cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
ANALISIS KINERJA SIMPANG DAN MODEL SIMULASI LALU LINTAS SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus : Persimpangan Jl. Komodor Yos Sudarso - Jl. RE Martadinata Kota Pontianak) Trisna Wahyu Ningsih; Said Said; Sumiyattinah Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60489

Abstract

Simpang tak bersinyal dapat menyebabkan permasalahan lalu lintas apabila tidak dilakukan manajemen lalu lintas yang benar, dan dapat menyebabkan potensi tundaan, kemacetan, dan dapat menyebabkan kecelakaan. Penelitian dilakukan persimpangan Jalan Komodor Yos Sudarso, Jalan RE Martadinata Kota Pontianak. Persimpangan ini merupakan daerah komersial dengan lebar pendekat 9 m, dan arus yang tinggi dikarenakan DS≥0,75. Metode yang digunakan adalah VISSIM dan MKJI 1997. Kinerja persimpangan dianalisis pada kondisi eksisting, proyeksi 5 dan 10 tahun kedepan pada hari Senin pukul 07.00-08.00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja persimpangan, memberikan beberapa alternatif penanganan, dan memilih alternatif penanganan terbaik untuk meningkatkan kinerja persimpangan. Diperoleh hasil kondisi eksisting dengan VISSIM diperoleh tundaan 19,04 dan LOS_C, sedangkan MKJI 1997 diperoleh DS 1,186 dengan tundaan 37,09 dan LOS_D. Diperoleh hasil proyeksi 5 tahun kedepan menggunakan VISSIM dengan tundaan 12,51 dan LOS_B, sedangkan MKJI 199e7 diperoleh DS 1,301 dengan tundaan 128,8 dan LOS_F, dan pada proyeksi 10 tahun kedepanr diperoleh hasil menggunakan VISSIM dengan tundaan 43,40 dan LOS_E, sedangkan MKJI 1997 diperoleh DS 1,81. Permasalahan kondisi eksisting diatasi dengan pelebaran jalan mayor dengan hasil tundaan 5,43 dan LOS_A sedangkan permasalahan pada proyeksi  10 tahun kedepan diatasi dengan pelebaran jalan mayor dan minor dengan hasil tundaan 23,19 dan LOS_C.
ANALISIS NERACA AIR DAERAH IRIGASI RAWA (D.I.R) RASAU JAYA TIGA Firdayati, Rafi'; Herawati, Henny; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76411

Abstract

Daerah Irigasi Rawa Rasau Jaya Tiga adalah area rawa pasang surut yang terletak di Kalimantan Barat yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai wilayah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan air dan mengkaji tinggi muka air di saluran. Metode Mock digunakan untuk menganalisis ketersediaan air dan program HEC-RAS digunakan untuk mensimulasikan kondisi pengaruh pasang dan surut terhadap muka air di saluran. Hasil analisis menunjukan bahwa ketersediaan air maksimum yaitu 610,042 lt/detik pada bulan Desember dan ketersediaan air minimum yaitu 174,851 lt/detik pada bulan September. Pada mula tanam bulan Oktober untuk pola tanam Padi-Padi dan 1 kali Padi, didapatkan nilai NFR maksimum yaitu 172,264 lt/detik untuk pola tanam Padi-Padi pada bulan Februari dan 121,417  lt/detik pada bulan Oktober untuk pola tanam 1 kali Padi, sedangkan besarnya ketersediaan air pada bulan Oktober sebesar 461,579 lt/detik. Hasil analisis pemodelan kondisi eksisting saluran menunjukkan bahwa pada saat pasang tinggi air elevasi muka air pada saluran mencapai 1,15 m dan dapat mengaliri lahan pertanian. Sedangkan pada saat surut elevasi muka air berada di bawah elevasi dasar saluran, yaitu setinggi -0,09 m sehingga pada kondisi surut lahan pertanian di sekitar saluran tidak dapat teraliri dengan baik.
ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN (MOTOR AIR) JURUSAN SUNYAT-SUNGAI ASAM KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU Nanta, Paskalis Beni; Mukti, Elsa Tri; Kadarini, Siti Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53692

Abstract

Angkutan penyeberangan sungai (motor air) merupakan sarana transportasi yang digunakan di Kecamatan Belitang Hilir, karena belum ada jembatan penghubung antar kecamatan yang dipisah oleh Sungai Kapuas. Tujuan penelitian memprediksi pertumbuhan penumpang 5 tahun kedepan berdasarkan pertumbuhan penduduk yang mempengaruhi penyeberangan, menentukan armada optimal di Dermaga Sunyat-Sungai Asam, dan mengevaluasi tarif terhadap kondisi lapangan. Metodologi penelitian digunakan metode deskriptif kuantitatif yang merupakan penelitian secara sistematis dengan memperoleh data berbentuk angka. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap pengelola dan penumpang angkutan, menghitung jumlah penumpang orang dan sepeda motor yang menggunakan penyeberangan Sunyat-Sungai Asam. Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk yang mempengaruhi penyeberangan Sunyat-Sungai Asam pada tahun 2025 di Kecamatan Belitang = 14.724 jiwa, Kecamatan Belitang Hilir = 23.365 jiwa, Kecamatan Belitang Hulu = 19.805 jiwa, dan Kecamatan Sekadau Hilir = 74.519 jiwa. Proyeksi jumlah penumpang Penyeberangan Sunyat-Sungai Asam rata-rata penumpang sekarang berjumlah 1.268 penumpang dan pada tahun 2025 berjumlah 1.431 penumpang. Armada optimal di Dermaga Sunyat yang semula berjumlah 74 armada menjadi 68 armada dengan load faktor lapangan 0,60 dan jumlah armada optimal di Dermaga Sungai Asam yang semula berjumlah 120 armada menjadi 97 armada dengan load faktor lapangan 0,38. Tarif di Dermaga Sunyat-Sungai Asam sekarang = Rp.5000/orang. Pendapatan di Dermaga Sunyat sebesar Rp.191.047,25/hari dan pendapatan di Dermaga Sungai Asam sebesar Rp.94.840,27/hari.Kata Kunci : Angkutan Penyeberangan Sungai, Optimal, Proyeksi, Tarif.
PEMANFAATAN LIMBAH SPENT BLEACHING EARTH PADA STABILISASI TANAH "“ KAPUR UNTUK LAPISAN FONDASI BADAN JALAN DITINJAU TERHADAP KARAKTERISTIK KEMBANG SUSUT Alam, Hafidz Al; Aprianto, Aprianto; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66043

Abstract

Tanah adalah susunan dari mineral, bahan organik dan endapan-endapan yang relatif lepas (loose) yang terletak di atas batu dasar (bedrock). Stabilisasi tanah merupakan cara perbaikan tanah yang memiliki indeks plastisitas tinggi, daya dukung rendah, serta kembang susut yang tinggi   dengan cara menambahkan suatu bahan ke dalam tanah tersebut. Tanah mengembang yaitu tanah yang memiliki pengembangan dan susut yang tinggi sehingga perlu dilakukan stabilisasi pada tanah ekspansif untuk memperbaiki tanah tersebut. Dalam penelitian ini tanah yang digunakan yaitu tanah di daerah Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang. Akan tetapi tanah tersebut dimodifikasi dengan bentonite, karena untuk sifat kembang susut sendiri dalam pengujiannya harus menggunakan tanah yang memiliki potensi pengembangan yang tinggi. Bahan pengikat yang digunakan dalam stabilisasi ini yaitu kapur sebesar 4% dan bahan aditif yang digunakan yaitu Spent Bleaching Earth (SBE) dengan variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan waktu pemeraman 0,7,14 hari. Sehingga stabilisasi tanah disini berperan sebagai alternatif pengurangan permasalahan pencemaran limbah ini. Setelah dilakukan pengujian fisis dan mekanis dengan bahan campuran tersebut didapatkan hasil bahwa nilai optimum berada pada variasi SBE 10% dan menurunkan potensi pengembangan dari yang tinggi menjadi rendah. Waktu pemeraman juga semakin menurunkan hasil dari pengujian.
EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG SALURAN DRAINASEDI JALAN PARIT HAJI HUSIN 2 PONTIANAK Raden Muhammad Gassa Robbani; Henny Herawati; Kartini Kartini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59113

Abstract

Penelitian dilakukan di Jalan Parit Haji Husin 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi dipengaruhi oleh pasang surut. Parit akan mengalami banjir atau genangan apabila terjadi hujan dan pasangsurut yang tinggi karena saluran drainase  tidak berfungsi dengan baik untuk menampung air yang berlebihan.Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode evaluasi dan deskriptif. Berdasarkan analisa datamenggunakan HEC-RAS pada kondisi hujan periode 2 dan 5 tahun terdapat beberapa titik mengalami banjir ataugenangan, tetapi pada kondisi tanpa hujan saluran masih dapat menampung air. Secara keseluruhan salurandrainase pada Jalan Parit Haji Husin 2 bekerja dengan cukup baik namun beberapa titik mengalami banjir ataugenangan sehingga perlu ditinjau agar dapat diberikan alternatif untuk menangani banjir atau genangan yangterjadi,
ANALISIS DEBIT BULANAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RAYA Audriliansyah, Purnama; Nurhayati, Nurhayati; Kartini, Kartini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.77248

Abstract

Indonesia termasuk ke dalam negara dengan  pengertian ciri-ciri dan daerah sebaran iklim tropis  dan hanya memiliki dua musim saja sepanjang tahun, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Wilayah  ekuatorial memungkinkan adanya penguapan dalam jumlah besar. Maka dari itu, tidak heran jika hujan tetap turun ketika musim kemarau berlangsung. DAS Raya memiliki luas 344.301 km2  yang terbentang dengan Kabupaten Sambas sampai    Kabupaten Bengkayang yang meliputi banyak statsiun hujan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit bulanan,menganalisis karakteristik kekeringan dan mengetahui persebaran kekeringan pada Das Raya. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu curah hujan, peta DAS, data iklim. Debit bulanan dianalisis menggunakan metode  Mock. Nilai debit bulanan di DAS Raya selalu tidak merata tiap bulannya, nilai terendah sering terjadi pada bulan Maret, tetapi untuk nilai rata-rata selama 16 tahun terakhir nilai curah hujan lebih tinggi dari pada nilai keringnya, Hal ini menunjukkan bahwa di DAS Raya lebih dominan terhadap basah.
ANALISIS PERMASALAHAN DAN PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UMUM DI KETAPANG Aditya Renaldi; Sumiyattinah Sumiyattinah; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.55228

Abstract

Transportasi umum adalah pelayanan angkutan penumpang oleh sistem perjalanan kelompok yang tersedia dan digunakan oleh masyarakat.Transportasi umum merupakan hal penting bagi suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab utama tidak adanya transportasi umum yang beroperasi di Ketapang, mengetahui pendapat masyarakat terkait angkutan umum yang mereka harapkan di masa mendatang dan diharapkan penelitian ini menjadi saran untuk pemerintah dalam pengembangan transportasi umum di Ketapang. Metode yang digunakan adalah analisis Fishbone dan analisis Skala Likert Berdasarkan hasil analisis, didapat 5 (lima) permasalahan utama yang menjadi penyebab matinya atau hilangnya layanan angkutan umum di Ketapang, yaitu : 1. Masalah Sarana dan Prasarana, 2. Masalah Sistem Pelayanan, 3. Masalah Kebijakan, 4. Masalah Kemauan atau Minat Masyarakat, dan 5. Masalah Inovasi. Untuk pengembangan transportasi diharapkan masyarakat, hasil dari kuesioner yang telah disebarkan kepada 400 responden, kemudian dikelompokkan dan ditentukan nilai pengaruh menjadi: Pengaktifan Kembali Angkutan Umum (66,75%), Peningkatan Kualitas Dari Moda Angkutan (39,25%), Penambahan Jumlah Trayek (70,75%), Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum (71,75%), dan Peningkatan Fasilitas Tambahan Angkutan Umum (73%). Pengembangan yang bisa dilakukan berdasrakan tanggapan masyarakat adalah penerapan system trasnportasi yang berbasis teknologi informasil ataui intelligent transport system dan harus juga didukung perbaikan di bidang sarana dan prasarana transportasinya.
KAJIAN KUAT TEKAN BETON PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN COMPRESSION TEST DAN HAMMER TEST Muhammad Indra; Yoke Lestyowati; Gatot Setya Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.44028

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang memiliki daya tahan yang baik terhadap api dibandingkan dengan material lain tetapi mempengaruhi kualitas struktur beton. Tinginya suhu dan lamanya waktu pemanasan sangat mempengaruhi penurunan kekuatan  beton. Kondisi ini umum terjadi pada peristiwa kebakaran bangunan beton sehingga perlu diketahui persentase penurunan mutu beton sebagai bahan pertimbangan kelayakan fungsi pasca kebakaran. Dalam penelitian ini dilakukan pembebanan suhu tinggi secara bertahap pada benda uji silinder dan balok beton dengan menggunakan oven sebagai sistem pembakaran dengan tujuan untuk mengetahui perubahan kuat tekan beton dengan mutu 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa pada benda uji silinder Ø15 – 30 dan balok beton bertulang 15 x 15 x 60 cm yang dibakar sampai suhu 505ºC, 500ºC dan 750ºC sebanyak 60 buah silinder dan 18 balok. Pengujian kuat tekan silinder dan balok menggunakan CTM dan Hammer Test menunjukan hasil penelitian kuat tekan setiap mutu beton dan durasi pembakaran yang berbeda mengalami penurunan yaitu untuk benda uji beton silinder dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 21%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 18%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 14%. Untuk benda uji balok beton pada suhu 500ºC dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 6,5%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 5,5%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 7%. Pada suhu 750ºC dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 36,5%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 31%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 23,5%. Kata Kunci: Beton, Kebakaran, Suhu, Mutu, Kuat Tekan
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN APLIKASI CEDAS NEMOS DI PANTAI KURA-KURA KABUPATEN BENGKAYANG -, Galdi Galdi; Danial, Mochammad Meddy; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68605

Abstract

Salah satu provinsi di Indonesia, Kalimantan Barat memiliki bentangan garis pantai yang cukup luas di sisi baratnya. Pantai Penyu adalah salah satunya. Pantai Kura-Kura merupakan tantangan karena tebing yang tiba-tiba jatuh ke bawah yang terjadi di sana. Penduduk setempat merasakan dampak perubahan garis pantai tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana garis pantai telah bergeser. Situs web ECMWF digunakan untuk mendapatkan data gelombang. Program CEDAS NEMOS kemudian diberi data gelombang. Dari 2012 hingga 2021, abrasi dan akresi masing-masing 2"“5,24 meter dan 3"“4 meter dihitung menggunakan modul program GENESIS. Penguatan pantai berupa revetment diperlukan untuk melindungi pantai dari pengaruh abrasi dan akresi.
ANALISIS PERCEPATAN JADWAL (CRASHING PROJECT) MENGGUNAKAN SISTEM SHIFT DENGAN TRACKING PDM (PRECEDENCE DIAGRAMMING METHOD) (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN RUSUN UNIVERSITAS NAHDHATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT) Sonny Franata; Herwani Herwani; Rafie Rafie
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60729

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya agar dapat mencapai target rencana. Dalam hal ini dilakukan percepatan jadwal menggunakan system shift dengan tracking PDM (precedence diagramming method) untuk mengatasi masalah keterlambatan yang tidak sesuai dengan waktu rencana, system yang ditinjau pasti mengalami bengkaknya biaya total hal ini dilakukan supaya pekerjaan dilapangan dalam segi waktu dapat teratasi, untuk mengejar keterlambatan antara waktu actual dan rencana. Kemudian hal yang perlu dilakukan adalah mempercepat waktu proyek dengan biaya yang minimum. Hal ini ditunjukkan dari mencari cost slope tiap kegiatan yang terkecil dan dilakukan percepatan waktu masing-masing kegiatan supaya biaya yang dikeluarkan akibat percepatan tidak begitu besar. Dalam melakukan percepatan jadwal maka yang perlu diketahui yaitu menganalisis waktu dan biaya normal masing-masing kegiatan dengan waktu normal 173 hari dan Normal cost bahan dan Upah yaitu Rp. 3.620.511.290. setelah itu melakukan tracking waktu masing-masing kegiatan dan didapatkan 113 hari dan Crash Cost Upah yaitu Rp.4.301.693.726. sehingga kesimpulannya adalah waktu yang di hasilkan akibat proses percepatan yaitu didapatkan waktu percepatan sesuai dengan perencanaan yang di tetapkan, akan tetapi biaya yang dikeluarkan akibat proses percepatan juga akan mengalami kenaikan sebesar 7,38%.Kata Kunci: Crash Cost, Sistem Shift, Tracking PDM, Waktu Normal.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue