cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pengembangan Usaha Penetasan Telur Berbasis Mesin Tetas sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Peternak Ellen Saleh; Suparmin Fathan; Nibras Laya; Srisuryaningsih Djunu; Sri Yeni Pateda; Srisukmawati Zainudin; Mentari Rizki Sawitri Pilomonu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3071

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dirancang sebagai intervensi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis teknologi tepat guna di sektor peternakan unggas lokal, mengingat keterbatasan sistem penetasan alami (kapasitas 10–15 butir, daya tetas 40–45%) yang menghambat pemenuhan permintaan DOC unggas lokal. Program bertujuan meningkatkan kapasitas produksi bibit unggas melalui transfer teknologi mesin tetas, peningkatan kapasitas SDM peternak, dan penguatan kelembagaan kelompok usaha penetasan desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang menempatkan peternak sebagai subjek aktif, meliputi enam tahapan: observasi-sosialisasi, pembentukan kelompok-instalasi mesin, pelatihan teknis, pendampingan penetasan, penguatan kelembagaan, dan evaluasi, dilaksanakan selama 45 hari oleh tim mahasiswa multidisiplin didampingi lima Dosen Pembimbing Lapangan. Hasil menunjukkan dua unit mesin tetas berkapasitas 100 butir/unit (total 200 butir) berhasil dioperasikan dengan fertilitas 75% dan daya tetas 60%, menghasilkan 120 ekor DOC pada batch pertama—meningkat signifikan dibanding metode tradisional. Pengetahuan peternak meningkat 55% (10 peserta pelatihan), tertinggi pada aspek seleksi telur tetas dan operasional mesin. Satu kelompok usaha penetasan desa terbentuk dengan SOP operasional, dan analisis ekonomi menunjukkan kelayakan usaha dengan IOFC Rp143.000 per batch. Program ini efektif mentransformasi peternak subsisten menjadi wirausahawan yang memanfaatkan teknologi tepat guna secara mandiri dan berkelanjutan.
Edukasi Kewirausahaan Sejak Dini untuk Menumbuhkan Jiwa Wirausaha pada Siswa SMP Negeri 5 Meureubo Mardaleta Mardaleta; Yusnaidi Yusnaidi; Abu Hasan Makmun; Tio Devilishanti; Khoirun Nisa Hsb; Andi St Hadijah; Wanda Ramadhana; Marsya Sofina Delfi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3079

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan Memberikan edukasi dan pemahaman siswa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi para siswa-siswa SMP Negeri 5 Meureubo, Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kewirausahaan dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan era digital. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara pendekatan persuasif edukatif (ceramah dan diskusi interaktif) dengan pemanfaatan media audio visual yang memuat contoh-contoh tokoh dan pelaku usaha sukses. Selain itu, kegiatan dilengkapi dengan sesi kuis  untuk meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman dasar mengenai konsep kewirausahaan. Hal ini diperoleh dari Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa mengenai kewirausahaan. Observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebahagian besar siswa berpartisipasi aktif dengan mengajukan pertanyaan, memberikan pendapat, maupun menyampaikan ide usaha sederhana. Sedangkan Hasil kuis dianalisis berdasarkan persentase jawaban benar sebagai indikator penguasaan materi, sehingga tidak hanya menunjukkan antusiasme peserta, tetapi juga mencerminkan peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil kuis yang diberikan, beberapa siswa menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami konsep dasar kewirausahaan, karakteristik wirausaha, serta mampu mengidentifikasi peluang usaha sederhana di lingkungan sekitar.
Pendampingan Berbasis Bermain (Play-Based Learning) untuk Mendukung Perkembangan Anak Down Syndrome di Komunitas Peduli Down Syndrome (KPDS), Kelapa Gading, Jakarta Utara Harriet Jo Kaunang; Meiske Yunithree Suparman; Dian Christine; Farah Dhibya Anantha
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3080

Abstract

Anak dengan Down Syndrome memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka untuk mendukung aspek kognitif, sosial, dan motorik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan play-based learning dalam kegiatan MBKM Proyek Kemanusiaan di Komunitas Peduli Down Syndrome (KPDS), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga anak dengan Down Syndrome berusia 5, 9, dan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, checklist perilaku, serta catatan perkembangan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas yang diberikan meliputi puzzle, tracing, permainan bola, meronce, cooking fun, serta kegiatan seni dan eksplorasi lingkungan. Hasil observasi dan catatan perkembangan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan partisipan dalam aktivitas, kemampuan mengikuti instruksi sederhana, koordinasi motorik halus dan kasar, serta interaksi sosial dengan fasilitator dan lingkungan sekitar. Temuan ini menggambarkan bahwa pendekatan play-based learning dapat menjadi salah satu cara memberikan stimulasi perkembangan anak dengan Down Syndrome melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.
Pelatihan Digital Journaling berbasis Artificial Intelligence dalam Pengelolaan Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga Nabila Sekar Arum Hasanah; Fikri Azis
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3081

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tuntutan peran domestik yang berlapis serta keterbatasan ruang ekspresi diri dan dukungan psikososial. Kondisi ini juga dialami oleh ibu rumah tangga di lingkungan Posyandu Teratai, Kelurahan Buaran, Kota Tangerang Selatan, yang selama ini lebih berfokus pada layanan kesehatan fisik dan belum secara optimal mengakomodasi aspek kesehatan mental. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesehatan mental ibu rumah tangga melalui optimalisasi artificial intelligence (AI) sebagai media komunikasi kreatif dan sarana ekspresi diri serta refleksi emosional. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap kesehatan mental, regulasi emosi, serta kesiapan dalam memanfaatkan journaling digital. Didapati peningkatan pemahaman kesehatan mental dari 35% menjadi 63% dan kesiapan journaling digital dari 50% menjadi 80%. Dengan demikian integrasi komunikasi kreatif dan teknologi AI terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran emosional dan literasi digital ibu rumah tangga. Pemanfaatan AI berperan sebagai sarana preventif dan promotif dalam pengelolaan emosi, tanpa menggantikan peran tenaga profesional kesehatan mental.
Penyuluhan Kesehatan Bahaya Junk Food dan Minuman Manis di Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar Cesarina Silaban; Jespin Saurlina Manalu; Yunis Veronika Purba; Stenny Prawitasari; Maru Mary Jones Panjaitan; Endang Kurnia Waruwu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3086

Abstract

 Konsumsi junk food dan minuman berpemanis semakin meningkat di berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar banyak yang mengkonsumsi junk food dan minuman manis dengan rutin khususnya remaja dan anak-anak. Pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, serta berbagai penyakit tidak menular lainnya. Rendahnya pemaparan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai dampak konsumsi makanan junk food yang tinggi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi junk food dan minuman manis yang kurang sehat untuk tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui penyuluhan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran jemaat GMAHK Getsemani Jl. Nias Kota Pematangsiantar mengenai bahaya konsumsi junk food dan minuman manis melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan uji proporsi (binomial) dengan memberikan penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest dengan 10 pernyataan dengan memberikan jawaban setuju dan tidak setuju di lembaran yang disediakan. Kegiatan diikuti oleh 35 responden yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden pada tahap pretest, mayoritas responden berada pada kategori tidak setuju yaitu sebanyak 21 orang (60%) yang menyatakan bahwa junk food dan minuman manis baik untuk dikonsumsi. Namun, setelah diberikan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pada tahap post-test dimana sebanyak 26 responden (74,3%) menunjukkan penilaian setuju bahwa junk food dan minuman manis tidak baik dikonsumsi setiap hari. Responden juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya membatasi konsumsi junk food dan minuman manis sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sehingga mampu membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat Kota Pematangsiantar.
Pelatihan Ansambel Musik Sekolah sebagai Wadah Ekspresi Seni, Pendidikan Karakter, dan Moderasi Beragama di SMPN Maubeli Kefamenanu Dersy Rejoice Taneo; Yosefina Metan; Juflin Marthinus; Elisabet Nenokeba
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3087

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan bermain musik ansambel serta memperkuat karakter peserta didik melalui pendekatan kolaboratif dan multikultural di SMPN Maubeli Kefamenanu. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta didik dan dilaksanakan melalui. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu metode kolaboratif dan multikultural melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian yang mencakup aspek keterampilan musikal serta sikap kolaboratif dan multikultural. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil mengikuti rangkaian kegiatan hingga pementasan akhir. Rata-rata kemampuan bermain musik ansambel meningkat dari 75 menjadi 89, terutama pada aspek ketepatan ritme, tempo, teknik bermain, dan kekompakan kelompok. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya selama proses pembelajaran. hal ini ditujukan dengan peningkatan nilai dari 77 menjadi 90. Dengan demikian, pendekatan kolaboratif dan multikultural efektif meningkatkan keterampilan bermain musik ansambel sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang kolaboratif dan menghargai keberagaman budaya.
Transformasi Digital Warkop Ayah: Implementasi Website, Google Maps, dan Pendampingan Pengelolaan Usaha Berbasis Website Kharisma Monika Dian Pertiwi; Dyah Putri Rahmawati; Fandisya Rahman; Pinaringan Iman Santoso; Rahmadi Rafiansyah; Muhammad Umar Al Faruq
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3090

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memegang peranan signifikan dalam perekonomian nasional, namun banyak yang masih menghadapi tantangan dalam proses transformasi digital, khususnya pada aspek promosi, pengelolaan informasi usaha, dan operasional yang masih bersifat manual. Program pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM Warkop Ayah di Kedurus, Surabaya, dengan tujuan mendukung transformasi usaha melalui pengembangan website, integrasi Google Maps, penyediaan media promosi, serta pendampingan dalam pengelolaan usaha berbasis digital. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem dan media promosi, pengembangan sistem informasi, implementasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengombinasikan indikator kuantitatif dari data pengunjung harian dan indikator kualitatif dari wawancara dengan mitra. Program ini mengintegrasikan pengembangan website, integrasi Google Maps, media promosi, dan pendampingan intensif dalam satu rangkaian pemberdayaan UMKM kuliner skala mikro. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa Warkop Ayah telah memiliki katalog digital berbasis website, identitas lokasi usaha yang lebih mudah diakses melalui Google Maps, serta peningkatan rata-rata pengunjung harian dari sekitar 14 menjadi 24 orang per hari. Selain itu, mitra mampu mengelola dashboard dan memperbarui konten website secara mandiri setelah pelatihan, yang menunjukkan penguatan kapasitas digital secara nyata. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi berbasis website yang disertai pendampingan intensif dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif bagi UMKM kuliner skala mikro, sebagaimana tercermin dari peningkatan jumlah pengunjung dan kemandirian mitra dalam pengelolaan sistem digital.
Pemberdayaan Masyarakat Adat Ciprarasa Berbasis Kearifan Lokal melalui Program Literasi, Kesehatan, Lingkungan, dan Pelestarian Budaya di Kabupaten Sukabumi Aldi Mulyadi; Bagus Bambang Sadiwo; Dwi Rahayu; Fajar Ardiansyah; Fadia Pasya Azzahra; Fatul Ramdhan Hidayat; Kresna Ramadhan; Muhammad Naufal Rafly; Muhammad Faisal Tanma; Muhammad Syahrul Ramadany; Muhammad Syazir; Muhammad Zibran Malisi; Naya Zyfa Ramadhani; Rachmatu Zabila Khaerunnisa; Reva Defitrianti; Sabella Aufa Syahda; Septian Masaher; Tika Marice Bleskadit; Ulfah Ulfah; Zia Hikmawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3094

Abstract

Kampung Adat Ciptarasa di Kabupaten Sukabumi menghadapi permasalahan rendahnya literasi anak (78% tamat SD), risiko stunting pada 3 balita, belum adanya pengelolaan sampah, serta ancaman punahnya nilai adat akibat keterlibatan generasi muda hanya 30%. Kegiatan KKN ini memberdayakan masyarakat melalui program berbasis kearifan lokal dengan pendekatan partisipatif selama 30 hari. Metode yang digunakan adalah participatory action research melalui observasi, Focus Group Discussion, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi anak dengan 10 dari 20 anak target (50%) rutin mengunjungi taman baca, seluruh 5 ibu hamil memahami gizi dan pencegahan stunting, terwujudnya 5 unit tempat sampah bambu, dan penanaman 50 pohon nangka dengan tingkat kelangsungan hidup 88%. Namun, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat hanya meningkat dari 30% menjadi 37,5%, belum mencapai target 50% karena kesibukan pemuda di luar kampung. Dampak kegiatan dirasakan melalui meningkatnya akses anak terhadap bacaan, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta menguatnya peran kader posyandu. Kegiatan ini menjadi model pengabdian berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan bagi komunitas adat.
Pelatihan Literasi Digital Berbasis Analisis Visual Dan Bahasa Bagi Komunitas Tapak Maca Sri Nurbani; Sri Soedewi; Ira Wirasari; Yelly Andriani Barlian; Siti Deshinta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3100

Abstract

Tantangan nyata dari ledakan informasi digital di era pascakebenaran (post-truth) adalah maraknya misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan manipulasi konten visual maupun verbal. Komunitas Tapak Maca sebagai komunitas pegiat literasi dan budaya di Kota Bandung mengalami kerentanan terhadap konten negatif di media digital, namun belum memiliki bekal kecakapan kritis dalam membaca dan menganalisis pesan-pesan digital secara holistik. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital anggota komunitas melalui pelatihan membaca media digital dengan cerdas berbasis analisis visual (visual culture) dan bahasa (linguistik). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui empat sesi pelatihan yang mencakup dasar literasi digital dan disinformasi, analisis visual dan etika konten, linguistik kritis dan wacana digital, serta praktik membaca media digital secara terpadu. Sebanyak 20 anggota komunitas berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test serta analisis tematik terhadap wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi digital dari 56,2 menjadi 82,4 (+26,2 poin), dengan dimensi keamanan siber mencatat peningkatan tertinggi (+27,7 poin). Peserta mengalami peningkatan kemampuan identifikasi disinformasi, kesadaran konteks budaya dalam konten visual, kemampuan mengkritisi bahasa dan wacana, serta komitmen etis dalam berinteraksi di ruang digital. Terbentuknya kelompok diskusi mandiri pasca-pelatihan menandakan adanya transformasi sosial berbasis komunitas. Model pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan pada komunitas literasi serupa sebagai upaya penguatan ketahanan informasi di tingkat akar rumput.
Pendampingan dan Transisi Digital Layanan Aduan Warga Menggunakan Aplikasi Lapor-RT di RT 02 RW 03 Pondok Jati, Kota Tangerang Selatan, Banten untuk Meningkatkan Transparansi dan Efektivitas Pelayanan Lis Suryadi; Achmad Syarif; Gandung Triyono
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3104

Abstract

Tatakelola penanganan keluhan warga di tingkat Rukun Tetangga (RT) seringkali menghadapi kendala efektivitas dan keterbukaan informasi akibat masih menggunakan metode manual seperti grup WhatsApp atau pencatatan kertas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan aplikasi berbasis web bernama "Lapor-RT" terintegrasi teknologi Progressive Web App (PWA) sebagai media layanan aduan digital terpusat di lingkungan RT 02 RW 03 Pondok Jati, Kota Tangerang Selatan, Banten. Metode pelaksanaan yang digunakan berbasis pendekatan Rapid Application Development (RAD) yang meliputi tahap perencanaan kebutuhan, perancangan prototipe sistem, pengkodean, pelatihan warga dan pengurus, serta uji coba lapangan secara nyata selama 2 bulan. Pelatihan dilakukan dalam dua sesi tatap muka secara intensif yang melibatkan 5 pengurus RT dan 25 perwakilan warga dari berbagai blok. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi tata kelola keluhan warga dengan total 200 data pengaduan terkelola secara real-time. Melalui evaluasi usabilitas menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) pada 50 responden warga, waktu respons penanganan laporan terpangkas secara drastis dari rata-rata 3 hari menjadi kurang dari 12 jam. Tingkat kepuasan warga terhadap pelayanan administrasi RT melonjak dari 42% menjadi 88%, dan transparansi informasi meningkat dari 22% menjadi 88%. Aplikasi Lapor-RT terbukti mempermudah warga dalam menyampaikan keluhan lingkungan serta membantu pengurus RT mengambil keputusan pembangunan fasilitas umum yang berbasis pada data empiris pengaduan warga.