cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten di Kabupaten Sanggau Wulandari, Rizky Dwi; Mukti, Elsa Tri; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.79803

Abstract

Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat dengan ibu kotanya Kapuas. Dalam upaya meningkatkan infrastruktur jalan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau telah menerima tambahan Dana Bagi Hasil Sawit sebesar Rp21 miliar untuk Program Penanganan Jalan Kabupaten pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang digunakan dalam menentukan prioritas peningkatan jalan kabupaten dan menetapkan prioritas peningkatan jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang diidentifikasi adalah tingkat aksesibilitas, kondisi jalan, tata guna lahan, biaya penanganan, dan volume lalu lintas rencana. Data yang telah diperoleh selanjutnya diolah menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software super decisions. Hasil analisis memberikan pembobotan prioritas peningkatan jalan di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan analisis, kondisi jalan memiliki bobot tertinggi (0,2540), diikuti oleh tingkat aksesibilitas (0,2228), volume lalu lintas (0,1273), tata guna lahan (0,0961), dan biaya penanganan (0,0917). Prioritas ruas jalan tertinggi adalah Jalan Sungai Kunyit "“ Sungai Ranas (0,1671), diikuti Jalan Sejuah "“ Noyan (0,1389), Jalan Sungai Mawang "“ Empaong (0,1383), Jalan Kedukul "“ Balai Sebut (0,1278), Jalan Bodok "“ Bonti (0,0896), Jalan Bonti "“ Bantai (0,0881), Jalan Tayan "“ Meliau (0,0692), Jalan Simpang Sanjan "“ Mengkiang (0,0677), Jalan Belangin "“ Kayu Tunu (0,0554), dan Jalan Embaong "“ Sungai Batu (0,0385). Kata Kunci: AHP, Peningkatan Jalan, Super Decisions.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATU BARA (FLY ASH) TERHADAP KUAT GESER Puji Febry Mindartin; R.M. Rustamaji; Eka Priadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.57768

Abstract

 Stabilisasi tanah merupakan usaha untuk memperbaiki sifat tanah. Proses stabilisasi paling sederhana yakni pemadatan, sehingga menggunakan teknik yang lebih efektif dengan mencampur tanah dengan pasir atau semen, grouting atau injeksi semen, abu terbang (fly ash), pemanasan dan lain sebagainya.Tujuan dari penelitian adalah menganalisa pengaruh penambahan abu terbang batu bara (fly ash) terhadap kuat geser tanah pada Uji Triaxial (Unconsolidated Undrained) dengan mengetahui angka faktor keamanan yang dapat ditinjau dengan penambahan abu batu bara. serta pengaruh dalam penambahan abu batu bara terhadap sifat fisik tanah yang akan menjadi korelasi untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah batu bara (fly ash) terhadap parameter kuat geser tanah dengan cara triaxial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kohesi (c) dan sudut geser (ϕ) tertinggi didapat dari tanah dengan kadar fly ash sebesar 40% dengan lama pemeraman selama 28 hari yang menghasilkan nilai sebesar 3.025 kg/cm² dan 15º. Kadar air pada tanah asli sangat berpengaruh terhadap kuat geser tanah dengan semakin besar kadar air pada tanah, nilai sudut geser (ϕ) semakin kecil. Hal tersebut dapat dihasilkan bahwa limbah batu bara (fly ash) dapat digunakan untuk meningkatkan kuat geser tanah berdasarkan nilai kohesi (c) dan sudut geser (ϕ) yang didapatkan. Kata Kunci: Stabilisasi tanah, Fly Ash, Triaxial Unconsolidated-Undrained, Kohesi, Sudut Geser
PENGARUH KEPADATAN TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR TERHADAP PARAMETER KUAT TEKAN TANAH Istanto, Roviandito Cahaya Setia; Rustamaji, R.M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62944

Abstract

Tanah lempung memiliki daya dukung tanah yang rendah. Dengan adanya permasalahan ini, maka diperlukan improvisasi pada tanah yang akan dijadikan sebagai bahan lapisan tanah dasar dengan menggunakan metode stabilisasi tanah atau perbaikan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau mengetahui pengaruh kepadatan tanah yang distabilisasi dengan kapur (Ca(OH)2) terhadap parameter kuat tekan tanah berdasarkan pengujian kuat tekan bebas. Sampel tanah yang digunakan adalah jenis tanah lempung yang berlokasi di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan mencampurkan tanah dan kapur sebesar 3%, 6% dan 12% terhadap berat kering tanah, serta dilakukan pemeraman selama 7, 14 dan 28 hari. Hasil pengujian didapatkan bahwa nilai kuat tekan bebas tanah dengan campuran kapur mengalami peningkatan dari kondisi tanah asli. Lamanya waktu pemeraman berpengaruh terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar persentase kadar kapur yang digunakan dan semakin lama waktu pemeraman yang dilakukan, nilai kuat tekan bebas tanah akan semakin meningkat.Kata kunci : desa bukit batu, kapur, kuat tekan bebas, stabilisasi, tanah lempung, waktu pemeraman  Clay soil has a low soil carrying capacity. Given this problem, it is necessary to improvise the soil that will be used as subgrade material using soil stabilization or soil improvement methods. This study aims to examine or determine the effect of soil density stabilized with lime (Ca(OH)2) on the compressive strength parameters of the soil based on the unconfined compressive strength test."™The soil sample used is a"™type of clay soil located in Bukit "˜Batu Village, Sungai Kunyit District, Mempawah Regency, West Kalimantan Province"™. The research was conducted in the laboratory by mixing soil and lime at 3%, 6% and 12% of the dry weight of the soil, and curing for 7, 14 and 28 days. The test results showed that the unconfined compressive strength of the soil with lime mixture increased from the original soil condition. The length of curing time affects the increase in the value of the unconfined compressive strength. This study proves that the greater the percentage of lime content used and the longer the curing time, the unconfined compressive strength of the soil will increase.Keywords: bukit batu village, clay soil, curing time, lime, stabilization, unconfined compressive strength
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA AKTIVITAS HAULING DENGAN METODE HIRARC DI CV. LITHOSINDO JAYA KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Rahmarani, Destia; Nirmala, Azwa; Herlambang, Yoga
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62439

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diperlukan pada setiap rangkaian kegiatan pertambangan untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan kejadian berbahaya sehingga kelancaran operasi produksi perusahaan dapat terwujud. Aktivitas hauling yang dilakukan CV. Lithosindo Jaya memiliki potensi bahaya yang menyebabkan risiko tinggi. Tujuan studi ini adalah untuk membuat katalog potensi ancaman, menilai tingkat bahaya, dan menyarankan tindakan pencegahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control). Data primer penelitian berupa pengidentifikasian potensi bahaya, data kuesioner responden, geometri jalan angkut dan data kecepatan alat angkut. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk penilaian tingkat risiko yang dilanjutkan dengan rekomendasi pengendalian risiko bagi perusahaan. Hasil Penelitian diperoleh 33 potensi bahaya dan 33 risiko pada 4 aktivitas utama hauling. Terdapat 33% risiko tergolong priority 3, 25% tergolong substansial, 18% tergolong priority 1, 15% tergolong very high dan 9% acceptable pada aktivitas hauling. Hasil geometri jalan angkut terdapat 1 titik grade jalan angkut yang melebihi standar Kepmen No. 1827   K Tahun 2018 yaitu sebesar 15,87%. Kecepatan 4 alat angkut sudah memenuhi ketetapan kecepatan maksimal yaitu 40km/jam. Rekomendasi upaya pengendalian risiko berdasarkan OHSAS 1800 ialah pengendalian administratif dengan 33 rekomendasi dan engineering control 21 rekomendasi.
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN SEKOLAH TUJUH LANTAI DI KOTA PONTIANAK Salsabila, Putri Najwa; Herwani, Herwani; Faisal, Faisal
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82865

Abstract

Sarana pendidikan yang sangat penting dan harus ada di setiap daerah di Indonesia adalah sekolah. Bangunan sekolah seharusnya dibangun dengan baik agar tingkat pendidikan semakin tinggi. Pada penulisan ini dirancang pembangunan suatu bangunan sekolah tujuh lantai dengan struktur beton bertulang tahan gempa dan berpedoman pada Standar Nasional Indonesia yang sedang berlaku. Analisis struktur pada perancangan ini dilakukan dengan melakukan pemodelan struktur tiga dimensi (3D) menggunakan program komputer Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Terdapat dua jenis balok yaitu balok B1 (400/800) dan balok B2 (350/700) dengan menggunakan tulangan longitudinal D25 dan tulangan transversal Ø13. Tebal pelat lantai 120 mm menggunakan wiremesh M12. Tebal pelat tangga dan bordes 150 mm dengan tulangan lentur D12 dan tulangan susut dan suhu D10. Dimensi kolom yang digunakan yaitu 700 × 700 dengan tulangan lentur 20D25 dan tulangan geser 3Ø10. Digunakan fondasi tiang pancang persegi dengan dua jenis fondasi yang digunakan, yaitu fondasi F1 (2000×2000) dan fondasi F2 (3000×2000).
PENGATURAN PINTU AIR (UNDERFLOW) UNTUK PENGATURAN MUKA AIR DI LAHAN PERTANIAN DAERAH IRIGASI RAWA (D.I.R) SEMELAGI KOMPLEK Kurniawan, Ade; Umar, -; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.58135

Abstract

Daerah rawa di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sambas yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut telah cukup lama direklamasi/diusahakan oleh sebagian penduduk setempat untuk lahan pertanian. Permasalahan yang terjadi adalah kebutuhan air yang semakin meningkat,   untuk itu dilakukan pengoperasian pintu air Semelagi Komplek yang saat ini mengalami masalah dalam hal volume air yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan mencari besar kebutuhan air yang dibutuhkan dan dilakukannya Pengaturan pintu air pada Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Semelagi Komplek pada blok tanaman padi-padi, penelitian dilakukan dengan   mengolah   data curah hujan dan iklim untuk menentukan berapa besar kebutuhan air irigasi   dan lakukan perhitungan pengaturan pintu air. Dari hasil   pengolahan data   didapatkan hasil   Kebutuhan Drainase di daerah irigasi rawa (DIR) Semelagi Komplek didapat modulus drainase Q2 sebesar 7,30 l/s/ha, Q5 sebesar 10,18 l/s/ha, Q10 sebesar 11,69 l/s/ha, Q20 sebesar 12,92 l/s/ha, Q50 sebesar 14,33 l/s/ha, dan Q100 sebesar 15,29 l/s/ha. Dan pengaturan pintu air pada Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Semelagi Komplek, sebagai contoh pada pengoperasian pintu air 1 dapat untuk muka air dibagian hulu setinggi 1,60 m dilakukan bukaan pintu setinggi 0,03 m, sedangkan untuk muka air di bagian hulu setinggi 0,20 m dilakukan bukaan pintu setinggi 0,25 m yang berarti pada saat muka air di hulu tinggi maka di lakukan bukaan pintu air yang rendah agar air dari hulu tidak banyak terbuang sehingga dapat mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian dan perkebunan.Kata Kunci:, Daerah irigasi rawa ,Kebutuhan air irigasi, Pintu air.
DESAIN STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA GEDUNG RAWAT INAP DAN IGD RSUD dr. A. DIPONEGORO "“ PUTUSSIBAU, KALIMANTAN BARAT Awaldiansyah, Suhardy; Yusuf, Muhammad; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.69049

Abstract

Penerapan baja struktural dalam pembangunan gedung bertingkat mempunyai keuntungan dari segi proses konstruksi yang cepat dan efisien. Perancangan struktur baja pada Gedung Rawat Inap dan IGD RSUD dr. Achmad Diponegoro memungkinkan fungsi operasional gedung lebih cepat. Total jumlah lantai sebanyak 7 lantai, dengan 2 lantai teratas sebagai ruang rawat inap tipe VIP. Perancangan gedung mengacu pada konsep desain faktor beban dan ketahanan sesuai peraturan SNI 1729:2020. Analisa struktur menggunakan program analisis struktur. Peraturan yang digunakan dalam perancangan struktur baja yaitu SNI 1729-2020 dan SNI 7860-2020, SNI 1727-2020 untuk perancangan pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perencanaan beban gempa. Penggunaan struktur baja dengan rangka momen biasa merupakan pilihan yang sesuai untuk gedung dengan lokasi di Putussibau yang tergolong sebagai daerah dengan tingkat gempa sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis program struktural, diperoleh dimensi balok IWF-500x200x10x16 (gilas panas) dan kolom H-500x500x20x25 (balok dilas). sambungan balok-kolom menggunakan sambungan momen pelat-ujung berbaut diperpanjang delapan-baut dengan pengaku.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING PROGRES MULTIPROYEK Syawzul Kusuf; Safaruddin M Nuh; M. Indrayadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51468

Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah provinsi kalimantan barat mempunyai proyek-proyek pembangunan setiap tahunnya. Proyek pemerintah terkait seperti pembangunan gedung pemerintah, jalan, drainase, jembatan dan lainnya. Banyak instansi pemerintah daerah yang berperan dalam pembangunan suatu daerah. Salah satu instansi tersebut adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM). Untuk mewujudkan visi dan misi dinas PERKIM salah satunya dengan cara melakukan pembangunan infrastruktur daerah. Dalam pelaksanaannya dinas PERKIM menyelenggarakan lebih dari satu paket kegiatan proyek. Permasalah yang timbul dari pembangunan infrastruktur daerah salah satunya adalah pengendalian pada setiap proyek yang diselenggarakan pada waktu bersamaan. Dari permasalahan diatas penulis ingin merancang sebuah sistem informasi yang dimana sistem tersebut dapat menginformasikan progres pekerjaan multiproyek. Sistem direncanakan menggunakan metode Earned Value Analysis. Hasil pengolahan data pada sistem akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Sistem akan dibuat dalam bentuk website sehingga pengguna dapat memonitoring menggunakan teknologi yang terhubung dengan internet.Kata Kunci : sistem informasi manajemen, progres multiproyek, monitoring, earned value analysis, website, tabel dan grafik.
KEBUTUHAN AIR IRIGASI SAWAH PADA DAERAH IRIGASI SENAKIN KOMPLEK BENDUNG TUNGKALANG I Abang Alvin Septiady Pratama; Nurhayati Nurhayati; Stefanus Barlian Soeryamassoeka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya kebutuhan air yang diperlukan untuk kegiatan irigasi harus diketahui terlebih dahulu, salah satunya pada Daerah Irigasi Senakin Komplek Bendung Tungkalang I terletak di desa Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Areal persawahan di D.I Senakin Komplek ditanami padi sebesar 95 %, dan sisanya ditanami tanaman Palawija. Sumber air Daerah Irigasi Senakin Komplek berasal dari air Sungai Tungkalang. Dengan Luas daerah tangkapan air sebesar 1085 Ha (Hektare). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Senakin Komplek. Data yang digunakan, yaitu debit lapangan berupa debit sesaat Sungai Tungkalang, curah hujan dan iklim. Evapotranspirasi Potensial dihitung menggunakan metode Penman-Modifikasi kebutuhan air untuk tanaman, dan Curah Hujan Efektif dihitung menggunakan Metode Harza. Hasil kebutuhan air tanaman menyesuaikan simulasi pola tanam padi-padi yang dimulai pada April I dan II sampai dengan Maret I dan II dengan Data hujan harian setengah bulan pertama dan kedua. kebutuhan air tertinggi untuk tanaman padi sebesar 1,412 lt/det/ha atau sebesar 12,196 mm/hari dalam satu tahun.Kata kunci: Daerah Irigasi Senakin Komplek Bendung Tungkalang I, Debit Lapangan,Kebutuhan Air.
PERENCANAAN ANGKUTAN SEKOLAH DI KECAMATAN MENJALIN, KABUPATEN LANDAK Yolanda, Antonia; Said, Said; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83861

Abstract

Tingginya tingkat penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah usia yang diijinkan di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak menjadi permasalahan transportasi yang berpotensi negatif. Hal ini menjadi salah satu agenda yang diusung oleh DPRD Kabupaten Landak berupa tersedianya pelayanan bus sekolah. Hasil penelitian menunjukan jumlah demand pelajar untuk rencana pelayanan bus sekolah di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak adalah 1,098 pelajar. Direncanakan 2 rute pelayanan bus sekolah, yaitu rute 1 dengan panjang rute 6,9 km melayani zona 6 "“ zona 5 "“ zona 4 "“ zona 3 "“ SMP Negeri 1 Menjalin "“ SMK Pahar Menjalin "“ SMA Negeri 1 Menjalin, sedangkan rute 2 dengan panjang rute 4,2 km melayani zona 1 "“ zona 2 "“ SMA Negeri 1 Menjalin "“ SMK Pahar Menjalin "“ SMP Negeri 1 Menjalin. Waktu operasi bus sekolah selama 120 menit, shift pagi pukul 05:00 "“ 07:00 WIB kemudian shift siang pukul 14:00 "“ 16:00 WIB. Kecepatan bus sekolah direncanakan sebesar 35 km/jam dengan load factor sebesar 100%. Kebutuhan jumlah armada untuk rute 1 berjumlah 17 armada, sedangkan rute 2 berjumlah 3 armada, serta direncanakan 8 titik halte.Kata Kunci: Angkutan Sekolah, Jumlah Armada, Rute

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue