cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 624 Documents
ANALISIS INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI SD NEGERI 90 PALEMBANG Putri Priutami; Treny Hera; Hendri Gunawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.12996

Abstract

ABSTRACT Character education needs to be integrated into learning so that positive values are not merely understood conceptually but also practiced in students’ behavior. This study aims to describe the integration of character education among fourth-grade students in Arts, Culture, and Crafts (SBdP) learning at SD Negeri 90 Palembang. The study employed a descriptive qualitative approach, with participants selected through purposive sampling. The research informants consisted of the fourth-grade homeroom teacher, the Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teacher, the Islamic Religious Education (PAI) teacher, and 26 fourth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that character education was integrated through habituation, role modeling, motivation, and the use of varied teaching methods. The eight character values identified were religiosity, discipline, hard work, creativity, independence, patriotism, social care, and responsibility. Religiosity, discipline, patriotism, and social care were well developed, while hard work and independence still required teacher guidance and reinforcement. The study concludes that SBdP learning can provide a setting for practicing character education through learning activities that allow students to create, interact, and demonstrate positive behavior. ABSTRAK Pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam pembelajaran agar nilai-nilai positif tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterapkan dalam perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi pendidikan karakter siswa kelas IV dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di SD Negeri 90 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pemilihan subjek secara purposive sampling. Informan penelitian meliputi guru kelas IV, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta 26 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dilaksanakan melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian motivasi, dan penerapan metode pembelajaran yang bervariasi. Delapan nilai karakter yang ditemukan meliputi religius, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, cinta tanah air, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai religius, disiplin, cinta tanah air, dan peduli sosial telah berkembang dengan baik, sedangkan kerja keras dan kemandirian masih memerlukan pendampingan serta penguatan dari guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran SBdP dapat menjadi ruang penerapan pendidikan karakter melalui kegiatan belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berkarya, berinteraksi, dan menunjukkan perilaku positif.
PENGARUH PENDEKATAN DEEP LEARNING BERBANTUAN APLIKASI LIVEWORKSHEET TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA KELAS IV SD Miar Susanti; Treny Hera; Adrianus Dedy
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.13058

Abstract

ABSTRACT Pancasila Education at the elementary school level requires learning experiences that go beyond the acquisition of information by providing students with opportunities to understand and process subject matter more deeply. This study analyzes the effect of the deep learning approach assisted by Liveworksheet on the learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at SD Negeri 90 Palembang. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a Posttest-Only Control Design. From a population of 79 students, 53 students were selected as the sample, consisting of 26 students from class IV-A as the experimental group and 27 students from class IV-B as the control group. Data were collected through tests and documentation, followed by normality and homogeneity tests prior to hypothesis testing. The final outcomes of the two groups revealed a substantial difference, with a mean score of 84.73 in the experimental group and 60.89 in the control group. This difference was confirmed through an Independent Samples t-test, yielding t = 12.959, df = 51, and p < 0.001. These findings confirm that the deep learning approach assisted by Liveworksheet affects students' learning outcomes in Pancasila Education within the context of this study, while also providing opportunities for the use of digital learning that remains oriented toward the depth of the learning process. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada jenjang sekolah dasar membutuhkan pengalaman belajar yang tidak berhenti pada penguasaan informasi, tetapi memberi ruang bagi siswa untuk memahami dan mengolah materi secara lebih mendalam. Penelitian ini menganalisis pengaruh pendekatan deep learning berbantuan Liveworksheet terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV SD Negeri 90 Palembang. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui eksperimen menggunakan desain Posttest-Only Control Design. Dari populasi 79 siswa, sebanyak 53 siswa dilibatkan sebagai sampel, terdiri atas 26 siswa kelas IV-A pada kelompok eksperimen dan 27 siswa kelas IV-B pada kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes dan dokumentasi, kemudian diperiksa melalui uji normalitas dan homogenitas sebelum pengujian hipotesis. Capaian akhir kedua kelompok memperlihatkan selisih yang cukup besar, dengan rata-rata 84,73 pada kelompok eksperimen dan 60,89 pada kelompok kontrol. Perbedaan tersebut terkonfirmasi melalui Independent Samples t-test dengan nilai t = 12,959, df = 51, dan p < 0,001. Temuan ini menegaskan adanya pengaruh pendekatan deep learning berbantuan Liveworksheet terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dalam konteks penelitian, sekaligus membuka ruang pemanfaatan pembelajaran digital yang tetap berorientasi pada kedalaman proses belajar.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH 1 PUCUK Hanum Primananda; Humairah Humairah; Oriza Zativalen
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13340

Abstract

Critical thinking skills are among the essential abilities that need to be developed in elementary school students to help them express arguments, make decisions, and solve problems. In the learning process, teachers play an important role in creating active, meaningful, and contextual learning conditions that support the development of students' critical thinking skills. This study aimed to describe the role of teachers in developing critical thinking skills among third-grade students at SD Muhammadiyah 1 Pucuk. This study employed a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of the principal, the third-grade teacher, and third-grade students of SD Muhammadiyah 1 Pucuk. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, time, and technique triangulation. The findings revealed that teachers played roles as facilitators, guides in the thinking process, providers of contextual learning situations, learning activity managers, learning models, assessors and feedback providers, reflection encouragers, learning strategy adjusters, motivators, and creators of a positive learning environment in developing students' critical thinking skills. These roles were implemented through discussions, question-and-answer activities, contextual problem-solving tasks, learning reflections, and feedback that encouraged students to think actively. Students' critical thinking skills were reflected in their ability to express arguments, make decisions, and solve problems during the learning process. The challenges identified included differences in students' abilities and the lack of self-confidence among some students in expressing their opinions. Based on the findings, it can be concluded that teachers play a significant role in developing students' critical thinking skills through active, contextual, and student-centered learning, thereby supporting the optimal development of students' critical thinking skills. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar untuk membantu mereka dalam menyampaikan argumentasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki peran yang penting dalam menciptakan kondisi belajar aktif, bermakna, dan kontekstual yang dapat mendukung berkembangnya keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Pucuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Pucuk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing proses berpikir, penyedia situasi kontekstual, pengelola kegiatan belajar, model pembelajaran, pemberi penilaian dan umpan balik, pendorong refleksi, penyesuai strategi belajar, motivator, serta pencipta suasana belajar positif dalam membentuk keterampilan berpikir kritis siswa. Peran tersebut dilaksanakan melalui kegiatan diskusi, tanya jawab, pemberian masalah kontekstual, refleksi pembelajaran, serta pemberian umpan balik yang mendorong siswa untuk berpikir secara aktif. Keterampilan berpikir kritis siswa terlihat dari kemampuan menyampaikan argumentasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran. Adapun kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan siswa dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa dalam mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran yang penting dalam membentuk keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa sehingga mendukung perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa secara optimal.
PENGARUH BERMAIN KOLASE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Cintya Nur Anggraeni; Gia Nikawanti; Ihsan Abdul Patah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.13349

Abstract

ABSTRACT Differences in learning experiences may result in varying levels of fine motor development among young children. This study examined changes in fine motor skills through collage play by considering children’s abilities before and after the learning activities and comparing them with a group that participated in regular classroom activities without collage intervention. The study involved 30 children from Group B at a kindergarten in Purwakarta Regency, comprising 15 children in the experimental group and 15 in the control group selected through purposive sampling. A quantitative approach was employed using a Nonequivalent Control Group Design. Fine motor skills were assessed using an observation sheet, while documentation was used as supporting data. Data were processed using SPSS version 26 through descriptive statistics, normality and homogeneity tests, an independent t-test, and N-Gain analysis. In the experimental group, the mean score increased from 57.92 on the pretest to 82.08 on the posttest. The control group increased from 64.58 to 71.25. The posttest difference yielded a significance value of 0.011 (p < 0.05), while the experimental group achieved an N-Gain score of 60.38, categorized as moderate, compared with 20.89, categorized as low, in the control group, with a significance value of 0.000. These findings position collage play as a learning experience associated with greater improvements in fine motor development among the experimental group within the context of this study. ABSTRAK Perbedaan pengalaman belajar dapat menghasilkan perkembangan kemampuan motorik halus yang tidak sama pada anak usia dini. Penelitian ini menelaah perubahan kemampuan tersebut melalui kegiatan bermain kolase dengan memperhatikan kondisi anak sebelum dan sesudah pembelajaran serta perbedaannya dengan kelompok yang mengikuti kegiatan kelas tanpa perlakuan kolase. Sebanyak 30 anak kelompok B dari salah satu TK di Kabupaten Purwakarta terlibat dalam penelitian, terdiri atas 15 anak kelompok eksperimen dan 15 anak kelompok kontrol yang dipilih melalui purposive sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam Nonequivalent Control Group Design. Kemampuan motorik halus diamati melalui lembar observasi, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 26 melalui statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t independent, dan N-Gain. Pada kelompok eksperimen, rata-rata skor meningkat dari 57,92 pada pretest menjadi 82,08 pada posttest. Kelompok kontrol mengalami perubahan dari 64,58 menjadi 71,25. Perbedaan posttest menunjukkan signifikansi 0,011 (p < 0,05), sementara N-Gain kelompok eksperimen mencapai 60,38 dalam kategori sedang, lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 20,89 dalam kategori rendah, dengan signifikansi 0,000. Temuan ini menempatkan kegiatan kolase sebagai pengalaman bermain yang berkaitan dengan peningkatan motorik halus yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dalam konteks penelitian ini.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL PSIKOEDUKASI BERBASIS SELF-LOVE UNTUK MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELL-BEING SISWA SMA Insyiroh Rasikhah Burhan Gading; Akhmad Harum; M. Amirullah; Qawiyyan Fitri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13377

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the high prevalence of mental health issues and low subjective well-being (SWB) among adolescents, particularly high school students, as evidenced by anxiety, stress, and difficulty managing negative emotions. The purpose of this study is to conduct a needs analysis for the development of a self-love-based psychoeducation module aimed at improving students’ SWB. The method used was a descriptive approach combining quantitative and qualitative techniques (descriptive mixed-methods) in the form of a needs assessment as the initial stage (front-end analysis) of the Lee & Owens R&D model framework. The study subjects included 33 students from Class XI-B and a guidance counselor at State High School 11 Gowa, selected through purposive sampling. Data collection instruments included a structured interview guide and a Likert-scale needs analysis questionnaire. Findings from the interviews revealed that students frequently experience test anxiety, academic stress, low self-confidence, and difficulty managing negative emotions. It was also found that existing guidance and counseling services are still dominated by lecture-based methods, and there are no self-paced learning modules available for students to review on their own. The survey results reinforce these findings, with the percentage of need for the material ranging from 85% to 95% (classified as “highly needed”), particularly regarding recognizing one’s potential and reducing stress. Regarding media formats, students preferred printed modules (84%) with attractive visual designs, clear font sizes, and simple language over digital media (60%). The study’s conclusions indicate that the development of self-love-based psychoeducational modules is an urgent and relevant need for improving subjective well-being. ABSTRAK Tingginya prevalensi masalah kesehatan mental dan rendahnya subjective well-being (SWB) pada remaja, khususnya siswa SMA, yang ditandai dengan kecemasan, stres, dan kesulitan mengelola emosi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul psikoedukasi berbasis self-love guna meningkatkan SWB siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi teknik kuantitatif dan kualitatif (descriptive mixed-method) dalam bentuk need assessment sebagai tahap awal (front-end analysis) kerangka R&D model Lee & Owens. Subjek penelitian melibatkan 33 siswa kelas XI-B dan guru BK di SMA Negeri 11 Gowa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi pedoman wawancara terstruktur dan angket analisis kebutuhan berskala Likert. Hasil identifikasi melalui wawancara menunjukkan bahwa siswa sering mengalami kecemasan menghadapi ujian, stres akademik, rendahnya kepercayaan diri, serta kesulitan mengelola emosi negatif. Ditemukan pula bahwa layanan BK yang ada masih didominasi metode ceramah dan belum tersedia media modul mandiri yang dapat dipelajari kembali oleh siswa. Hasil angket memperkuat temuan ini dengan persentase kebutuhan materi antara 85% hingga 95% (kategori sangat dibutuhkan), terutama pada aspek mengenali potensi diri dan mengurangi stres. Pada aspek media, siswa lebih membutuhkan modul dalam bentuk cetak (84%) dengan desain visual menarik, ukuran huruf jelas, dan bahasa sederhana dibandingkan media digital (60%). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul psikoedukasi berbasis self-love merupakan kebutuhan mendesak dan relevan untuk meningkatkan subjective well-being.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI KETERAMPILAN MENCUCI TANGAN ANAK TUNAGRAHITA KELAS III SLB DI INDRAMAYU Muhammad Dzaky Fikri; Emay Mastiani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.13422

Abstract

ABSTRACT Instilling life skills through handwashing holds crucial urgency in building the independence of activities of daily living for third-grade students with moderate intellectual disabilities. This study thoroughly examines the pedagogical strategy comparison between SLB Negeri Pahlawan Indramayu and SLB C Gandasari, Indramayu Regency, to formulate the most adaptive self-help learning management. The research employed a qualitative approach with a comparative case study framework, wherein research subjects were determined utilizing a purposive sampling technique based on specific criteria of student characteristics. Data collection techniques were conducted through in-depth observation, interviews, and comprehensive document review analyzed cross-site. Empirical findings demonstrate that SLB Negeri Pahlawan relies on behavior modification and systematic repetition, whereas SLB C Gandasari optimizes peer modeling and interactive video media. Final evaluations recorded full independence achievement levels of 75% out of 10 subjects at SLB Negeri Pahlawan and 68% out of 8 subjects at SLB C Gandasari following intensive intervention. The study's conclusion asserts that the effectiveness of functional independence development does not rest on methodological uniformity, but rather on the precision of pedagogical adaptation and the strength of synergy between the school and the family environment. ABSTRAK Penanaman kecakapan hidup berupa keterampilan mencuci tangan memegang urgensi krusial dalam membangun kemandirian activities of daily living bagi peserta didik tunagrahita sedang di tingkat kelas III. Penelitian ini mengupas tuntas komparasi strategi pedagogis di SLB Negeri Pahlawan Indramayu dan SLB C Gandasari Kabupaten Indramayu guna merumuskan tata kelola pembelajaran bina diri yang paling adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka studi kasus komparatif, di mana penentuan subjek penelitian memanfaatkan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria spesifik karakteristik kekhususan siswa. Teknik pengumpulan data ditempuh lewat observasi mendalam, wawancara, serta penelaahan dokumen komprehensif yang dianalisis secara lintas situs. Temuan empiris membuktikan bahwa SLB Negeri Pahlawan bertumpu pada modifikasi perilaku dan repetisi sistematis, sementara SLB C Gandasari mengoptimalkan peer modeling serta media video interaktif. Evaluasi akhir merekam tingkat ketercapaian kemandirian penuh sebesar 75% dari total 10 subjek di SLB Negeri Pahlawan dan 68% dari 8 subjek di SLB C Gandasari setelah intervensi intensif. Simpulan studi menegaskan bahwa efektivitas pembentukan kemandirian fungsional tidak bertumpu pada keseragaman metode, melainkan pada ketepatan adaptasi pedagogis dan kekuatan sinergi antara sekolah dengan lingkungan keluarga.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS PETUNJUK Liana Liana; Sanjelita Fransiska Simbolon; Rolan Elfrida Rumapea; Pardamean Parhusip; Winardo Limbong
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13923

Abstract

Education plays an important role in developing students’ abilities and potential through an effective learning process. Therefore, teachers are required to create active, creative, and enjoyable learning environments so that students can participate optimally in the learning process. One aspect that needs to be considered in Indonesian language learning at the elementary school level is students’ mastery of instruction texts. However, students’ learning outcomes in instruction text material are still relatively low, requiring efforts to improve the learning process through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. This study focuses on students’ learning outcomes before and after the implementation of the Problem-Based Learning model, as well as the improvement in their learning outcomes. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach involving 27 students of Class IV-B at SD Negeri 060887 Medan Sunggal. The classroom action research was conducted in two cycles, with two meetings in each cycle. Each cycle consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model improved students’ learning activities in the classroom, as indicated by changes in students’ classical learning mastery, from 40.74% in the pre-cycle to 7.41% in Cycle I, and then increasing significantly to 92.59% in Cycle II. Based on the results of the classroom action research, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model can improve students’ learning outcomes in instructional text material. ABSTRAK Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan dan potensi siswa, salah satunya melalui proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan agar siswa dapat terlibat secara optimal dalam proses belajar. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah penguasaan materi teks petunjuk. Namun, hasil belajar siswa pada materi teks petunjuk masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Fokus masalah penelitian ini meliputi hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan model Problem-Based Learning, serta peningkatan hasil belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) dengan subjek penelitian 27 siswa kelas IV-B SD Negeri 060887 Medan Sunggal. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan pada setiap siklusnya, di mana tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas, di mana hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari prasiklus sebesar 40,74%, kemudian pada Siklus I sebesar 7,41%, dan meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 92,59%. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks petunjuk.
PENGARUH MODEL INQUIRI LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS Putri Francin Sijabat; Dyan Wulan Sari HS; Juliana Juliana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.14310

Abstract

Low learning outcomes in natural and social sciences (IPAS) in primary schools frequently stem from conventional learning processes that are abstract and teacher-centered. Passive learning impedes students from constructing deep conceptual understanding, particularly regarding the human organ system. This study aims to analyze the effect of the 5E inquiry learning cycle model assisted by visual aids on the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 060830 Medan. A quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design was employed. The research sample comprised 40 students divided into an experimental class (5E inquiry learning cycle assisted by visual aids) and a control class (conventional instruction). Data collection instruments included a multiple-choice test consisting of 20 valid items administered via pre-test and post-test, analyzed through normality tests, homogeneity tests, and independent samples t-tests. The results indicated that the experimental class achieved a post-test average of 86.00, significantly exceeding the control class average of 76.75. Hypothesis testing demonstrated that the calculated t-value exceeded the critical t-table value (2.836 > 2.024) with a significance value of 0.007 < 0.05, thereby confirming the acceptance of Ha. This study concludes that the application of the 5E inquiry learning cycle model assisted by visual aids exerts a positive and significant effect on improving elementary students' IPAS learning outcomes. The practical implication offers an innovative instructional pathway for elementary educators to concretize complex scientific concepts through scaffolded inquiry. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering kali berakar pada proses pembelajaran konvensional yang bersifat abstrak dan berpusat pada guru. Pembelajaran yang pasif menghambat peserta didik dalam mengkonstruksi pemahaman konseptual yang mendalam, khususnya pada materi sistem organ tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model inquiry learning cycle 5E berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 060830 Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (pembelajaran inquiry learning cycle 5E berbantuan alat peraga) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan berganda sebanyak 20 butir soal valid yang diberikan melalui pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata post-test kelas eksperimen mencapai 86,00, secara signifikan melampaui kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 76,75. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa nilai t_"hitung"  lebih besar daripada t_"tabel"  (2,836>2,024) dengan nilai signifikansi 0,007<0,05, sehingga H_a diterima. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model inquiry learning cycle 5E berbantuan alat peraga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar. Implikasi dari temuan ini memberikan alternatif strategi instruksional inovatif bagi guru sekolah dasar dalam mengonkretkan materi sains yang kompleks melalui eksplorasi terbimbing.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELLECTUAL) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR Sintya Engelina Br Ginting; Dyan Wulan Sari HS; Juliana Panjaitan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.14314

Abstract

Low learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) in primary schools often stem from instructional practices predominantly dominated by conventional lectures that lack multisensory engagement. Limited interactive facilities cause complex science concepts to become difficult to comprehend, triggering student disengagement. Consequently, pedagogical innovations that integrate physical, sensory, and cognitive activities via educational digital media are urgently required. This study aimed to analyze the effect of the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) learning model assisted by Wordwall media on the IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 060830 Medan Petisah in the 2025/2026 academic year. A quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design was employed. The sample comprised 46 students divided into an experimental class (SAVI model assisted by Wordwall) and a control class (conventional instruction) selected via purposive sampling. Data were gathered using a validated multiple-choice achievement test administered through pre-tests and post-tests, subsequently analyzed through normality tests, homogeneity tests, and independent samples t-tests assisted by SPSS version 26. The findings revealed that the post-test mean score of the experimental class reached 82.26, significantly outperforming the control class which obtained a mean of 73.22. Hypothesis testing demonstrated that the calculated t-value exceeded the critical t-table value (4.290 > 2.015) with a significance level of 0.000 < 0.05, thereby confirming the acceptance of Ha. This study concludes that the application of the SAVI model assisted by Wordwall media exerts a positive and significant effect on enhancing elementary students' IPAS learning outcomes. Practical implications suggest that merging kinesthetic-multisensory learning with digital gamification effectively mitigates learning passivity and optimizes conceptual retention in primary science education. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar kerap kali berakar dari pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah konvensional yang minim keterlibatan multisensori. Keterbatasan sarana interaktif menyebabkan materi IPAS yang kompleks menjadi sulit dipahami dan memicu kejenuhan belajar siswa. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi pedagogis yang memadukan aktivitas fisik, sensori, dan kognitif melalui pemanfaatan media digital edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) berbantuan media Wordwall terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Negeri 060830 Medan Petisah Tahun Pembelajaran 2025/2026. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 peserta didik yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (pembelajaran SAVI berbantuan media Wordwall) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional) melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes pilihan berganda yang telah tervalidasi dan dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent samples t-test berbantuan SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan perolehan rata-rata skor akhir kelas eksperimen mencapai 82,26, secara signifikan melampaui kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 73,22. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa nilai t_"hitung"  lebih besar daripada t_"tabel"  (4,290>2,015) dengan signifikansi 0,000<0,05, sehingga H_a diterima. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan model SAVI berbantuan media Wordwall berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar. Implikasi praktisnya mengindikasikan bahwa perpaduan pembelajaran kinestetik-multisensori dengan gamifikasi digital efektif mengatasi kepasifan belajar dan mengoptimalkan retensi konsep sains pada peserta didik.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV Fica Miranda Br Tarigan; Regina Sipayung; Yanti Vidarosa Naibaho
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.14315

Abstract

This study was motivated by the Natural and Social Sciences (IPAS) learning process in elementary schools, which remains teacher-centered, lacks active student participation, and results in low learning outcomes. This study aims to examine the implementation of the learning process, evaluate student learning achievements, and determine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model on fourth-grade students' IPAS learning outcomes regarding human needs prioritization at SD Negeri 101818 Pancur Batu during the 2025/2026 academic year. A quantitative approach with a pre-experimental method employing a one-group pretest-posttest design was utilized. The research population encompassed all fourth-grade students, with a selected sample of 30 students determined through a saturated sampling technique. Data collection techniques involved multiple-choice tests, student questionnaires, classroom observation rubrics, and documentation. The results showed a significant improvement in student learning outcomes, with the class average score rising from 66.93 in the pretest to 77.60 in the posttest. Inferential statistical testing confirmed that the Project-Based Learning (PjBL) model exerts a positive and significant effect on enhancing elementary school students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar yang masih didominasi oleh metode konvensional, kurang melibatkan keaktifan peserta didik, serta berdampak pada rendahnya hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran, capaian hasil belajar, serta menguji pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar IPAS materi menentukan kebutuhan berdasarkan skala prioritas pada siswa kelas IV SD Negeri 101818 Pancur Batu Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen (pre-experimental) melalui desain one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV, di mana sampel yang terpilih berjumlah 30 siswa yang ditetapkan melalui teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan berganda, angket respon siswa, lembar observasi keterlaksanaan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, di mana nilai rata-rata siswa meningkat dari 66,93 pada pretest menjadi 77,60 pada posttest. Berdasarkan pengujian inferensial, model Project Based Learning (PjBL) terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa di sekolah dasar.