cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6221-231170
Journal Mail Official
jurnal.jpr@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No 98, Senen
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Public Relations (J-PR)
ISSN : -     EISSN : 27747670     DOI : https://doi.org/10.31294/jpr
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Public Relations (J-PR) pertama kali publikasi tahun 2020 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2774-7670 yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Jurnal Public Relations (J-PR) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Public Relations (J-PR) : Jurnal Public Relations (J-PR) diterbitkan dua kali setahun pada bulan April dan Oktober dalam bentuk elektronik. Redaksi menerima naskah berupa artikel ilmiah dan penelitian pada bidang: Public Relations, Corporate Communication dan Digital Media.
Articles 184 Documents
Membongkar Resistensi Digital: Analisis Gerakan #KaburAjaDulu Sebagai Kritik Pada Platform X Irwanto; Tommi Parnando; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9568

Abstract

Gerakan #KaburAjaDulu di media sosial, khususnya platform X, telah menjadi fenomena yang mencerminkan ketidakpuasan warganet Indonesia terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah pada awal 2025, terutama di era kepemimpinan Prabowo Subianto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resistensi warganet terhadap pemerintah melalui gerakan tersebut, dengan fokus pada dinamika komunikasi politik digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui observasi dan telaah terhadap konten yang menggunakan tagar #KaburAjaDulu, dokumen terkait serta studi Pustaka. Dengan analisis tematik terungkap bahwa  resistensi warganet terhadap pemerintah memiliki beragam bentuk, yaitu resisten-solutif, resisten-satir, resisten-frontal namun negosiatif. Resistensi solutif terlihat pada cuitan Anies Baswedan yang mengajak diaspora berkontribusi sambil tetap mencintai Indonesia, sementara resistensi satir muncul melalui unggahan @ARSIPAJA  yang menyindir Prabowo sebagai “#KaburAjaDulu batch pertama.” Resistensi frontal dan negosiatif ditemukan pada cuitan @wagimandeep212  yang menantang pernyataan Bahlil Lahadalia tentang nasionalisme pekerja migran dengan menyandingkan narasi tandingan. Penelitian ini mengungkap bahwa media sosial menjadi ruang penting untuk ekspresi resistensi, sekaligus memperkuat wacana kritis terhadap kebijakan pemerintah, meskipun berisiko memicu polarisasi di kalangan audiens digital.
Representasi Resistensi Netizen Melalui Karya Visual Meme Pajak di Instagram (Analisis Semiotika Roland Barthes) Wahjono, Dani Siswardhani; Hilvania, Iche; Burhanuddin, Radyta Achmad
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik sosial terhadap kebijakan pajak dalam meme digital di Instagram dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes dan Representasi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika, di mana data berupa dua meme yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi isu kenaikan pajak dan viralitasnya di media sosial. Analisis dilakukan dengan menelaah level denotasi, konotasi, dan mitos pada Barthes, serta tiga dimensi representasi Hall (reflektif, intensional, konstruksionis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level denotasi, tanda visual hanya menampilkan ilustrasi sederhana mengenai beban pajak. Namun, pada level konotasi, tanda tersebut memuat sindiran dan kritik atas ketidakadilan sistem perpajakan. Pada tahap mitos, pajak direpresentasikan sebagai simbol eksploitasi rakyat oleh negara. Analisis representasi Hall memperlihatkan bahwa meme merefleksikan keresahan publik, mengandung maksud satiris kreator, serta membangun konstruksi sosial baru atas wacana pajak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meme digital berfungsi sebagai teks budaya yang tidak hanya menghadirkan humor, tetapi juga sebagai medium kritik dan perlawanan simbolik terhadap wacana dominan negara.
Strategi Public Relations dalam Meningkatkan Poin Scoring Communication BUMN pada PLN IP UBP Kamojang Ikhsan Sirojul Wahhaj; Elnovani Lusiana; Fitri Perdana
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9936

Abstract

PLN Indonesia Power UBP Kamojang sebagai perusahaan di bawah BUMN, perlu menjalankan scoring communication sebagai bentuk tugas, tanggung jawab, dan media komunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat strategi yang dilakukan public relations PLN Indonesia Power UBP Kamojang guna meningkatkan poin scoring communication BUMN. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi. Wawancara dilakukan pada dua informan yang memiliki tugas dan peran yang berkesinambungan dengan fokus penelitian. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa public relations PLN Indonesia Power UBP Kamojang telah merancang strategi yang cukup maksimal. Strategi tersebut berupa: 1) Mengejar skor yang tinggi dari scoring communication BUMN yang telah ditetapkan; 2) Kerja sama dan membangun hubungan yang baik dengan berbagai media online; dan 3) Membuat konten sebanyak-banyaknya melalui platform Instagram.
Model Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resilensi Anak Korban Perundungan: Studi Kasus pada Siswa Wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan Sagiyanto, Asriyani; Ita Suryani
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.10304

Abstract

Komunikasi keluarga adalah proses pertukaran pesan, informasi, nilai, dan emosi yang terjadi antaranggota keluarga. Komunikasi ini memainkan peran penting dalam membentuk karakter, perilaku, serta kesehatan mental dan emosional anggota keluarga, khususnya anak-anak. Dalam konteks resiliensi anak korban perundungan, komunikasi keluarga menjadi sarana utama pembentukan dukungan emosional, pemberdayaan diri, dan pembelajaran sosial yang berfungsi sebagai fondasi ketahanan anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana menemukan pendekatan komunikasi keluarga yang paling efektif dan panduan komunikasi yang dapat membantu dalam membangun resiliensi anak korban perundungan. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan pendekatan studi kasus di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan perspektif Teori Resiliensi yang dikembangkan oleh Patrice M. Buzzanell dan Teori Sistem Keluarga (Family System Theory) yang dikembangkan oleh Bateson dkk, analisis menggunakan kedua teori tersebut dikatakan bahwa resiliensi sebagai kapasitas atau kemampuan untuk beradaptasi secara positif dalam mengatasi permasalahan hidup yang signifikan, untuk menghadapi, mengatasi, belajar dari, serta bertahan ketika mendapatkan permasalahan dan kesulitan hidup atau keterpurukan yang membuatnya menjadi tak berdaya serta mampu untuk bangkit dari keterpurukan tersebut sehingga menjadi sebuah pribadi yang lebih baik dan keluarga dipandang sebagai suatu sistem yang berisi pola-pola interaksi antar anggota keluarga yang dinamis dalam upayanya memenuhi tujuan bersama.