cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
putrapurniadi@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies)
ISSN : 26864460     EISSN : 26865580     DOI : 10.27567
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Studi Islam Lintas Negara, merupakan jurnal yang mengangkat tema-tema tentang berbagai isu yang menyangkut umat Islam di dunia internasional. Baik secara sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik. Jurnal yang terbit enam bulan sekali ini di kelola oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat. FOKUS DAN RUANG LINGKUP Journal of Cross Border Islamic Studies adalah jurnal peer-review dan open-access terkemuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Pendidikan Islam dan Ekonomi Islam, mengkonsolidasikan kegiatan penelitian fundamental dan terapan dengan cakupan yang sangat luas. dan memiliki dampak yang signifikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, dunia praktis dan akademisi. Ini termasuk studi dan tinjauan yang dilakukan oleh tim multidisiplin dan penelitian yang mengevaluasi atau melaporkan hasil atau implementasi tim atau proses ilmiah secara umum. Jurnal ini berusaha untuk menarik audiens interdisipliner dan penulis yang berfokus pada penelitian dunia nyata. Materi Pendidikan Agama Islam Pendidik dan Siswa Pendidikan Agama Islam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum Politik Pendidikan Agama Islam Filsafat Pendidikan Agama Islam Sejarah Pendidikan Agama Islam Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam Materi Ekonomi Syariah Ekonomi Syariah Transnasional Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah perbatasan negara Ekonomi syariah dalam dan luar negeri Tujuan utama Journal of Cross Border Islamic Studies adalah untuk mempublikasikan karya ilmiah di bidang pendidikan agama Islam. Penelitian yang dipublikasikan dapat mengambil model teoretis atau spekulatif serta statistik dan matematika untuk mempromosikan pemikiran interdisipliner dan untuk menyediakan platform bagi para sarjana untuk bertukar pengetahuan dari berbagai perspektif dan lokasi. Kontribusi diterima dari semua bidang dengan komentar yang relevan dan berwawasan tentang pendidikan Islam dan ekonomi Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Pengamalan dan Keyakinan Masyarakat Desa Sana Tengah Terhadap Fadlilah Al-Mu'awwidzatain Sebagai Penangkal Sihir Sholihin; Moh zahid, Moh zahid
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4748

Abstract

Surah Al-Falaq dan An-Nas yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain memiliki kedudukan khusus sebagai media perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk sihir. Meskipun teknologi modern berkembang pesat, keyakinan masyarakat Desa Sana Tengah terhadap eksistensi sihir dan santet tetap mengakar kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. "Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis baru dengan menggeser fokus kajian dari sekadar pemaknaan tekstual ke arah analisis fenomenologi praktis, yang mengungkap bagaimana masyarakat Desa Sana Tengah mengintegrasikan Al-Mu'awwidzatain sebagai sistem pertahanan psikis dan sosial-religius yang unik dalam menghadapi ancaman metafisika di era modern." Penelitian di Desa Sana Tengah ini menunjukkan bahwa masyarakat menangkal keyakinan sihir dengan mengamalkan Surah Al-Falaq dan An-Nas sebagai rutinitas maupun ruqyah syar’iyyah. Praktik ini dipicu oleh faktor teologis, pengalaman pribadi, dan pengaruh tokoh agama. Dalam perspektif Living Qur’an, fenomena ini mencerminkan interaksi dinamis antara teks suci dengan realitas sosial yang berfungsi memberikan ketenangan psikologis serta memperkuat solidaritas masyarakat.
Implikasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPI Mambaul Ulum Kajian Terhadap Desain, Implementasi dan Evaluasi Zidni; Wahab
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4771

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Mambaul Ulum, ditinjau dari aspek desain pembelajaran, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan guru PAI serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, menerapkan diferensiasi, serta mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan literasi digital guru, belum optimalnya pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta lemahnya penerapan asesmen formatif secara berkelanjutan. Evaluasi pembelajaran PAI masih didominasi oleh penilaian kognitif, sementara penilaian sikap spiritual dan karakter religius belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI memerlukan sinergi antara kesiapan guru, dukungan manajemen sekolah, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kolaborasi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di sekolah berbasis Islam.
POLA INTERAKSI PEDAGOGIS GURU-ANAK DALAM PEMBELAJARAN SENTRA DI TK ALAM ISTIQOMAH KARAWANG Febrianthy, Cindy; Atin Sahtini, Paulina; Dega, Sayun; Maryamah, Titin; Aryuni, Linda; Armilah , Ai
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4895

Abstract

This study aims to describe the pattern of pedagogical interaction between teachers and children in center-based learning at TK Alam Istiqomah Karawang. The research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through documentation of learning activities derived from reports and field notes of university students during their Teaching Practicum (PPL). The analysis focused on teachers’ use of interactional language, particularly prompting questions, across various learning activities and daily habituation practices. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teacher–child pedagogical interactions in center-based learning are dialogic, reflective, and educative. Teachers consistently use open-ended questions to guide children in understanding rules, managing emotions, and developing social and language skills in a contextual manner. This interaction pattern does not emphasize one-way instruction but encourages children to think, reflect on their behavior, and make independent decisions. Therefore, pedagogical interaction through reflective language plays an essential role in supporting children’s holistic development and aligns with child-centered learning principles in early childhood education.
Analisis dan Refleksi Mahasiswa Calon Guru Terhadap Implementasi PPL Sebagai Sarana Pembentukan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 3 Pematangsiantar Daniel Lumban Gaol; Vita Saragih; Via Lubis; Santa Sebayang; Preiti Sitompul; Andriana Situmorang; Sopanro Gultom
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merefleksikan pengalaman mahasiswa calon guru terhadap pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 3 Pematang Siantar sebagai sarana pembentukan profesionalisme guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan reflektif. Subjek penelitian terdiri atas 6 mahasiswa calon guru dari berbagai program studi kependidikan yang melaksanakan PPL pada tahun akademik 2025/2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis jurnal refleksi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi profesional calon guru, khususnya dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Melalui proses refleksi, mahasiswa menyadari pentingnya penguasaan materi, kemampuan komunikasi yang baik, serta pengelolaan kelas yang efektif. Faktor pendukung implementasi PPL antara lain dukungan guru pamong dan dosen pembimbing, lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterbukaan pihak sekolah terhadap inovasi pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi mahasiswa adalah keterbatasan waktu bimbingan, fasilitas teknologi yang belum maksimal, dan kesenjangan antara teori kampus dan praktik di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan refleksi sistematis selama dan setelah PPL memperkuat profesionalisme calon guru dengan menumbuhkan kesadaran diri, tanggung jawab, dan komitmen terhadap profesi pendidik
Transformasi Pendidikan di Era Digital Melvin Melanthon Simanjuntak; Giofany Simanjuntak; Mei Hilda Panjaitan; Katarina Diana Manik; Hersiana Theresia Br Sinabariba; Solya Septriana Saragih; Maruli Hutapea
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v8i1.4944

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital merupakan suatu keniscayaan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk transformasi pendidikan di era digital, tantangan yang dihadapi, serta implikasinya terhadap proses pembelajaran, peran pendidik, dan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered, serta meningkatnya kebutuhan akan literasi digital. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan digital, kesiapan sumber daya manusia, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan agar transformasi pendidikan di era digital dapat berjalan secara efektif dan inklusif.
Peran Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar Yang Positif di UPTD SD Negeri 124394 Pematangsiantar Esti Marlina Sirait; Sondang Simanjuntak; Herlina Tinambunan; Morinda Harianja; Melisa Lubis; Meihilda Panjaitan; Yuli Yoci Saragih
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v8i1.4948

Abstract

Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar yang dilaksanakan pada Semester VII Tahun 2025 di UPTD SD Negeri 124394 Pematangsiantar bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa di bidang kependidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan menekankan pentingnya penciptaan lingkungan belajar yang positif sebagai fondasi pembentukan karakter, motivasi belajar, serta perkembangan social-emosional siswa. Data diperoleh melalui catatan observasi, dokumentasi dan wawancara informal dengan guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terciptanya suasana kelas yang lebih kondusif, serta meningkatnya efektivitas komunikasi antara Guru dan Mahasiswa PPL. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung guru menciptakan lingkungan belajar yang positif, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam menerapkan teori pendidikan, mengembangkan keterampilan pedagogic, serta membentuk profesionalisme sebagai calon pendidik.
Application of Material Law in Islamic Banking Disputes Following Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012: A Review of Normative-Jurisprudential Literature: Penerapan Hukum Materiil Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan MK No. 93/PUU-X/2012: Tinjauan Literatur Normatif-Yurisprudensial Fatimah, Sitti; Ludfi, Ludfi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4965

Abstract

This study examines the application of material law in resolving Islamic banking disputes following the Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012 through a review of normative-jurisprudential literature. The Constitutional Court's decision affirmed the absolute authority of religious courts in Islamic banking disputes, but the practice of applying material law by judges shows problematic dynamics. The objectives of this study focus on three things: the consistency of judges' normative references, the dominant sources of material law used, and the suitability of their application to the principles of maqashid al-shariah. The method used is normative juridical with a literature approach, which involves a review of laws and regulations, court decisions, DSN-MUI fatwas, the Compilation of Islamic Economic Law (KHES), and relevant academic documents. The results of this study indicate that although the authority for dispute resolution has formally shifted to religious courts, the application of substantive law in practice remains inconsistent with the ideals of Islamic economic law. Judges tend to rely more on the Civil Code as the primary reference, while the KHES and DSN fatwas are used to a limited extent and are more complementary. Furthermore, the substance of decisions still relies heavily on a formalistic approach, so that the values of maqashid al-shariah, such as justice, benefit, and protection of rights, have not been optimally internalized. Theoretically, this study enriches the discourse on the importance of integrating maqashid al-shariah into the practice of Islamic economic jurisprudence. Practically, these findings imply the need to strengthen the capacity of judges through training, the development of more applicable technical guidelines, and the strengthening of the position of KHES and DSN fatwas as primary sources of law, in order to realize a more substantive, just, and beneficial sharia justice system
Tinjauan Hukum Positif Tentang Penjualan BBM Eceran (Studi Kasus di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan): (Studi Kasus di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan) Laili, Noer; Fatimatuz Zahroh; Mohammad Mahmudi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4970

Abstract

Undang-Undang Kebijakan izin usaha niaga minyak dan gas (BBM) yang saat ini sedang diterapkan oleh pemerintah ialah kewajiban berbadan usaha dan izin dari pemerintah terhadap setiap kegiatan usaha niaga BBM. Namun, dalam kenyataannya masih terdapat pedagang BBM yang tidak memiliki izin dari pemerintah salah satunya di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Maka peneliti, ingin mengetahui sejauh mana para pedagang BBM eceran menaati Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan Hukum positif terhadap pedagang BBM Eceran dan untuk mengetahui penyebab maraknya pedagang BBM Eceran di Kecamatan Pakong. Jenis penelitian ini adalah normatif empiris dimana objek penelitiannya di Kecamatan Pakong yang dianalisis mengggunakan hukum positif, sehingga pendekatan yang digunakan adalah hukum positif. Penjualan BBM Eceran merupakan penjualan yang tidak didasarkan pada aturan pemerintah, dimana semua bentuk usaha terutama penjualan BBM eceran harus mandapatkan izin operasional dari pemerintah. Keberadaan pom mini atau pertamini yang berada di Kecamatan Pakong merupakan tindakan yang melanggan terhadap UU No. 22 Tahun 2001 yang berbunyi bahwa yang bisa melakukan transaksi penjualan BBM di Indonesia adalah badan usaha resmi bukan usaha milik perseorangan. Di samping itu, maraknya pedagang BBM Eceran disebabkan kurangnya pengawasan, sosialisasi rutin pemerintah, dan tidak adanya tindakan tegas pemerintah sehingga masyarakat tidak mengetahui aturan operasionalnya. Di samping itu, besarnya keuntungan yang diperoleh menjadi faktor pendukung maraknya keberadaan pertamini di masyarakat.
Keadilan Sosial Dalam Perspektif Ekonomi Islam Serta Relevansinya Dalam Konteks Indonesia Samsuri; Abusiri
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4973

Abstract

Tulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab kekosongan fleksibilitas fikih ekonomi dalam hal formulasi keadilan sosial di Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini, yakni penelitian dengan pendekatan library research. Sumber data pada studi ini dibagi menjadi dua bagian, yakni primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari jurnal dan buku yang relevan dengan variabel penelitian. Sedangkan data sekunder didapatkan dari buku dan jurnal yang tidak terpaut dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni teknik coding. Teknik coding pada data literatur digunakan untuk mengkondesasi data-data buku dan jurnal menjadi informasi yang terkait dengan variabel penelitian. Pada studi literatur penelitian ini, peneliti menemukan bahwa untuk mengentas kesenjangan sosial dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia, tidak cukup hanya dengan mengandalkan teori deduktif ekonomi sekuler, profan, serta humanisme sentris. Namun, berdasarkan fakta juga dibutuhkan sebuah rumusan atau konsep ekonomi yang menjunjung tinggi nilai-nilai etis dan moral spiritual keadilan sosial sebagai pelengkap. Sehingga, realitas kontekstual perkembangan ekonomi dapat difungsikan untuk meningkatkan keadilan sosial, apabila upaya dialektika realitas perkembangan ekonomi umum di Indonesia dengan fikih ekonomi Islam dikolaborasikan untuk saling melengkapi.
Status Hukum Akad Syariah Dalam Transaksi Berbasis Algoritma dan Kecerdasan Buatan (AI): Analisis Maqasid Al-Syariah Ach. Dlofirul Anam
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4974

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa algoritma dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam sistem keuangan, sehingga menantang paradigma klasik akad dalam fikih muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum akad syariah dalam transaksi yang diinisiasi atau dieksekusi oleh sistem algoritma dan AI melalui pendekatan integratif, yaitu analisis normatif terhadap rukun dan syarat akad serta pendekatan maqasid al-shari‘ah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis terhadap sumber literatur primer dan sekunder, yang dilengkapi dengan studi kasus pada aplikasi fintech syariah dan fatwa yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan hukum transaksi berbasis AI bersifat kontingen, bergantung pada desain sistem dan mekanisme pengawasan yang diterapkan. AI yang berfungsi sebagai alat bantu (tool) dalam kerangka wakalah muqayyadah yang ketat berpotensi menghasilkan akad yang sah secara syariah. Sebaliknya, AI otonom yang bertindak sebagai pengambil keputusan independen menghadapi persoalan serius dalam pemenuhan unsur kerelaan (ridha) dan kapasitas hukum (ahliyyah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip dasar muamalah (al-ashlu fi al-mu‘amalat al-ibahah) tetap relevan, namun memerlukan ijtihad kontemporer dalam penafsiran konsep al-‘aqid (para pihak yang berakad) dan shighat al-‘aqd (ijab dan qabul) dalam konteks digital. Kontribusi utama penelitian ini adalah perumusan kerangka normatif evaluasi akad berbasis AI dalam keuangan syariah serta pengajuan rekomendasi pengembangan Standar Audit Syariah untuk Algoritma (SASA) dan regulasi RegTech yang spesifik guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan syariah secara real-time, sehingga maqasid al-shari‘ah, khususnya hifzh al-mal dan hifzh al-‘aql, dapat terpelihara di era digital.