cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
QR-codes in English textbook: Improving listening and speaking skills Nimatul Izza
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65117

Abstract

This quantitative study examines the impact of implementing QR codes in English textbooks on students' listening and speaking skills. This study used a quasi-experimental design with pre-tests and post-tests within experimental and control classes to evaluate the effectiveness of QR-code content in improving language skills. Sixty students in an Islamic elementary school as the participants will be randomly assigned to an experimental class and a control class. The experimental class used an English textbook published by Erlangga, which is enriched with a QR code connected to multimedia resources for listening and interactive exercises for speaking practice. The control class used a traditional textbook without a QR code. The assessments for both groups will include pre-and post-assessments to evaluate the changes in their listening and speaking skills. The T-test is conducted to determine the significance of the improvement in the experimental class compared to the control class. The study revealed statistically significant improvements in listening and speaking skills among students exposed to QR-code content in English textbooks. AbstrakPenelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji dampak penerapan kode QR dalam buku pelajaran Bahasa Inggris terhadap keterampilan mendengarkan dan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test dalam kelas eksperimen dan kontrol untuk mengevaluasi efektivitas konten kode QR dalam meningkatkan keterampilan berbahasa. 60 siswa di sebuah sekolah dasar Islam sebagai partisipan akan secara acak ditugaskan ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan buku pelajaran Bahasa Inggris yang diterbitkan oleh Erlangga yang diperkaya dengan kode QR yang terhubung dengan sumber daya multimedia untuk latihan mendengarkan dan latihan berbicara interaktif. Kelas kontrol menggunakan buku pelajaran tradisional tanpa kode QR. Evaluasi untuk kedua kelompok akan mencakup pre-test dan post-test untuk mengevaluasi perubahan dalam keterampilan mendengarkan dan berbicara mereka. Uji T dilakukan untuk menentukan signifikansi peningkatan dalam kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik dalam keterampilan mendengarkan dan berbicara di antara siswa yang menggunakan konten kode QR dalam buku pelajaran Bahasa Inggris dari pada siswa yang pembelajarannya secara konvensional.Kata Kunci: Kode QR; Sekolah Dasar; Listening; Speaking
Implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka in elementary school Maisy Aprilia; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67106

Abstract

One of the latest initiatives from the Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) is the Merdeka Curriculum to improve the quality of students who have competitiveness in facing future developments. To implement a Merdeka Curriculum, the role of teachers is very crucial. This research aims to determine the implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka using descriptive qualitative methods. The research was conducted at SDIT Fadhilah Pekanbaru by collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that the Kurikulum Merdeka has been implemented by teachers, who play a role in (1) planning a learning program, starting from creating an ATP and being able to formulate specific learning objectives according to student needs; (2) implementing the program that has been created, namely by using varied learning methods and media and involving students in active learning; and (3) carry out regular evaluations and reflections to assess learning outcomes. In this study, researchers found several difficulties faced by teachers in implementing the Kurikulum Merdeka, including difficulties in time management and limited facilities and infrastructure. However, as professional educators, teachers still try to optimize existing facilities to implement a Kurikulum Merdeka with innovative and flexible learning according to the needs and demands of the Industrial Revolution 4.0. AbstrakSalah satu inisiasi terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) adanya Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman di masa depan. Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, peran guru sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi peran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SDIT Fadhilah Pekanbaru dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan oleh guru, yang berperan dalam; (1) merencanakan program belajar, mulai dari pembuatan ATP dan dapat merumuskan tujuan spesifik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa (2) melaksanakan program yang telah dibuat, yaitu dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang variatif dan melibatkan siswa untuk belajar aktif; dan (3) melakukan evaluasi dan refleksi secara berkala untuk menilai hasil pembelajaran. Dalam studi ini peneliti menemukan beberapa kesulitan yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum merdeka, di antaranya adalah kesulitan dalam manajemen waktu, serta sarana dan prasarana yang terbatas. Namun sebagai seorang pendidik profesional, guru tetap berusaha mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk menerapakan kurikulum merdeka dengan pembelajaran inovatif dan fleksibel sesuai kebutuhan dan tuntutan revolusi industri 4.0.Kata Kunci: Kurikulum merdeka; peran guru; sekolah dasar
Implementation of the Kurikulum Merdeka in Arabic Language learning Tasha Ayu Azzahra; M. Muhajir
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.59793

Abstract

Learning setbacks during the pandemic gave students the freedom to learn. With this, the teachers and principals paid attention to the needs and potential of students to compile, carry out learning and develop curricula at school. So to overcome this, an alternative curriculum is needed, namely Kurikulum Merdeka. This study aims to learn more about how Kurikulum Merdeka for learning Arabic is being implemented. This research was conducted to provide an overview of the implementation of Kurikulum Merdeka in learning Arabic. The descriptive qualitative method was employed in this study, implementing Kurikulum Merdeka for learning Arabic as the study's object. Additionally, data is gathered through interviews and documentation. According to the study's findings, using a Kurikulum Merdeka to learn Arabic allows teachers to be more adaptable in their instruction and aware of their student's interests, talents, needs, and abilities. Students do not feel burdened with topics they are not interested in since they have the freedom to choose and develop their interests and skills, which improves the learning environment more fun. AbstrakKemunduran belajar selama masa pandemi memberikan kebebasan belajar pada siswa, dengan hal itu guru dan kepala sekolah memperhatikan kebutuhan dan potensi siswa untuk menyusun, melaksanakan pembelajaran dan mengembangkan kurikulum disekolah. Maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya kurikulum alternatif yaitu kurikulum merdeka. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh informasi terkait penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran penerapan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan objek kajian terkait dengan penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran bahasa Arab. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran bahasa Arab ini membuat guru lebih fleksibel dalam mengajar serta mengetahui minat, bakat, kebutuhan serta kemampuan siswa. Dengan adanya kebebasan dalam memilih dan mengembangkan minat dan kemampuan masing-masing siswa maka membuat suasana belajar lebih menyenangkan karena siswa tidak merasa terbebani dengan hal yang mereka tidak minati, karena setiap siswa memiliki bakat dan kecerdasannya masing-masing dalam bidangnya masing-masing.Kata Kunci: Implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Bahasa Arab
Development of mobile-based learning in Kapita Selekta Pendidikan courses N. Nurdaiman; Nurhikmah H; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62898

Abstract

This research is development research that focuses on creating mobile learning-based learning media in education courses. This research aims to produce mobile learning-based learning media using the Smart Apps Creator (SAC) application that suits student needs and is valid and practical so students can learn anytime and anywhere. The research method used is Research and Development with the ADDIE development model, which consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research was conducted at the Educational Technology Study Program, Faculty of Education in Universitas Negeri Makassar. This research found that mobile learning-based learning media in capita selecta education courses were developed and were in the valid category; analysis of the level of practicality of lecturer and student responses was in the excellent category, so a value was obtained in the practical category. Research into developing mobile learning-based learning media in capita selecta education courses is expected to make it easier for students to learn independently. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berfokus pada pembuatan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang valid dan praktis sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yakni: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan yang dikembangkan dan berada pada kategori valid; analisis tingkat kepraktisan respons dosen dan mahasiswa berada pada kategori sangat baik, sehingga diperoleh nilai dengan kategori praktis. Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam belajar secara mandiri.Kata Kunci: Media pembelajaran; mobile learning; SAC: Smart Apss Creator
Parental problems in early children's education in the digital era Navy Ana Saputri; Hayani Wulandari
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64115

Abstract

This research explores the challenges and parenting patterns in early childhood education in the digital era. With rapid technological advancements, parents play a crucial role in guiding their children through new dynamics. The literature review highlights the importance of a balanced parental approach, providing attention and affection while adapting to technological advancements. Employing a quantitative approach with a cross-sectional design, the study investigates parental issues and technology's impact on early childhood development. Data on technology use, screen time limits, allowed content types, and parental educational strategies were collected and statistically analyzed through a structured questionnaire. The research findings reflect diverse parental views on technology use, with the majority acknowledging its benefits but expressing concerns about potential negative impacts. The conclusion underscores the significance of active collaboration between parents, educators, and the community to create a balanced educational environment in the digital era. The proposed solution involves enhancing parental understanding and fostering intensive collaboration to develop a holistic approach to technology use in early childhood education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan dan pola pengasuhan orangtua dalam pendidikan anak usia dini di era digital. Dengan pertumbuhan teknologi yang pesat, peran orangtua dalam membimbing anak-anak mereka menghadapi dinamika baru. Tinjauan literatur menyoroti pentingnya pendekatan orangtua yang seimbang dalam memberikan perhatian dan kasih sayang, sambil menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain lintas-seksi untuk mengeksplorasi masalah orang tua dan dampak penggunaan teknologi pada perkembangan anak usia dini. Melalui penggunaan kuesioner terstruktur, data terkait penggunaan teknologi, batasan waktu layar, jenis konten yang diperbolehkan, dan strategi pendidikan orangtua dikumpulkan dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian mencerminkan keragaman pandangan orangtua tentang penggunaan teknologi, dengan sebagian besar mengakui manfaatnya tetapi juga mengekspresikan kekhawatiran terhadap dampak negatifnya. Kesimpulan menyoroti pentingnya kolaborasi aktif antara orangtua, pendidik, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang di era digital, dengan solusi yang melibatkan pemahaman yang lebih baik oleh orangtua dan kerja sama intensif untuk menciptakan pendekatan holistik terhadap penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini.Keywords: Era digital; gawai; pola pengasuhan
Development of a training program in simple bookkeeping and Microsoft Excel for Hawkers and MSMEs in TBM Sakila Kerti Tegal Yuannisa Aisanafi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66526

Abstract

As the most significant contributor to the Indonesian economy, MSMEs, which are Micro, Small, and Medium-sized Enterprises, play an essential role in reducing unemployment as they are resilient and resistant to economic crises. So, developing their activities or business and paying attention to the financial reports is crucial. The hawkers and traders in MSMEs also urgently need to be facilitated and assisted in financial literacy, starting from the simple bookkeeping process. This development of the assistance program is intended to provide materials and assistance to traders or hawkers and MSMEs in Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti Tegal, particularly in the bus station area. By giving presentations, discussions, and case studies, followed by direct assistance, it is proven that the level of understanding and ability to do simple bookkeeping processes has increased and resulted in better knowledge and literacy. Moreover, Microsoft Excel has been introduced as a helpful software for MSMEs in the bookkeeping process, which increases their awareness of utilizing the usefulness of information technology. AbtsrakSebagai kontributor terbesar atas ekonomi Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan signifikan dalam mengurangi pengangguran karena kemampuannya bertahan pada krisis ekonomi. Sehingga, penting bagi mereka untuk bisa membangun bisnisnya dengan baik dan memberi perhatian lebih pada proses pencatatan akuntansi. Para pedagang asongan dan pedagang yang juga termasuk dalam UMKM juga sangat perlu difasilitasi dan dibantu dalam hal literasi keuangan, dimulai dari pembukuan sederhana. Pengembangan program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan berupa materi dan pelatihan langsung kepada para pedagang asongan dan UMKM di Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti Tegal, khususnya di kawasan terminal bus. Dengan memberikan presentasi, diskusi, dan studi kasus yang dilanjutkan dengan pendampingan langsung, terbukti bahwa tingkat pemahaman dan kemampuan melakukan pembukuan sederhana semakin meningkat dan menghasilkan pengetahuan dan literasi yang lebih baik. Selain itu, pengenalan Microsoft Excel sebagai perangkat lunak yang berguna bagi UMKM dalam melakukan proses pembukuan juga telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam memanfaatkan kegunaan teknologi informasi.Kata Kunci: Akuntansi; pembukuan; UMKM
Development of folklore teaching materials assisted by digital comics for grade 3 students Ruth Zelena Simanjuntak; Mara Untung Ritonga; Zulkifli Matondang
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67421

Abstract

The learning resources teachers use are inadequate, making students bored, and the absence of innovative planning to improve teaching materials motivates researchers to develop teaching materials. This research aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of folklore teaching materials assisted by digital comics. This type of research is research and development (Research and Development) with the ADDIE model, which consists of 5 development stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects in this research were 22 students in class 3B of SD Negeri 101764 Bandar Klippa. Data collection techniques in this research used interviews, observation, questionnaires, and tests. The results of the research show 1) The development of folklore teaching materials assisted by digital comics uses the ADDIE development model, 2) The feasibility test by material experts and the design experts is at a very decent qualification, 3) The practicality test carried out by the class 4B teacher was at a very practical qualification, 4) The effectiveness test showed very effective results as seen from the pre-test results which experienced an increase in the post-test results in each lesson 1, 2 and 3 on students' writing and speaking abilities. AbtsrakSumber belajar yang digunakan guru kurang memadai membuat peserta didik menjadi bosan serta tidak adanya perencanaan inovasi untuk memperbaiki bahan ajar memotivasi peneliti untuk melakukan mengembangkan materi ajar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas, praktikalitas, efektivitas Materi ajar cerita rakyat berbantuan komik digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu : Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 3B SD Negeri 101764 Bandar Klippa yang berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengembangan Materi Ajar cerita rakyat berbantuan komik digital ini menggunakan model pengembangan ADDIE, 2) Uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli desain berada pada kualifikasi sangat layak, 3) Uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru kelas 4B berada pada kualifikasi sangat praktis, 4) Uji keefektifan menunjukkan hasil sangat efektif terlihat dari hasil pre-test yang mengalami peningkatan pada hasil post-test disetiap pembelajaran 1, 2 dan 3 pada kemampuan menulis dan berbicara peserta didik.Kata Kunci: Cerita rakyat; komik digital; materi ajar; pengembangan
Development of student mental health scale Ghinaya Ummul Mukminin; Farhan Zakariyya; Helli Ihsan; Lira Fessia Damaianti; Siti Chotidjah; Asriani Cahya Fitria; Aulia Azmi Izzatulhaq; Daniela Pauleta Naomi; Krisbandaru Hayuningtyas; Wida Widiyani Putri
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64298

Abstract

Mental health among high school (SMA) students is an important issue that needs attention. This research aims to develop a mental health scale for high school students, which is expected to be able to detect whether students have mental problems or not, so that students with problems can get fast and appropriate help. Apart from that, this scale is also expected to be able to see the extent to which students' mental development is good. This scale was developed based on three dimensions of mental health, namely peace with oneself, social interaction function, and basic and advanced psychological needs. The research method employed in this study is the quantitative method. Meanwhile the participants involved in this research were 1045 high school students consisting of students in grades 10-12. The analysis technique uses item-total correlation and exploratory factor analysis. The result was that 25 items had satisfactory item-total correlations with values ranging from 0.307 to 0.677. The results of the exploratory factor analysis that has been carried out are the formation of three dimensions with a different distribution of items from the initial design. Apart from that, this measuring tool also has a cumulative proportion of variance explained by factors of 0.434 and a model fit of CFI (0.910) and TLI (0.900). In the future, in-depth research is needed regarding the external validity of this mental health scale, which is correlated with other variables using convergent and discriminant validity methods. AbstrakKesehatan mental pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu permasalahan penting yang perlu menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental bagi siswa SMA, yang diharapkan dapat mendeteksi apakah siswa memiliki permasalahan mental atau tidak, sehingga siswa yang bermasalah bisa mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat. Selain itu, alat ukur ini juga diharapkan dapat melihat sejauh mana mental siswa berkembang dengan baik. Skala ini dikembangkan berdasarkan tiga dimensi kesehatan mental yaitu berdamai dengan diri sendiri, fungsi interaksi sosial, serta kebutuhan psikologis dasar dan lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif, sedangkan partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 1045 siswa SMA terdiri dari siswa kelas 10-12. Teknis analisis menggunakan korelasi item-total dan analisis faktor eksploratori. Hasilnya 25 item memiliki korelasi item-total yang memuaskan dengan nilai antara 0.307 sampai 0.677. Hasil dari analisis faktor eksploratori yaitu terbentuknya tiga dimensi dengan sebaran item yang berbeda dari rancangan awal, selain itu alat ukur ini juga memiliki proporsi kumulatif varian yang dijelaskan oleh faktor sebesar 0.434 dan model fit CFI (0.910) dan TLI (0.900). Untuk selanjutnya, perlu penelitian mendalam mengenai validitas eksternal skala kesehatan mental ini yang dikorelasikan dengan variabel-variabel lain menggunakan metode validitas konvergen dan diskriminan.Kata Kunci: Evaluasi; kesehatan mental; siswa SMA; pengembangan alat ukur
Development of Web-Based Digital Mathematics Modules Grade VII SMPN 1 Watansoppeng Sri Rahmawati; Nurhikmah H; Awaluddin Muin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67846

Abstract

The development of digital mathematics modules in the digital era offers vital relevance in enhancing learning effectiveness. This research applies the research and development (R and D) approach to the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research aims to holistically identify needs, design, and evaluate the digital modules. The trial respondents are 29 seventh-grade students from SMP Negeri 1 Watansoppeng. The modules are validated by subject matter and media experts. Additionally, based on trial results, the modules are deemed practical due to positive responses from students. Analysis of learning test results shows a significant improvement in post-test scores, and N-gain analysis indicates the effectiveness of the modules in enhancing student understanding. This research concluded that the digital modules are effective and suitable for use in the context of mathematics learning in schools. The digital modules as an alternative have significant potential to enhance the quality of mathematics education, particularly in leveraging digital technology as an effective and relevant learning tool. Using web-based digital mathematics modules developed through the RD approach with the ADDIE model represents a progressive step in supporting teaching and learning mathematics in the current digital era. AbstrakPengembangan modul digital matematika di era digital menawarkan relevansi yang vital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan research and development (R and D) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang, dan mengevaluasi modul digital tersebut secara holistik. Responden uji coba is 29 peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Watansoppeng, modul ini dinilai valid oleh validator ahli materi dan media. Selain itu, dari hasil uji coba, modul ini dianggap praktis berdasarkan respon positif dari peserta didik. Analisis tes hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai posttest, dan hasil analisis N-gain menunjukkan efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman siswa. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa modul digital tersebut efektif dan layak digunakan dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah. Modul digital sebagai sebuah alternatif yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan relevan. Penggunaan modul digital matematika berbasis web yang dikembangkan melalui pendekatan R and D dengan model ADDIE merupakan langkah progresif dalam mendukung pengajaran dan pembelajaran matematika di era digital saat ini.Kata Kunci: Basis website; modul digital; Matematika; website
Measuring the quality of adaptive environments in instruction based on student perceptions Zahid Zufar At Thaariq; Dedi Kuswandi; Made Duananda Kartika Degeng
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62255

Abstract

Adaptive learning has been identified as a means of creating a student-centered environment that is more fulfilling in multiple aspects. Such an environment prioritizes the facilitation of students' interests in learning. The present study employs quantitative research methods to measure the quality of the adaptive learning environment at Wahid Hasyim Junior High School, as perceived by 144 students, using factor analysis techniques. The findings reveal several factors that are integral to the adaptive learning environment. Firstly, student interaction is deemed crucial, emphasizing interactive and personalized elements. Secondly, teachers' course delivery of learning is determined by design, models, strategies, and resources, with media use having a lesser impact. Thirdly, contextualized content and engaging instructional techniques are key factors in discovering and organizing learning materials. Finally, collaboration support is recognized as an essential factor. These conclusions can inform educational improvement initiatives at Wahid Hasyim Junior High School. AbstrakPembelajaran adaptif telah diidentifikasi sebagai cara untuk menciptakan lingkungan yang berpusat pada peserta didik yang lebih memuaskan dalam berbagai aspek. Lingkungan seperti ini memprioritaskan fasilitas minat peserta didik dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengukur kualitas lingkungan belajar adaptif di SMP Wahid Hasyim, seperti yang dipersepsikan oleh 144 peserta didik, dengan menggunakan teknik analisis faktor. Temuan penelitian ini mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi bagian integral dari lingkungan belajar adaptif. Pertama, interaksi peserta didik dianggap penting, dengan penekanan yang signifikan pada elemen interaktif dan personal. Kedua, penyampaian pembelajaran oleh guru ditentukan oleh desain, model, strategi, dan sumber daya, dengan penggunaan media yang memiliki dampak yang lebih kecil. Ketiga, konten yang kontekstual dan teknik pembelajaran yang menarik diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam penemuan dan pengorganisasian materi pembelajaran. Terakhir, dukungan kolaborasi diakui sebagai faktor penting. Kesimpulan-kesimpulan ini memiliki potensi untuk menginformasikan inisiatif peningkatan pendidikan di SMP Wahid Hasyim.Kata Kunci: Lingkungan adaptif; pembelajaran; pendidikan; persepsi peserta didik.