cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 127 Documents
Peran Keluarga Dalam Menentukan Waktu Penanganan Stroke: Studi Cross-Sectional Syifa Salsabila; Izma Daud; Diah Retno Wulan; Noorfriati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.447

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan penanganan pre hospital pada pasien stroke masih tinggi dan dapat mengakibatkan terlewatnya peluang pemberian terapi pada periode emas ≤4,5 jam, yang salah satunya dipengaruhi oleh respon keluarga. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara respon keluarga dengan keterlambatan penanganan pre hospital pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross- sectional dan dilaksanakan di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh. Sebanyak 57 dijadikan sampel, pemilihan sampel menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner respon keluarga dan lembar checklist keterlambatan penanganan pre hospital waktu onset. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan korelasi Spearman’s rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara respon keluarga dengan keterlambatan penanganan pre hospital pada pasien stroke dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara respon keluarga dengan keterlambatan penanganan pre hospital pada pasien stroke.
Perbedaan Mean Arterial Pressure Intra dan Pasca Anestesi dalam Dinamika Hemodinamik Perioperatif Pasien Anestesi Umum Tarishah Dewi Jayalaksana; Tri Wahyuni Ismoyowati; Sahat Tumpal Salomo; Triseu Setianingsih
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.523

Abstract

Latar Belakang: Mean Arterial Pressure (MAP) merupakan indikator penting dalam mempertahankan perfusi serebral selama periode perioperatif. Perubahan nilai MAP pada fase intra dan pasca anestesi mencerminkan dinamika hemodinamik yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rerata MAP intra anestesi dan pasca anestesi pada pasien dengan anestesi umum. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 66 responden yang direkrut di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi pasien berusia 18–59 tahun, memiliki status fisik ASA I–II, menjalani prosedur operasi elektif dengan anestesi umum, serta menjalani tindakan awake extubation pada akhir prosedur anestesi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan rerata kedua variabel. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara MAP intra dan pasca anestesi (t = -4,991; p = 0,000). Nilai mean difference sebesar -7,712 mmHg menunjukkan bahwa MAP pasca anestesi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan MAP intra anestesi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara MAP intra dan pasca anestesi. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan hemodinamik yang signifikan antara kedua fase tersebut, sehingga pemantauan tekanan darah selama periode perioperatif penting untuk mendukung stabilitas kondisi fisiologis pasien.
ubungan Welas Asih Terhadap Diri Sendiri dengan Citra Tubuh pada Remaja Putri Bayu Dwisetyo; Sri Tiara Wati Al-Amri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.525

Abstract

Background: Adolescence is characterized by physical and psychological changes that can influence body perception. Adolescent girls tend to be more sensitive to their physical appearance, making them more vulnerable to developing a negative body image. One factor that contributes to the development of a positive body image is self-compassion. Objective: This study aimed to examine the relationship between self-compassion and body image among eighth-grade female students at MTs Negeri 1 Bitung. Methods: This study employed a quantitative approach using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 115 female students, with a sample of 89 respondents selected through purposive sampling. The research instruments were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Indonesian version of the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS). Data were analyzed using the Pearson correlation test. Results: The Pearson correlation test showed a p-value of 0.031 (p<0.05), indicating a statistically significant relationship between self-compassion and body image. Conclusion: There is a positive relationship between self-compassion and body image among eighth-grade female students at MTs Negeri 1 Bitung.
Self Efficacy dengan Kepatuhan Pola Hidup Sehat dan Kualitas Hidup pada Penderita Penyakit Jantung Coroner Marlin Brigirta L; Syaputra Artama; Wahyuni Anwar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.530

Abstract

Latar Belakang: Tingginya kasus dengan penyakit jantung salah satunya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengendalian penyakit dan pengobatan. Rendahnya motivasi dan kesadaran pasien penyakit jantung terhadap pola perilaku hidup sehat dalam mengurangi resiko penyakit mengakibatkan progres penyakit akan semakin memburuk. Tujuan: mengetahui korelasi self efikasi dengan penerapan gaya hidup sehat dan kualitas hidup terhadap pasien jantung coroner. Metode: Desain penelitian menggunakan desain penelitian studi eksplanatori (explanatory research), penarikan sampel secara accidental sampling dari 25 Maret 2025 hingga 20 Agustus 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yaitu pasien penyakit jantung coroner di RSUD Ende Kabupaten Ende. Analisis data yang dilakukan dengan spearman test. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi positif yang kuat antara self efficacy dengan pola hidup sehat p value = 0,012 , r = 0,635 dan self efficacy responden dengan kualitas hidup diperoleh p value = 0,003, r = 0,717 artinya semakin baik self efficacy pasien maka semakin baik pula pola hidup dan kualitas hidup begitupun sebaliknya. Kesimpulan: ditemukan efikasi diri menjadi hal yang dapat mempengaruhi pola hidup dan kualitas hidup pasien penyakit jantung coroner.
Explorasi Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga Penyitas Stroke dalam Sudut Pandang Budaya Jawa: Studi Fenomenologi Siti Nai'mah; Teguh Santoso; Widuri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.533

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang berdampak signifikan tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai caregiver utama. Dalam budaya Jawa, peran keluarga dalam merawat pasien stroke sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya. Namun, pemahaman mendalam mengenai pengalaman caregiver dalam perspektif budaya Jawa masih terbatas, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk mendukung optimalisasi perawatan pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman keluarga dalam merawat pasien stroke dalam sudut pandang budaya Jawa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan tekmik wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di Kota Yogyakarta pada bulan Agustus hingga Oktober 2025. Partisipan berjumlah 9 orang yang merupakan caregiver utama pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan mengguakan NVivo. Hasil: Terdapat tujuh tema utama dalam penelitian ini, yaitu (1) merawat sebagai kewajiban moral dan bentuk bakti keluarga, (2) internalisasi nilai nrimo sebagai bentuk penerimaan, (3) norma subjektif sebagai pendorong perilaku caregiving, (4) beban fisik dan emosional dalam perawatan jangka panjang, (5) dukungan sosial berbasis nilai gotong royong, (6) peran spiritualitas sebagai strategi koping, dan (7) integrasi pengobatan medis dan tradisional. Kesimpulan: Pengalaman keluarga dalam merawat pasien stroke dipengaruhi oleh nilai budaya, norma sosial, dan spiritualitas.  
Studi Kelengkapan Dokumentasi Laporan Anestesi di Rumah Sakit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma Yunia Dina Lestary; Rahmaya Nova Handayani; Noor Yunida Triana; Made Suandika
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.536

Abstract

Latar Belakang: Kelengkapan dokumentasi laporan anestesi merupakan indikator penting mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dokumentasi yang tidak lengkap dapat menghambat perencanaan anestesi, evaluasi klinis, serta berpotensi menimbulkan risiko hukum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan dokumentasi laporan anestesi pada tahap pra anestesi, intra anestesi, dan pasca anestesi di Rumah Sakit Tk III Wijayakusuma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap 270 dokumen laporan anestesi yang memenuhi kriteria inklusi dari total 303 dokumen. Penilaian kelengkapan dilakukan menggunakan checklist berdasarkan format rekam medis anestesi yang berlaku di rumah sakit. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelengkapan pengkajian pra anestesi sebesar 89,6%, laporan pra anestesi 91,6%, pengkajian pra induksi 67,3%, laporan intra anestesi 99,8%, monitoring intra anestesi 73,8%, laporan khusus sectio caesarea 3,9%, pengkajian pasca anestesi 74,6%, dan monitoring pasca anestesi 95,4%. Kesimpulan: Temuan ini menunjukan bahwa tidak ada indikator dokumentasi laporan anestesi yang mencapai tingkat kelengkapan 100%. Diperlukan penguatan regulasi, pelatihan berkelanjutan, dan optimalisasi sistem dokumentasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Dinamika Kepatuhan Terapi dan Kontrol Tekanan Darah: Analisis Komparatif antara Komunitas Hipertensi Baru dan Kronis Ali Syahbana; Muhammad Al Amin; Achmad Efendi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.538

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Kepatuhan minum obat sering dinggaap faktor  utama dalam pengendalian takanan darah, namun dalam praktiknya tidak semua pasien dengan kepatuhan tinggi akan berhasil mencapai stabilisasi tekanan darah yang optimal Tujuan:  penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kontrol tekanan darah serta membandingkan kondisi pasien hipertensi baru dan kronis di komunitas, membuat model beyond adherence determinan komtrol tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunkan desain crosssectional dengan sampel 62 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital,IMT,Pendidikan, Usia. Analisis data menggunakan uji Chisquare dan dilanjutkan dengan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil: Uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah (p<0,001), dimana tingkat kepatuhan terapi yang tinggi pada pasien berkorelasi signifikan dengan tercapainya kontrol tekanan darah yang lebih stabil. Analisis komparatif menunjukkan hipertensi kronis berhubungan dengan kepatuhan rendah dan kontrol tekanan darah buruk (OR=22,8; RR=2,56; p<0,001). Uji SEM menunjukkan durasi hipertensi berpengaruh negatif terhadap kepatuhan (β=-0,72; p<0,001) Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berkontribusi terhadap control tekanan darah, tetapi bukan satu satunya penentu. Pendekatan muntidimesnsial diperlukan dalam pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas.
Hubungan Rasio Lingkar Leher Terhadap Derajat Kesulitan Intubasi pada Pasien Dewasa Chandra Bima Wahyu Ramadhan; Muhammad Nur Syamsu; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Vidya Urbaningrum
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.545

Abstract

Latar Belakang: Intubasi sulit merupakan tantangan anestesi utama yang meningkatkan risiko morbiditas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara rasio lingkar leher atau Neck Circumference/Thyromental Distance (NC/TMD) dan derajat intubasi sulit (skala Cormack-Lehane) di Rumah Sakit Kabupaten Bekasi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasio lingkar leher pasien terhadap kondisi sulit intubasi pada pasien dewasa Metode: Studi observasional analitik potong lintang ini dilakukan pada pasien dewasa yang menjalani anestesi umum elektif antara tanggal 1 dan 31 Desember 2025. Data antropometri dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil: Terdapat korelasi signifikan (P < 0,05) antara rasio Lingkar Leher dengan derajat intubasi sulit (skala Cormack-Lehane). Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara rasio lingkar leher dan derajat intubasi sulit (skala Cormack-Lehane) pada pasien dewasa. Hasil ini diharapkan dapat memperkuat penilaian praoperatif ahli anestesi dan menjadi dasar pengembangan pedoman manajemen jalan napas di Indonesia.
Hubungan Efek Samping ARV dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien HIV/AIDS Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Theophylia Melisa Manumara
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.549

Abstract

Latar Belakang: Salah satu pengobatan farmakologis bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS adalah terapi antiretroviral. Efek samping yang timbul terkadang menyebabkan ODHA tidak patuh dalam mengonsumsi ARV, yang dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup mereka. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara efek samping ARV dan kepatuhan terhadap pengobatan ARV di kalangan ODHA di Rumah Sakit Umum Kota Bandung. Metode: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Kota Bandung dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner HIV Symptom Index dan Morisky Medication Adherence Scale–8 item, yang dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (45,5%) mengalami efek samping sedang akibat mengonsumsi ARV dan Sebagian besar (35,4%) responden menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap pengobatan ARV, sedangkan 34 (34,3%).  Uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,001. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji chi-square, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping dan kepatuhan terhadap pengobatan ARV pada ODHA di Rumah Sakit Umum Kota Bandung.
Hubungan Anestesi dengan Kejadian Hipotermia pada Pasien Post Operatif di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi Altaffely Zianur Rahman; Vidya Urbaningrum Urbaningrum; Neng Imas Susanti; Tri Wahyuni Ismoyowati
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.553

Abstract

Latar Belakang: Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering kali terjadi pada pasien pasca operasi akibat efek anestesi dan paparan suhu lingkungan ruang operasi maupun ruang pemulihan. Hipotermia dapat menghambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi pasca bedah. Tujuan: Mengetahui hubungan anestesi dengan kejadian hipotermia pada pasien post operative di ruang Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran suhu tubuh pasien, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 49 responden (75,4%) mengalami hipotermia. Pada kelompok anestesi spinal, 93,0% pasien mengalami hipotermia, sedangkan pada anestesi general sebesar 40,9%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien Phi 0,572 yang menunjukkan hubungan sedang hingga kuat. Kesimpulan: Terdapat signifikan hubungan anestesi dengan kejadian hipotermia pada pasien post operative. Anestesi spinal sering kali memiliki risiko terjadinya hipotermia lebih tinggi dibandingkan dengan anestesi general. Disarankan pemantauan suhu tubuh dan pencegahan hipotermia dilakukan secara rutin pada pasien pasca operasi.

Page 12 of 13 | Total Record : 127