Articles
138 Documents
Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan
Gres Maretta;
Lilis Martines Manurung;
Winati Nurhayu
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 1 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v12i1.1073
Tumbuhan obat adalah pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, baik tumbuhan yang dibudidayakan atapun tumbuhan liar. Informasi tanaman obat di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan belum ditemukan serta tidak diketahui apakah masyarakat di Desa Sabah Balau masih menggunakan tumbuhan obat dalam menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat apa saja dan bagian yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Sabah Balau serta bagaimana cara masyarakat Desa Sabah Balau mengolah tumbuhan obat. Penelitian ini menggunakan metode random sampling, dalam menentukan responden dengan menggunakan rumus slovin. Wawancara dilakukan terhadap 100 orang masyarakat di Desa Sabah Balau. Data diambil dengan tabel isian kuisioner meliputi: jenis tumbuhan yang digunakan, macam penggunaan, bagian yang digunakan, dan cara penggunaannya. Analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 46 jenis tumbuhan yang dapat dijadikan obat dengan jenis tumbuhan yang paling dominan dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), alang-alang (Imperata cylindrica), alpukat (Persea americana), mengkudu (Morinda citrifolia) dan jambu biji (Psidium guajava). Bagian tumbuhan daun yang paling banyak digunakan sebanyak 45,6% dengan cara pengolahan paling banyak dengan direbus sebanyak 32 jenis tumbuhan serta cara perolehan tumbuhan obat yaitu dari tumbuhan liar sebanyak 37%.
Potensi Air pada Genangan Air Hujan di Desa Teba Timur untuk Keperluan Higiene Sanitasi
Made Santiari;
Maria Angelina Tuas
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 1 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v12i1.1076
Timor Tengah Utara mengalami musim hujan selama empat bulan yang dapat menyebabkan terbatasnya air, sehingga sumber air yang ada harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Genangan air hujan di Desa Teba Timur merupakan salah satu sumber air yang berpotensi digunakan untuk keperluan higiene sanitasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai potensi air pada genangan air hujan untuk keperluan higiene sanitasi dari segi kualitasnya. Penelitian ini adalah penelitian deksriptif kuantitatif dimana metode pengambilan contoh uji mengacu pada SNI 6989.57:2008 tentang Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan. Titik pengambilan contoh uji yaitu titik yang dekat dengan jalan raya sebanyak 2 titik. Pengujian suhu, pH dan bau dilakukan di lapangan, sedangkan pengujian parameter lain dilakukan di laboratorium. Hasil pengujian dibandingkan dengan baku mutu untuk keperluan Higiene Sanitasi yang termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum. Nilai pH pada titik 2 melebihi baku mutu dan air memiliki bau. Air pada Genangan Air Hujan di titik 1 dapat digunakan untuk keperluan higiene sanitasi, sedangkan pada titik 2 tidak dapat digunakan untuk keperluan higiene sanitasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Versus Model Pembelajaran Langsung dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi di SMA
Muhammad Saiful Wajdi;
Rufi’i Rufi’i;
I Wayan Arsana
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1099
Penelitian ini bertujuan untuk menjaring data tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran project-based learning, pembelajaran langsung dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukodadi Lamongan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan penelitai eksperimen dengan rancangan pre-test post-test control group design. Hasil penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning terjadi peningkatan hasil belajar yang lebih baik dan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung, (2) Motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran project based learning diitinjau dari motivasi tinggi dan rendah lebih tinggi hasil belajar yang diperoleh dengan penggunaan model pembelaharan langsung, (3) Interaksi model pembelajaran dan motivasi belajar sama-sama memiliki peran yang sama untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Analisis Pelaksanaan Praktikum Pembelajaran Biologi di SMA Negeri 11 Makassar
ST Rabiatul Adawiah H;
Alimuddin Ali;
A. Mushawwir Taiyeb
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1100
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelengkapan alat dan bahan laboratorium pembelajaran biologi di SMA Negeri 11 Makassar, dan mendeskripsikan pelaksanaan praktikum pembelajaran biologi kelas XI yang berjumlah 4 kelas pada semester ganjil di SMA Negeri 11 Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 11 Makassar dengan sampel penelitian sebanyak 119 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan alat dan bahan laboratorium SMA Negeri 11 Makassar memperoleh hasil yaitu 76,6% yang berada dalam kategori baik. Pelaksanaan praktikum pembelajaran biologi kelas XI di SMA Negeri 11 Makassar memperoleh hasil yaitu 79,3% yang berada dalam kategori baik.
Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Familia Lamiaceae Sebagai Sumber Belajar Biologi
Dian Ramadhani;
Hilda Karim;
Arsad Bahri
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1109
Pengembangan ensiklopedia tumbuhan familia Lamiaceae merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan pendidik kepada mahasiswa sebagai sumber belajar dalam melakukan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk ensiklopedia tumbuhan familia Lamiaceae yang bersifat valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Jurusan Biologi FMIPA UNM. Penelitian pengembangan yang telah dilakukan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang teridir dari lima tahapan yaitu (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Hasil validasi dari validator menunjukkan bahwa ensiklopedia tumbuhan familia Lamiaceae yang telah dikembangkan layak digunakan dengan rata-rata nilai yaitu 1 yang menunjukkan kategori validitas sangat tinggi. Uji kepraktisan sumber belajar berdasarkan respon dosen morfologi dan anatomi tumbuhan yaitu 90,51% dan respon mahasiswa yaitu 85,47% hal ini menunjukkan bahwa ensiklopedia bersifat sangat praktis. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ensiklopedia tumbuhan familia Lamiaceae sebagai sumber belajar biologi yang dihasilkan bersifat valid dan praktis.
Komunikasi Sains Peserta Didik Melalui Pembelajaran Argument Driven Inquiry Berbantuan Argument Mapping Pada Konsep Pencemaran Lingkungan
Siti Nur Azizah Wahyudin;
Sistiana Windyariani;
Aa Juhanda
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1203
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh model Argument Driven Inquiry berbantuan Argument Mapping terhadap komunikasi sains peserta didik dalam konsep materi pencemaran lingkungan, dengan urgensinya karena besarnya tuntutan di abad 21 untuk memiliki keterampilan yang mumpuni yaitu kemampuan berkomunikasi (Communication), berkolaborasi (Collaboration), berpikir kritis (Critical Thingking) dan kreatif (Creativity) yang perlu dibekalkan kepada peserta didik untuk menghadapi era global. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs Nurul Huda (YASPIN) Tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian di VII B. sejumlah 21 orang dengan metode penelitian pra-eksperimental. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal uraian sebanyak 7 soal dan lembar skala sikap. Data penelitian diuji secara parametric menggunakan uji normalitas dan homogenitas dan terakhir hipotesis penelitian menggunakan normalitas dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Argument Driven Inquiry terhadap kemampuan komunikasi sains nilai rata-rata tertinggi yaitu kadar pengetahuan (content knowledge) dan nilai terkecil yaitu kategori kognitif (cognitive categories).
Analisis Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan
Fachri Muhammad Fajri;
Setiono Setiono;
Billyardi Ramdhan
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1173
Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem percernaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang dipilih tidak secara acak melainkan dengan tujuan tertentu yaitu dengan Teknik Purposive sampling yang berjumlah 18 orang siswa. Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal berupa soal tes berbentuk uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif berjumlah 11 soal yang sudah dinyatakan valid oleh dosen ahli. Soal tersebut mewakilkan indikator pembelajaran pada materi sistem pencernaan, serta mewakilkan berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, kepekaan masalah, orisinalitas, dan elaborasi berpikir kreatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI tahun ajaran 2022/2023. Data hasil penelitian menunjukan hasil analisis profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem pencernaan termasuk kedalam kategori baik. Jika dilihat dari gender, perempuan memiliki kemampuan berpikir kreatif lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Indikator yang paling dominan adalah indikator fluency. Pada soal fluency, peserta didik mampu memberikan beragam jawaban dan disertai alasan yang jelas. Sedangkan indikator yang paling rendah adalah originality. Peserta didik belum mampu memberikan jawaban yang berbeda atau belum pernah ada karena kebanyakan peserta didik hanya memberikan jawaban berdasarkan buku siswa atau buku pelajaran lainnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa SMA N 3 Kota Bima
Junia Sunarti;
Muh. Nasir;
Nikman Azmin
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1206
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan rancangan postest only control design. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Kota Bima Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang berjumlah 63 siswa yang ditentukan dengan teknik sampling Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan lembar observasi untuk mengukur keterampilan kolaborasi yang mengacu pada indikator keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 26 windows dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Adanya pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa ( t spss 7.183 dengan taraf sig 0,000 (two-tailde)<0,05). (2) Adanya pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS terhadap keterampilan kolaborasi siswa (t spss 4.587 dengan taraf sig 0,000 (two-tailed) < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat mempengaruhi keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.
Miskonsepsi Siswa Dengan Two-Tier Test Berbantuan CRI Melalui Model Conceptual Change Pada Materi Sistem Pernapasan
Annisa Anur Majid;
Jujun Ratnasari;
Billyardi Ramdhan
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1232
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi peserta didik tentang materi sistem pernapasan pada SMA serta untuk mengidentifikasi ada tidaknya miskonsepsi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cisaat. Populasi dalam penelitian ini peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Cisaat dan untuk sampelnya XI MIPA 6, dengan menggunakan two-teir test berbantuan CRI (Certainty of Respon Index. Purposive sampling adalah teknik penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini. 31 siswa kelas XI MIPA 6 menjadi subjek penelitian. Sesuai dengan penelitian, pemahaman konseptual siswa terhadap sistem pernapasan dinilai sebagai berikut: Pemahaman Konsep (PK) 49%, Pemahaman Konsep Kurang Percaya Diri (PKKY) 12%, Miskonsepsi (M) 35%, dan Tidak Mengetahui Konsep (TTK) 27%. Persentase kesalahpahaman tertinggi diperoleh pada level 1 sebesar 42% pada indikator mendiagnosa gejala penyakit pernapasan dan pada level 2 sebesar 34% pada indikator menganalisis pengaruh polusi udara pernapasan sistem organ pernapasan dan dengan indikator terendah struktur dan fungsi jaringan yang jelas pada sistem pernapsan manusia 12%. Berdasarkan data tersebut, miskonsepsi yang dimiliki siswa pada materi sistem pernapasan pada kategori sedang.
Implementasi Pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) Berbasis Ethnoscience Terhadap Kewirausahaan Peserta Didik
Siti Aminah;
Billyardi Ramdhan;
Suhendar Suhendar
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 2 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/oz.v2i2.1271
Dalam kurikulum 2013 terdapat muatan mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan yang akan memberikan pemahaman dasar tentang kemampuan berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kemampuan kewirausahaan peserta didik melalui implementasi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis ethnoscience dan mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis ethnoscience terhadap kewirausahaan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan hasil pengolahan data dituangkan dalam bentuk data tabel. Desain penelitian desain penelitian menggunakan Non Equivalent Control Group Design, dengan sampel kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Warungkondang. Intrumen penelitian yang digunakan antara lain angket dan lembar observasi dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Analisis data menggunakan microsoft excel dan SPSS v.29 dalam bentuk tabel angka. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik lebih mudah memahami materi Plantae dengan nilai rata-rata paling tinggi 81,25%, sedangkan kemampuan kewirausahaan peserta didik mencapai nilai rata-rata paling tinggi 95,59% dengan katerori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan kewirausahaan dan respon peserta didik melalui implementasi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis ethnoscience terlaksana dan memperoleh hasil yang sangat baik.