cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 919 Documents
Peningkatan Kesadaran Cuci Tangan melalui Penyuluhan di KB dan TK Ad-Dzikra Lamongan Situbondo Jawatimur Ningsih, Dewi Andariya; Sakinah, Innama; Fitria, Lia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1714

Abstract

Cara terbaik untuk menghindari tertular penyakit menular adalah dengan mencuci tangan. Anak-anak harus selalu mencuci tangan karena perilaku mereka yang tidak sehat dan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dari tangan yang kotor. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemahiran peserta didik dalam teknik mencuci tangan. Program ini diikuti oleh tiga puluh tiga siswa di KB dan TK Ad-Dzikra. Kegiatan ini menggunakan sosialisasi yang menjelaskan cara mencuci tangan yang benar, ceramah, dan demonstrasi teknik mencuci tangan yang benar. Hasil dari sosialisasi ini, peserta KB dan TK Ad-Dzikra kini semakin mengetahui pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah buang air kecil, serta sebelum dan sesudah bermain. Hal ini akan membantu peserta didik selanjutnya memahami bahwa setiap kegiatan siswa mengutamakan cuci tangan untuk kebersihan. Evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta me-mahami pentingnya cuci tangan, sementara 75% peserta dapat mempraktikkan teknik yang benar. Pro-gram ini berdampak pada peningkatan kesadaran anak-anak tentang kebersihan tangan dan mendorong kebiasaan mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan pendekatan demonstrasi untuk menilai kemahiran siswa dalam mencuci tangan merupakan upaya untuk membuat konseling lebih dapat diterapkan. Perilaku berbasis pengetahuan lebih tahan lama karena memainkan peran penting dalam membentuk aktivitas individu
Penyuluhan Pencegahan Tuberkulosis Resistan Obat pada Masyarakat di Desa Nagrak dan Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Khusfiani, Triasti; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Meiyanti, Meiyanti; Kurniasari, Kurniasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1720

Abstract

Tuberkulosis resistan obat (Tb-RO) dapat terjadi akibat pengobatan tuberkulosis yang tidak adekuat baik dari segi paduan, dosis, ataupun durasinya. Saat ini, Indonesia menempati peringkat 5 negara dengan beban tinggi Tb-RO. Peran aktif dari  masyarakat dibutuhkan pada umumnya, terutama keluarga untuk terus memberikan motivasi kepada pasien Tb agar bisa mengkonsumsi obat sampai dengan selesainya pengobatan sehingga tidak terjadi resistensi obat. Desa Nagrak dan Desa Ciangsana di kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kasus Tb tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang Tb-RO serta memotivasi mereka sehingga dapat melakukan upaya pencegahan Tb-RO sedini mungkin. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta usia dewasa dengan menggunakan media poster dan powerpoint untuk menyampaikan materi yang meliputi definisi, gejala, faktor risiko, pengobatan dan efek sampingnya serta terutama pencegahannya.   Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil Wilcoxon signed rank test menunjukan bahwa hasil post-test lebih tinggi secara bermakna dibandingkan pretest (p <0,001). Dampak dari penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta terhadap penyakit Tb-RO diharapkan akan mempengaruhi sikap dan upaya mereka untuk memotivasi masyarakat yang lain untuk mencegah terjadinya Tb-RO.
Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui Posyandu Remaja di Dusun Banjardawa Taman Pemalang Jawa Tengah: - Torifa, Wheni Suangga; Rouzi, Kana Safrina; Hidayati, Lilis; Khairunnisa, Latieffatul; Novitasari, Rindy; Wati, Dita Lia; Ulyanika, Ingga Arbiantara; Septiana, Qissa Muthia; Putri, Ghaitsani Aulia; Jannah, Hilya Nur; Ramadhan, Ilman Mohamad; Maulidho, Ilham; Sabrina, Nessa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1722

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk pada kelompok remaja sebagai calon orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait stunting melalui sosialisasi di Posyandu Remaja Dusun Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Metode kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi, simulasi, dan refleksi yang melibatkan 15 remaja sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor penyebab stunting, dampak jangka panjang, serta pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak remaja. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapatkan respons positif dari peserta dan mitra. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong keterlibatan remaja dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Mission Based Learning terkait ASI, MPASI, Rolling Massage, dan Upskilling Pengelolaan Manisan Asam sebagai Unit Usaha bagi Ibu Rumah Tangga dalam Mengatasi Gizi Buruk di Puskesmas Bijaepasu, Kabupaten Timor Tengah Utara Tage, Petrus Kanisius Siga; Febriyanti, Erna; Rame, Magi Melia Tanggu; Mboe, Ayu Andira; Oeina, Ratna Dewinta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1736

Abstract

Masalah gizi kurang, terutama pada anak-anak di wilayah pedesaan, masih menjadi isu kesehatan global yang signifikan. Di Indonesia, angka prevalensi gizi kurang tetap tinggi, dengan Kabu-paten Timor Tengah Utara (TTU) mencatatkan angka stunting yang mencemaskan. Masalah ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pola pemberian ASI dan MPASI yang tidak optimal, kebudayaan lokal, serta kondisi ekonomi yang terbatas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penge-tahuan dan keterampilan orang tua, khususnya ibu rumah tangga, dalam memberikan ASI eksklusif, MPASI berbahan lokal, serta memperbaiki ekonomi keluarga melalui produksi manisan asam sebagai produk berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan adalah Mission Based Learning, yang meng-gabungkan teori dan praktik, serta pelatihan teknik rolling massage untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang ASI dan MPASI, serta ket-erampilan dalam mengolah bahan pangan lokal. Selain itu, pelatihan pembuatan manisan asam mem-berikan dampak positif terhadap ekonomi keluarga. Keberlanjutan program ini dapat mengurangi prev-alensi gizi kurang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat TTU secara berkelanjutan. Pelatihan dan pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi kurang di wilayah tersebut.
Edukasi Pengenalan Tablet Penambah Darah pada Remaja di Desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang Nursadiyah, Siti; Sukaesih, Nunung Siti; Phalosa , Adelia Gian; Solehah , Indah Lutfiah Nur; Zakaria , Ilyas; Shalimar , Jesika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1738

Abstract

Kejadian anemia ini merupakan suatu permasalahan kesehatan yang cukup kompleks di Indonesia, terkhususnya pada beberapa daerah pedesaan seperti di Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Edukasi mengenai pentingnya mengenal TTD menjadi langkah awal yang penting dalam mencegah anemia pada remaja putri. Kegiatan edukasi pengenalan tablet tambah darah (TTD) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswi remaja di Desa Pangadegan mengenai TTD melalui edukasi dan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di empat sekolah dasar dengan total 65 siswi kelas 4–6 sebagai peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman, dengan selisih skor rata-rata 19,23 poin dari pre-test (75,69) ke post-test (94,92). Edukasi ini juga berhasil meningkatkan kesediaan peserta untuk mengonsumsi TTD. Kesimpulannya, penyuluhan mengenai TTD efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pencegahan anemia. Implementasi metode edukasi yang lebih interaktif di masa mendatang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program ini dan membantu menurunkan prevalensi anemia di kalangan remaja putri.
Pendidikan Kesehatan: Stop Pernikahan Usia Dini sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting di Desa Pangadegan Kabupaten Sumedang Jawa Barat Hasna, Azwaj Nailla; Azzahra, Dinda Nazwa; Sabila, Ismi; Aisah, Nur; Rosadi, Nurrita Catharina; Sukaesih, Nunung Siti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1747

Abstract

Tingginya angka pernikahan usia dini di Desa Pangadegan menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak remaja, mengenai dampak pernikahan dini terhadap stunting. Metode yang digunakan adalah asuhan keperawatan yang meliputi lima tahap: identifikasi masalah melalui survei awal dengan 265 responden, penetapan masalah, perencanaan materi berupa media visual dan kuesioner, implementasi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, pemutaran video layanan masyarakat, serta evaluasi melalui Pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan. Evaluasi lanjutan dilakukan satu bulan setelah kegiatan untuk memantau perubahan di masyarakat. Dampak yang diterima masyarakat adalah meningkatnya kesadaran tentang bahaya pernikahan dini serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui edukasi keluarga.
Pelatihan Digital Learning untuk Meningkatkan Kepekaan Perlindungan dan Pendidikan Seksual kepada Anak Sekolah Dasar Sinduningrum, Estu; Rossianiz, Arien Biangningrum; Pinardi, Sofia; Hilda, Atiqah Meuti; Hadi, Windia; Rosalina, Rosalina; Imanda, Rahmi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1763

Abstract

Perkembangan media sosial mudah ditonton tanpa batas waktu dimana dan kapan saja, membuat kekhawatiran tersendiri dari orangtua terhadap perilaku sosial anak. Meningkatnya kasus pelecehan seksual, adalah salah satu dari begitu banyak dampak dari penggunaan media sosial. Salah satu cara untuk mencegah anak agar tidak mengalami pelecehan seksual adalah dengan memberikan pemahaman mengenai hal bersifat seksual kepada anak. Akan tetapi stigma tabu ketika membicarakan pendidikan seksual masih sangat melekat dalam masyarakat di Indonesia saat ini. Pihak yang berperan untuk memberikan pendidikan seksual adalah guru di sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh guru sebanyak 7 orang dan anak didik kelas 5 sebanyak 33 siswa/siswi di SDN Susukan 09 Pagi, Jakarta Timur. Metode pengabdian ini adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi, serta praktik mengggunakan aplikasi berbasis android berteknologi Augmented Reality (AR) ‘Pengenalan Anggota Tubuh’. Hasil dari metode kuesioner terhadap siswa/siswi mengalami kenaikan dari 50% menjadi 92.857%  dan guru dari 56.06%  menjadi 94.94%. Peningkatan kemampuan dalam menggunakan aplikasi oleh siswa/siswi sebesar 89%. Penggunaan teknologi AR pada media pembelajaran menjadikannya interaktif dan menarik, sehingga efektif dalam memberi pembelajaran kepada anak mengenai bagian-bagian tubuh yang pribadi serta cara melindungi dirinya dari ancaman pelecehan seksual.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Aisyiyah dalam Penanganan Kegagalan KB IUD di Surakarta Jawa Tengah Andriyani, Annisa; Latif, Nazaruddin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1768

Abstract

Tingginya angka kegagalan KB IUD di Surakarta menjadi tantangan utama bagi kader kesehatan Aisyiyah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kurangnya pemahaman kader tentang penyebab dan penanganan kegagalan KB IUD, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang perawatan KB IUD, memperparah masalah ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan Aisyiyah dalam memahami penyebab kegagalan KB IUD serta cara penanganannya, sehingga mereka dapat memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Metode Pelaksanaan melalui pelatihan dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Sebanyak 40 kader kesehatan dari 27 ranting Aisyiyah di Surakarta dilibatkan dalam pelatihan ini. Materi pelatihan mencakup penyebab kegagalan KB IUD, langkah pencegahan, dan teknik edukasi kepada masyarakat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 75% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penyebab kegagalan KB IUD dan langkah-langkah pencegahannya. Kader kesehatan juga menjadi lebih terampil dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang KB IUD dan metode kontrasepsi lainnya. Program ini berdampak positif pada peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat. Kader merasa lebih percaya diri dan siap untuk mendeteksi serta menangani kasus kegagalan KB IUD, sekaligus mempromosikan metode kontrasepsi yang aman dan efektif.
Pengembangan Lahan Hijau melalui Pendekatan Partisipatif dan Edukatif dalam Mendukung Kualitas Urban Farming Kelurahan Ubung, Kota Denpasar, Provinsi Bali Trisnadevy, Komang Adelia; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1785

Abstract

Berkurangnya lahan pertanian di perkotaan menjadi tantangan bagi ketahanan pangan masyarakat Kelurahan Ubung. Dengan luas wilayah 173 hektar, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, memiliki potensi pemanfaatan lahan melalui program Pekarangan Pangan Lestari yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani Jelita. Namun, kualitas tanaman yang terganggu akibat hama, keterbatasan sarana pertanian, aliran listrik yang kurang memadai, dan rendahnya partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Jelita, menjadi tantangan terhadap keberlanjutan Pekarangan Pangan Lestari Kelurahan Ubung. Melalui penyediaan bibit tanaman pangan dan tanaman obat, insektisida alami, pupuk organik dan pupuk cair, serta edukasi terkait pentingnya ketahanan pangan yang berkelanjutan, menjadi solusi dalam mendukung kualitas urban farming Kelurahan Ubung. Kegiatan dilaksanakan melalui pen-dekatan partisipatif dan edukatif, dengan metode observasi, penyusunan program, persiapan sarana per-tanian dan materi edukasi, kegiatan pelaksanaan, serta evaluasi melalui wawancara dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Jelita, pemahaman masyarakat terhadap keterampilan bercocok tanam, serta keberagaman dan kualitas hasil panen. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Jelita dalam mendukung kualitas urban farming Kelurahan Ubung yang berkelanjutan.
Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) sebagai Pangan Mie dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Jati Padang, DKI Jakarta Suriawati, Junie; Rachmawati, Siti Rahayu; Latirah, Latirah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1789

Abstract

Prevalensi balita stunting di Wilayah Jakarta Selatan menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 11,9%. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kejadian stunting adalah dengan memanfaatkan daun kelor (Moringa oleifera L.). Pemilihan daun kelor didasar-kan pada kandungan senyawa aktifnya yang berfungsi sebagai antioksidan, kandungan gizinya yang tinggi, mudah diperoleh, harga yang terjangkau, dan kemampuannya untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti sayur, mie, atau teh. Masalah utama yang dihadapi oleh kader PKK di Kelurahan Jakarta Selatan adalah kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor untuk mencegah stunt-ing. Sebagai solusi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penyuluhan inter-aktif berbasis edukasi mengenai penggunaan daun kelor sebagai bahan pembuatan mie dalam rangka pencegahan stunting. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi dengan media PowerPoint, leaflet, dan bahan-bahan untuk pembuatan mie. Hasil evaluasi dari 50 kader PKK menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan perbandingan nilai rata-rata pretest (70,82±12,20) dan posttest (76,73±10,88), serta kader berhasil mengupload video cara membuat mie kelor di youtube. Dampaknya, kesadaran kader untuk membuat makanan dari bahan alam dengan kandungan gizi tinggi untuk mencegah stunting pada balita. Kesimpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan kader PKK setelah menerima edukasi pemanfaatan daun kelor untuk mencegah stunting.