cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
Problem Solving Berbasis CTL terhadap Pemecahan Masalah dan Berpikir Komputasional Ditinjau Kecerdasan Logika Matematika Siswa SMP dalam Pembelajaran MIPA: SLR Oktaviani Indria Purnamasari; Rusijono Rusijono; Lamijan Hadi Susarno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4784

Abstract

Pembelajaran MIPA SMP memerlukan model yang tidak hanya menguatkan pemahaman konsep, tetapi juga melatih siswa menggunakan penalaran logis dan prosedural untuk menyelesaikan masalah nyata. Urgensi kajian ini muncul karena penelitian tentang problem solving, Contextual Teaching and Learning (CTL), kecerdasan logika matematika, kemampuan pemecahan masalah, dan berpikir komputasional masih banyak dibahas secara terpisah, padahal kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam pembelajaran MIPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecenderungan hasil penelitian tentang model problem solving berbasis CTL, kecerdasan logika matematika, kemampuan pemecahan masalah, dan berpikir komputasional siswa SMP dalam pembelajaran MIPA. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan adaptasi pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, ERIC, IEEE Xplore, DOAJ, Garuda, dan SINTA pada rentang publikasi 2016-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas pembelajaran MIPA atau informatika jenjang SMP/sederajat, memuat variabel problem solving, CTL, kecerdasan logika matematika, kemampuan pemecahan masalah, atau berpikir komputasional, serta tersedia dalam teks lengkap. Dari 650 dokumen awal, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem solving berbasis CTL berpotensi memperkuat keterkaitan konsep MIPA dengan situasi nyata, meningkatkan aktivitas bernalar, dan mendorong siswa menyusun strategi penyelesaian masalah secara sistematis. Kecerdasan logika matematika berperan sebagai faktor kognitif yang mendukung abstraksi, pengenalan pola, dekomposisi, dan berpikir algoritmik. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan berupa eksperimen, pengembangan perangkat ajar, dan meta-analisis untuk menguji efektivitas model problem solving berbasis CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah dan berpikir komputasional berdasarkan kategori kecerdasan logika matematika siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Genially terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Dasar Desi Karunia Cibro; Indah Nurmahanani; Alfiana Nurussama
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4799

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa, namun hal ini masih tergolong rendah. Hasil PISA 2022 menunjukkan skor matematika siswa di Indonesia menurun dari 379 pada tahun 2018 menjadi 366 pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Genially terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 22 siswa pada kelas eksperimen dan 22 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT berbantuan media Genially memberikan pengaruh sebesar 70,2% terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Dengan demikian, model TGT berbantuan media Genially berpengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media Genially pada mata pelajaran, materi, dan jenjang pendidikan yang berbeda, serta mengkaji pengaruhnya terhadap kemampuan siswa lainnya dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih luas.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT di Kelas IV SDN 84/II Empelu Wili Arman; Puput Wahyu Hidayat; Aprizan Aprizan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4834

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar matematika siswa di SDN 84/II Empelu. Masalah tersebut disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional yang monoton serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran interaktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika melalui penerapan model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan utama, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini melibatkan 19 siswa kelas IV SDN 84/II Empelu dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sintaks model TGT berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan menumbuhkan kompetisi yang positif antar siswa. Peningkatan hasil belajar yang signifikan terlihat dari tingkat ketuntasan klasikal siswa yang meningkat dari 63% pada Siklus I menjadi 89% pada Siklus II. Pencapaian pada siklus terakhir ini telah berhasil melampaui target indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT sangat efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Multimedia terhadap Kemampuan Membuat Program Berbasis Python dan Pemecahan Masalah MIPA Siswa SMK Muhammad Khoiruddin; Rusijono Rusijono; Hari Sugiharto Setyaedhi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4916

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis kontribusi model Project Based Learning berbantuan multimedia terhadap kemampuan membuat program berbasis Python dan pemecahan masalah MIPA siswa SMK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, ERIC, Scopus, DOAJ, dan sumber jurnal terbuka pada rentang 2015–2025 menggunakan kata kunci Project Based Learning, multimedia, Python programming, problem solving, computational thinking, STEM, dan MIPA. Setelah proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan sintesis, sebanyak 30 sumber utama dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Project Based Learning mendukung pembelajaran Python melalui proyek autentik, kerja kolaboratif, perencanaan produk, debugging, dan presentasi hasil. Multimedia berperan sebagai scaffolding visual dan interaktif yang membantu siswa memahami algoritma, struktur kendali, fungsi, visualisasi data, serta hubungan program dengan fenomena MIPA. Sintesis juga menunjukkan bahwa proyek Python yang dikaitkan dengan data agribisnis, pengukuran lingkungan, simulasi matematika, dan analisis sains berpotensi meningkatkan kemampuan pemecahan masalah karena siswa harus mengidentifikasi masalah, memodelkan solusi, menulis kode, menguji keluaran, serta merefleksikan keterbatasan program. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi Project Based Learning, multimedia, dan Python relevan untuk pembelajaran MIPA di SMK, terutama jika didukung rubrik kinerja, contoh proyek bertahap, dan umpan balik formatif. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan studi eksperimen pada berbagai kompetensi keahlian di SMK untuk menguji efektivitas model tersebut secara empiris, mengembangkan multimedia pembelajaran yang lebih adaptif, serta mengeksplorasi pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, dan keterampilan abad ke-21 peserta didik.
Eksplorasi Konsep dan Aktivitas Matematika dalam Konsep Etnomatematika Masjid Agung Baiturrahman Ngawi Doni Susanto; Halwa Annisa Khoiri; Erny Untari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4937

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada masjid agung baiturrahman yang terletak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi dengan metode kualitatif yang berfokus pada identifikasi secara mendalam terhadap objek penelitian. Berkaitan dengan data yang dipakai, data diperoleh dari observasi, dokumentasi serta wawancara. Hasil penelitian diperoleh adanya bangun datar persegi, segitiga dan persegi panjang pada menara masjid, segitiga sama sisi dan trapesium pada kubah masjid, setengah lingkaran dan persegi panjang pada pintu utama masjid, persegi panjang pada jendela masjid, seperempat lingkaran dan persegi panjang pada pintu lantai 2 masjid, serta bangun ruang sisi lengkung berupa tabung pada tiang utama masjid. Pada penelitian ini, eksplorasi etnomatematika bertujuan sebagai sarana pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan matematika yang diimplementasikan melalui struktur, desain dan arsitektur masjid. Selain itu, untuk menunjukkan secara langsung bagian-bagian dari bangun datar maupun ruang yang terdapat pada objek masjid. Untuk penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi ruangan yang ada di Masjid Agung Baiturrahman.
Literasi Sains Mahasiswa PGSD: Studi Diagnostik sebagai Landasan Pengembangan Modul IPA Syahriani Yulianci
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.5030

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis masalah kehidupan nyata. Namun demikian, berbagai temuan awal menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa masih beragam dan belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi sains mahasiswa PGSD sebagai landasan pengembangan modul pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains berbentuk soal uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator literasi sains. Data dianalisis dengan menghitung skor, mengonversinya ke dalam persentase, serta mengkategorikannya ke dalam tingkat literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains mahasiswa PGSD masih berada pada kategori rendah 96,15%, terutama pada indikator menafsirkan informasi ilmiah dan pengambilan keputusan berbasis sains. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam merancang modul pembelajaran IPA yang kontekstual, berorientasi literasi sains, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa PGSD.
Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Numerasi Siswa: Sistematik Literatur Review Dewi Sartika; Ketut Suma; I Nyoman Jampel; Made Candisa; Syarifuddin Syarifuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari scopus melalui proses pencarian, penyaringan, dan seleksi studi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 60 artikel teridentifikasi pada tahap awal, kemudian diseleksi menjadi 50 artikel pada tahap screening, dan akhirnya 16 artikel dipilih sebagai sumber utama dalam analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penyesuaian pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan karakteristik siswa. Strategi yang digunakan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan dominasi pada diferensiasi proses. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi sering diintegrasikan dengan pendekatan student-centered learning dan personalized learning. Secara empiris, pendekatan ini terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa, terutama dalam meningkatkan hasil belajar, pemahaman konseptual, serta motivasi dan keterlibatan siswa. Efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada kualitas implementasi, khususnya kompetensi guru, penggunaan asesmen diagnostik, serta dukungan institusional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui sintesis komprehensif mengenai hubungan antara pembelajaran berdiferensiasi dan capaian literasi serta numerasi dalam konteks Kurikulum Merdeka. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan model pembelajaran adaptif yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan siswa.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tarumajaya Bekasi pada Materi Kalor Jenis melalui Model Problem Based Learning Dasmo Dasmo; Dyah Ayu Cahyaningrum; Destria Nurulita Rahma; Rahayu Utami; Jenita Melandia Sari; Dini Fitriani; Muhammad Fahmi Syarif; Anggri Tatto Kurniawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4615

Abstract

Penelitian ini mengkaji kemampuan siswa kelas VII dalam menyelesaikan masalah kalor jenis setelah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning. Fokus penelitian diarahkan pada cara siswa memahami informasi soal, memilih strategi, melakukan perhitungan, menggunakan satuan, dan meninjau kembali jawaban berdasarkan tahapan Polya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif pada satu kelas VII SMP Negeri 1 Tarumajaya Bekasi yang terdiri atas 34 siswa dan satu guru IPA. Pemilihan kelas dan informan wawancara dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlaksanaan pembelajaran, rekomendasi guru, serta keterwakilan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan analisis hasil kerja siswa. Analisis dilakukan dengan mengorganisasi data, membaca ulang, mengode temuan sesuai indikator Polya, menyajikan data, lalu menarik kesimpulan melalui verifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 8 siswa termasuk kategori mampu, 19 siswa kategori cukup, dan 7 siswa kategori kurang. Sebagian siswa dapat mengenali informasi soal dan menentukan rumus, tetapi masih mengalami kesulitan pada penentuan perubahan suhu, ketelitian hitung, penulisan satuan, dan pemeriksaan jawaban. PBL memberi ruang diskusi dan penyusunan strategi, namun pendampingan guru tetap diperlukan agar siswa lebih konsisten mengikuti langkah pemecahan masalah.
Eksplorasi Pemanfaatan Chatbot Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Geometri di Sekolah Internasional Bagus Surya Maulana; Masrukan Masrukan; Adi Nur Cahyono
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4628

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, termasuk penggunaan chatbot sebagai media pendukung pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian mengenai pemanfaatan chatbot berbasis AI dalam pembelajaran geometri, khususnya di sekolah internasional, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan chatbot berbasis Artificial Intelligence dalam pembelajaran geometri di sekolah internasional, terutama dalam meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman prosedural, dan pemahaman konseptual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan lima siswa dan satu guru matematika pada jenjang sekolah menengah. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, observasi kelas, wawancara semi-structured, serta kuesioner sebagai data pendukung untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengalaman belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan teknik thematic coding untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot berbasis AI efektif sebagai alat bantu pembelajaran dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman prosedural. Namun, pengaruhnya terhadap pemahaman konseptual masih terbatas karena siswa cenderung mengikuti langkah-langkah penyelesaian tanpa memahami konsep secara mendalam. Oleh karena itu, penggunaan chatbot perlu diintegrasikan secara pedagogis dengan peran aktif guru untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar, menggunakan desain penelitian campuran (mixed methods), serta mengkaji strategi integrasi chatbot yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa secara lebih optimal.
Analisis Karakteristik Ways of Thinking dan Ways of Understanding Siswa Kelas VII dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Linear Satu Variabel Berdasarkan Teori Harel Lestari Situmorang; Happy Lumbantobing; Rian Efendi; Raoda Ismail
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4712

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menginvestigasi dan karakteristik ways of thinking (WoT) dan ways of understanding (WoU) siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) berdasarkan teori Harel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Pembangunan V Yapis Waena pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan 31 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui dua kali tes tertulis yang diberikan pada waktu berbeda (triangulasi waktu) dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Instrumen penelitian telah divalidasi oleh dua dosen Pendidikan Matematika dan satu guru matematika SMP melalui expert judgment. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengelompokkan karakteristik ways of thinking dan ways of understanding berdasarkan indikator teori Harel. Hasil penelitian menunjukkan tiga karakteristik siswa, yaitu Berpikir Benar–Memahami Benar (BB), Berpikir Benar–Memahami Salah (BS), dan Berpikir Salah–Memahami Benar (SB), sedangkan kategori Berpikir Salah–Memahami Salah (SS) tidak ditemukan. Siswa kategori BB menunjukkan pemahaman konsep dan penalaran yang konsisten, kategori BS mampu menerapkan prosedur tetapi belum memahami prinsip keseimbangan persamaan secara mendalam, sedangkan kategori SB telah memahami konsep dasar namun masih melakukan kesalahan prosedural dalam operasi aljabar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ways of thinking dan ways of understanding saling berkaitan dan berkembang melalui pengalaman belajar. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan wawancara serta menggunakan soal dengan tingkat kompleksitas yang lebih beragam agar proses berpikir dan pemahaman siswa dapat diungkap secara lebih mendalam.