cover
Contact Name
Indrawan
Contact Email
abankbima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
oryzabiologi2021@gmail.com
Editorial Address
Jln. Piere Tendean Kelurahan Sadia Kota Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : 20893205     EISSN : 25991337     DOI : https://doi.org/10.33627/oz.v10i1
Merupakan Jurnal Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima, memuat artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori di bidang pendidikan dan Biologi
Articles 138 Documents
Pengembangan Modul CTS Berbantuan Augmented Reality pada Materi Sistem Peredaran Darah Lamante, Sukmawati; Latjompoh, Masra; Mardin, Herinda; Husain, Ilyas; Zakaria, Zuliyanto
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3280

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan modul ajar sistem peredaran darah manusia berbasis Constructivist Teaching Sequence (CTS) berbantuan Augmented Reality (AR) pada kelas XI SMA Negeri 2 Gorontalo. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dilaksanakan sampai tahap pengembangan dan uji coba terbatas. Hasil validasi menunjukkan modul ajar sangat valid dengan persentase 88,3% dari ahli materi dan 93,6% dari ahli media. Kepraktisan modul juga sangat baik, ditunjukkan oleh keterlaksanaan pembelajaran sebesar 94%, aktivitas peserta didik 74,73%, respon guru 88,5%, dan respon peserta didik 88%. Hasil belajar meningkat dari rata-rata pretest 35 menjadi 73 pada posttest, dengan nilai N-Gain 0,60 (kategori sedang). Dengan demikian, modul ajar berbasis CTS berbantuan AR dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran di SMA.
Pengembangan E-Modul Biologi Berbasis UDL Untuk Meningkatkan Pembelajaran Inklusif di SMA Berliana, Tovana Naswa; Rahmatika, Helsa; Helendra, Helendra; Fitri, Rahmadhani
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3367

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan e-modul biologi berbasis Universal Design for Learning (UDL) sebagai upaya mendukung pembelajaran inklusif di tingkat sekolah menengah atas. Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa dengan kemampuan dan latar belakang yang beragam. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis publikasi ilmiah lima tahun terakhir terkait penerapan prinsip UDL dalam pengembangan bahan ajar digital, khususnya di bidang sains. Proses kajian meliputi identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis artikel dari berbagai sumber tepercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-modul yang menerapkan prinsip UDL—seperti multimedia, latihan interaktif, dan tampilan fleksibel—dapat meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar siswa, terutama mereka yang memiliki hambatan belajar.Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan guru dan infrastruktur teknologi, e-modul berbasis UDL dipandang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan responsif terhadap keragaman siswa. Oleh karena itu, pengembangan e-modul ini menjadi strategi potensial dalam mendukung praktik pembelajaran inklusif di sekolah menengah.
Analisis Keberhasilan Implementasi Pembelajaran Biologi Inklusif: Kajian Sistematik Melalui Pendekatan SLR Safitri, Tatia; Rahmatika, Helsa; Helendra, Helendra; Fitri, Rahmadhani
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3371

Abstract

Pembelajaran inklusif dalam pendidikan sains, khususnya biologi, merupakan upaya penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan ramah terhadap keberagaman. Biologi, sebagai mata pelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan keterampilan praktis, sering kali menjadi tantangan dalam pembelajaran inklusif, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan tantangan dalam penerapan pembelajaran biologi inklusif di sekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR dilakukan dengan meninjau artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dari basis data seperti Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Melalui kriteria seleksi yang ketat, diperoleh 20 artikel yang relevan untuk dianalisis secara tematik. Analisis difokuskan pada strategi pembelajaran, pendekatan pedagogis, penyesuaian kurikulum, serta peran guru dan lingkungan sekolah. Hasil temuan menunjukkan bahwa pelatihan guru, penggunaan media dan metode yang bervariasi, dukungan kebijakan sekolah, dan partisipasi aktif siswa merupakan faktor kunci keberhasilan. Strategi seperti pembelajaran berdiferensiasi, teknologi bantu, dan kolaborasi antar-guru terbukti efektif. Namun, keterbatasan sumber daya dan kurangnya pemahaman guru masih menjadi hambatan utama. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan pembuat kebijakan untuk memperkuat praktik pembelajaran biologi yang inklusif guna memastikan pendidikan yang adil dan berkelanjutan bagi semua siswa.
Inovasi Produk Cheesy Tempeh Ball Berbasis Fermentasi Rhizopus spp. Sebagai Potensi Wirausaha Pangan Berkelanjutan Legesang, Eddowardho Otniel; Purwanti, Ester Ayu Sri; Malau, Robeka Risky; Yolanda, Shelomita Feby; Irawati, Wahyu
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3446

Abstract

Tempe merupakan makanan fermentasi yang memanfaatkan kapang Rhizopus sp. Tempe sebagai salah satu pangan lokal Indonesia kurang diminati karena pengolahannya yang kurang bervariasi. Inovasi produk pangan berbasis tempe menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan tempe kedelai dengan memanfaatkan mikroorganisme Rhizopus sp. sebagai agen fermentasi, kemudian diolah menjadi produk inovatif bernama Cheesy Tempeh Ball. Produk ini menggabungkan cita rasa tradisional tempe dengan sensasi keju modern, sehingga menghasilkan camilan sehat, bergizi, dan menarik bagi konsumen muda. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi tempe menggunakan kapang Rhizopus sp. menghasilkan tempe dengan struktur padat dengan aroma tempe yang khas. Aktivitas metabolik jamur selama fermentasi juga meningkatkan nilai gizi kedelai melalui peningkatan ketersediaan nutrisi, produksi enzim fitase yang meningkatkan penyerapan mineral, dan bahkan potensi pembentukan vitamin B12 serta senyawa antioksidan. Kombinasi tempe dan bahan lainnya menghasilkan produk Cheesy Tempeh Ball yang memiliki potensi tinggi sebagai alternatif makanan sehat yang inovatif dan menarik. Meskipun terdapat kerugian dalam produksi skala kecil namun dengan peningkatan volume produksi dan efisiensi biaya, usaha ini memiliki potensi keuntungan yang positif dengan berbagai strategi pemasaran.
Efektivitas Fermentasi Rhizopus oligosporus Terhadap Peningkatan Protein Bonggol dan Bekatul Jagung Serta Aplikasinya Pada Produk Pangan Fungsional Ekahidyatullah, M.; Ariyansyah, Ariyansyah; Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Awalnurrahman, Radhinan; Juryatina, Juryatina
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3944

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk Kabupaten Bima (36,7% pada 2023). Keterbatasan akses protein hewani mendorong pemanfaatan sumber lokal seperti bonggol dan bekatul jagung yang kaya serat dan dapat ditingkatkan nilai gizinya melalui fermentasi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh fermentasi Rhizopus oligosporus terhadap kadar protein residu jagung serta aplikasinya dalam produk pangan fungsional. Desain penelitian menggunakan pre–post test dengan fermentasi padat selama tiga hari pada suhu 30 ± 2 °C. Kadar protein dianalisis dengan metode Kjeldahl, sedangkan mutu sensoris dan stabilitas produk diuji oleh panelis masyarakat. Kadar protein meningkat signifikan dari 6,8 ± 0,3% menjadi 9,1 ± 0,4% bobot kering. Kukis berbahan hasil fermentasi mengandung 8,0 ± 0,3% protein, tetap lebih tinggi dibanding bahan awal pra-fermentasi. Uji sensoris menunjukkan penerimaan moderat (skor keseluruhan 5,9/9), dengan rasa memperoleh nilai tertinggi. Selama penyimpanan tujuh hari, stabilitas produk menurun ditandai perubahan warna, tekstur lebih keras, kenaikan kadar air, dan jumlah mikroba, namun tetap dalam batas aman. Penelitian ini menegaskan bahwa fermentasi residu jagung dengan R. oligosporus mampu meningkatkan kualitas gizi dan berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional terjangkau untuk mendukung program penurunan stunting secara lokal dan berkelanjutan.
Bioaktivitas Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra) Pulau Sumbawa Sebagai Kandidat Bahan Farmasi Alami Nehru, Nehru; Nasir, Muh.; Ekahidayatullah, M.
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3945

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi antibakteri fraksi ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra) asal perairan Sumbawa terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Senyawa bioaktif diisolasi melalui ekstraksi bertingkat menggunakan heksana, etil asetat, etanol, butanol, aseton, dan air. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram, dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditetapkan untuk fraksi yang paling aktif. Hasil menunjukkan variasi aktivitas yang bergantung pada jenis pelarut. Terhadap E. coli, fraksi butanol memberikan hambatan paling kuat dan konsisten (21,75–24,5 mm), mendekati kontrol positif, diikuti fraksi etil asetat dan etanol yang menunjukkan aktivitas sedang namun bervariasi (10,5–24,75 mm). Fraksi non-polar seperti heksana hanya menghasilkan hambatan lemah (4,5–5,5 mm), sementara fraksi air dan aseton memberikan efek minimal. Sebaliknya, S. aureus jauh lebih sensitif. Fraksi etanol menghasilkan zona hambat 34,75 mm, setara dengan kontrol positif, sedangkan fraksi butanol (26,95 mm) dan etil asetat (27–29 mm) juga menunjukkan aktivitas kuat. Fraksi heksana, air, dan aseton tetap berada pada kategori lemah. Secara keseluruhan, potensi antibakteri meningkat seiring meningkatnya polaritas pelarut, menegaskan bahwa senyawa aktif utama teripang pasir—seperti saponin, sterol, dan lipid polar—terkonsentrasi pada fraksi polar dan semi-polar. Temuan ini memperkuat bahwa Holothuria scabra memiliki potensi kuat sebagai sumber alami agen antimikroba, terutama terhadap bakteri Gram positif.
Efektivitas Studi Lapangan Di Kawasan Kajang Ammatoa Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Etnobotani Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba Majid, Anna; Nur, Rizki Amalia
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.4074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan studi lapangan di kawasan Kajang Ammatoa dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah etnobotani, mencakup aspek kognitif, serta penelitian ini mendukung Asta Cita ke-5 menuju Indonesia Emas tahun 2045 karena berkontribusi pada penguatan karakter bangsa melalui pendidikan berbasis kearifan lokal dan pelestarian budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy Eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pre-test and Post-test. Design Instrumen berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, dan inferensial Uji-t. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh (saturated sampling), karena jumlah populasi relatif kecil dan seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Etnobotani pada semester genap tahun akademik 2024/2025 dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai t = 9.19 dengan Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan (treatment) yang diberikan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil posttest, dalam hal ini studi lapangan di kawasan Kajang Ammatoa efektif dalam meningkatkan hasil belajar Etnobotani Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Uji efektivitas menggunakan Cohen’s d. Berdasarkan kriteria Cohen nilai d = 2.23 termasuk kategori sangat besar, yang berarti bahwa perlakuan memberikan efek yang sangat kuat terhadap peningkatan hasil posttest. Dengan demikian, intervensi yang diberikan terbukti efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Efektivitas Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Umur 0–14 HST Susanto, Ignatius Kevin; Waruwu, Dewi Tirta Sari; Rusmawan, Rusmawan
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.4088

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan vegetatif awal tanaman bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) umur 0–14 hari setelah tanam (HST). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat konsentrasi POC (0, 50, 100, dan 200 ml/L), masing-masing tiga ulangan. POC dibuat melalui fermentasi bonggol pisang selama 30 hari menggunakan EM4 dan molase sebagai aktivator. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, warna daun (skala 1–4), dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dilanjutkan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (p = 0,001) dan panjang akar (p = 0,000). Konsentrasi 200 ml/L memberikan efek terbaik dengan tinggi tanaman rata-rata 20,66 cm (kenaikan 244 %), panjang akar 8,7 cm (meningkat 43,6 % dibanding kontrol), serta warna daun hijau muda cerah (skor 4) yang mengindikasikan peningkatan aktivitas fotosintesis. Dengan demikian, POC bonggol pisang pada dosis 200 ml/L terbukti efektif sebagai pupuk tambahan fase vegetatif awal bawang merah serta layak direkomendasikan kepada petani.