cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
HUBUNGAN ANTARA DYADIC COPING DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI JAKARTA SARI, INTAN DINA; HASTUTI, RAHMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3796

Abstract

This study was conducted to determine the relationship between dyadic coping and mental health in married couples in Jakarta. This study discusses the ability of dyadic coping in married couples in Jakarta towards their mental health. The research method used a quantitative method using a population of 2,806,727 married couples in Jakarta. Due to the large population, the researcher used the Slovin formula with purposive sampling to determine the number of samples to be studied based on the criteria of living in Jakarta and having been married for at least five years, either longer or less than five years. After using the Slovin formula to determine the sample, it was obtained that the number of samples to be used in the study was 400 married couples in Jakarta. Then, the researcher conducted a data analysis using simple linear regression, which was processed using SPSS 23. The correlation analysis in this study used Pearson correlation which showed a positive and significant relationship between dyadic coping and mental health (r = 0.461, p 0.000> 0.05). This indicates that the higher the ability of dyadic coping, the higher the relationship and influence on the mental health of married couples in Jakarta. ABSTRAKPenelitian ini dibuat untuk mengetahui hubungan antara dyadic coping dengan kesehatan mental pada pasangan suami istri di Jakarta. Penelitian ini membahas mengenai dyadic coping pada pasangan suami istri di Jakarta terhadap kesehatan mentalnya. Metode penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan populasi sebesar 2.806.727 pasangan suami istri di Jakarta. Karena jumlah populasi yang besar, maka peneliti menggunakan metode Slovin dengan purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti dengan kriteria tinggal di Jakarta dan telah menikah selama minimal lima tahun baik lebih lama maupun di bawah lima tahun. Setelah digunakan rumus Slovin pada penentuan sampel, didapatkan bahwa jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian berjumlah menjadi 400 pasangan suami istri di Jakarta. Kemudian, peneliti melakukan metode analisis data dengan uji reliabilitas serta uji korelasi yang diolah menggunakan SPSS 23. Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dari dyadic coping dengan kesehatan mental (r = 0.461, p 0.000 > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan dyadic coping, semakin tinggi hubungan dyadic coping terhadap kesehatan mental pasangan suami istri di Jakarta.
PENGARUH KUALITAS ATTACHMENT REMAJA DENGAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PHUBBING PADA KELUARGA DI KALIMANTAN BARAT YUDHA, IDHZHA WIRA; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3797

Abstract

Family is the first environment that influences the psychological development of individuals, especially adolescents. The quality of attachment greatly influences individuals in responding to interpersonal relationships later on. Phubbing can basically be influenced by the quality of attachment between parents and adolescents. Therefore, this study aims to identify the influence between phubbing and the quality of attachment between adolescents and parents. Researchers collected 237 adolescent participants with an age range of 13 to 18 years in West Kalimantan. The method used is quantitative with a purposive sampling technique. The measuring instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) and the Generic Scale Phubbing (GSP). The results of the study using regression analysis showed that the quality of attachment has an influence on phubbing behavior in family interactions (t = -11.407, p <0.05) which means negative and significant. that is, it can be concluded that the quality of attachment between adolescents and their parents can strengthen and weaken the influence of phubbing behavior in family interactions. ABSTRAKKeluarga merupakan lingkungan pertama yang memengaruhi perkembangan psikologis individu, terutama pada remaja. Kualitas attachment sangat memengaruhi individu merespons hubungan interpersonal di kemudian hari. Phubbing pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh kualitas attachment antara orang tua dan remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh antara phubbing dan kualitas attachment antara remaja dan orang tua. Peneliti mengumpulkan 237 partisipan remaja dengan rentang usia 13 tahun sampai 18 tahun di Kalimantan barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Generic Scale Phubbing (GSP). Hasil penelitian menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas attachment memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing dalam interaksi keluarga (t = -11.407, p < 0.05) yang berarti negatif dan signifikan. artinya, dapat disimpulkan bahwa kualitas attachment antara remaja dengan orang tuanya dapat memperkuat dan memperlemah pengaruh perilaku phubbing di dalam interaksi keluarga.
HUBUNGAN CORPORATE REPUTATION DENGAN INTENTION TO APPLY PADA MAHASISWA TIRTABUDI, MICHELLE; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3798

Abstract

This study aims to analyze the relationship between corporate reputation and intention to apply in students. Corporate reputation is considered one of the key factors that affect the perception of individuals, especially students, towards the company, which can ultimately determine the decision to apply for a job. This study uses a quantitative approach with a survey method involving 215 students from various universities. The implementation of the research was carried out from July 2024 – November 2024. The data was collected through a questionnaire that measured students' perception of the company's reputation as well as their interest in applying for jobs. The purpose of this study, among others, is to find out the relationship between corporate reputation and interest in applying for jobs. Data collection is carried out through google forms. Hypothesis testing in this study using a simple linear regression method Based on the results of the hypothesis test, p = 0.000 < 0.05 and a significance value of 0.000, So, it can be concluded that the corporate reputation variable has a significant relationship with the intention to apply variable. These findings indicate that companies with good reputations have more potential to attract younger generations to join. This research provides practical implications for companies to continue to improve their image to attract qualified prospective workers ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara corporate reputation (reputasi perusahaan) dan intention to apply (minat melamar pekerjaan) pada mahasiswa. Corporate reputation dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang memengaruhi persepsi individu terutama mahasiswa terhadap perusahaan, yang pada akhirnya dapat menentukan keputusan melamar pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 215 mahasiswa dari berbagai universitas. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan Juli 2024 – November 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap reputasi perusahaan serta minat mereka untuk melamar pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini, yang diantaranya adalah untuk mengetahui hubungan antara Corporate reputation dengan minat melamar pekerjaan. Pengumpulan data dilakukan melalui google form. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan menggunakan metode regresi linier sederhana Berdasarkan hasil uji hipotesis, p = 0,000 < 0,05 serta nilai signifikansi sebesar 0,000, Sehingga, dapat disimpulkan bahwa variabel corporate reputation memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel intention to apply. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan reputasi yang baik lebih berpotensi menarik minat generasi muda untuk bergabung. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk terus meningkatkan citra mereka guna menarik calon pekerja berkualitas.
ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN KAITANNYA DENGAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS X DALAM PERKEMBANGAN AI SURJO, FERNANDO ROMERO; HASTUTI, RAHMAH; JESSICA, JESSICA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3799

Abstract

This study aims to explore the relationship between academic self-efficacy and academic dishonesty among students at University X in the context of AI development. The research was conducted due to the limited studies addressing academic self-efficacy and academic dishonesty in relation to the AI phenomenon. A quantitative method was employed using purposive sampling, involving 313 university students as participants. Data were collected using the Academic Self-Efficacy Scale and the Academic Dishonesty Scale, both measured with a Likert scale. Correlation analysis was performed using Spearman's correlation, revealing a significant negative relationship between academic self-efficacy and academic dishonesty (r = -0.149, p = 0.008 < 0.05). This indicates that higher levels of academic self-efficacy are associated with lower levels of academic dishonesty among students. These findings can be utilized by educational institutions to develop programs that enhance academic self-efficacy through training, academic support, and fostering an environment that promotes educational integrity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan perilaku academic dishonesty pada mahasiswa Universitas X dalam perkembangan AI. Penelitian ini dilakukan karena penelitian yang membahas tentang efikasi diri akademik dan academic dishonesty dengan fenomena perkembangan AI masih sedikit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling. Total partisipan pada penelitian ini berjumlah 313 mahasiswa menggunakan alat ukur academic self-efficacy scale dan academic dishonesty scale dengan menggunakan skala Likert. Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Spearman yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri akademik dengan academic dishonesty pada mahasiswa Universitas X dalam perkembangan AI (r = -0.149, p 0.008<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri akademik, semakin rendah perilaku academic dishonesty yang dilakukan oleh mahasiswa. Temuan ini dapat digunakan oleh institusi pendidikan untuk mengembangkan program yang meningkatan efikasi diri akademik melalui pelatihan, dukungan akademik, dan pembentukan lingkungan yang mendukung integritas pendidikan.
HUBUNGAN SELF-CONTROL DENGAN ADIKSI TIKTOK PADA EMERGING ADULTHOOD SAPUTRA, NICO; HASTUTI, RAHMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3800

Abstract

Tiktok addiction is becoming an increasingly common phenomenon among emerging adulthood, characterized by excessive use and negative impacts on mental health, productivity, and social relationships. This study aims to examine the relationship between self-control and Tiktok addiction in individuals aged 18-25 years who are classified as emerging adulthood. The method used is quantitative research with purposive sampling technique. Data were obtained from 200 participants domiciled in Jabodetabek through filling out an online questionnaire using the Brief Self-Control Scale (BSCS) and an adaptation of the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) to measure Tiktok addiction. The results of the analysis showed a significant negative relationship between self-control and Tiktok addiction (r = ?0.806; p < 0.05), meaning that higher levels of self-control are associated with a lower tendency for Tiktok addiction. The inhibition and initiation dimensions in self-control each contribute significantly to the decrease in Tiktok addiction with correlation values ??of r = ?0.793 and r = ?0.761. This study confirms the importance of self-control in reducing the risk of social media addiction, especially Tiktok, in emerging adulthood. ABSTRAKAdiksi Tiktok menjadi fenomena yang semakin umum di kalangan emerging adulthood, ditandai dengan penggunaan yang berlebihan dan dampak negatif terhadap kesehatan mental, produktivitas, serta hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-control dengan adiksi Tiktok pada individu berusia 18-25 tahun yang tergolong sebagai emerging adulthood. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari 200 partisipan yang berdomisili di Jabodetabek melalui pengisian kuesioner daring menggunakan alat ukur Brief Self-Control Scale (BSCS) dan adaptasi Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) untuk mengukur adiksi Tiktok. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-control dan adiksi Tiktok (r = ?0,806; p < 0,05), artinya tingkat self-control yang lebih tinggi berhubungan dengan kecenderungan adiksi Tiktok yang lebih rendah. Dimensi inhibisi dan inisiasi dalam self-control masing-masing berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan adiksi Tiktok dengan nilai korelasi r = ?0,793 dan r = ?0,761. Penelitian ini menegaskan pentingnya self-control dalam mengurangi risiko adiksi media sosial, khususnya Tiktok, pada emerging adulthood.
ANALISIS DAMPAK PERCERAIAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN HASIL BELAJAR PAI PADA SANTRI PONDOK MODERN AL-AMANAH BAUBAU RAMADANI, DESI; SAPRIN, SAPRIN; RAHMAN, ULFIANI; ISMAIL, WAHYUNI; AFIF, AHMAD
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3801

Abstract

The research focuses on the psychological impact of parental divorce on students' Islamic Religious Education (PAI) learning outcomes at Al-Amanah Baubau Modern Boarding School. The study reveals that parental divorce can lead to students becoming more focused, enthusiastic, and active during the learning process. This is due to hereditary genes from parents, interest and motivation from students, and social support from homeroom teachers, building supervisors, and peers. However, the lack of attention and affection from both parents can result in passive participation. Factors influencing the psychological development and learning outcomes of students from divorced parents include hereditary genes, supportive family and school environmental factors, interests and motivations, and good teaching methods. The study concludes that the results of Islamic Religious Education students do not solely depend on parental presence, but also on students' desire to change. Parents should pay more attention to their children's decisions to maintain their impact on their psychological development and learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada dampak psikologis perceraian orang tua terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Baubau. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa perceraian orang tua dapat menyebabkan siswa menjadi lebih fokus, bersemangat, dan aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dari orang tua, minat dan motivasi siswa, serta dukungan sosial dari wali kelas, pengawas gedung, dan teman sebaya. Namun, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua dapat mengakibatkan partisipasi yang pasif. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan psikologis dan hasil belajar siswa dari orang tua yang bercerai antara lain faktor keturunan, faktor lingkungan keluarga dan sekolah yang mendukung, minat dan motivasi, serta metode mengajar yang baik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa tidak semata-mata bergantung pada kehadiran orang tua, tetapi juga pada keinginan siswa untuk berubah. Orang tua hendaknya lebih memperhatikan keputusan anak agar dapat menjaga dampaknya terhadap perkembangan psikologis dan hasil belajarnya.
HUBUNGAN MANAJEMEN STRES DAN JOB SATISFACYION DENGAN WORK FAMILY CONFLICT PADA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN KELAPA SAWIT) HILMY, HAIDAR; HASTUTI, RAHMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3803

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stress management and job satisfaction on work-family conflict in palm oil company employees. The research method uses a quantitative approach with a correlational design, involving 213 respondents selected through purposive sampling techniques. Data collection was carried out using a questionnaire that measures stress management, job satisfaction, and work-family conflict. The results of data analysis show a significant negative relationship between stress management and work-family conflict, as well as a significant negative relationship between job satisfaction and work-family conflict. Good stress management and high job satisfaction have been shown to contribute to reducing work-family conflict. The coefficient of determination (R²) of 80.7% indicates that both independent variables contribute significantly to the dependent variable, while the rest is influenced by other factors. These findings provide practical implications for companies in designing policies to improve stress management and job satisfaction in order to create a balance between work and family life. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen stres dan kepuasan kerja terhadap konflik pekerjaan-keluarga (work-family conflict) pada karyawan perusahaan kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 213 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur manajemen stres, kepuasan kerja, dan konflik pekerjaan-keluarga. Hasil analisis data menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara manajemen stres dengan work-family conflict, serta hubungan negatif signifikan antara kepuasan kerja dengan work-family conflict. Manajemen stres yang baik dan kepuasan kerja yang tinggi terbukti berkontribusi dalam mengurangi konflik pekerjaan-keluarga. Koefisien determinasi (R²) sebesar 80,7% menunjukkan bahwa kedua variabel independen berkontribusi signifikan terhadap variabel dependen, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang kebijakan untuk meningkatkan manajemen stres dan kepuasan kerja guna menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga.
HUBUNGAN DURASI TIKTOK DAN RENTANG PERHATIAN PADA PENGGUNA AKTIF DI USIA DEWASA MUDA CHRISTIAN, DANIEL; BUDIARTO, YOHANES
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3804

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the duration of TikTok use and attention span in active users in young adults. The rapid development of short video-based social media platforms such as TikTok has raised concerns about its impact on cognitive aspects, especially the ability to maintain attention. This study uses a quantitative approach with a survey technique and involves 155 participants who meet the criteria of 17-25 years of age and are active TikTok users. The instruments used are the Social Media Use Questionnaire (SMUQ) to measure the intensity of social media use and the Attentional Control Scale (ATTC) to measure attention span. The results of the data analysis showed a significant negative correlation between the duration of TikTok use and attention span (r = -0.404, p <0.05), which indicates that the longer the duration of TikTok use, the lower the user's attention span. And vice versa, the higher the use of TikTok, the higher the user's attention span. These findings support the view that consumption of short-duration video content can affect an individual's cognitive ability to maintain attention. This study is expected to raise awareness of the impact of excessive social media use and the importance of having moderation in using social media to maintain cognitive balance. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian pada pengguna aktif di usia dewasa muda. Pesatnya perkembangan platform media sosial berbasis video pendek seperti TikTok telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap aspek kognitif, khususnya kemampuan mempertahankan perhatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan melibatkan 155 partisipan yang memenuhi kriteria usia 17-25 tahun dan merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen yang digunakan adalah Social Media Use Questionnaire (SMUQ) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan Attentional Control Scale (ATTC) untuk mengukur rentang perhatian. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian (r=-0,404, p<0,05), yang mengindikasikan bahwa semakin lama durasi penggunaan TikTok, semakin rendah rentang perhatian pengguna. Dan sebaliknya semakin tinggi sedikit penggunaan TikTok, semakin tinggi rentang perhatian pengguna. Temuan ini mendukung pandangan bahwa konsumsi konten video berdurasi pendek dapat mempengaruhi kemampuan kognitif individu dalam mempertahankan perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak penggunaan media sosial yang berlebihan dan pentingnya memiliki moderasi dalam menggunakan sosial media untuk menjaga keseimbangan kognitif.
KETERLIBATAN AYAH DAN KAITANNYA DENGAN EMOTIONAL WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR SILVIANA, SILVIANA; HASTUTI, RAHMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3805

Abstract

This study aims to determine the relationship between father involvement and emotional well-being in late adolescents. Emotional well-being is a psychological condition that plays an important role for individuals, especially in late adolescents. Individuals with positive emotional well-being will be more capable of experiencing life satisfaction, conversely, if emotional well-being is low, their lives will be dominated by feelings of dissatisfaction. The participants in this study are late adolescents aged 18-24 years. The sampling technique used in this research the non-probability purposive sampling technique, with a total of 305 participants in this study. The measurement tool used for the father involvement variable is the Perception of Father’s Involvement (PFI), while the measurement tool for the Emotional well-being variable is the Positive and Negative Affect Schedule. (PANAS-SF). The correlation analysis in this study used Spearman's non-parametric correlation, and the results showed a significant positive relationship between father involvement and emotional well-being among late adolescents. (r = 0.429, p 0.000<0.05). This indicates that the higher the father involvement, the higher the emotional well-being. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan emosional pada remaja akhir. Emotional well-being merupakan kondisi psikologis yang berperan penting bagi individu khususnya pada remaja akhir. Individu dengan Emotional well-being yang positif akan lebih mampu merasakan kepuasan hidupnya, begitupun sebaliknya jika Emotional well-being rendah maka hidupnya akan didominasi oleh rasa ketidakpuasan. Partisipan penelitian ini adalah remaja akhir berusia 18-24 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni teknik non-probability purposive sampling, total partisipan pada penelitian ini berjumlah 305. Alat ukur yang digunakan untuk variabel Father Involvement adalah Perception of Father’s Involvement (PFI), sedangkan pada variabel Emotional well-being adalah Positive and Negative Affect Schedule (PANAS-SF). Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi non-parametic Spearman hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan emosional pada remaja akhir. (r = 0.429, p 0.000<0.05) Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah maka Emotional well-being juga akan tinggi.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KECEMASAN DUNIA KERJA BAGI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI AULIA, SULTHAN AZFA; DEWI, FRANSISCA IRIANI ROESMALA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3806

Abstract

The transition to the final semester of higher education is a crucial phase for students as they complete their thesis and prepare to enter the workforce. In the context of Industry 4.0, the increasing reliance on digital technology makes job searching more complex, which often triggers anxiety in students. This study examines the effects of social support and self-efficacy on work-related anxiety in final-semester students. Social support, which includes informational, emotional, and instrumental assistance, and self-efficacy, which is defined as the belief in one's ability to achieve goals, are key factors in reducing anxiety. The results showed a significant negative correlation between these two variables and work anxiety, where students with stronger social support systems and high levels of self-efficacy experienced lower anxiety in facing the workforce. These findings emphasize the importance of strengthening these factors to increase students' self-confidence and adaptability, and provide valuable insights for strategies aimed at improving work readiness. ABSTRAKTransisi ke semester akhir dalam pendidikan perguruan tinggi merupakan fase krusial bagi mahasiswa saat mereka menyelesaikan skripsi dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Dalam konteks Industri 4.0, meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital membuat pencarian kerja menjadi lebih kompleks, yang seringkali memicu kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini mengkaji pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap kecemasan terkait dunia kerja pada mahasiswa semester akhir. Dukungan sosial, yang mencakup bantuan informasi, emosional, dan instrumental, serta efikasi diri, yang didefinisikan sebagai keyakinan terhadap kemampuan diri untuk mencapai tujuan, merupakan faktor kunci dalam mengurangi kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kedua variabel ini dengan kecemasan kerja, di mana mahasiswa dengan sistem dukungan sosial yang lebih kuat dan tingkat efikasi diri yang tinggi mengalami kecemasan yang lebih rendah dalam menghadapi dunia kerja. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan adaptabilitas mahasiswa, serta memberikan wawasan berharga bagi strategi yang bertujuan meningkatkan kesiapan kerja.