cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Kalkulus melalui Model Problem Based Learning pada Mahasiswa Ilmu Komputer Syarifuddin, Syarifuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.4312

Abstract

Pemahaman konsep kalkulus merupakan fondasi esensial dalam pengembangan kompetensi analitis mahasiswa Ilmu Komputer, namun capaian belajar pada bidang ini secara konsisten menunjukkan defisit yang signifikan di perguruan tinggi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan kemampuan pemahaman konsep kalkulus antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dan (2) mengukur efektivitas model PBL dalam meningkatkan pemahaman konsep kalkulus mahasiswa Ilmu Komputer. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design dengan melibatkan 60 mahasiswa Ilmu Komputer dari salah satu LPTK Kota Bima yang dibagi menjadi kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep kalkulus yang telah divalidasi secara konten dan konstruk. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji-t independen, analisis N-Gain, dan perhitungan Effect Size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep kalkulus antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (t = 8,42; p < 0,001). Kelas eksperimen memperoleh rerata posttest sebesar 81,73 dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,20. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan pada kategori tinggi (g = 0,74) pada kelas eksperimen dan kategori sedang (g = 0,38) pada kelas kontrol. Nilai Effect Size sebesar 2,18 mengindikasikan dampak yang sangat besar dari penerapan model PBL. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model PBL secara efektif meningkatkan kemampuan pemahaman konsep kalkulus mahasiswa Ilmu Komputer secara bermakna.
Konstruksi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar melalui Problem Based Learning dalam Pembelajaran Matematika Lanjut Syarifuddin, Syarifuddin; Adiansha, Adi Apriadi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Matematika Lanjut. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design dengan melibatkan 60 mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Matematika Lanjut yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis indikator Polya yang telah divalidasi secara konten dan konstruk. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji-t independen, N-Gain ternormalisasi, dan effect size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rerata posttest 82,13 dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,47, dengan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 (p < 0,05). Analisis N-Gain menghasilkan nilai 0,71 (kategori tinggi) pada kelas eksperimen dan 0,42 (kategori sedang) pada kelas kontrol. Effect size Cohen's d sebesar 1,34 mengindikasikan dampak perlakuan yang sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa dalam pembelajaran Matematika Lanjut.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas V tentang Perubahan Materi melalui Alat Peraga IPA Berbantuan Praktikum Sederhana Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Demena, Widelmina Keterina; Sulistyowati, Retno Wuri; Ayomi, Golden Ringgo SC.
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4236

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas sekolah yang belum memiliki laboratorium IPA khusus sehingga kegiatan praktikum dilakukan secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi Perubahan Materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Teknik penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dengan kriteria pemilihan kelas yang belum pernah mendapatkan pembelajaran berbasis praktikum akibat ketiadaan fasilitas laboratorium. Sampel penelitian adalah 30 peserta didik Kelas V B SD Negeri Abepantai (12 laki-laki dan 18 perempuan). Data dikumpulkan melalui instrumen angket minat belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif yang sangat signifikan, yakni memperoleh rerata sebesar 90% terhadap penerapan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori “Sangat Tinggi” tentang perubahan materi melalui alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Secara keseluruhan, implementasi alat peraga IPA berbantuan praktikum mampu menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah keterbatasan sarana laboratorium serta mengubah proses pembelajaran dari teoretis menjadi lebih konkret dan bermakna.
Profil Keterampilan Berpikir Sistem Mahasiswa pada Materi Listrik Dinamis Susilawati, Endang; Hamidah, Ida; Rustaman, Nuryani; Liliawati, Winny
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4268

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berpikir sistem dalam memahami konsep listrik dinamis yang bersifat kompleks dan saling terhubung, sementara kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir sistem mahasiswa pada materi listrik dinamis yang dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda beralasan yang mengukur tujuh indikator keterampilan berpikir sistem, yaitu mengeksplorasi berbagai perspektif, mempertimbangkan masalah, mengenali sistem, mempertahankan batas sistem, membedakan dan mengukur elemen, mengidentifikasi hubungan, serta mencirikan hubungan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73% mahasiswa berada pada kategori rendah, 17% pada kategori sedang, dan tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tinggi. Capaian mahasiswa lebih dominan pada indikator mengenali sistem, sedangkan kemampuan pada indikator yang berkaitan dengan hubungan dan batas sistem masih relatif rendah. Dengan demikian, disimpulkan bahwa keterampilan berpikir sistem mahasiswa masih dominan rendah. Selanjutnya perlu penelitian lanjutan terkait pengembangan bahan ajar dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir sistem sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa. Selain itu, studi lanjutan juga perlu mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan keterampilan tersebut pada berbagai konteks pembelajaran.
Mengukur Kompetensi Sains Pada Tema Emisi Karbon Berdasarkan Kerangka Kerja Sains PISA 2025 Ariastanti, Novi; Indana, Sifak; Sudibyo, Elok; Satriawan, Muhammad; Rosdiana, Laily
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4276

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital yang sangat pesat membuat sumber informasi yang diterima siswa menjadi sangat mudah, namun mereka kurang bisa memilih dan memilah mana informasi ilmiah yang benar. Penting sekali memberikan penekanan baru pada cara mendidik siswa yaitu untuk meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk mengambil keputusan dan tindakan melalui kompetensi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi sains siswa berdasarkan kerangka kerja sains PISA 2025 sebagai referensi yang dapat digunakan untuk merencanakan metode pembelajaran sains yang tepat agar siswa memiliki kemampuan dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah, menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti secara kritis dan juga meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode tes dan angket. Subjek penelitian dipilih menggunakan probability sampling khususnya random sampling dimana kelas yang dipilih adalah siswa kelas X sebanyak 34 siswa jurusan akuntansi di SMKN 10 Surabaya. Instrument tes yang diberikan berfokus pada tema emisi karbon. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata kompetensi sains siswa cukup yaitu sebesar 44,65 dengan rincian kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah sebesar 45, 44, kompetensi Menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti secara kritis sebesar 45,14 dan kompetensi meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan sebesar 43,38. Kompetensi sains perlu ditingkatkan hampir di semua kompetensi melalui metode pembelajaran yang tepat agar kompetensi sains siswa dapat meningkat dan mereka bisa memecahkan masalah dalam kehidupan dengan menerapkan kompetensi sains yang telah mereka pelajari.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains: Implementasi E-Modul Kimia Materi Redoks Berbasis Budaya Papua Karubaba, Marice; Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Inggamer, Mamberuman Marthen; Kopeuw, Agnes Julia
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik melalui penggunaan e-modul kimia berbasis budaya Papua pada materi reaksi reduksi dan oksidasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura yang berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura dengan jumlah sampel 28 peserta didik menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE. Instrumen penelitian meliputi angket KPS, lembar observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa, rata-rata KPS sebelum menggunakan e-modul berada pada kategori kurang terampil dengan persentase 47,32%. Setelah implementasi e-modul, KPS peserta didik meningkat secara bertahap pada setiap pertemuan, yaitu 68,30% RPP 1 (kategori kurang terampil), 71,25% RPP 2 (kategori terampil), dan 80,54% RPP 3 (kategori terampil). Secara keseluruhan, rata-rata KPS mencapai 73% dengan kategori terampil. Peningkatan paling signifikan terlihat pada indikator mengajukan pertanyaan (81,25%) dan mengomunikasikan (82,14%) dengan kategori sangat terampil. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul kimia berbasis budaya Papua efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik serta mampu menjadikan pembelajaran kimia lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.
Analisis Literasi Digital Siswa dalam Pembelajaran Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) Berbantuan Simulasi PhET Fika, Noor; Khabibah, Siti; Damayanti, Nia Wahyu
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4284

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan menuntut penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu mendukung pemahaman konsep secara bermakna. Simulasi PhET memiliki potensi dalam memfasilitasi pembelajaran Persamaan Linear Satu Variabel melalui representasi visual dan aktivitas eksploratif. Dalam praktiknya, pemanfaatan teknologi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital siswa, terutama dalam memahami, menyeleksi, dan menghubungkan informasi dengan konsep matematis. Hal ini menyebabkan pembelajaran cenderung berhenti pada pemahaman visual tanpa diikuti penguasaan konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi digital siswa kelas VII dalam pembelajaran Persamaan Linear Satu Variabel berbantuan simulasi PhET. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Penajam Paser Utara yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih bervariasi. Siswa lebih mudah mengenali indikator visual dibandingkan memahami makna simbolik. Dalam menafsirkan representasi timbangan, siswa cenderung memaknai keseimbangan secara visual dan belum sepenuhnya mengaitkannya dengan konsep aljabar. Selain itu, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyeleksi informasi dan mengelola hasil eksplorasi secara sistematis. Meskipun demikian, sebagian siswa mulai mampu menghubungkan representasi visual dengan konsep matematis. Secara umum, simulasi PhET mendukung proses eksplorasi, tetapi pemahaman konseptual masih memerlukan bimbingan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang membantu siswa mengaitkan hasil eksplorasi dengan konsep matematis secara lebih mandiri.
Efektivitas Modul Trainer Kit Seri Paralel Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Psikomotor Siswa Dasar Romadhani, Muhammad Ikhsan; Anshari, Khairul; Farida, Fitri
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa pada materi rangkaian listrik seri dan paralel di tingkat sekolah dasar, yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran konkret serta dominasi metode ceramah yang membuat konsep abstrak sulit dipahami siswa. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani konsep abstrak kelistrikan dengan pengalaman belajar langsung, khususnya dalam konteks pendidikan Islam di Malaysia yang masih minim kajian serupa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan modul berbasis trainer kit rangkaian listrik seri dan paralel dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa kelas V di Sekolah Rendah Islam Al-Hilal Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen yaitu kelas V Ibnu Majah (26 siswa) dan kelas kontrol yaitu kelas V Ibnu Sina (20 siswa), dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pembagian kelas yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis, yaitu tes tertulis pemahaman konsep kognitif yang diberikan dua kali (pretest–posttest) dan lembar observasi psikomotor yang dilaksanakan satu kali (posttest only) pada kegiatan praktikum. Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk analisis dalam kelompok serta uji Mann-Whitney U Test untuk perbandingan antar kelompok pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman konsep yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001) dibandingkan kelompok kontrol. Pada aspek psikomotor, terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001), di mana siswa kelas eksperimen menunjukkan keterampilan unjuk kerja yang lebih baik. Kesimpulannya, modul berbasis trainer kit terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa dalam pembelajaran IPA, di mana integrasi antara teori dan praktik langsung mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta meningkatkan keterlibatan siswa.
Kontribusi Kecemasan dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Matematika Siswa SMP Negeri 03 Bombana Yaqin, Ainul; Upu, Hamzah; Tiro, Arif
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4306

Abstract

Rendahnya prestasi belajar matematika sering kali dipicu oleh faktor psikologis siswa yang belum terkelola, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai interaksi antarfaktor tersebut dalam lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi simultan motivasi belajar dan kecemasan matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif desain ex post facto, subjek penelitian melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri 03 Bombana. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi nilai, lalu dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kecemasan matematika secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Temuan ini menegaskan bahwa prestasi dipengaruhi oleh interaksi faktor psikologis pendorong dan penghambat. Secara parsial, motivasi belajar berkontribusi positif dan signifikan, sedangkan kecemasan matematika berkontribusi negatif namun tidak signifikan. Hal ini menunjukkan peran kecemasan terhadap prestasi cenderung bersifat tidak langsung. Oleh karena itu, peningkatan prestasi perlu dilakukan melalui pendekatan pembelajaran terpadu yang meningkatkan motivasi sekaligus mengelola kecemasan. Penelitian mendatang disarankan mengeksplorasi variabel mediator lain, seperti efikasi diri, guna memperjelas mekanisme pengaruh kecemasan matematika terhadap prestasi belajar.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Model Learning Cycle 5E pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Mulya, Putri; Sabli, Muhammad; Baili, Baili
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sains. Perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, serta perencanaan ulang merupakan empat tahap paradigma Kemmis dan Taggart, yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan pada setiap siklus. Siswa kelas VIII C di SMP N 2 Jujuhan menjadi subjek penelitian. Tes, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model siklus pembelajaran 5e dapat meningkatkan hasil belajar siswa terkait materi usaha dan energi. Meskipun partisipasi siswa masih tidak merata, siswa mulai menunjukkan minat dan keterlibatan dalam pembelajaran sepanjang siklus pertama. Persentase hasil belajar siswa mencapai 46% pada siklus tersebut. Siswa tampak lebih antusias belajar pada siklus kedua, dan persentase tujuan pembelajaran siswa yang tercapai meningkat menjadi 89%. Akibatnya, penerapan model siklus pembelajaran 5E telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sains dan dapat berfungsi sebagai alat pengajaran yang menyenangkan di kelas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan model Learning Cycle 5E pada materi IPA lainnya atau mengkombinasikannya dengan media pembelajaran interaktif agar hasil belajar siswa dapat meningkat secara lebih optimal.