cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
Aplikasi SEDEKA ( Sistem Dokumentasi Kesehatan Masyarakat ) Dalam Rangka Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Sunnah, Istianatus; Oktianti, Dian; Dianingati, Ragil Setia
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Upaya peningkatan  kesehatan dapat dilaksanakan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(GERMAS) dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama pada usia lanjut yang rentan terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Tujuan : Untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif  serta pemantauan kesehatan  pada lansia di Desa Lerep, Ungaran Kabupaten Semarang dengan melaksanakan pemeriksaan rutin serta monitoring kesehatan sehingga tercipta peningkatan  kualitas hidup sehat lansia menggunakan aplikasi SEDEKA. Metode :  Sosialisasi materi tentang penyakit degeneratif dan aplikasi SEDEKA serta pretes postes pada  44 peserta posyandu lansia. Selain itu juga dilaksanakan pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Nilai pretes dan postes dianalisis untuk mengevaluasi prosentase  tingkat pemahaman lansia terhadap materi. Hasil:  Pengamatan  yang dilakukan  sebelum kegiatan,  monitoring dan dokumentasi kesehatan oleh penderita  belum dilakukan secara baik, sehingga perlu adanya sistem dokumentasi yang dapat membantu lansia untuk memonitor kesehatannya.  Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes,  peserta posyandu lansia memiliki peningkatan pemahaman menjadi “BAIK bahkan “SANGAT BAIK” diikuti peningkatan prosentase nilai pemahaman materi pada materi hipertensi sebanyak 100%, materi diabetes mellitus 27,88%  dan hiperkolesterolemia 80,60%. Kesimpulan : Kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan efek positif terhadap pemahaman penyakit degeneratif peserta posyandu lansia
Edukasi Siap Hadapi Pandemi Covid-19 dengan Gizi Seimbang Oktaviasari, Dianti Ias; Purnamasari, Vivien Dwi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans, is a respiratory disease that is contagious and can lead to death. Educating the public in breaking the chain of spread of the Covid-19 virus is not only an appeal to comply with protocols in breaking the chain of virus spread, but the community also needs to get education on the importance of increasing endurance, especially with the principle of balanced nutrition. Seeing the incidence of Covid-19 which is still increasing, and the importance of the community to be aware and willing to apply the principle of balanced nutrition to maintain body immunity, it is necessary to have good education and knowledge from the community in order to provide good nutritional needs in the family. The purpose of this community service activity is to increase the target group's knowledge of balanced nutrition during the Covid-19 pandemic, so that it is hoped that the target group will know and want to apply the principle of balanced nutrition so that it can increase immunity and prevent infection with the Covid-19 virus. The method of implementing community service is the method of providing education with counseling to community leaders and media posters about balanced nutrition in communities in isolation areas in Kelurahan Centong and Singonegaran Kota Kediri. The success of the activity is marked by an indicator of increasing knowledge as measured by the results of the pre-test and post-test. The results of the data analysis showed an increase in the knowledge of the target community to 82%, and the analysis with the Paired Sample T-Test with α = 0.05 showed p = 0.000, which is a significant difference between the level of knowledge of mothers under five before and after receiving education. The conclusion of the Community Service activities shows that activities can effectively increase the knowledge of the target community regarding the principle of balanced nutrition to increase body immunity during the Covid-19 pandemic. It is hoped that the follow-up of this activity is an increase in community behavior to implement the principle of balanced nutrition and an increase in the provision of information and assistance to the community by utilizing digital media so that it can reach the wider community.
Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Pada Kelompok Utaran Lailiyah, Munifatul; Pujiono, Fery Eko; Mulyati, Tri Ana
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pandemi covid-19, membuat sektor perkenomian melemah, terutama bagi usaha kecil dan menengah. Permasalahan ini juga dialami oleh pengusaha tahu di Kota Kediri. Omset penjualan tahu terus menurun bahkan saat masa Bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Permasalahan ini, tidak hanya dialami oleh pengusaha tahu, namun juga dialami oleh kelompok “UTARAN” (Usaha TAhu RumahAN) di Desa Badal Pandean. Penggunaan hand sanitizer merupakan salah satu metode memutus penyebaran virus dari pasien atau carrier kepada orang lain. Produk ini memiliki kemampuan untuk membunuh virus, tetapi karena kebutuhan pasar yang melonjak tinggi menyebabkan handsanitizer sulit ditemukan di pasaran. Kebutuhan hand sanitizer saat ini tidak bisa mengandalkan produk dari industri yang selama ini beredar, diperlukan produksi tambahan oleh institusi yang memiliki kompetensi untuk mendapatkan produk yang baik. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pelatihan kelompok utaran untuk membuat handsanitizer sehingga dapat digunakan untuk pribadi atau dikomersilkan sehingga meningkatkan perekonomian. Pada  kegiatan pengabdian    kepada    masyarakat    ini,    digunakan    metode penyuluhan,  pelatihan,  serta  pendampingan  kepada kelompok utaran. Penyuluhan pembuatan Handsanitizer meningkatkan pemahaman mitra terhadap pembuatan handsanitizer yang ditunjukkan dengan 100% kelompok utaran mengetahui cara pembuatan handsanitizer. Pelatihan pembuatan Handsanitizer meningkatkan ketrampilan mitra ditunjukkan dengan kelompok utaran dapat membuat Handsanitizer dan mengemas dengan baik yaitu dalam bentuk hampers.
Optimalisasi Kesehatan Dengan kelas Ibu hamil Hariyani, Tintin; Nursinta, Adha; Tribintari, Wahyu Erdi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyebab kematian tidak langsung pada ibu di Indonesia adalah “Empat Terlalu” dan “Tiga Terlambat”. Penyuluhan kesehatan bisa dilakukan untuk mencegah keadaan tersebut. Namun penyuluhan kesehatan pada ibu yang tidak terkoordinir menyebabkan petugas bidan atau kesehatan hanya menyampaikan pengetahuan saja, tidak ada rencana kerja, tidak ada pemantauan atau pembinaan secara berkesinambungan. Tujuan : Tujuan dari kelas ibu hamil  untuk membentuk kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu sampai dengan 38 minggu sehingga ibu bisa belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal dan berkesinambungan. Metode yang digunakan adalah dengan menyelenggarakan kelas ibu hamil di balai desa Wonotengah kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri. Kegiatan kelas ibu hamil ini meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, penyuluhan, sharing pengalaman, diskusi, senam hamil dan evaluasi. Hasil kegiatan yaitu pada kelompok ibu hamil trimester II dan trimester III sebagai berikut : Kehadiran ibu hamil 80% dan 75%, Kehadiran suami atau anggota keluarga 0% dan 22,2%, Keaktifan selama proses belajar 87,5% dan 75% pengetahuan baik terhadap materi yang diberikan 75% dan 77,8%, Sedangkan untuk pelaksanaan senam hamil, semua ibu pada kelompok trimester II dan trimester III 100% mengikuti senam hamil. Kesimpulan : ibu hamil 100 persen mengikuti kelas ibu hamil dengan baik, tetapi suami atau keluarga belum ada yang mau terlibat dalam kelas ibu hamil.
Pemanfaatan Lahan Sempit Melalui Pembuatan Taman TOGA Teratai Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko; Lailiyah, Munifatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Desa Badal Pandean memiliki potensi yang besar dalam hal bercocok tanam, namun beberapa pekarangan rumah warga Desa Badal Pandean masih ada yang belum dimanfaatkan dengan baik, karena lahan yang terlalu sempit. Hal ini mendorong tim PkM untuk memnfaatkan lahan pekarangan rumah Kelompok Teratai, Desa Badal Pandean untuk membuat Taman TOGA Teratai (T3). Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah membuat T3 pada lahan pekarangan rumah yang sempit di Desa Badal Pandean Kediri. Metode Metode yang dilakukan pada kegiatan PkM ini adalah Penyuluhan dan Praktik bersama pembuatan T3, mulai dari persiapan lahan sampai penanaman TOGA bersama. Hasil Pengabdian yang diperoleh adalah telah berhasil dimanfaatkan pekarangan rumah seluas 10,5 m2 menjadi Taman TOGA Teratai (T3). Jumlah TOGA yang berhasil ditanam di Badal Pandean sebanyak 23 jenis TOGA. Masing-masing jenis TOGA ditanam 3-5 tanaman. Kesimpulan Lahan pekarangan rumah yang sempit dapat dimanfaatkan untuk Taman TOGA, seperti T3 (Taman TOGA Teratai).
Pengolahan Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal Oktovina Rizky Indrasari; Yoanita Indra Kumala Dewi; Nining Tyas Triatmaja; Mohamad Anis Fahmi; Forman Novrindo Sidjabat; Atmira Sariwati; Ekawati Sutikno; Dianti Ias Oktaviasari; Ana Nur Filiya
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tempe merupakan pangan fungsional dengan harga terjangkau yang banyak dikonsumsi sebagai protein nabati. Tempe kedelai lebih dikenal dan disukai oleh banyak orang karena warnanya yang putih dan tekstur yang kompak sehingga lebih menarik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe. Upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta remaja sebagai kader muda sadar kesehatan. Tujuan Kegiatan: meningkatkan pengetahuan, pemamaham dan kemampuan peserta dalam mengedukasi pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe.Metode Kegiatan: Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, yaitu  penyuluhan meningkatkan pengetahuan, pemamaham dan kemampuan peserta dalam mengedukasi pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe. Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 47 peserta. Hasil Pengabdian: Rata-rata pengetahuan peserta terkait pengolahan pangan lokal tempe sebelum dilakukannya edukasi adalah 3,78  dan mengalami peningkatan setelah diedukasi, yaitu 4,76. Simpulan dan Saran: Pelatihan daring terkait pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dilakukan metode lain dalam edukasi dengan menggunakan media yang berbeda.
Sosialisasi “Generasi Muda Sadar Vaksinasi” Rosa Juwita Hesturini; Hari Untarto Swandono
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Corona virus 2019 (covid-19) yang terjadi di Indonesia tidak kunjung berakhir dengan jumlah kasus dan angka kematian yang terus meningkat, adanya reinfeksi dan mutasi virus. Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan lebih ketat dan melaksanakan vaksinasi. Namun kesadaran dan kesediaan masyarakat untuk menerima vaksinasi covid-19 cukup rendah dengan persentase yaitu 45,7%. Penolakan vaksin ini terjadi karena berbagai alasan yaitu diantaranya tidak yakin keamanannya, tidak yakin efektif, takut akan efek samping dan lain sebagainya (Marwan, 2020; Kemenkes, 2021). Dengan adanya fakta tersebut maka dilakukan sosialisasi dengan sasaran yaitu remaja/dewasa berusia 18 tahun keatas sehingga meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk melaksanakan vaksinasi di masyarakat dapat meningkat dan terbentuk herd immunity. Metode : Sosialisasi kepada masyarakat remaja/dewasa di Desa Bandar Lor dilakukan secara on line/daring agar tidak membuat kerumunan dengan protokol kesehatan yang tepat. Hasil dan kesimpulan : Pemahaman urgensi vaksinasi dan peningkatan keinginan masyarakat remaja/dewasa mengenai vaksinasi di Desa Bandar Lor meningkat dari rata-rata 52% menjadi 76%. Masyarakat remaja dapat memahami pentingnya vaksinasi covid-19.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Ni'matu Zuliana; Eva Firdayanti; Kharisma Martha Delila Putri; Ratna Frenty Nurkhalim
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menular yang disebabkan oleh virus. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko tertularnya virus ini antara lain dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan hand sanitizer dan masker. Pondok Pesantren merupakan salah satu tempat yang rentan dalam penularan virus Covid-19. Hal ini dikarenakan pondok pesantren merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dalam jumlah besar. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan dan menyalurkan pengetahuan tentang pentingnya penerapana PHBS sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan system pre test dan post test untuk mengetahuai apakah ada pengaruh pengetahuan sebelum dan sesudah pengabdian. Desain pengabdian menggunakan pendekatan cross sectional dengan analisis data menggunakan analisis statistic uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan PHBS antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan kata lain terdapat pengaruh pengetahuan setelah dilakukan edukasi penerapan PHBS sebagai salah satu upaya dalam mencegah penularan Covid-19 pada anggota pondok pesantren X. Kesimpulan pengabdian ini adalah bahwa peran edukasi sangat dibutuhkan sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. 
Penyuluhan Olah Raga Dengan Teknik Sederhana Di Masa Pandemi Di Desa Kedunganyar Kecamatan Sugio Tahun 2021 Ningsih Dewi Sumaningrum
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menetapkan bahwa Covid 19 muncul pertama kali di Wuhan pada bulan Desember 2019  dan ditetapkan sebagai Pandemi secara global. Pada masa pandemic setiap negara membuat kebijakan protocol kesehatan salah satunya dengan social distancing dan work from home. Kebijakan tersebut berdampak pada perubahan gaya hidup sendenter, menurunnya aktifitas fisik, dan kebiasaan olah raga, dimana kurangnya aktifitas fisik merupakan faktor risiko kematian  keempat di dunia. Selain itu kurangnya aktifitas dan pekerjaan yang dilakukan secara daring dapat mengakibatkan keluhan musculoskeletal, ditambah dengan posture kerja yang tidak ergonomic maka akan mempercepat timbulnya keluhan ataupun gangguan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya berolah raga. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, penayangan video dan tanya jawab. Pengabdiam masyarakat ini dilakukan secara daring dan dikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader di desa Kedunganyar kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Hasil pengabdian ini didapatkan sebelum penyuluhan pengetahuan olah raga dengan teknik sederhana yaitu 40%, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan sebanyak 70%. Kesimpulan: setelah dilakukan penyuluhan yaitu pengetahuan tinggi sebesar 39% , sedang, 18%, sedangkan untuk pengetahuan rendah menurun sebanyak 57%
Pelatihan Pembuatan Es Krim Sederhana Sebagai Langkah Awal Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Muh. Shofi; Mardiana Prasetyani Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es krim merupakan salah satu jajanan yang paling digemari oleh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa menyukai jajanan tersebut. Sebab jenis jajan ini meruapakan salah satu produk yang kaya akan inovasi. Salah satu inovasi pembuatan es krim yaitu es krim yang berbahan dasar sayuran. Selain sebagai makanan ringan, es krim ini juga dapat menambah nutrisi bagi tubuh. Sebab banyak anak-anak yang tidak suka makan langsung sayuran. Adanya inovasi tersebut dapat mengatasi masalah para ibu bila anaknya tidak suka makan sayur. Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara memanfaatkan sayuran sebagai bahan dasar pembuatan es krim yang kaya akan nutrisi. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 14 Februari - 14 Maret 2020 bertempat di Desa Gogorante RT 2 RW 1 Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Hasil yang didapat pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat mitra sangat antusias mengikuti kegiatan tentang cara membuat es krim berbahan dasar sayuran. Berdasarkan hasil kuisioner tentang cara membuat es krim berbahan dasar sayuran menunjukkan adanya peningkatan yang signifikat sekitar 100% pengetahuan mitra pengabdian masyarakat tentang cara membuat es krim berbahan dasar sayuran

Page 6 of 16 | Total Record : 160