cover
Contact Name
burhanuddin
Contact Email
burhanuddin@stainmajene.ac.id
Phone
+6285338415371
Journal Mail Official
almutsla@stainmajene.ac.id
Editorial Address
Jalan. Blk. Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten. Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 27155420     DOI : https://doi.org/10.46870/jstain.v3i1
Jurnal Al Mutsla The journal contains many variants of the field Research and many variants of Islamic studies, among others Islamic education, the Shariah, Islamic thought, Study Al Quran and Hadits, Islamic economi, Islamic studies, Sosial Islamic and other general sciences.
Articles 211 Documents
Otoritas Akad dalam Al-Qur'an “Kajian Normatif Kekuatan Mengikat Janji ('Uqud) dalam Ayat-ayat Muamalah sebagai Dasar Hukum Kontrak Syariah Modern Baso abiyyu; Sigit; Supriadi; Amir Hamzah
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2008

Abstract

Konsep akad (‘uqud) merupakan fondasi utama dalam sistem muamalah islam, karena seluruh aktivitas ekonomi dan transaksi sosial dibangun atas asas kesepakatan yang mengikat antara para pihak. Dalam Islam, ‘aqd (akad atau perikatan) bukan sekadar hubungan hukum, melainkan ekspresi moral dan spiritual seorang Muslim dalam menunaikan amanah sosial dan tanggung jawab kepada Allah. Al-Qur’an menegaskan pentingnya pemenuhan janji dan akad melalui perintah yang eksplisit, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Ma’idah (5) : 1, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji (‘uqud) itu”, yang oleh para ulama dipahami sebagai prinsip dasar ekonomi umat. Ayat ini tidak hanya menegaskan keabsahan akad secara normatif, tetapi juga menjadi dasar epistemologis bagi konstruksi hukum kontrak Syariah modernPenelitian ini menggunakanv pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang berfokus pada norma, prinsip, dan teks keagamaan serta hukum yang berfungsi sebagai landasan pembentukan hukum kontrak syariah. Penelitian hukum normatif dipilih karena tujuan studi ini adalah menelaah otoritas akad (‘uqud) dalam Al-Qur’an sebagai sumber hukum primer, serta menafsirkan kedudukan janji sebagai perikatan dalam perspektif muamalah.Akad (uqud) dalam Al-Qur’an tidak hanya diposisikan sebagai instrument hukum biasa, tetapi diangkat menjadi institusi yang sarat dengan nilai sacral, moral, dan legalitas tinggi. Kewajiban fundamental untuk menghormati dan menunaikan segala komitmen yang telah disepakati ditegaskan secara sentral melalui perintah spesifik dalam Surah Al-Ma’idah ayat 1. Ayat kunci ini menjadi landasan utama yang mengikat.Tujuan akad adalah mewujudkan kemaslahatan dan menghindarkan kemafsadatan. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa hukum muamalah berorientasi pada perlindungan harta (hifz al-mal), sehingga akad yang merugikan atau menimbulkan ketidakpastian dianggap tidak sah. Kajian normatif terhadap ayat-ayat muamalah menunjukkan bahwa konsep ‘uqud memiliki otoritas fundamental dalam hukum Islam. QS. Al-Māidah:1 menegaskan kewajiban memenuhi akad sebagai komitmen moral dan hukum, sementara QS. Al-Baqarah:282–283 memberikan pedoman teknis mengenai pencatatan, saksi, dan kejelasan objek akad demi tercapainya transparansi dan perlindungan hak.
Manajemen Pelayanan Bimbingan Pra Nikah Dalam Menangani Problematika Calon Pengantin Di Kua Panai Hilir Labuhan Batu Irma yani, Muaz Tanjung
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bimbingan pranikah dikelola di Kantor Urusan Agama (KUA) Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, dan untuk memahami perannya dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi calon pengantin sebelum pernikahan mereka. Tujuan spesifik penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan pranikah, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi yang diusulkan oleh KUA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan kepala KUA, instruktur agama Islam, dan beberapa calon pengantin yang telah mengikuti bimbingan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan bimbingan pranikah di KUA Panai Hilir telah terlaksana dengan baik, sebagaimana dibuktikan oleh perencanaan program yang sistematis, kegiatan pelaksanaan yang melibatkan instruktur berpengalaman, dan evaluasi rutin terhadap isi dan metode penyampaian. Namun, beberapa tantangan masih tetap ada, seperti keterbatasan waktu, pemahaman materi agama yang kurang baik oleh peserta, dan minimnya partisipasi aktif dari calon pengantin. KUA mengatasi tantangan ini melalui pendekatan individual, sesi diskusi tambahan, dan penggunaan metode yang lebih interaktif. Sebagai hasil akhir, manajemen bimbingan pranikah di KUA Panai Hilir memainkan peran penting dalam mempersiapkan aspek mental, emosional, dan spiritual calon pengantin untuk mengurangi risiko konflik dalam kehidupan pernikahan mereka di masa depan.
Strategi Maher Travel Dalam Meningkatkan Pengetahuan Jamaah Tentang Ibadah Haji Dan Umrah Medan Winda Agustin, Faridah
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2143

Abstract

Peningkatan jumlah jemaah haji dan umrah setiap tahunnya menciptakan tantangan baru: kesenjangan antara motivasi beribadah dan pemahaman mereka terhadap tata cara ibadah menurut hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Maher Travel dalam meningkatkan pemahaman jemaah haji dan umrah melalui pembelajaran sosial dan pengalaman langsung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Penelitian ini menunjukkan bahwa Maher Travel menerapkan strategi pembinaan yang menggabungkan pendidikan spiritual, simulasi praktis ritual haji, dan inovasi digital. Pendekatan ini mencakup tiga fase bimbingan sebelum keberangkatan, selama haji, dan setelah keberangkatan, yang menekankan keseimbangan antara teori, praktik, dan refleksi spiritual. Penggunaan media digital seperti grup WhatsApp dan tutorial video memperkuat pembelajaran berkelanjutan, sementara pendampingan pribadi oleh seorang mutawwif (pemimpin) meningkatkan keterlibatan emosional jemaah haji. Strategi Maher Travel telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ibadah jemaah haji melalui integrasi pembelajaran sosial, andragogi, dan teknologi digital. Model ini dapat menjadi referensi bagi lembaga penyelenggara haji lainnya dalam mengembangkan sistem bimbingan yang transformatif dan berfokus pada spiritual di era digital.
Implentasi Deep Learning Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII Mts DDI Majene: Implementasi Deep Learning Padilah; M. Dalip; Usri; Aan Setiawan; Suddin Bani
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2147

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik di madrasah. Namun, rendahnya motivasi dan hasil belajar masih menjadi masalah akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi dan hasil belajar antara kelas yang menggunakan pendekatan Deep Learning dan kelas dengan pembelajaran konvensional di MTs DDI Majene. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan kelas kontrol dan eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi yang dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, pemahaman konsep, serta hasil belajar peserta didik secara lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendekatan ini efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak.
Implikasi QS. Ali Imron Implikasi QS. Ali Imron Ayat 104 Tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar Terhadap Pendidikan Karakter : Implikasi Surat Ali Imron Ayat 104 Terhadap Pendidikan Karakter PAWESTRI SETYANI
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna QS. Ali Imran ayat 104 serta implikasinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif melalui studi kepustakaan, dengan menelaah Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar serta relevansinya dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep amar ma’ruf dan nahi munkar mengandung nilai-nilai penting seperti tanggung jawab moral, kesadaran sosial, dan kewajiban kolektif yang sangat relevan dalam pengembangan pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui integrasi pembelajaran nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif yang mendorong perilaku positif seperti kejujuran, kerja sama, kedisiplinan, dan saling menghormati. Di sisi lain, nahi munkar berfungsi sebagai mekanisme preventif terhadap perilaku negatif melalui bimbingan etis dan kontrol sosial di lingkungan pendidikan. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai tersebut tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam membentuk kesadaran moral dan sensitivitas sosial peserta didik. Namun demikian, terdapat tantangan berupa perbedaan pemahaman tentang konsep kebaikan dan keburukan dalam masyarakat yang plural. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inklusif, kontekstual, dan dialogis. Dengan demikian, QS. Ali Imran ayat 104 memberikan landasan normatif yang kuat dalam pengembangan pendidikan karakter yang berorientasi pada integritas moral, tanggung jawab sosial, dan pemahaman lintas budaya.
STRATEGI BKPRMI KOTA MEDAN DALAM MENGEDUKASI PEMUDA MASJID TENTANG BAHAYA PERGAULAN BEBAS Ahmad Deedad, Muhammad Fachran Haikal
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BKPRMI Kota Medan dalam mengedukasi pemuda masjid mengenai bahaya pergaulan bebas serta menilai efektivitas program pembinaan moral yang dilaksanakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif guna memperoleh pemahaman mendalam terkait proses edukasi dan pembinaan yang dilakukan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Ketua BKPRMI Kota Medan H. Hamzah Harid Siregar, S.Fil.l, M.Sos, pengurus, pembina remaja masjid, dan pemuda masjid, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi pola strategi dan dampaknya terhadap perilaku pemuda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKPRMI Kota Medan menerapkan strategi edukasi yang terstruktur dan partisipatif melalui kajian keislaman, mentoring, diskusi interaktif, pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial, serta pemanfaatan media digital. Strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan kesadaran moral, kedisiplinan ibadah, dan partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan masjid, sekaligus menekan kecenderungan perilaku pergaulan bebas.Kesimpulannya, program pembinaan moral BKPRMI Kota Medan dinilai efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, kontekstual dengan kebutuhan pemuda, serta didukung oleh kolaborasi antara masjid, keluarga, dan pemerintah sebagai upaya preventif terhadap pergaulan bebas di lingkungan perkotaan.
Relevansi Teori Butun al-Sab’ah dalam Studi Tafsir (Analisis Kitab ‘Ain al-Hayah Karya ‘Ala’ al-Daulah al-Simnani) sulkifli sulkifli kifly
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep teori butun al-sab‘ah yang dikemukakan oleh ‘Ala’ al-Daulah al-Simnani dalam kitab ‘Ain al-Hayah wa Huwa Tatimmah al-Ta’wilat al-Najmiyyah serta mengkaji relevansinya dalam pengembangan studi tafsir kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir isyari. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep, struktur, serta penerapan teori butun al-sab‘ah dalam penafsiran ayat al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori 1. butun al-sab‘ah merupakan kerangka epistemologis dalam tafsir sufistik yang memandang setiap ayat al-Qur’an memiliki tujuh dimensi makna batin yang berkaitan dengan tujuh tingkatan spiritual manusia (lata’if), yaitu al-qalabiyyah, al-nafsiyyah, al-qalbiyyah, al-sirriyyah, al-ruhiyyah, al-khafiyyah, dan al-haqqiyyah. Setiap tingkatan memiliki relasi simbolik dengan para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw., yang merepresentasikan tahapan perkembangan spiritual manusia.2. butun al-sab‘ah relevan dalam pengembangan studi tafsir kontemporer karena mampu memperkaya metodologi penafsiran al-Qur’an dengan mengintegrasikan dimensi rasional dan spiritual sekaligus.
Dimensi Keadilan Ekologis dalam Hukum Islam:Studi tentang Tanggungjawab Manusia sebagai Khalifah Hasnia Hasnia; Kurniati; Misbahuddin
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2213

Abstract

The increasingly complex ecological crisis indicates the limitations of legal and policy approaches that have not fully succeeded in fostering human responsibility toward the environment. Islamic law, through the concept of khalifah fil ardh, provides a normative foundation that positions humans as trustees responsible for maintaining ecological balance and sustainability. This study aims to construct a model of khalifah based on ecological responsibility, analyze the opportunities and challenges of its implementation, and identify its impacts within legal and social contexts. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and philosophical approaches, analyzed qualitatively through literature study. The findings reveal that the ecological-based khalifah model is built upon the principles of mizan (balance), amanah (trust), and the prohibition of fasad (destruction), which are formulated into three dimensions: awareness, regulation, and implementation. Opportunities for implementation arise from the integration of religious values with national legal frameworks and the growing environmental awareness, while challenges include the dominance of anthropocentric paradigms, weak law enforcement, and conflicts between economic interests and environmental preservation. The implementation of this model contributes to strengthening legal norms, shaping environmentally responsible social behavior, and promoting ecological sustainability. This study underscores that integrating Islamic legal values into environmental governance offers a relevant framework for developing sustainable ecological justice.
Pembagian Warisan Al -ThufI Djuraeri Tahir
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2216

Abstract

Abstrak Dalam perkembangan hukum Islam, metodologi berperan penting sebagai fondasi dalam proses penemuan dan pembentukan hukum (istinbāṭ al-aḥkām). Metodologi menentukan arah, dasar, dan sumber yang dijadikan rujukan dalam menafsirkan teks-teks syariat, serta dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu persoalan penting tentang warisan dan relevansinya, dalam membangun kemaslahatan hukum Islam dari dinamika sosial dan kebutuhan umat. Dinamika sosial-politik yang terus berubah menuntut adanya inovasi metodologis agar hukum Islam tetap kontekstual dan solutif terhadap persoalan umat masa kini. Salah satu tokoh dalam pemikiran maslahat adalah Najm Al Din Abu Rabi Sulaiman ibn Abd Qawi ibn Abd Karim ibn Sa„id Ibnu As-Shufi, dikenal dengan nama Al-Tufi. Beliau dilahirkan pada 257 H.4 Al Thufi wafat pada 716 H, Al-Thufi termasuk salah satu imam yang disegani di kalangan ulama yang bermadzhab Hanbali. Beliau sangat cerdas, kuat hafalannya, merdeka dalam berfikir, tidak takut untuk membuat pembaharuan pendapat dalam setiap masalah yang dihadapinya, dan juga menguasai banyak cabang ilmu selain fiqh dan ushul fiqh.
Internalisasi Nilai-Nilai Qur’ani Dalam Surah Lukman Ayat 17 Pada Peran Marbut Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Masjid Kelurahan Mabar Hilir Jiskan Halid Harahap, Muhammad Ali Azmi Nasution
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam Surah Luqman ayat 17 melalui peran marbut dalam pembinaan akhlak remaja masjid di Kelurahan Mabar Hilir. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya kualitas akhlak remaja akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang didukung oleh studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap beberapa marbut masjid di kelurahan mabar hilir Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani dalam Surah Luqman ayat 17 meliputi perintah shalat, amar ma’ruf nahi munkar, dan sikap sabar memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak remaja. Proses internalisasi nilai-nilai tersebut dilakukan melalui keteladanan, pendekatan personal, dan pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin. Peran marbut tidak hanya sebagai penjaga masjid, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi remaja dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai Qur’ani yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membentuk karakter remaja yang religius, disiplin, dan berakhlak mulia.