cover
Contact Name
M. Ikhwanul Hakim
Contact Email
paiiaihnwlotim2021@gmail.com
Phone
+6281805503485
Journal Mail Official
nahdlah@iaihnw-lotim.ac.id
Editorial Address
Jln. Utama Mataram-Lb. Lombok Anjani Kec. Suralaga Kab. Lombok Timur
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 28076958     EISSN : 28075412     DOI : 10.51806
Core Subject : Religion, Education,
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam which focuses on issues related to the field of Islamic Education. We invite lecturers, students, researchers, practitioners, and observers in the field of Islamic Education to publish their manuscripts that have never been published in other media, which focus on: Models, Strategies, Methods, and Learning Techniques for Islamic Religious Education Development of Islamic Religious Learning Media Evaluation of Islamic Religious Education Learning Implementation and Development of Islamic Education Curriculum Management of Islamic Education Institutions and Teaching
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 252 Documents
PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: KAJIAN HISTORIS DARI KUTTAB, MADRASAH, HINGGA PESANTREN MODERN Dwi Herliani; Siti Saroh Hasibuan; Putri Ramadhon; Herlini Puspika sari
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.916

Abstract

Perkembangan lembaga pendidikan Islam menunjukkan dinamika yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan lembaga pendidikan Islam dari kuttab, madrasah, hingga pesantren modern serta merumuskan relevansi dan integrasi keunggulan masing-masing lembaga dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuttab berkontribusi dalam pembentukan kemampuan dasar dan karakter religius, madrasah mengembangkan sistem pendidikan formal yang terstruktur melalui kurikulum dan manajemen yang sistematis, sedangkan pesantren modern mampu mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan sosial masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif yang menempatkan ketiga lembaga tersebut sebagai satu kesatuan sistem pendidikan Islam yang saling melengkapi, bukan sebagai entitas yang berkembang secara terpisah. Integrasi nilai karakter dari kuttab, sistem kelembagaan madrasah, dan fleksibilitas inovatif pesantren modern menjadi model konseptual yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di era globalisasi dan digitalisasi
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK MODERAT PESERTA DIDIK DI SMK NUSANTARA TURI LAMONGAN Atho’illah Al Azizi Ali; Zulfatul Mufidah
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.922

Abstract

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya urgensi penguatan moderasi beragama dalam pendidikan Islam di tengah kompleksitas masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berkontribusi dalam membentuk akhlak moderat peserta didik di SMK Nusantara Turi Lamongan. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih bersifat konseptual-normatif, penelitian ini hadir sebagai kajian empiris yang mengungkap dinamika nyata proses internalisasi nilai moderasi dalam lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan dengan keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dilaksanakan secara integratif melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, dengan menekankan nilai toleransi, keseimbangan (tawazun), dan keadilan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan, serta pendekatan dialogis yang mendorong refleksi kritis peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa efektivitas pembentukan akhlak moderat bergantung secara simultan pada integrasi kurikulum, kompetensi pedagogis guru, dan kultur sekolah yang kondusif sebuah relasi triadik yang belum banyak dibahas dalam literatur PAI berbasis moderasi.
KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK MELALUI KETELADANAN GURU DI SDN 248 SINDANGSARI BANDUNG Deni Tata Kusuma; R. Muhamad Yasin Fadilah; Tatang Muh Nasir; Yayan Supian; Ai Rositawati; Luqman Al-Hakim Musthafa
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan keberagamaan peserta didik melalui keteladanan guru di SDN 248 Sindangsari Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius dan toleransi pada peserta didik di tengah keberagaman sosial di lingkungan sekolah dasar. Kebaruan penelitian terletak pada pengkajian keteladanan guru sebagai strategi pembinaan keberagamaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pembelajaran formal, tetapi juga pada pembiasaan sikap sosial dan emosional siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter keberagamaan peserta didik, terutama dalam menumbuhkan sikap toleransi, empati, disiplin, dan saling menghargai. Perilaku guru yang konsisten dalam memberikan contoh positif menjadi faktor utama dalam membangun pembiasaan religius siswa di lingkungan sekolah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan strategi efektif dalam memperkuat pembinaan keberagamaan dan pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH: MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN TANPA KEHILANGAN IMAN I’anatul Mufidah; Saeful Anam
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.931

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan strategi transformasi pendidikan Islam di sekolah sebagai upaya responsif dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks. Fokus utamanya adalah menggali bagaimana inovasi kurikulum dan metode pengajaran dapat diimplementasikan secara dinamis tanpa mengikis fondasi keimanan peserta didik. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari buku referensi dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transformasi ini mencakup tiga aspek krusial. Pertama, integrasi keilmuan untuk menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, yang didasarkan pada prinsip bahwa semua ilmu penting bagi kemaslahatan umat sesuai tuntunan Alqur’an. Kedua, penguatan moderasi beragama (Islam Wasathiyah) melalui internalisasi nilai tawazun (seimbang) dan tasamuh (toleransi) sebagai langkah preventif terhadap risiko radikalisme dalam masyarakat multikultural. Ketiga, pergeseran paradigma pembelajaran dari model tradisional menuju pendekatan berbasis teknologi dan inovasi pedagogik yang berpusat pada siswa. Dalam konteks ini, guru bertransformasi menjadi navigator atau fasilitator yang memanfaatkan platform digital guna meningkatkan keterlibatan siswa. Transformasi strategis ini bertujuan memperbarui kemasan pendidikan Islam agar lebih logis, relevan, serta mampu memperkuat karakter keislaman yang rahmatan lil 'alamin di era digital. Kata Kunci: Transformasi Pendidikan Islam, Integrasi Keilmuan, Moderasi Beragama, Inovasi Pedagogik.
TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER Sri Wahyuni; Dwi Herliani; Irhamullah; Indra Rhammadhanny; Ahmad Julizar; Musthafa Rahman
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.935

Abstract

Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu penting di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut sistem pendidikan lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi kurikulum PAI dalam perspektif Islam kontemporer serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI ditandai oleh pergeseran dari pendekatan normatif-tekstual menuju pendekatan kontekstual, integratif, dan berbasis kompetensi yang mengakomodasi nilai-nilai Islam serta keterampilan abad ke-21. Kurikulum PAI juga mengintegrasikan teknologi digital, pendekatan multidisipliner, penguatan karakter, serta moderasi beragama sebagai respons terhadap perkembangan masyarakat modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model konseptual transformasi kurikulum PAI yang mengintegrasikan dimensi religius, digital, dan sosial secara simultan. Model ini menempatkan kurikulum PAI tidak hanya sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, adaptif, dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan global tanpa kehilangan identitas keislamannya.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI PONDASI ETIKA AKADEMIK DAN PROFESIONALISME MAHASISWA MELALUI MODEL INTERNALISASI NILAI RELIGIUS DI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Erlina Zanita; Indat Nashihin; Eka Putri; Lola Fadilah; Asep Suhendar; Ade Rifani Ardian
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan agama dalam membentuk etika akademik dan profesionalisme mahasiswa di Politeknik Negeri Sriwijaya melalui model internalisasi nilai religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dan dosen pendidikan agama, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama berperan strategis dalam membentuk etika akademik melalui internalisasi nilai kejujuran (ṣidq), amanah, dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan agama juga berkontribusi dalam membentuk profesionalisme mahasiswa melalui nilai ihsan dan itqan yang tercermin dalam sikap disiplin, komitmen kerja, dan orientasi kualitas. Proses internalisasi nilai religius berlangsung melalui pembelajaran formal, keteladanan dosen, serta budaya akademik kampus. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan model internalisasi nilai religius berbasis pendidikan agama yang mengintegrasikan pembentukan etika akademik dan profesionalisme mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi vokasi di Politeknik Negeri Sriwijaya melalui pendekatan kualitatif yang menekankan proses pembentukan karakter secara holistik. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas dan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern
MODEL PEMBERDAYAAN SANTRI DAN ALUMNI UNTUK PENGUATAN LEMBAGA PONDOK PESANTREN Muhammad Zaironi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif model pemberdayaan santri dan alumni dalam penguatan kelembagaan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang melalui integrasi bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial-keagamaan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, sehingga mampu memberikan pemahaman yang mendalam, holistik, dan kontekstual terhadap praktik pemberdayaan yang berlangsung di lingkungan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan penentuan informan secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan santri dan alumni memiliki implikasi signifikan terhadap penguatan kelembagaan pesantren. Pada bidang pendidikan, dominasi alumni sebagai tenaga pendidik mencerminkan keberhasilan kaderisasi dan penguatan kapasitas intelektual. Pada bidang ekonomi, pengelolaan unit usaha melalui organisasi IKMAL mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. Sementara itu, pada bidang sosial keagamaan, kegiatan pengajian rutin dan pemberdayaan spiritual memperkuat kohesi sosial, jaringan alumni, serta eksistensi pesantren dalam kehidupan masyarakat secara luas
IMPLIKASI BUDAYA LITERASI KITAB KUNING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SANTRI : STUDI ETNOGRAFI Muhammad Zaironi; Fatkhur Rohman
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi implementasi budaya literasi kitab kuning serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik pembelajaran kitab kuning melalui metode sorogan, bandongan, dan musyawarah mampu membentuk kemampuan analitis, interpretatif, dan argumentatif santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap budaya belajar yang berkembang di lingkungan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya literasi kitab kuning berimplikasi signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis santri, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan analisis bahasa Arab, interpretasi makna teks, serta penyusunan argumen secara logis. Selain itu, kegiatan musyawarah dan halaqoh memperkuat kemampuan evaluatif dan dialogis santri. Dengan demikian, budaya literasi kitab kuning terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk pola pikir kritis dan reflektif santri secara berkelanjutan
TRANSFORMASI STRATEGI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DI MADRASAH: DARI TRANSMISI PENGETAHUAN MENUJU INTERNALISASI NILAI Widiana Putri Wulandari; Hilyatul Auliya'; Ah. Zakki Fuad Fuad
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis strategi pembelajaran Aqidah Akhlaq di madrasah serta mengidentifikasi transformasinya dari pendekatan transmisi pengetahuan menuju internalisasi nilai. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif berbagai temuan empiris untuk membangun kerangka konseptual mengenai transformasi strategi pembelajaran Aqidah Akhlaq yang masih terbatas dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data penelitian diperoleh dari 20 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dipublikasikan pada periode 2020–2025 melalui penelusuran pada basis data Google Scholar, SINTA, Scopus, dan Web of Science. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Aqidah Akhlaq mengalami transformasi dari pendekatan teacher-centered yang didominasi metode ceramah dan direct instruction menuju pendekatan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada internalisasi nilai melalui active learning, experiential learning, keteladanan guru, pembiasaan religius, serta integrasi teknologi digital. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran Aqidah Akhlaq tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek kognitif, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan pengalaman belajar yang mendorong pembentukan sikap dan perilaku religius peserta didik.
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN DIASPORA: PRAKTIK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI COMMUNITY LEARNING CENTRE Nova Tri Prasetiyo
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.948

Abstract

This study addresses the growing urgency of religious moderation in responding to the complexity of intercultural interactions in the global era, particularly within diaspora education contexts. It aims to analyze teachers’ understanding, instructional practices, challenges, and strengthening strategies of religious moderation-based Islamic education in Community Learning Centre (CLC), Sabah, Malaysia. A qualitative case study approach was employed, involving four purposively selected teachers. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) and field notes, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that religious moderation is understood not merely as a normative value but as a contextual social practice. Its implementation is adaptive, emphasizing dialogical, reflective, and experiential learning approaches, supported by the CLC environment as a social learning space. However, several challenges persist, including limited contextualized teaching materials, student heterogeneity, and insufficient systemic support. Accordingly, strengthening strategies should focus on developing adaptive and experience-based pedagogy. This study concludes that religious moderation functions as an essential social competence in fostering tolerance, adaptive capacity, and identity development among diaspora students.