cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
bajangjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Permas Indah Perumahan Royal Zam-zam F17 Labuapi Lombok Barat NTB
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by bajang Institute
ISSN : 27979210     EISSN : 27982912     DOI : -
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, with registered number ISSN: 2797-9210 (Print), ISSN: 2798-2912 (Online) is a scientific multidisciplinary journal published by bajang Institute. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. Particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas both of which are published each month. The scope of the journal studies broadly includes:Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development; Economics; Tourism, Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1: Juni 2025" : 29 Documents clear
PEMBERDAYAAN KADER DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN DINI MALARIA DI WILAYAH KERJA PKM SRI KUNCORO KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH TAHUN 2024 Tedy Febriyanto; Jon Farizal; Putri Widelia W; Evi Fitriyani; Yunita, Yunita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia. Malaria is caused by protozoa of the Plasmodium group, which is transmitted through mosquito bites. Anopheles sp mosquitoes carry the spinfective Plasmodium parasite which enters the human body through the bite of female mosquitoes. The Plasmodium sp parasites found in humans consist of Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium ovale and the most recently discovered plasmodium is Plasmodium Knowles. This community service aims to move people to live healthy lives and actively prevent malaria through efforts to increase knowledge and socialize malaria prevention in the PKM Sri Kuncoro Working Area, Central Bengkulu Regency. Method: There are three steps in this community service, namely preparation, implementation, evaluation and monitoring. It is hoped that this activity can increase public knowledge about malaria prevention and move people to live healthy lives. Results: This community service provides insight and knowledge to the community in recognizing clinical symptoms of malaria and forming groups. Conclusion: A team has been formed that has been given knowledge about malaria, information on malaria prevention and information about laboratory examinations that support malaria examinations consisting of cadres in each village and posyandu to carry out information on malaria prevention and health awareness community movements in the Sri Kuncoro Community Health Center Working Area Pondok Kelapa District, Central Bengkulu Regency
STRATEGI IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA (Disampaikan pada Guru-Guru SD di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali) Sarafuddin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru mengenai strategi implementasi profil pelajar Pancasila sesuai kebijakan kurikulum merdeka belajar sehingga tidak memperoleh kesulitan dalam penerapannya pada peserta didik di sekolah masing masing. Guru adalah pilar utama dalam pendidikan dan memiliki peran penting dalam pembentukan pelajar Pancasila. Untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila dapat dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas maupun di luar kelas. Terdapat banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk mewujudkan karakter Pancasila pada peserta didik, misalnya guru senantiasa menjadi teladan atau contoh baik bagi peserta didik dengan membiasakan mereka untuk bersikap disiplin dan jujur. Disamping itu, guru dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah (problem solving) dan sebagainya. Guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Sehingga guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan lainnya sehingga bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para peserta didiknya. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Artinya bahwa setiap guru harus dapat memahami dan mengimplementasikan enam ciri utama pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan beraklak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap observasi, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target yang diharapkan adalah guru-guru SD di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali yang mengikuti kegiatan ini memiliki strategi yang optimal dalam mengimplementasikan profil pelajar Pancasila sehingga ke depan para peserta didik memiliki karakter yang baik dan mulia. Sementara luaran yang diharapkan adalah tersusunnya artikel ilmiah yang akan diterbitkan dalam jurnal terakreditasi dan HKI (hak cipta). Kegiatan sosialisasi dan pembekalan ini akan diikuti oleh 67 peserta, terdiri dari 44 orang guru, 22 orang kepala sekolah dan 1 orang koordinator PAUD, DIKDAS, dan LS Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN DALAM MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL TENTANG PENINGKATAN KUALITAS KOPI MELALUI TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL PADA KELOMPOK TANI NGEMBAT LESTARI GONDANG- MOJOKERTO Santoso, Gempur
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membuat kopi bubuk (powder) memang dari penggilingan biji kopi yang sudah dikeringkan dan penggorengan. Kegiatan penyuluhan dalam rangka monitoring dan evaluasi internal tentang peningkatan kualitas kopi melalui teknologi pasca panen dan pemasaran berbasis digital pada kelompok tani Ngembat Lestari. Di desa Ngembat, kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Tempat kegiatan di balai Ketua kelompok tani Ngembat Lestari. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 06 November 2024. Kesimpulan: 1. Mesin kopi bubuk harus ergonomik dan sehat; 2. Pada kemasan kopi bubuk logo yang dapat menarik konsumen
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM): STUDI KASUS MACDUM Camilia Fikhriyah; Maria Salwa Humairoh; Khansa Nabila Farahdini; Nabila Tamara Hairani; Rendi Panjaitan; Hapsari Azzahra Widyarini; Halimatus Sakdia; Dea Ayu Silvia Ningrum; Tri Siwi Agustina; Elsa Yustika Putri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macdum is a home-based wheat macaroni snack business facing challenges in market expansion and limited digital marketing strategies. A four-month mentoring program was conducted to enhance brand awareness through social media and e-commerce-based digital marketing. The activities included reactivating social media accounts, conducting digital marketing training, redesigning packaging and introducing new product sizes, creating product catalogs and promotional posters, and selling through TikTok Shop and university cooperatives. Online marketing proved effective in increasing impressions, consumer engagement, and sales. Additionally, updating the business address on Google Maps strengthened the brand’s professional image. This study employed a qualitative descriptive method with an exploratory case study approach. The results show that integrating social media into marketing strategies is an efficient and impactful solution for MSMEs in the digital era. Recommendations were given to local governments and academics to provide broader support, training, and empowerment for MSMEs to become more adaptive and independent in facing market competition. This collaborative approach is expected to improve competitiveness and reinforce the existence of MSMEs like Macdum within the growing digital economy ecosystem
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIV AIDS DI DESA OEFAFI MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT Febtian Cendradevi Nugroho; Roswita Victoria Rambu Roku; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Antonia Helena Hamu; Maria Agustina Making; Sabinus Bungaama Kedang; Meyeriance Kapitan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah permasalahan kesehatan dunia yang mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam mengurangi penyebaran dan stigma terhadap penderita HIV/AIDS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS serta menurunkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Oefafi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pemanfaatan media edukatif seperti leaflet dan standing banner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep penyakit HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta deteksi dini. Selain itu, kegiatan ini turut membentuk sikap masyarakat yang lebih terbuka terhadap orang dengan HIV/AIDS. Media edukasi yang digunakan dinilai efektif karena mudah dipahami dan dapat dibagikan kepada anggota keluarga lainnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis komunitas mampu meningkatkan kesadaran, menurunkan stigma, dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS
INOVASI MP-ASI: PENDAMPINGAN PEMBUATAN SUSU BIJI DURIAN DI DESA KARANG ANYAR Femmy Andrifianie; Suryani Agustina Daulay; Terza Aflika Happy; Syazili Mustofa; Linda Septiani; Sutarto, Sutarto; Andi Nafisah Tendri Adjeng
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah, termasuk di Desa Karang Anyar, Kabupaten Lampung Selatan. Upaya pencegahan stunting memerlukan intervensi edukatif yang efektif serta inovasi pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif sumber nutrisi. Biji durian (Durio zibethinus Murr), yang selama ini kurang dimanfaatkan, memiliki potensi sebagai bahan dasar susu MP-ASI (Makanan Pendamping-Air Susu Ibu) karena kandungan gizinya yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait stunting dan pemanfaatan biji durian sebagai MP-ASI melalui pendekatan edukatif. Metode yang digunakan adalah pretest dan posttest pada 30 peserta dengan sepuluh pertanyaan yang sama sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman setelah edukasi, dengan rata-rata jumlah peserta yang menjawab benar meningkat dari 10–16 orang menjadi 25–30 orang (p < 0,0001). Edukasi juga efektif dalam memperkenalkan konsep baru terkait nilai gizi dan cara pengolahan biji durian. Kesimpulannya, edukasi berbasis pangan lokal dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi edukasi gizi dan inovasi pangan lokal dalam strategi intervensi kesehatan masyarakat
PELATIHAN PEMELIHARAN LEBAH TRIGONA SPP DI DUSUN TUAKONA DESA KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT Nur Sjafani; Suryati Tjokrodiningrat; Yusri Sapsuha; M Ade Salim
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trigona Spp beekeeping in North Maluku has not been widely practiced, because some people do not know this type of bee. The community also does not know that in addition to producing honey, Trigona Spp. bees also produce propolis which is beneficial for health and has a fairly high economic value. The purpose of Community Service (PKM) is to introduce partners to how to maintain and care for Trigona spp. bees and introduce plant species as a source of food for Trigona spp. bees which are useful for producing honey and propolis. The solution offered by several methods is to approach to find out the problems and conduct counseling and training to solve the problems. Thus, it is expected that partners can understand the importance of good care for Trigona spp. bees, as well as how to choose and plant the right plants as a food source. In addition, through this training, partners are expected to increase the productivity of honey and propolis, so that it can provide better economic benefits for them. The results of the service activities are that the community as partners know how to keep Trigona Spp. bees. The evaluation results show that the community can propagate colonies (grafting) and carry out maintenance of beekeeping stups
PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN DAN PROPOSAL CANVAS UNTUK WIRAUSAHAWAN MUDA Novawiguna Kemalasari; Nengzih, Nengzih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurship not only creates job opportunities for individuals but also fosters creativity and innovation. According to research conducted by the Global Entrepreneurship Monitor (GEM) in 2024, approximately 27% of the youth in Indonesia express an interest in starting their own businesses (GEM, 2024). This statistic indicates a strong entrepreneurial spirit among young people. By leveraging technology and social media, they can access a broader market and introduce innovative products or services. This community service activity aims to increase the capacity of the community, especially young people, in managing the MSMEs that have been run. The training was carried out directly on the Mercu Buana University campus and was held via Google Meet on April 29, 2025 and April 30, 2025 with 100 participants from the Young MSMEs of Kembangan District, West Jakarta. The training methods include material presentation, discussion, and direct practice, covering topics such as making natural soap, making fruit noodles, business proposals using the canvas method. The evaluation results showed that 90% of participants were satisfied with the material presented and considered this training useful for improving information and quality in running their MSMEs. The implications of this activity include providing a choice of renewable product innovations, proposal quality to attract investors, improving family financial well-being, resilience in the face of economic shocks, contributing to broader economic stability. Similar activities need to be continuously carried out and developed to provide a broader positive impact on society and the Indonesian economy
PENGUATAN PERAN KADER DALAM PENGENALAN TANDA BAHAYA DIARE PADA BALITA MELALUI PENDEKATAN MTBS DI POSYANDU KAMBOJA, PUSKESMAS SIKUMANA, KOTA KUPANG Agustina Ina; Jane Leo Mangi; Fransiskus Salesius Onggang; Oklan BT Liunokas; Trifonia Sri Nurwela; Maria Fatima Saga Wea; Fitri Handayani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada balita di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang tanda bahaya diare serta kurangnya keterampilan kader Posyandu dalam penatalaksanaan awal menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui pendekatan MTBS sangat penting untuk mendeteksi dini, memberikan penanganan awal, serta melakukan rujukan tepat waktu terhadap kasus diare pada balita. Tujuan kegiatan ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu tentang MTBS khususnya penatalaksanaan diare. Meningkatkan peran aktif kader dalam deteksi dini, edukasi keluarga, dan penanganan awal balita dengan diare di masyarakat. Mendukung program Puskesmas dalam penurunan angka kesakitan akibat diare pada balita. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: Survei awal (pre-test) untuk mengukur pengetahuan kader. Penyuluhan dan pelatihan interaktif mengenai konsep MTBS dan penanganan diare. Simulasi dan demonstrasi langsung pemberian oralit, edukasi gizi, dan pengenalan tanda bahaya. Pemberian media edukasi berupa leaflet dan buku saku kader. Hasil yang dicapai:Terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman kader mengenai tanda bahaya diare dan tata cara penanganan awalTerjalin kerja sama yang baik antara tim abdimas, dan kader, Kader mampu membuat larutan oralit rumah tangga, mengenali tanda dehidrasi, dan memahami alur rujukan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu Kamboja dalam penatalaksanaan balita sakit, khususnya diare, melalui pendekatan MTBS. Peningkatan peran kader menjadi kunci dalam mempercepat deteksi dan penanganan kasus diare di tingkat masyarakat.Saran: Kader didorong untuk aktif melaporkan dan mendokumentasikan kasus diare balita ke Puskesmas

Page 3 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026 Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: February 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: Nopember 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 2: Juli 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue