cover
Contact Name
M. Ikhwanul Hakim
Contact Email
paiiaihnwlotim2021@gmail.com
Phone
+6281805503485
Journal Mail Official
nahdlah@iaihnw-lotim.ac.id
Editorial Address
Jln. Utama Mataram-Lb. Lombok Anjani Kec. Suralaga Kab. Lombok Timur
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 28076958     EISSN : 28075412     DOI : 10.51806
Core Subject : Religion, Education,
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam which focuses on issues related to the field of Islamic Education. We invite lecturers, students, researchers, practitioners, and observers in the field of Islamic Education to publish their manuscripts that have never been published in other media, which focus on: Models, Strategies, Methods, and Learning Techniques for Islamic Religious Education Development of Islamic Religious Learning Media Evaluation of Islamic Religious Education Learning Implementation and Development of Islamic Education Curriculum Management of Islamic Education Institutions and Teaching
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 264 Documents
INTEGRATING IBN MISKAWAIH’S CHARACTER EDUCATION AND BEHAVIORISTIC PSYCHOLOGY: A SYNTHETIC FRAMEWORK FOR MORAL DEVELOPMENT Muhammad Iqbal; Friendis Syani Amrulloh
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.958

Abstract

Character education in the 21st century faces a significant gap between moral knowledge and ethical action, often stalling at a purely cognitive level. This study aims to formulate an integrative pedagogical model by synthesizing Ibn Miskawaih’s classical ethical philosophy specifically his concepts of malakah and al-adah with the behaviorist psychological theories of Ivan Pavlov, B.F. Skinner, and Clark Hull. Utilizing a qualitative-descriptive approach through a philosophical literature review, this research analyzes primary texts, including Tahdhib al-Akhlaq, alongside foundational behaviorist literature. The findings indicate a profound functional alignment between Miskawaih’s systematic habituation and modern conditioning mechanisms. The study reveals that behaviorism provides the empirical hardware to transform abstract virtues into measurable, automatic behavioral responses. Furthermore, the research repositions the educator as an environmental architect who designs moral ecosystems through strategic stimuli and reinforcement. However, the integration necessitates Islamic ethical filters, such as niyyah (intention), to ensure that behavioral changes remain anchored in spiritual sincerity rather than becoming merely mechanistic. This synergy offers a robust methodological framework for cultivating moral integrity that is both observable and spiritually deep in the contemporary era.
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DI ERA DIGITAL Sofiyatun Muniroh; Maftuh
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.974

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan intelektualitas umat Islam di Indonesia. Di tengah akselerasi transformasi digital, pesantren dituntut untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan tradisi keilmuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan Islam kontemporer di era digital serta mengidentifikasi strategi adaptif yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap artikel jurnal dengan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren mampu mempertahankan eksistensinya melalui integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, inovasi kurikulum, serta penguatan literasi digital santri. Namun demikian, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi digital tenaga pendidik, dan resistensi kultural masih menjadi hambatan signifikan. Oleh karena itu, diperlukan model transformasi pendidikan pesantren berbasis nilai (value-based digital transformation) agar tetap relevan dan kompetitif di era global.
DINAMIKA SOSIAL-EMOSIONAL PELAKU BULLYING SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN INTERVENSI DI SEKOLAH DASAR Ramadhoni Aulia Gusli; Novi Hendri; Zulfani Sesmiarni; Supratman Zakir; Junaidi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.980

Abstract

Bullying pada jenjang sekolah dasar merupakan permasalahan kompleks yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana dinamika sosial pelaku bullying di sekolah dasar?, bagaimana dinamika emosional pelaku bullying di sekolah dasar?, dan bagaimana dinamika tersebut dapat dijadikan dasar dalam pengembangan intervensi untuk mengatasi perilaku bullying di sekolah dasar?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sosial dan emosional pelaku bullying sebagai landasan dalam merancang intervensi yang efektif di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 6 siswa kelas V di SDN 09 V Koto Kampung Dalam yang teridentifikasi sebagai pelaku bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu kategori tinggi yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, kecenderungan perilaku agresif, serta rendahnya empati, dan kategori sedang yang lebih dipengaruhi oleh tekanan kelompok sebaya serta faktor situasional, dengan kemampuan regulasi emosi yang relatif lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku bullying tidak hanya bersumber dari faktor individual tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika kelompok sebaya yang cenderung menormalisasi perilaku tersebut.
KONSEP ADAB DIGITAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Shodiqin
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.1021

Abstract

Abstrak : Perkembangan digitalisasi yang pesat mendorong transformasi perilaku komunikasi kaum muda, termasuk siswa Muslim, ke dalam ruang siber yang penuh dengan tantangan etika. Pendidikan Agama Islam sebagai mata pelajaran pembentukan karakter memiliki tanggung jawab strategis dalam membimbing perilaku digital siswa. Namun, kerangka normatif yang digunakan selama ini cenderung mengadopsi konsep etika digital dari perspektif Barat berdasarkan konsensus sosial, daripada membangun dari tradisi keilmuan Islam itu sendiri. Studi ini bertujuan untuk merumuskan konsep Adab Digital Islam sebagai kerangka normatif baru yang berasal dari warisan keilmuan Islam klasik. Metode yang digunakan adalah riset pustaka dengan pendekatan analisis konseptual dan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber primer Islam klasik (Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Al-Zarnuji) dan literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep adab dalam tradisi Islam memiliki empat dimensi yang dapat dioperasionalkan dalam konteks digital: adab kepada Allah, adab kepada sesama, adab kepada ilmu, dan adab kepada diri sendiri. Setiap dimensi memiliki indikator perilaku digital yang konkret dan terukur. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kerangka etika digital Islami yang lebih berakar, bermakna, dan relevan untuk pembelajaran PAI di sekolah, serta landasan konseptual untuk mengembangkan kurikulum karakter Islami di era digital. Keywords: digital adab; Islamic education; Islamic digital ethics; cyber akhlak; PAI