cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285342741913
Journal Mail Official
anggasosek2010@gmail.com
Editorial Address
Jl.Angkatan 45 No1a Lt Salo Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal sains dan teknologi industri peternakan
ISSN : -     EISSN : 27757889     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan merupakan jurnal berkala 6 bulanan. Jurnal ini dikelola dengan profesional dengan reviewer internal dan eksternal.
Articles 97 Documents
ANALISIS STATISTIK PROPORSI KONTRIBUSI USAHA TERNAK SAPI POTONG TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA BULOTALANGI, KECAMATAN BULANGO TIMUR Yusran Umar; Moh Muchlis Djibran; Aditya Djaini; Merita Ayu Indrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2633

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan rumah tangga peternak dan menguji signifikansi kontribusi usaha ternak sapi potong di Desa Bulotalangi, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan melibatkan 67 responden peternak sapi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan analisis pendapatan usaha tani serta uji statistik proporsi (Uji Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total pendapatan rumah tangga responden adalah sebesar Rp 46.105.970/tahun. Struktur pendapatan didominasi oleh sektor non-peternakan sebesar 53%, diikuti oleh usaha ternak sapi potong sebesar 37%, dan ternak non-sapi sebesar 10%. Meskipun secara nominal kontribusi usaha ternak sapi lebih kecil dibandingkan pendapatan dari sektor non-agraris, hasil analisis Uji Z menunjukkan nilai Z-hitung (3,21) yang lebih besar dari Z-tabel (1,65) pada taraf kepercayaan 95%. Temuan ini membuktikan bahwa kontribusi usaha ternak sapi potong adalah signifikan secara statistik terhadap struktur ekonomi rumah tangga. Disimpulkan bahwa meskipun diversifikasi ke sektor non-peternakan memberikan arus kas yang lebih besar, usaha ternak sapi potong tetap memegang peranan vital dan signifikan dalam menopang stabilitas ekonomi rumah tangga peternak di wilayah pedesaan. Kata kunci: Sapi potong, Pendapatan rumah tangga, Uji Z, Diversifikasi usaha, Peternak rakyat Abstract This study aims to analyze the structure of farmer household income and test the significance of the contribution of beef cattle farming in Bulotalangi Village, Bone Bolango Regency. The research employed a census method involving 67 beef cattle farmers as respondents. Data were collected through interviews and analyzed using farm income analysis and the proportion statistical test (Z-test). The results showed that the average total household income was IDR 46,105,970 per year. The income structure was dominated by the non-livestock sector at 53%, followed by beef cattle farming at 37%, and non-cattle livestock at 10%. Although the nominal contribution of beef cattle farming was smaller compared to the non-agrarian sector, the Z-test result showed a Z-count (3.21) greater than the Z-table (1.65) at a 95% confidence level. These findings prove that the contribution of beef cattle farming is statistically significant to the household economic structure. It is concluded that while diversification into non-livestock sectors provides greater cash flow, beef cattle farming remains a vital and significant. Keywords: Beef cattle, Household income, Z-test, Business diversification, Smallholder farmers.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI DESINFEKTAN ALAMI PADA PENETASAN TELUR PUYUH Padilah Lukman; Muhammad Nur Hidayat; Rusny Rusny; Khaerani Kiramang
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2640

Abstract

Hatchery egg sanitation is a crucial step to prevent microbial contamination that could disrupt the hatching process. This study aims to examine the effect of Morinda citrifolia lignosae leaf extract as a natural disinfectant on the fertility, hatchability, hatch weight, and mortality of quail eggs (Coturnix coturnix japonica). The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P0 (control), P1 (30% extract), P2 (50% extract), and P3 (70% extract), each replicated four times with 10 eggs per replication. The leaf extract was processed using maceration with 96% ethanol and applied to the eggs via wiping before incubation. The results showed that the leaf extract treatments significantly affected fertility (P<0.05) but did not significantly influence hatchability, hatch weight, or mortality. The 50% concentration yielded the highest fertility (95%) and the lowest mortality (21.05%). This study highlights the potential of Morinda citrifolia lignosae leaf extract as an eco-friendly alternative disinfectant to improve the quality and productivity of quail eggs.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR PRODUK SUSU INDONESIA DAN MALAYSIA Rama Azhari; Dian Retno Intan; Mohd Zaffrie
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2679

Abstract

Susu merupakan produk hasil ternak bernilai biologis tinggi yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air dalam komposisi yang relatif seimbang. Peningkatan peran strategis komoditas susu dalam ekspor subsektor peternakan Indonesia serta intensifikasi persaingan dengan Malaysia di pasar kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menuntut evaluasi komprehensif terhadap daya saing kedua negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan keunggulan komparatif serta dinamika posisi pasar ekspor susu Indonesia dan Malaysia periode 2019–2023. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data tahunan dari Trade Map, World Bank, dan FAOSTAT. Daya saing diukur menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing ekspor susu Indonesia dan Malaysia di pasar Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Singapura mengalami fluktuasi selama 2019–2023. Indonesia menunjukkan keunggulan komparatif yang lebih stabil, khususnya di Brunei Darussalam pada tahun 2023 dengan nilai RCA 41,35, di Hong Kong 1,21, dan di Singapura 0,61, serta didukung oleh peningkatan potensi pertumbuhan yang tercermin dari posisi Rising Star pada indikator EPD. Sebaliknya, Malaysia mengalami penurunan keunggulan komparatif pada tahun 2023, dengan nilai RCA 2,86 di Brunei Darussalam, 0,00 di Hong Kong, dan 1,38 di Singapura. Meski demikian, Malaysia masih memiliki ruang untuk memperbaiki kinerjanya, karena analisis EPD menunjukkan bahwa ketiga pasar tersebut tetap menawarkan peluang pertumbuhan yang dapat dioptimalkan melalui strategi ekspor yang lebih kompetitif. Saran untuk penelitian lanjutan yakni dengan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perbandingan daya saing ekspor susu Indonesia dan Malaysia.
ANALISIS MIKROKLIMAT KANDANG TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN WAHYU SETIAWAN SHAPUTRA; Fitria Nur Aini; Joko Gagung Sunaryono; Sad Likah
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2687

Abstract

Abstract Milk production in dairy cattle is influenced by several factors, including barn microclimate conditions such as air temperature and relative humidity. Environmental conditions outside the comfort zone of dairy cows may cause heat stress which can reduce milk productivity. This study aimed to analyze the effect of barn microclimate conditions represented by air temperature, relative humidity, and Temperature Humidity Index (THI) on the milk production of Friesian Holstein dairy cows. The research used a quantitative descriptive approach through direct observation of barn microclimate conditions and recording of daily milk production. The observed parameters included air temperature, relative humidity, THI values, and milk production per cow per day. Data analysis was carried out using descriptive analysis and multiple linear regression to determine the relationship between microclimate variables and milk production. The results showed that barn microclimate conditions at certain times were categorized as mild to moderate heat stress, with THI values approaching or exceeding the comfort threshold for dairy cows. However, the analysis indicated that variations in air temperature, relative humidity, and THI did not significantly affect the milk production of Friesian Holstein dairy cows. Milk yield remained relatively stable and was more influenced by other factors such as management practices, feeding, and the lactation stage of the animals. Therefore, proper management of barn microclimate remains important to maintain animal comfort and support stable milk production... Results: Provide a brief summary of the results and findings. Key words: animal comfort; dairy productivity; heat stress; humidity; temperature rief summary of the results and findings.
PENINGKATAN SIFAT FUNGSIONAL BAKSO SAPI DENGAN PENAMBAHAN DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI Zahro'atus Anggika Pujianto
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bakso daging sapi sebagai pangan fungsional melalui penambahan daun kemangi ( Ocimum basilicum ) sebagai sumber antioksidan alami, guna meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan penerimaan konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%) dan lima ulangan. Analisis proksimat dan aktivitas antioksidan dilakukan secara deskriptif kuantitatif, sedangkan uji kesukaan menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney . Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan metode indeks efektivitas De Garmo. Hasil menunjukkan penambahan daun kemangi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap karakteristik sensori. Perlakuan terbaik adalah P1 (5%) dengan keseimbangan optimal antara nilai gizi, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan. Oleh karena itu, formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang sehat dan bernilai ekonomis. Kata kunci: bakso, daun kemangi, analisis tingkat kesukaan, proksimat, antioksidan
PENAMBAHAN DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) PADA NUGGET AYAM TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN GIZI Dewi Fatma Dwi Puspita; Novita Dewi Kristanti
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan daun kenikir terhadap tingkat kesukaan (hedonik) dan kandungan gizi pada produk nugget ayam. Daun kenikir diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif salah satunya kuersetin yang berpotensi membantu meningkatkan nafsu makan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P0: tanpa penambahan daun kenikir (0%), P1: penambahan daun kenikir 5%, P2: penambahan daun kenikir 10%, dan P3: penambahan daun kenikir 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjut dengan uji Mann-Whitney. Hasil analisis data uji hedonik menunjukkan bahwa penambahan daun kenikir berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur. Berdasarkan hasil uji De Garmo untuk mengetahui perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P1 yaitu penambahan daun kenikir 5% yang memiliki kandungan kadar protein sebesar 11,96%; kadar lemak 6,55%; kadar air47,62%; kadar abu 1,91%, dan karbohidrat 31,96%.
ANALISIS MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER FASE STARTER PADA KADANG CLOSED HOUSE DI DESA ABBUMPUNGENG KECAMATAN CINA KABUPATEN BONE Irmayani Irmayani; Sahrani Sahrani; Rasbawati Rasbawati; Munir Munir
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen pemeliharaan ayam broiler fase starter pada kandang Closed House di desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone terhadap peningkatan perfoma produksi dan menganalisis hubungan antara variabel performa produksi terhadap lingkungan, pakan dan kesehatan, serta kekurangan dalam manajemen pemeliharaan. Proses pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara dan pencatatan. Variabel yang diamati meliputi lingkungan, pakan, kesehatan dan performa produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban berada dalam kisaran optimal, litter dalam kondisi kering dan terkontrol, brooding dan kepadatan kandang sesuai standar pemeliharaan, pemberian pakan telah sesuai dengan kebutuhan nutrisi ayam pada fase starter serta penerapan biosecurity dilaksanakan dengan baik. Secara produksi, pada minggu ke-3 diperoleh Feed Intake kumulatif sebesar 1.408 g/ekor, Body Weight 986 g/ekor, PBB 63.57 g/ekor dan FCR 1,26. Nilai tersebut menunjukkan performa produksi yang tergolong baik sesuai dengan standar strain cp 707. Berdasarkan Hasil penelitian, manajemen pemeliharaan ayam broiler pada kandang Closed House di desa Abbumpungneg, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, telah sesuai dengan standar pemeliharaan dan ketentuan SNI, serta berpengaruh nayata terhadap peningkatan performa produksi ayam broiler fase starter.
KONSUMSI PROTEIN DAN SERAT KASAR PADA DOMBA YANG DIBERI SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN KUNYIT Sista Rizqiana; Ika Fajar Pratiwi; Akas Jalu Wicaksono
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan tepung kunyit (Curcuma longa) terhadap konsumsi protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada domba ekor tipis jantan. Sebanyak 18 ekor domba jantan berumur 7–8 bulan digunakan dalam penelitian ini dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan: P0 (pakan basal tanpa suplementasi), P1 (pakan basal + 2% tepung bawang putih), dan P2 (pakan basal + 2% tepung bawang putih + 3% tepung kunyit). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar. Konsumsi protein kasar tertinggi terdapat pada kelompok P1 (117,2 ± 3,06 g/ekor/hari), disusul oleh P2 (116,0 ± 4,69 g/ekor/hari), dan terendah pada P0 (108,5 ± 5,01 g/ekor/hari). Konsumsi serat kasar juga menunjukkan pola serupa, dengan P2 (126,7 ± 4,54 g/ekor/hari) dan P1 (124,8 ± 4,16 g/ekor/hari) lebih tinggi dibandingkan P0 (114,8 ± 5,03 g/ekor/hari). Peningkatan konsumsi protein dan serat kasar pada perlakuan P1 dan P2 mengindikasikan bahwa penambahan tepung bawang putih dan kunyit dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas dan efisiensi konsumsi nutrien. Kedua aditif alami ini diperkirakan memberikan efek sinergis terhadap aktivitas mikroba rumen, tanpa menimbulkan gangguan negatif terhadap pencernaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bawang putih dan kunyit berpotensi digunakan sebagai aditif pakan alami dalam sistem produksi domba.
PENGGUNAAN FEED ADDITIVE ALAMI DENGAN METODE PENGOLAHAN BERBEDA TERHADAP MORFOMETRIK AYAM BROILER UMUR 28 HARI Maria Karolina Deko
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2789

Abstract

The use of synthetic feed additives, especially antibiotic growth promoters (AGP), in livestock has now been banned by the government because it has the potential to leave residues in livestock products. Therefore, herbal plants are a potential alternative as a natural feed additive to replace the use of synthetic feed additives. This study aims to determine the use of natural feed additives with different processing methods and their effects on the morphometrics of broiler chickens aged up to 28 days. The method used in this study is the Completely Randomized Design (CRD) method with 3 treatments and 9 replications, consisting of R0: Providing drinking water without herbs (control), R1: Providing drinking water + 18.9 ml of boiled herbs, and R2: Providing drinking water + 18.9 ml/L of distilled herbs. The parameters measured were back length, wing length, tibia length, chest width, head circumference, and shank length. Data were analyzed using analysis of variance; the statistical results obtained had a significant effect, followed by the Duncan test. The analysis results showed that the administration of herbs with different methods had a significant effect (P<0.05) on the increase in back length, wing length, tibia length, chest width, and head circumference, while it had no significant effect (P>0.05) on the increase in shank length of broiler chickens. It was concluded that the use of natural feed additives with a distilled processing method provided the best results for broiler chicken morphometrics.
Performa Ayam Kampung (Gallus Gallus Domesticus) Yang Diberi Tepung Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Level Berbeda Dalam Pakan La Ode Syawal Sulaeman
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2791

Abstract

This study aimed to determine the effect of adding papaya leaf flour (Carica papaya L.) to the diet on the production performance of native chickens. The subjects used in this study were 20 native chickens. The method used in this study was an experimental design with 4 treatments and 5 replicates. This study used the following treatment levels: P0 (control diet), P1 (2% papaya leaf flour), P2 (4% papaya leaf flour), and P3 (6% papaya leaf flour). The results of the statistical analysis indicate that treatments P0, P1, P2, and P3 in native chickens had a significant effect (P > 0.05) on body weight gain and feed conversion ratio but did not affect feed intake. The average feed intake was 71.92–74.45 grams/bird/day, the average body weight gain was 37.44–65.19 grams/bird/day, and the average feed conversion ratio was 1.17–2.01. The conclusion of this study on the use of papaya leaf flour in chicken diets is that it can be used at a level of up to 4% because it increases feed intake, body weight, and feed conversion in native chickens

Page 9 of 10 | Total Record : 97