Address
Indonesian Journal Publisher Yogyakarta 55253, Indonesia Telp. +62 821-4089-8548 Email : info@idpublishing.org Web: https://idpublishing.org
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Community Development
ISSN : -     EISSN : 27472760     DOI : https://doi.org/10.47134/comdev.v1i1
Journal of Community Development is officially registered in the Centre for Data and Scientific Documentation (PDDI), Indonesia Institute of Science with ISSN Number 2747-2760 (online). Journal of Community Development is published biannually (October and April) by Indonesian Journal Publisher. Journal of Community Development a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. Journal of Community Development (Comdev) is an academic journal organized and operated by Indonesian Journal Publishing which aims at publishing conceptual thought or idea and research findings that have been achieved in the field of community development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
Optimalisasi Kebersihan Gigi dan Mulut pada Kegiatan Penyuluhan Interaktif di PG & TK ABA VI Widyastomo, Joko; Indriyasari, Arini; Tobing, Meyrinda; Gunawan, Ibnu
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1801

Abstract

Karies gigi pada anak usia dini tetap menjadi masalah kesehatan yang menonjol, terutama akibat rendahnya pengetahuan mengenai perilaku menjaga kebersihan gigi dan tingginya paparan makanan kariogenik. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi di PG & TK ABA VI melalui pendekatan interaktif berbasis demonstrasi dan permainan edukatif. Metode penyuluhan meliputi ceramah interaktif menggunakan media poster, demonstrasi teknik menyikat gigi menggunakan phantom, aktivitas permainan tematik, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 25 anak terlibat sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 2.04 pada pre-test menjadi 4.20 pada post-test dengan selisih rerata 2.16 (p < 0.001). Peningkatan terbesar terlihat pada indikator waktu menyikat gigi dan pemilihan makanan sehat, dimana lebih dari 80% anak memberikan jawaban benar pada post-test. Selain itu, 22 anak mampu menirukan teknik menyikat gigi secara sistematis sesuai demonstrasi, menunjukkan kemampuan praktik yang lebih baik setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan multi-metode yang melibatkan demonstrasi langsung, visual edukatif, dan permainan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus motivasi anak dalam menjaga kesehatan gigi. Intervensi semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai strategi promotif-preventif guna menurunkan angka karies pada anak usia dini.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Berbasis Media Digital: Dampak Terhadap Skor OHI-S dan DMFT Anak TK The Naff School Kota Kediri Afrida Nurmalasari; Arini Indriyasari; Dorisna Prijaryanti; Rakhmalita Arlini
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1803

Abstract

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini sangat penting untuk mengurangi prevalensi karies gigi yang semakin meningkat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penyuluhan berbasis media digital terhadap skor OHI-S (Oral Hygiene Index – Simplified) dan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth) pada anak-anak TK The Naff School Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan media video animasi dan e-saku gigi yang disampaikan melalui ceramah, demonstrasi, dan evaluasi interaktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Selasa, 28 Oktober 2025, dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri, guru, dan dosen sekaligus dokter gigi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan kemampuan anak setelah intervensi, tercermin dari perbaikan nilai post-test serta meningkatnya kemampuan anak dalam meniru teknik menyikat gigi dengan benar. Selain itu, analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara skor OHI-S dan DMFT (ρ = 0.42; p < 0.001), yang berarti semakin buruk kebersihan gigi, semakin tinggi tingkat keparahan karies. Temuan ini memperkuat bahwa pendekatan edukasi interaktif berbasis media digital efektif dalam membentuk perilaku menjaga kebersihan gigi pada anak usia dini. Selain itu, skor OHI-S dan DMFT menunjukkan perbaikan, yang menunjukkan keberhasilan metode penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran dan kebiasaan merawat gigi anak-anak.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi dalam Meningkatkan Pengetahuan Anak Usia Dini di Ra Kusuma Mulya VII Kediri Tobing, Meyrinda; Wati, Iin; Divina, Putu; Gunawan, Erwin
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1804

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum, terutama bagi anak usia dini yang sedang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan kebiasaan hidup sehat. Penyuluhan di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan menggunakan media poster, alat peraga phantom gigi, serta kegiatan menyikat gigi bersama. Kegiatan dilaksanakan di RA Kusuma Mulya VII pada tanggal 28 Oktober 2025 dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada anak-anak terkait waktu yang tepat untuk menyikat gigi, jenis makanan yang perlu dihindari, serta teknik menyikat gigi yang benar. Anak-anak mampu menirukan langkah penyikatan sesuai demonstrasi dengan lebih tepat pada tahap post-test. Pemeriksaan skrining sederhana juga mengidentifikasi beberapa anak dengan plak dan karies awal, sehingga kegiatan ini menjadi langkah preventif sekaligus deteksi dini. Penggunaan penguatan positif berupa hadiah terbukti meningkatkan motivasi anak selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di RA Kusuma Mulya VII terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak melalui kombinasi edukasi visual, demonstrasi, dan praktik langsung. Kolaborasi antara tim mahasiswa, guru, dan puskesmas merupakan elemen kunci untuk keberlanjutan perilaku sehat di lingkungan sekolah.
Psikoedukasi Sebagai Upaya Pencegahan Bullying Sejak Dini Di UPT SDN 284 Gresik Roziqin, Salsabilatun Nadlifah; Syaiful, Farida Razkia Utamining; Noviyanti, Jesika Bela; Aminin
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1805

Abstract

Bullying merupakan fenomena yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar, khusunya dalam bentuk bullying verbal yang masih kerap dianggap sebagai candaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi bullying, bentuk, dan dampak bullying melalui program psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan di SDN 284 Gresik dengan melibatkan 120 siswa kelas I-VI. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi interaktif, penayangan video kartun edukatif, diskusi, serta berbagai pengalaman. Evaluasi pada kegiatan ini melalui observasi terhadap respons siswa, keaktifan dalam diskusi, serta tanggapan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mulai mampu mengenali berbagai bentuk bullying dan membedakan antara candaan dengan perilaku yang dapat menyakiti orang lain, serta mengaitkan materi yang telah disampaikan dengan pengalaman sosial yang pernah dialami. Secara umum, kegiatan psikoedukasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman awal siswa serta menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi terkait isu bullying di lingkungan sekolah.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak KB Cahaya GS Kota Kediri Arini Indriyasari; Pritha Kunti Nali Broto; Desy Rizkiani Primalia; Dewi Anggreani Bibi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1806

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, kemampuan bersosialisasi, serta perkembangan anak usia dini. Pada anak usia 4–6 tahun, kurangnya pemahaman mengenai kesehatan gigi dan kebiasaan menyikat gigi yang benar sering kali menyebabkan meningkatnya kasus karies, terutama dipengaruhi oleh pola makan tinggi gula dan minimnya pengawasan orang tua. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi di KB Cahaya GS Kota Kediri dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dalam menjaga kebersihan gigi sejak dini. Metode penyuluhan mencakup ceramah interaktif menggunakan poster, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar dengan alat peraga model gigi dan sikat gigi besar, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia prasekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai pemahaman anak terkait fungsi gigi, makanan yang memengaruhi kesehatan gigi, serta langkah menyikat gigi yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lebih tepat dan antusias pada post-test. Anak juga mampu meniru teknik menyikat gigi secara urut dan terkontrol menggunakan model gigi. Kegiatan permainan dan kegiatan bernyanyi terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak selama proses edukasi. Secara keseluruhan, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku anak terkait kebersihan gigi dan mulut. Intervensi edukatif yang interaktif dan sesuai usia direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai upaya preventif menjaga kesehatan gigi anak sejak usia dini
Deteksi Dini Penyakit Asam Urat dan Inovasi Pembuatan Teh Dari Tanaman Obat Keluarga untuk Mengatasi Penyakit Asam Urat Pada Guru dan Tendik SDN 149 Palembang Adenina, Syarinta; Adnindya, Msy.; Harahap, Debby; Sutandar, Vivi; Parisa, Nita; Rosdah, Ayeshah; Hasbi, Alfian; Hanifah, Masayu; Nurhaura, Nailah; Putri , Marsyadilla
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1809

Abstract

Kadar asam urat yang tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia produktif, termasuk guru dan tenaga kependidikan (tendik) dengan beban kerja tinggi dan aktivitas fisik rendah. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah komplikasi metabolik. Selain itu, edukasi mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui inovasi teh herbal, dapat menjadi alternatif pengelolaan mandiri asam urat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar asam urat dan tekanan darah pada guru dan tendik SDN 149 Palembang, serta memperkenalkan teh herbal dari TOGA. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang mengedepankan keterlibatan aktif warga sekolah sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Program meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan teh herbal, pemeriksaan kesehatan, dan penyerahan bibit TOGA. Hasil menunjukkan rerata usia peserta 47,9 tahun. Hasil evaluasi pre dan posttest penyuluhan menunjukkan pengetahuan peserta meningkat signifikan setelah edukasi. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 68,7% memiliki kadar asam urat tinggi, sedangkan tekanan darah terbagi menjadi 15,6% normal, 31,3% prahipertensi, 31,3% hipertensi derajat 1, dan 21,8% hipertensi derajat 2. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan hiperurisemia berbasis TOGA. Pembagian bibit TOGA diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mendukung gaya hidup di lingkungan sekolah.
Bank Sampah sebagai Media Edukasi Lingkungan Laut untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sungsang Aryawati, Riris; Ulqodry, T.; Melki; Utami, Risnita; Purwiyanto, Anna; Hendri, Muhammad; Isnaini; Surbakti, Heron
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1810

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pencemaran sampah di wilayah pesisir Sungsang, Banyuasin, yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terorganisir. Rendahnya kesadaran masyarakat, tingginya sampah anorganik yang masuk ke laut, serta belum adanya lembaga pengelola sampah menjadi isu utama yang perlu diatasi. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembentukan kelembagaan bank sampah, pelatihan daur ulang, dan digitalisasi pencatatan sampah. Program ini melibatkan 31 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan komunitas nelayan. Hasil analisis SWOT menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan program melalui penguatan kesadaran lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Solusi utama yang diterapkan meliputi: Edukasi lingkungan laut, untuk meningkatkan literasi dan perubahan perilaku masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat pemahaman peserta hingga ≥80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test; pembentukan Bank Sampah Sungsang, lengkap dengan SOP, alat pendukung, dan tim pengelola lokal; pelatihan pengolahan sampah, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan bernilai ekonomi; sistem dokumentasi digital, menggunakan spreadsheet untuk transparansi dan pelaporan. Target luaran meliputi modul edukasi, bank sampah aktif, pelatihan daur ulang, produk hasil olahan sampah, sistem pencatatan digital, serta peningkatan volume sampah terpilah. Seluruh kegiatan dirancang melalui metode partisipatif, workshop, pendampingan lapangan, dan evaluasi berkala selama enam bulan. Manfaat program bagi masyarakat antara lain meningkatnya kesadaran lingkungan, peluang ekonomi baru dari penjualan sampah dan produk kreatif, serta lingkungan pesisir yang lebih bersih. Bagi institusi desa, program ini menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Karuing melalui Penerapan Teknologi Diversifikasi Produk dan Inovasi Produk Gaharu Suryanatha, Ida; Selvia, Fitriana; Rasidah; Yuliana
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1812

Abstract

Program penguatan kapasitas masyarakat Desa Karuing, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah melalui penerapan teknologi diversifikasi produk gaharu bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah. Penelitian ini menggunakan metodologi Participatory Action Research dengan pendekatan andragogy yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknologi destilasi dan pembuatan lilin aromaterapi, serta pendampingan dan evaluasi. Evaluasi menggunakan Model Kirkpatrick menunjukkan hasil positif pada keempat level: (1) tingkat reaksi dengan partisipasi 100% dan antusiasme tinggi; (2) tingkat pembelajaran dengan peningkatan pengetahuan faktual 26,7% untuk destilasi gaharu dan 76,2% untuk pembuatan lilin aromaterapi; (3) tingkat perilaku dengan 85% peserta berkomitmen mentransfer pengetahuan dan mengimplementasikan teknologi; dan (4) tingkat hasil dengan proyeksi peningkatan nilai jual produk 10-15 kali lipat. Program berhasil mentransformasi mindset masyarakat dari pengumpul bahan baku menjadi produsen dengan orientasi kewirausahaan, sekaligus mendukung konservasi ekosistem gambut. Model pemberdayaan ini dapat direplikasi untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam lokal di wilayah serupa.
Model Desa Sehat Berbasis Sungai: Intervensi Terpadu Air Bersih, Sanitasi, dan Lingkungan di Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya Ayu, Katriani Puspita; Jaya, Imanuel; Bertho, Edward Melio; Griando Rasan, Febriomico; Fortuna, Dewi Klarita
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1815

Abstract

Kawasan Pelabuhan Rambang di Kelurahan Pahandut merupakan permukiman padat penduduk di tepi Sungai Kahayan yang menghadapi permasalahan kompleks terkait kesehatan lingkungan, akses air bersih, dan sanitasi. Kondisi ini diperparah oleh budaya hidup di pinggiran sungai yang menciptakan kawasan kumuh dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih, sanitasi, dan lingkungan sehat melalui pendekatan berbasis sungai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, Focus Group Discussion (FGD), dan paparan materi tentang pembentukan Kelompok Desa Sehat Sungai (KDS-S). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat, aparatur RT, perwakilan pemerintah kelurahan, dan kader Posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, teridentifikasinya permasalahan utama sanitasi dan air bersih di kawasan pelabuhan, serta kesepakatan pembentukan KDS-S sebagai motor penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tepian sungai sekaligus menjadi model replikasi untuk kawasan serupa di Kalimantan Tengah.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Assemblr Edu di Era Digital Adi, Novi Hendri; Wahdi, Yera Wahda; Dewi, Indah Kusuma; Safi’i, Muhamad; Siddiq, Raka Brahma
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1816

Abstract

Era digital menuntut guru menguasai media pembelajaran berbasis teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 28 Batam dalam menggunakan media pembelajaran berbasis Assemblr Edu, sebuah platform Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan meliputi Empat tahapan: perencanaan (analisis kebutuhan dan pre-test), pelaksanaan (ceramah, demonstrasi, dan praktik), pendampingan (bimbingan pembuatan media), dan evaluasi (Post-Test dan analisis dampak). Kegiatan diikuti oleh 25 orang guru dengan menggunakan instrumen angket yang mengukur enam indikator kompetensi melalui Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata TCR meningkat dari 73,47% (kategori Baik) menjadi 87,67% (kategori Sangat Baik), mencapai peningkatan 19,33%. Analisis efektivitas menggunakan metode N-Gain menghasilkan nilai 0,535 (kategori Sedang), menunjukkan pelatihan memberikan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan kompetensi guru. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator Pemahaman Aplikasi Assemblr Edu sebesar 36,97%. Dampak positif terlihat pada kualitas pembelajaran di kelas dengan meningkatnya antusiasme dan pemahaman siswa terhadap materi. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis Assemblr Edu berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi AR ke dalam pembelajaran di era digital.