cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022" : 11 Documents clear
Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda Hariono; Mokhamad Fakhrul Ulum; Ekayanti Mulyawati Kaiin; Ni Wayan Kurniani Karja
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.201-210

Abstract

Keberhasilan fertilisasi in vitro tidak hanya dipengaruhi oleh oosit tetapi juga kualitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, dan lamanya waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik spermatozoa domba post-thawed yang diinkubasi pada waktu dan konsentrasi yang berbeda dalam medium fertilisasi. Spermatozoa domba berasal dari semen beku domba garut dan ekor gemuk. Konsentrasi spermatozoa yang digunakan adalah 1 dan 5 juta spermatozoa/mL. Setiap kelompok spermatozoa diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 38,5oC selama 0, 3, dan 6 jam. Setiap akhir masa inkubasi, spermatozoa dievaluasi pola gerak, motilitas, MPU, dan TAU sebanyak tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas total, motilitas progresif, MPU, dan TAU pada kedua bangsa domba dengan konsentrasi 1 dan 5 juta menurun secara signifikan dengan bertambahnya waktu inkubasi. Pola pergerakan spermatozoa kedua bangsa domba pada konsentrasi 1 juta menunjukkan hiperaktivitas pada jam ke 3 inkubasi dengan nilai STR 0,47-0,49% dan nilai LIN 0,33-0,34%, sedangkan pada konsentrasi 5 juta menunjukkan adanya hiperaktivitas pada jam ke 6 inkubasi dengan nilai STR 0,69-0,80% dan nilai LIN 0,52-0,55%. Selama inkubasi, spermatozoa menunjukkan pola renang sedang dengan nilai VCL 50,70-77,85 µ/s. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas spermatozoa setelah inkubasi menurun seiring dengan penambahan waktu inkubasi. Spermatozoa dengan konsentrasi 5 juta menunjukkan nilai motilitas total yang tinggi tetapi nilai progresifnya lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 1 juta. Hiperaktivitas spermatozoa dengan konsentrasi 1 juta dapat terjadi pada jam ke 3 sedangkan kosentrasi 5 juta dapat terjadi pada jam ke 6 waktu inkubasi.
Tongue Structure of Rhinolophus pusillus and Miniopterus schreibersii Ardaning Nuriliani; Retno Wulandari; Luthfi Nurhidayat
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.211-219

Abstract

Kelelawar memiliki berbagai peran penting baik secara ekologis maupun ekonomis yaitu dalam pengendalian hama, siklus nutrien, pollinator, dan penghasil guano. Namun, kelelawar mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena kerusakan lingkungan maupun perburuan liar, sehingga upaya konservasi sangatlah penting. Upaya ini dapat dilakukan melalui pendekatan studi struktur histologis lidah untuk memahami kesukaan pakan binatang tersebut. Di Yogyakarta, Indonesia, terdapat dua spesies kelelawar, Rhinolophus pusillus dan Miniopterus schreibersii yang hidup di habitat sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii. Tiga ekor kelelawar pada masing-masing spesies ditangkap menggunakan sweep net dan mist net, selanjutnya kelelawar dianastesi menggunakan kloroform dan dikorbankan. Lidah dikoleksi dan difiksasi dalam neutral buffered formalin 10%. Preparasi histologis dilakukan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin dan tebal irisan 6 µm. Data histologis dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii serupa. Secara histologis, lidah kelelawar tersebut tersusun atas 3 lapis yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, dan tunika muskularis. Pada bagian lapisan epitel pipih berlapis berkeratin terdapat tonjolan papila filiformis, fungiformis, dan sirkumvalata. Tunika muskularis tersusun dalam 3 orientasi. Pada lidah kedua spesies tersebut juga terdapat kelenjar ludah dengan sel-sel penghasil kelenjar serosa dan mukosa. Kelenjar ludah R. pusillus terdapat di bagian sublingual dan anterior lidah, sedangkan kelenjar ludah M. schreibersii terdapat di bagian antero-inferior dan posterior lidah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua spesies kelelawar memiliki struktur lidah yang serupa sehingga dapat mengembangkan pola adaptasi yang serupa terhadap pakan.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Pepaya Calina terhadap Indeks Gonadosomatik dan Perkembangan Folikel Ovarium Tikus Wistar Haris Setiawan; Sri Wijayanti Wulandari; Syalimah Yani Aruan; Pijar Ridho Prihandana
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.245-252

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang relatif tinggi, sehingga diperlukan upaya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk seperti mengembangkan potensi obat antifertilitas berbahan dasar herbal. Daun pepaya Calina merupakan varietas tanaman pepaya di Indonesia yang memiliki beberapa kandungan fitokimia yang berpotensi sebagai agen antifertilitas. Penelitian bertujuan mengetahui potensi ekstrak etanol daun pepaya Calina sebagai agen antifertilitas terhadap Indeks Gonadosomatik (GSI) dan perkembangan folikel ovarium tikus Wistar. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan 25 ekor tikus Wistar betina umur ± 15 minggu. Perlakuan terdiri dari 5 kelompok yaitu kontrol (akuades), kontrol positif (pil kontrasepsi dosis 14,184 mg/kg BB), ekstrak etanol daun pepaya Calina dosis 200mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB yang diberikan secara oral gavage 1 ml. Parameter terdiri indeks gonadosomatik dan perkembangan folikel ovarium yang terdiri dari folikel primer, sekunder, de graaf, korpus luteum dan atresia. Pada hari ke 31 dilakukan pembedahan dan pengambilan ovarium pada tikus. GSI dihitung dengan membagi bobot ovarium dengan bobot badan tikus, sedangkan pengamatan folikel ovarium dilakukan dengan pembuatan preparat histologi menggunakan metode paraffin (Pewarnaan HE). Seluruh data dianalisis menggunakan One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil menunjukan bahwa dosis 300 mg/Kg BB dapat menurunkan bobot ovarium, menurunkan indeks gonadosomatik, menurunkan jumlah folikel primer dan sekunder, menurunkan luas folikel de graaf, serta meningkatkan jumlah folikel atresia dibandingkan dengan kontrol (P<0,05). Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun pepaya Calina dosis 300 mg/Kg BB berpotensi menjadi agen antifertilitas alami dengan cara menurunkan GSI dan perkembangan ovarium tikus Wistar.
Deteksi Virus Newcastle Disease pada Burung Merpati (Columba Livia) dan Burung Tekukur (Streptopilia Chinensis) yang Menunjukkan Gejala Syaraf Nyoman Reishita Andriyani; Arfian Rahma Shanti; Liza Angeliya; Marla Anggita; Tri Untari; Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni; Widya Asmara; Michael Haryadi Wibowo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.220-227

Abstract

Dewasa ini dilaporkan banyak kasus pada burung merpati (Columba Livia) dan burung tekukur (Streptopilia Chinensis) menunjukkan gejala syaraf, terutama: tortikolis, dan kepala gemetar, yang merupakan indikasi penyakit Newcastle Disease (ND). Kedua spesies burung tersebut banyak berkeliaran di lokasi farm ayam komersial untuk mencari pakan. Kondisi tersebut dapat bertindak sebagai faktor penular penyakit ND. Penelitian ini bertujuan mendeteksi virus ND pada burung merpati dan burung tekukur yang memperlihatkan gejala saraf, dengan uji serologis dan molekuler. Sampel darah diambil dari vena brakhialis, diproses untuk mendapatkan serum darah. Serum tersebut selanjutnya diuji dengan uji hemaglutinasi inhibisi (HI), untuk mendeteksi titer antibodi ND. Sampel pool otak, trakea, dan lien diekstraksi RNA-nya dan diamplifikasi dengan primer spesifik gen F virus ND. Sampel pool tersebut juga dikultur pada telur ayam berembrio specific pathogen free (TAB-SPF). Identifikasi dilakukan dengan uji hemaglutinasi (HA) dan HI dengan serum kontrol positif ND. Hasil deteksi serologis 7 sampel burung merpati menunjukkan titer antibodi ND bervariasi dari titer 25 sampai 28., sedangkan 2 sampel diperoleh seronegatif dengan titer 20. Salah satu pool gerusan organ kode M3/Sleman/2021 menunjukkan hasil RT-PCR positif. Analisis sekuens isolat virus ND tersebut termasuk NDV virulen dan dikelompokkan ke dalam genotipe VII-i. Pasase pool sampel organ tersebut masing-masing dikultur pada TAB-SPF dengan pasase sebanyak 3 kali, menunjukkan hasil negatif.
Penghambatan Faktor Virulensi Vibrio parahaemolyticus Menggunakan Isolat Bakteri dari Saluran Pencernaan Ikan Kerapu Siti Nurlatifah; Ida Bagus Gede Darmayasa; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Putu Eka Sudaryatma
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.228-238

Abstract

Ikan kerapu adalah komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi pada pasar domestik dan internasional. Akan tetapi, dalam budidaya ikan kerapu masih sering ditemukan kasus penyakit vibrosis yang berdampak terhadap kerugian ekonomi akibat kematian yang ditimbulkan. Penyakit ini disebabkan salah satunya oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang faktor virulensinya diregulasi oleh mekanisme kuorum sensing (QS). Pencegahan penyakit bakteri selama ini sering dilakukan dengan menggunakan antibiotik yang berisiko munculnya bakteri resisten antibiotik. Salah satu upaya untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menghambat sistem QS menggunakan bakteri pendegradasi molekul sinyal N-acyl homoserine lactone (AHL). Pada penelitian ini dilakukan isolasi kandidat bakteri pendegradasi AHL pada media menggunakan AHL komersial sebagai sumber N tunggal dan juga melakukan isolasi bakteri V. parahaemolyticus pada media Thiosulfate-Citrate-BileSalts-Sucrose Agar dari saluran pencernaan ikan kerapu. Pengaruh penambahan isolat kandidat pendegradasi AHL terhadap tiga faktor virulensi V. parahaemolyticus yaitu motilitas, produksi kaseinase dan hemolisa diuji dengan mengkultur V. parahaemolyticus dengan dan tanpa penambahan isolat pendegradasi AHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 isolat kandidat pendegradasi AHL yaitu SNA02 dan SNA03 mampu menurunkan ketiga faktor virulensi yang diuji tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa isolat SNA02 dan SNA03 berpotensi sebagai kandidat bakteri untuk mencegah penyakit vibriosis. Hasil ini diharapkan dapat membantu pembudidaya ikan kerapu dalam mengendalikan patogenitas bakteri V. parahaemolyticus.
Peningkatan Bobot Badan, Konsumsi dan Konversi Pakan dengan Pengaturan Komposisi Seksing Ayam Broiler Jantan dan Betina Nadiya Listyasari; Soeharsono; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.275-280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaturan seksing komposisi jantan dan betina pada ayam broiler masa rearing pada variabel pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi pakan. Sebanyak 40 ekor ayam broiler digunakan dalam penelitian dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan masing-masing 8 ulangan komposisi jantan:betina, yakni (P1) 8:0, (P2) 2:6, (P3) 4:4, (P4) 6:2, dan (P5) 0:8. Semua kelompok perlakuan dipelihara selama masa rearing hingga usia panen 35 hari. Pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan dihitung harian dengan timbangan analitik dilanjutkan perhitungan konversi pakan. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan ANOVA univariate dan dilanjutkan dengan uji post-hoc Duncan (p<0,05). Hasil mengungkap konsumsi pakan (0,041) dan konversi pakan (0,041) pada kelompok P1 dan P4 meningkat signifikan dibandingkan kelompok P2, P3, dan P5. Sementara itu, pertambahan bobot minggu ke 5-6 pada kelompok P1, P3, dan P4 terungkap meningkat signifikan dibandingkan kelompok P2 dan P5. Kesimpulannya, perbandingan jantan:betina (8:0) dan (6:2) menunjukkan performa yang signifikan pada aspek pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi pakan.
Aktivitas Aalanine Transaminase dan Aspartate Transaminase pada Babi yang Terdeteksi Sistiserkosis Secara Serologi Nyoman Sadra Dharmawan; I Gede Mahardika; Kadek Swastika; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.239-244

Abstract

Sistiserkosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita. Sistiserkosis pada babi disebabkan oleh Cysticercus Taenia solium yang berparasit pada otot, hati, otak, dan mata babi. Bentuk dewasanya ada dalam usus manusia, disebut T. solium. Babi juga dapat terinfeksi Cysticercus T. hydatigena yang berparasit pada hati, peritoneum, omentum dan mesenterium. Bentuk dewasanya, T. hydatigena, berparasit pada usus anjing. Cysticercus yang berkembang pada hati babi menyebabkan kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai biokimia darah pada babi yang secara serologis terdeteksi sistiserkosis dengan yang tidak terdeteksi. Paramater yang diamati meliputi aktivitas enzim alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST). Deteksi serologi sistiserkosis dilakukan dengan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), menggunakan antigen glikoprotein; aktivitas enzim ALT dan AST diperiksa dengan uji spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 57,7 + 4,96 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 53,6 + 3,71 µ/l. Nilai AST pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 53,8 + 13,38 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 52,7 + 12,01 µ/l. Pada penelitian ini, walaupun masih dalam rentang nilai normal, tampak rataan nilai ALT dan AST pada babi yang terdeteksi sistiserkosis lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak terdeteksi.
Performa Broiler dengan Pemberian Jamu Kombinasi Jahe, Kunyit, dan Temulawak Aulia Andi Mustika; Andriyanto; Kusdiantoro Mohamad; Lina Noviyanti Sutardi; Siti Rabi’ah; Utami Idha Pangesti; SM Leluala
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.253-261

Abstract

Jamu dapat diberikan sebagai feed additive untuk meningkatkan performa dan kesehatan broiler. Penelitian bertujuan menentukan konsentrasi optimal pemberian jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak yang dapat meningkatkan performa broiler, pengaruh jamu terhadap fungsi organ dan cita rasa daging ayam broiler. Sebanyak 96 ekor ayam galur Cobb dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi jamu 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75% masing-masing dengan 2 kelompok ulangan. Pemberian jamu dimulai pada hari ke-20 sampai hari ke-36 dengan cara mencampur serbuk ke dalam air minum. Peubah yang diamati terdiri atas konsumsi pakan, konsumsi minum, bobot akhir, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), mortalitas, profil organ, dan karakteristik organoleptik daging. Hasil menunjukkan jamu dengan konsentrasi 0,25% dapat meningkatkan bobot akhir, pertambahan bobot badan, dan bobot karkas, tetapi tidak menunjukkan pengaruh terhadap konsumsi pakan, konsumsi minum, FCR, IP, dan cita rasa daging. Selain itu, mortalitas dapat ditekan pada konsentrasi jamu 0,25% dan 0,5%. Jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak dapat meningkatkan performa dan kesehatan broiler.
Efikasi Pemberian Maserasi Kemangi sebagai Antifertilitas terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina Andriyanto; Rindy Fazni Nengsih; Leliana Widi; Hamdika Yendri; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andi Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.270-274

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi khasiat fitofarmaka lokal Indonesia yaitu kemangi sebagai antifertilitas dalam meningkatkan kesehatan dan keamanan tikus betina. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague-Dawley (umur 8 minggu, bobot badan 220-230 g) dibagi acak ke dalam 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: kontrol (K0); kemangi 1% (K1); dan kemangi 5% (K5) dalam bentuk maserasi yang ditambahkan ke dalam air minum. Pemberian jamu dilakukan selama 20 hari dimulai pada fase diestrus. Parameter profil darah yang diamati adalah gambaran darah merah (jumlah butir darah merah, hematokrit, dan hemoglobin) dan diferensial darah putih (limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, basofil). Parameter keamanan diamati dengan melihat fungsi organ hati (SGPT, SGOT) dan ginjal (ureum, kreatinin). Hasil menunjukkan bahwa profil darah dan pengamatan fungsi hati dan ginjal pada kelompok tikus betina yang diberi kemangi tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) dengan kelompok kontrol. Pemberian kemangi tidak memengaruhi kondisi fisiologis tikus betina dan tidak toksik sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan tikus betina.
Potensi Alfa Enolase (ENO1) Membran Plasma Spermatozoa Sapi Bali Sebagai protein Antigenik Teguh Sumarsono; Bambang Purwantara; Iman Supriatna; Mohamad Agus Setiadi; Muhammad Agil
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.262-269

Abstract

Antibodi imunoglobulin G (IgG) merupakan salah satu immunoglobulin yang dikandung oleh antibodi anti-sperma (ASA) yang terdapat pada saluran reproduksi betina. Imunoglobulin G dapt berikatan dengan protein-protein yang berpotensi sebagai protein antigenik seperti alfa enolase (ENO1). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika dan potensi ENO1 membran plasma spermatozoa sebagai protein antigenik serta kualitas spermatozoa sapi Bali dengan perlakuan 0,5 mg/ml IgG. Sampel penelitian adalah 16 ejakulat yang diperoleh dari 4 ekor pejantan. Motilitas spermatozoa dievaluasi menggunakan CASA, viabilitas melalui metode pewarnaan diferensial, Keutuhan Membran Plasma (MPU) menggunakan metode Hypo-osmotic Swelling Test (HOS-Test), nilai Mix Anti-globulin Reaction (MAR) diperoleh dari MAR-Test, sedangkan kuantitas ENO1 diukur dengan ELISA. Analisis data menggunakan analisis ragam RAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan IgG sampai 0,5 mg/ml menurunkan motilitas, kinematika spermatozoa, viabilitas, MPU dan kuantitas ENO1 membran plasma spermatozoa (P<0,01), serta meningkatkan nilai MAR-test (P<0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa IgG dapat menurunkan kualitas spermatozoa dan kuantitas ENO1, sekaligus menunjukkan bahwa ENO1 membran plasma spermatozoa sapi Bali berpotensi sebagai protein antigenik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11