cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 257 Documents
Students' Mathematical Argumentation with the Visualizer Cognitive Style in Proving the Congruence of Triangles Indahwati, Rohmah; Basri, Hasan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.453

Abstract

The use of axiomatic deductiveism, perception problems, mathematical visual representations and how students convey arguments as a bridge in proving geometric problems are obstacles that are often faced by students. This research aims to describe how prospective mathematics teacher students who have a visualiser cognitive style convey their mathematical arguments in explaining proofs related to triangle congruence. The subjects of this research were selected from students who have a visualizer cognitive style who had previously been given a cognitive style questionnaire. The research subjects consisted of 3 subjects, each with high (S1), medium (S2) and low (S3) mathematics abilities. Data were analyzed using Toulmin argumentation components. The research results show that S1 provides proof based on correct claims, providing fairly complete data both from the question statement and additional data resulting from the subject's reasoning which is used to decide on the claim. The subject uses several warrants and is supported by logical backing to connect the data with the claim. For S2 and S3 to provide final answers or false claims, they have incomplete data as a basis for deciding claims because the subject is mistaken in representing the image and is deep in mathematical literacy related to errors in describing the visualization in the image.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Video Animasi pada Pokok Bahasan Luas dan Keliling Bangun Datar Berbantuan Software Synfig di SDN Denanyar 3 Prasetyo, Dwi Ade; Nugraheni, Nursiwi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.461

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai pengembangan media pembelajaran dalam matematika yang berbasis video animasi untuk pokok bahasan luas dan keliling bangun datar untuk kelas IV. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja media video animasi tersebut adalah R&D dengan model yang dikemukakan oleh Borg & Gall dimana memiliki 10 alur, seperti menemukan potensi masalah yang terdapat di lokasi penelitian, pengumpulan data, mendesain produk, validasi desain, merevisi desain, ujicoba awal di kelas kecil, mervisi produk, ujicoba pemakaian, merevesi produk, serta yang terakhir adalah produksi masal dari produk tersebut. Dalam kelayakan validasi desain, hasil validasi ahli materi sebesar 89,58%, serta ahli bahasa dan ahli media masing-masing sebesar 93,75%. Hasil yang diperoleh dari tanggapan peserta didik dan guru juga cukup tinggi, yaitu hasil tanggapan peserta didik sebesar 94,11% dan tanggapan guru kelas sebesar 97,05%. Hal ini juga didukung oleh hasil uji N-Gain sebesar 76,89% yang tergolong tinggi dengan ketuntasan klasikal sebesar 100% setelah dilakukan pembelajaran dengan media yang dikembangkan. Maka, dapat diartikan bahwa pengembangan media ini layak digunakan untuk meningkatkan keefektifan dalam pembelajaran Matematika.
Efektivitas Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Kontekstual terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa Noor, Nabila Mahmudah; Purwosetiyono, FX. Didik; Wardani, Bayu
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.481

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dilaksanakan di SMK Negeri 7 Semarang, dengan tujuan utama untuk mencapai dua hal: pertama, menilai apakah penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kontekstual dalam materi persamaan lingkaran mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa; kedua, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dalam kemampuan literasi matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL dengan pendekatan kontekstual tersebut. Populasi pada penelitian mencakup keseluruhan siswa kelas XI, dengan sampel diambil dari kelas XI KJIJ 2 yang terdiri dari 36 siswa, dipilih melalui teknik cluster sampling. Desain penelitian yang dipilih adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan berupa tes soal uraian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: uji one sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti mencapai ketuntasan individual dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 91,67%.  Pada uji paired t-test memperoleh nilai signifikansi senilai 0,000 yang berarti bahwa nilai siswa antara sebelum dan sesudah diberikan tindakan pembelajaran menggunakan model PBL dengan pendekatan kontekstual mengalami perbedaan dengan rata-rata nilai pretest dari 50,00 menjadi 86,05. Selain itu, menggunakan uji n-gain diperoleh nilai rat-rata 0,7220 yang menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan model PBL dengan pendekatan kontekstual berkategori tinggi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) kemampuan literasi matematis siswa yang mengikuti model PBL dengan pendekatan kontekstual pada materi persamaan lingkaran telah mencapai KKM; dan (2) terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi matematis siswa pada materi persamaan lingkaran setelah penerapan model PBL dengan pendekatan kontekstual dibandingkan sebelumnya.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Geogebra terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa pada Materi Fungsi Kuadrat Kusumawati, Widya; Purwosetiyono, FX. Didik; Handayani, Sri Hastuti Retno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.484

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat efektivitas model Problem Based Learning berbantuan Geogebra terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk Posttestt-Only Control Design. Populasi pada penelitian ini melibatkan keseluruhan siswa kelas X SMA Negeri 14 Semarang dengan sampel penelitian yaitu kelas X-6 sejumlah 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-8 sejumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan melalui perhitungan uji normalitas, uji homogenitas, uji ketuntasan belajar, uji regresi linear sederhana, dan uji t dua sampel. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi pada uji t satu sampel adalah 0,000 yang artinya model PBL berbantuan Geogebra mencapai ketuntasan individual dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88,57% yang menunjukkan tuntas secara klasikal. Pada perhitungan uji regresi linear sederhana diperoleh nilai koefisien determinasi 0,344 yang artinya ada pengaruh keaktifan sebesar 34,4% terhadap kemampuan literasi matematis. Selain itu, dengan menggunakan uji t dua sampel diperoleh nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen yaitu 81,03 dan nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol yaitu 77,21 sehingga kemampuan literasi matematis siswa yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan Geogebra lebih baik dibandingkan dengan yang diterapkan model Problem Based Learning. Oleh karena itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Geogebra dikatakan efektif.
Analisis Penyebab Kurangnya Kemampuan Berhitung pada Materi KPK dan FPB Siswa Kelas V SDN Canditunggal Izzah, Zulis Nurul; Humairah, Humairah; Kharisma, Ahmad Ipmawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.505

Abstract

Kemampuan berhitung merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa serta penting untuk mempelajari materi selanjutnya, terutama KPK dan FPB. Faktor yang menyebabkan kurangnya kemampuan berhitung siswa sekolah dasar adalah kurangnya pemahaman konsep dan penghafalan operasi hitung, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Untuk mengatasi hal ini, guru perlu menerapkan metode pembelajaran variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kurangnya kemampuan berhitung siswa pada materi KPK dan FPB serta upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di SDN Canditunggal, fokus pada siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman serta mengombinasikan teknik dan sumber data untuk validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 11 siswa memiliki kemampuan berhitung yang kurang pada materi KPK dan FPB. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Faktor internal meliputi kurangnya pemahaman dasar operasi hitung perkalian dan pembagian serta penguasaan yang kurang baik pada materi KPK dan FPB. Faktor eksternal meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran menarik, metode pembelajaran monoton, ketergantungan pada buku LKS, dan kurangnya keterlibatan orang tua di rumah. Upaya yang dilakukan guru meliputi penerapan pendekatan berpusat pada siswa, penggunaan media menarik, metode variatif, sumber pembelajaran tambahan, dan peningkatan keterlibatan orang tua. Sesuai upaya tersebut, diharapkan kemampuan berhitung siswa kelas V pada materi KPK dan FPB di SDN Canditunggal dapat meningkat dengan baik.
Efektivitas Model PBL berbantuan LKPD terhadap Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik pada Materi Peluang Zuliyanti, Ita; Purwosetiyono, FX. Didik; Wibawa, Adi; Ariyanto, Lilik
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.476

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan model PBL yang didukung oleh LKPD terhadap kemampuan literasi matematika peserta didik di kelas X-9 SMAN 5 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan kuantitatif desain eksperimen menggunakan posttest only control design. Populasi terdiri dari kelas X sebanyak 12 kelas yang terdapat di SMAN 5 Semarang pada tahun 2023/2024. Sampel penelitian diambil dari 36 peserta didik sebagai grup eksperimen dan 36 peserta didik sebagai grup kontrol, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Informasi dikumpulkan menggunakan tes dan dokumentasi, dengan instrumen berupa tes berbentuk uraian untuk mengukur kemampuan literasi matematika. Hasil tersebut dianalisis secara kuantitatif melalui uji normalitas, uji rata-rata satu sampel, uji ketuntasan klasikal, uji kesamaan dua proporsi, serta uji t-pihak kanan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa peserta didik mencapai ketuntasan klasikal pada kemampuan literasi matematika menggunakan model PBL berbantuan LKPD pada kelas X-9 SMAN 5 Semarang, serta didapat hasil kemampuan literasi matematika peserta didik dengan model PBL berbantuan LKPD lebih baik dari kemampuan literasi model PBL tanpa bantuan LKPD di kelas X-8 SMAN 5 Semarang.
Peningkatan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Media Puzzle Dhonna, Rahma; Maulana, M.; Irawati, Riana
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.533

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan pemahaman konsep pecahan siswa, antara siswa yang menerima perlakuan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media puzzle dan dengan siswa yang menerima perlakuan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Non-Equivalent Control-Group Design. Subjek penelitian ini di antaranya siswa kelas IIIA, terdiri dari 30 siswa sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas IIIB, terdiri dari 30 siswa sebagai kelas kontrol. Pemahaman konsep pecahan siswa dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol mengalami peningkatan berdasarkan hasil dari nilai pretest dan posttest. Kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai rata-rata pretest dari sebesar 52,5 menjadi sebesar 76,9 untuk nilai rata-rata posttest. Sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan dari nilai rata-rata pretest sebesar 54,4 menjadi sebesai 76,8 pada nilai rata-rata posttest. Kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 52%, sementara kelas kontrol sebesar 48%. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan 0,401 > 0,05, tidak terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep pecahan dari kedua kelas tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media puzzle maupun pembelajaran konvensional tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep pecahan siswa pada materi pecahan khusunya pecahan berpenyebut berbeda.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Ume Le’u Materi Bangun Datar untuk Siswa SDK Eban 1 Nahak, Kristina E. Noya; Mona, Grasella Yulianti; SabaOra, Jemis Umbu Lorung; Nubatonis, Sumiriati; Tameon, Ecy Mutti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 1 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i1.541

Abstract

Bahan ajar memegang peranan penting bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran Matematika, mencakup topik-topik seperti geometri, pengukuran, dan pengolahan data. Materi geometri dan pengukuran mencakup bentuk dua dimensi dan bentuk tiga dimensi. Untuk lebih meningkatkan kemampuan berpikir logis dan kritis siswa terkait materi bangun datar, Guru dapat menghubungkan materi bangun datar dengan kearifan lokal karena kearifan lokal erat kaitannya dengan lingkungan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan menerapkan bahan ajar yang menggabungkan kearifan lokal Ume Le’u serta meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan yaitu metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan 19 siswa kelas III. Hasil rata-rata dari penilaian oleh ahli validator 1 dan 2 adalah 2,95, sehingga bahan ajar ini dianggap baik dan layak untuk diimplementasikan dan diujicobakan kepada siswa. Respon siswa saat menerapkan bahan ajar yang berfokus pada kearifan lokal Ume Le’u dalam proses pembelajaran di kelas menunjukkan adanya kegembiraan, partisipasi aktif, dan semangat dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa yang tergolong tinggi atau tuntas secara klasikal bisa dilihat berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yakni 77,89. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena materi dan evaluasi yang terdapat dalam bahan ajar dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa membuat pembelajaran lebih relevan dan menarik. Siswa akan lebih antusias mempelajari materi yang berkaitan dengan budaya dan lingkungan mereka.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Word Problem Materi Matriks Ditinjau dari Literasi Siswa Nadzifah, Nurun; Purwosetiyono, FX Didik; Nursyahidah, Farida; Susilawati, Padmi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i2.483

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam menyelesaikan soal word problem pada materi matriks dilihat dari kemampuan literasi siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas XI.A-1 SMA Negeri 11 Semarang, kemudian dapat dipilih 3 orang berdasarkan tingkat kemampuan literasi siswa, yaitu 1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang tinggi,  1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang sedang, dan 1 subjek dengan kemampuan literasi siswa yang rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen berdasarkan kemampuan literasi siswa, tes soal word problem, dan wawancara untuk memunculkan pemikiran kreatif. Keabsahan data ini menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa berkemampuan literasi tinggi mampu menerapkan 4 indikator berpikir kreatif yaitu lancar dalam berpikir (fluency), berpikir luwes (flexibility), berpikir orisinil (originality), dan berpikir merinci (elaboration). 2) Siswa kemampuan sedang pada literasinya hanya mampu menyelesaikan masalah dengan 2 indikator yaitu kepekaan (problem sensitivity), lancar berpikir (fluency), berpikir merinci (elaboration). 3) Siswa kemampuan rendah pada literasinya belum mampu menyelesaikan masalah dengan 4 indikator berpikir kreatif. Kesimpulanya bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal word problem materi matriks dapat memenuhi semua indikator berdasarkan tingkat literasi yang dimiliki siswa masing-masing.
Penerapan Media Video Interaktif pada Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Pecahan Kelas V SD Octaviani, Emy Masfufah; Humairah, Humairah; Khasanah, Linaria Arofatul Ilmi Uswatun
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i2.518

Abstract

Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat saat ini. Dengan latar belakang era digital dan globalisasi, pendidikan harus senantiasa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru dapat menggunakan sumber daya pendidikan pada kegiatan pembelajaran, akan tetapi banyak guru tidak menindak lanjuti sehingga tetap menerapkan metode ceramah yang mengakibatkan murid cenderung  tidak memperhatikan guru pada saat kegiatan belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati bagaimana guru dan siswa berinteraksi serta mengetahui peningkatkan hasil belajar pada pendidikan matematika dengan media video interaktif. Siklus I dan II dari penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kesimpulannya adalah bahwa: (1) Guru melihat aktivitas siswa pada siklus I rata-rata 54,16% dan siklus II 88,54%, peningkatan siklus I dan II 34,8%; (2) Siswa melihat aktivitas guru pada siklus I rata-rata 48% dan siklus II 84%, peningkatan siklus I dan II 36%; dan (3) Hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata 48% dan siklus II 84%, peningkatan siklus I dan II 36%.

Page 6 of 26 | Total Record : 257