cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 69 Documents
Optimalisasi Ruang Laktasi di 12 Kementerian dan Lembaga Republik Indonesia Rosyidah, Hanifatur; Yuhan, Risni Julaeni; Siregar, Lesti Kaslati; Qosyasih, Nelis Nazziatus Sadiah; Saraswati, Lia Kharisma; Chasanah, Isnatul; Syafitri, Yunita; Astuti, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.50-57

Abstract

Mempertahankan pemberian ASI eksklusif sangat sulit bagi para ibu saat kembali bekerja. Oleh karena itu, dukungan menyusui pada ibu bekerja sangatlah dibutuhkan guna mencapai keberhasilan ASI eksklusif yang penting untuk kelangsungan hidup dan kesehatan anak. Hasil pengkajian yang dilakukan di 12 Kementerian dan Lembaga, ditemukan bahwa belum maksimalnya dukungan pada ibu menyusui di tempat kerja. Tujuan dari kegiatan penyusunan modul dan bimbingan teknis pada perwakilan kantor adalah guna mendorong perkantoran Kementerian dan Lembaga dalam mempromosikan, mendukung, dan melindungi hak ibu dan anak. Bimbingan teknis yang dilakukan selama 2 hari ini menggunakan metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP), dengan peserta sebanyak 25 orang. Pemahaman dan kepuasan peserta diukur dengan kuesioner yang diisi sebelum dan setelah kegiatan pelatihan. Sebagian besar peserta adalah perempuan (80%), usia peserta berkisar 24-46 tahun, dan lebih dari 50% berpendidikan sarjana dan magister. Rerata nilai pretest peserta yaitu 65,4, sedangkan rerata nilai posttest yakni 76,65. Berdasarkan hasil dari uji-t statistic diperoleh nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil uji kompetensi peserta terkait menyusui sebelum dan sesudah pelatihan. Dengan kata lain terdapat perubahan peningkatan pengetahuan pada peserta pelatihan. Seluruh peserta sangat puas terhadap metode selama pelatihan. Lebih dari 80% peserta sangat puas dengan fasilitator dan materi yang disampaikan. Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah pelatihan ini mencakup 2 kegiatan utama yaitu sosialisasi edukasi menyusui dan perumusan kebijakan dalam pemenuhan hak anak atas kesehatan dan pendidikan.Maintaining exclusive breastfeeding is very difficult for mothers when returning to work. Therefore, breastfeeding support for working mothers is very necessary to achieve the success of exclusive breastfeeding which is important for the survival and health of children. The results of the study conducted in 12 Ministries and Institutions found that support for breastfeeding mothers in the workplace was not optimal. The purpose of the module preparation and technical guidance activities at the representative offices was to encourage the offices of the Ministry and Institutions to promote, support, and protect the rights of mothers and children. The technical guidance conducted for 2 days used the Interpersonal Communication method, with 25 participants. The understanding and satisfaction of the participants were measured by questionnaires filled out before and after the training activities. Most of the participants were women (80%), the age of the participants ranged from 24-46 years, and more than 50% had bachelor's and master's degrees. The average pretest score of the participants was 65.4, while the average posttest score was 76.65. Based on the results of the statistical t-test obtained a value of 0.000 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between the results of the participant competency test related to breastfeeding before and after the training. In other words, there is a change in the increase in knowledge of the training participants. All participants were very satisfied with the method during the training. More than 80% of participants were very satisfied with the facilitators and the materials presented. This Follow-up Action Plan after training includes 2 main activities, namely socialization of breastfeeding education and formulation of policies in providing children's rights to health and education.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Eco Enzim di Pucang Gading Mranggen Demak Zulaikhah, Siti Thomas; Sampurna, Sampurna; Masyhudi, Masyhudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.58-66

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu solusi inovatif dan ramah lingkungan adalah pengolahan sampah organik menjadi eco enzim. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memiliki potensi sebagai media pemberdayaan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzim melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, praktek langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang konsep, proses pembuatan, serta manfaat eco enzim bagi Kesehatan dan lingkungan. Peserta adalah kader kesehatan RW 13 Pucang Gading yang berjumlah 30. Peserta diberikan pretes dan postes pada akhir kegiatan sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dibandingkan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan t-paired test. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan adalah 50.50 dan sesudah kegiatan 95.20, hasil analisis data dengan uji t-paired diperoleh nilai p=0,020. Penyuluhan dan praktek langsung tentang pengolahan sampah organik menjadi eco enzim berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzim melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.The increasing volume of household organic waste has become a serious challenge to environmental and public health. One innovative and eco-friendly solution is processing organic waste into eco-enzyme. This activity is not only ecologically beneficial but also has great potential as a means of community empowerment. This community service aimed to improve the knowledge and skills of community health cadres in processing organic waste into eco-enzyme through educational and participatory approaches. The methods included counseling sessions, hands-on practice of making eco-enzyme, and ongoing assistance. The results showed a significant increase in public understanding of the concept, production process, and benefits of eco-enzyme for both the environment and health. The participants consisted of 30 health cadres from RW 13 Pucang Gading. A pretest and posttest were administered to evaluate the activity's impact. The knowledge scores before and after the intervention were compared using a paired t-test. The mean pretest score was 50.50, while the posttest score increased to 95.20. Statistical analysis showed a significant difference (p = 0.020). Educational counseling and direct demonstration of organic waste processing into eco-enzyme positively influenced the improvement of knowledge and skills among cadres using an educational and participatory approach.
Identifikasi Penyakit Degeneratif dan Peningkatan Edukasi Pengelolaan Obat pada Lansia di Kota Semarang Nastiti, Nindita Sari; Adityas, Hanung Puspita; Oktavia, Shelomita Risti; Hanum, Dayyana Rizkya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.67-75

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, akan berpengaruh terhadap kondisi fisik seseorang. Berbagai keluhan kesehatan dirasakan oleh lansia yang diakibatkan oleh adanya penurunan fungsi tubuh dan biasanya berkaitan dengan adanya penyakit degeneratif serta sindrom metabolik yang dialami seseorang. Pencegahan dan identifikasi dini penyakit degeneratif dan sindrom metabolik menjadi keuntungan utama dari pemantauan kesehatan, serta diperlukan untuk menekan perkembangan penyakit dan dapat digunakan untuk mendasari manajemen pengobatan. Pengobatan secara farmakologi dan non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi kesehatan pada lansia. Adanya obat sisa atau obat persediaan di rumah tangga merupakan kemungkinan yang sering terjadi, obat tersebut harus dapat dikelola dengan baik sehingga diperlukan edukasi kepada para lansia. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah supaya lansia bisa memahami terakit penyakit degeneratif baik dari penyebab, pencegahan maupun penanganan serta pengobatan yang benar dan pengelolaan yang baik agar tidak terjadi salah penggunaan obat, penggunaan yang berlebih maupun obat kadaluarsa. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu dan asam urat. Kemudian diberikan edukasi dengan media ceramah mengenai penyakit degeneratif dan pengelolaan obat (DAGUSIBU). Peserta kegiatan diberikan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan mengenai penyakit degeneratif dan ketrampilan pengelolaan obat sebelum dan setelah mendapatkan materi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji wilcoxon dari 20 peserta yang mengisi kuesioner secara lengkap menunjukkan nilai asymp.sig (2 tailed) 0.01, yang berarti kurang dari 0.05 dan memberikan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi.As age increases, it will affect a person's physical condition. Various health complaints are felt by the elderly due to a decrease in body function and are usually related to the presence of degenerative diseases and metabolic syndrome experienced by a person. Prevention and early identification of degenerative diseases and metabolic syndrome are the main benefits of health monitoring, and are needed to suppress disease progression and can be used to inform treatment management. Pharmacological and non-pharmacological treatments can be used to manage health in the elderly. The existence of residual drugs or drug supplies in households is a possibility that often occurs, these drugs must be managed properly so that education is needed for the elderly. The purpose of this community service activity is so that the elderly can understand degenerative diseases both from the causes, prevention and handling as well as correct treatment and good management so that there is no wrong use of drugs, excessive use or expired drugs. The activity began with checking blood pressure, blood sugar and uric acid. Then education was given with lecture media about degenerative diseases and drug management (DAGUSIBU). Participants were given pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge about degenerative diseases and drug management skills before and after the educational program. Based on the results of the analysis using the Wilcoxon test of 20 participants who filled out the questionnaire completely showed an asymp.sig (2 tailed) value of 0.01, which means less than 0.05 and provides a conclusion that there is a difference in knowledge and understanding of activity participants before and after being given socialisation.
Kolaborasi Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Menular dan Tidak Menular di Muktiharjo Lor, Kota Semarang Masfiyah, Masfiyah; Bellarinatasari, Nika; Istadi, Yani; Suparmi, Suparmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.76-85

Abstract

Kelurahan Muktiharjo Lor terletak kawasan industri Kota Semarang yang terdampak polusi udara, tanah, dan air dari aktifitas industri. Daerah ini merupakan daerah yang langganan banjir rob setiap tahunnya, sehingga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, alergi, dan penyakit kulit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular dan tidak menular di Kelurahan Muktiharjo Lor. Materi penyuluhan yaitu cuci tangan dan etika batuk, pencegahan mata merah, dan hipertensi. Pemeriksaan kesehatan yang diberikan berupa cek tekanan darah, konsultasi kesehatan, pemberian resep dan obat sesuai keluhan, serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat jika dibutuhkan. Peserta PkM 89 orang dengan karakteristik sebanyak 68,5% perempuan dan 53,9 % merupakan lansia (usia ≥ 60 tahun). Penyuluhan yang diberikan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular dan tidak menular. Hasil pemeriksaan kesehatan diketahui sekitar 31,5% peserta menderita hipertensi tahap I, 81,6% dari 38 peserta memiliki GDS < 200 mg/dl, 45,5% dari 33 perempuan memiki kadar asam urat> 6, sedangkan pada laki-laki 20% dari 10 memiliki kadar asam urat >7. Pemeriksaan kesehatan yang rutin, menjaga pola makan dan meningkatkan aktifitas fisik, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan perlu terus dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan individu dan masyarakat.Muktiharjo Lor Village is situated in the industrial area of Semarang City, where it is affected by air, soil, and water pollution resulting from industrial activities. This area is prone to annual tidal flooding, which can cause respiratory issues, allergies, and skin diseases. This community service activity (PkM) aims to provide health education and screenings as an early detection effort for infectious and non-communicable diseases in Muktiharjo Lor Village. The educational topics include handwashing and cough etiquette, prevention of red eyes, and hypertension management. The health screenings conducted include blood pressure checks, health consultations, dispensing medication according to complaints, as well as random blood sugar (GDS), cholesterol, and uric acid tests if necessary. A total of 89 participants attended the community service, comprising 68.5% women and 53.9% elderly individuals (age ≥ 60 years). The health education was beneficial in increasing participants' knowledge and awareness about the importance of early detection and prevention of infectious and non-communicable diseases. The results of health screenings showed that approximately 31.5% of participants had stage I hypertension, 81.6% of 38 participants had GDS levels below 200 mg/dl, 45.5% of 33 women had uric acid levels above 6, while among men, 20% of 10 had uric acid levels above 7. Routine health examinations, maintaining a healthy diet, increasing physical activity, and promoting personal and environmental cleanliness should continue to be encouraged to improve individual and community health status.
Edukasi Pemanfaatan Okra (Abelmoschus esculentus L.) sebagai Terapi Adjuvant Penyakit Diabetes Melitus pada Kelompok PKK Desa Banjardowo Tyagita, Nurina; Safitri, Azizah Hikma; Al-Azizi, Alif Sirajuddin; Sayyida, Rahmata Almas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.86-98

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit degeneratif dengan berbagai komplikasi penyakit. Peningkatan prevalensi penderita diabetes melitus menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kualitas hidup penderita melalui konsumsi obat jangka panjang sebagai upaya pengendalian kadar gula darah. Okra (Abelmoschus esculentus L.) sebagai tumbuhan asli Indonesia menjadi salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan penyakit diabetes melitus. Kurangnya informasi dan pengetahuan masyarakat terkait Okra sebagai antidiabetes menjadikan Okra kurang dimanfaatkan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan Okra (Abelmoschus esculentus L.) sebagai terapi adjuvant penyakit diabetes melitus melalui kegiatan edukasi di Desa  Banjardowo, Kota Semarang. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini adalah ceramah yang diikuti diskusi  mengenai pemanfaatan Okra sebagai terapi adjuvant penyakit diabetes melitus. Total 25 peserta kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Banjardowo, Kota Semarang berkumpul untuk dilakukan pengukuran status antropometri, status metabolik dan dilanjutkan pemberian kuesioner pre-test terkait diabetes dan pemanfaatan Okra. Kegiatan edukasi diikuti dengan diskusi terkait pemanfaatan Okra dan diakhiri dengan kegiatan post-test untuk evaluasi adanya peningkatan pengetahuan. Edukasi kesehatan mengenai pemanfaatan Okra sebagai terapi adjuvant penyakit diabetes melitus mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 28% dari pengetahuan awal sebelum dilakukan edukasi. Diabetes mellitus is a major degenerative disease associated with various complications. The increasing prevalence of diabetes patients highlights a shared responsibility to improve their quality of life, primarily through long-term medication as a means of controlling blood glucose levels. Okra (Abelmoschus esculentus L.), a plant native to Indonesia, represents a potential alternative for the prevention and management of diabetes mellitus. However, limited public knowledge and awareness regarding Okra’s antidiabetic properties have led to its underutilization. This study aimed to increase public knowledge about the use of Okra (Abelmoschus esculentus L.) as an adjuvant therapy for diabetes mellitus through an educational program conducted in Banjardowo Village, Semarang City. The method used was a lecture followed by a discussion on the role of Okra in diabetes management. A total of 25 participants, members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Banjardowo Village, underwent anthropometric and metabolic status assessments and completed a pre-test questionnaire assessing their knowledge of diabetes and Okra utilization. The educational session was followed by a discussion and concluded with a post-test to evaluate the improvement in knowledge. The results showed a 28% increase in participants’ knowledge after the educational intervention, indicating that health education on Okra as an adjuvant therapy can effectively enhance community awareness and understanding in the context of diabetes management.
Edukasi Terapi Latihan untuk Menangani Keluhan Nyeri Lutut pada Para Pengepul Rongsokan di UD Sumber Rejeki Lumajang Fitri, Desi Tri Syawatul; Rahim, Anita Faradilla; Supik, Supik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.2.43-49

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang penanganan nyeri lutut, sehingga hanya dibiarkan saja. Maka dari itu penting untuk memberikan edukasi penanganan yang tepat oleh fisioterapis dengan berbagai terapi latihan yang sesuai. Edukasi dan penerapan terapi latihan ini dilakukan pada 15 Maret 2025 jam 14.00-15.00 WIB di UD Rongsokan Sumber Rejeki Dusun Curah Tekor, Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kota Lumajang dengan 24 pengepul rongsokan. Kegiatan edukasi menggunakan metode diskusi interaktif atau penyuluhan, sedangkan terapi latihan diberikan dengan metode penerapan dan pendampingan. Kegiatan terdiri dari (1) Koordinasi; (2) Persiapan; (3) Edukasi; (4) Demonstrasi terapi latihan; (5) Diskusi. Media penyuluhan menggunakan poster. Pengukuran pretest dan posttest pemahaman dan kemampuan penerapan terapi latihan menggunakan kuesioner dengan 4 komponen pertanyaan yang bernilai 25 setiap komponen. Setiap komponen pertanyaan pada pretest meliputi: definisi nyeri lutut (75%), definisi terapi latihan (0%), manfaat terapi latihan (0%), penerapan terapi latihan (0%) mengalami peningkatan rata-rata menjadi 100% tiap komponen pada posttest pemberian materi. Kegiatan pemberian edukasi terapi latihan pada para pengepul rongsokan UD Sumber Rejeki Lumajang berpengaruh dalam meningkatan pemahaman dan penerapan terapi latihan untuk menangani keluhan nyeri lutut.Lack of knowledge about knee pain management, so it is just left alone. Therefore, it is important to provide proper handling education by physiotherapists with various appropriate exercise therapies. Education and application of exercise therapy were conducted on March 15, 2025 at 14.00-15.00 WIB at UD Rongsokan Sumber Rejeki Dusun Curah Tekor, Ledoktempuro Village, Randuagung District, Lumajang City with 24 scrap collectors. Educational activities used interactive discussion or counseling methods, while exercise was given using application and assistance methods. Activities consisted of (1) Coordination; (2) Preparation; (3) Education; (4) Demonstration of exercise therapy; (5) Discussion. The counseling media used posters. Pretest and posttest measurements of understanding and ability to apply exercise therapy used a questionnaire with 4 question components worth 25 for each component. Each component of the questions in the pretest includes: definition of knee pain (75%), definition of exercise therapy (0%), benefits of exercise therapy (0%), application of exercise therapy (0%) experienced an average increase to 100% for each component in the posttest of material provision. The activity of providing exercise therapy education in scrap collectors at UD Sumber Rejeki Lumajang influential in increasing the understanding and application of exercise therapy to treat complaints of knee pain.
Upaya Pojok Motorik Halus dalam Meningkatkan Cakupan D/S di Posyandu Serai Wangi Kurniasari, Lia; Awalia, Rinda Rizki; Marinda, Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.118-123

Abstract

Posyandu sebagai bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) memiliki peran penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Namun, rendahnya cakupan kunjungan balita ke Posyandu Serai Wangi, Kelurahan Karang Asam Ulu yang baru berdiri tiga bulan dan hanya memiliki cakupan kurang 50% menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan cakupan D/S (jumlah balita ditimbang/jumlah balita keseluruhan) melalui pendekatan edukatif dan stimulatif berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari edukasi kepada ibu balita menggunakan media leaflet dan video animasi, pembuatan media informasi kesehatan, pembangunan pojok motorik halus dengan berbagai mainan edukatif, serta kunjungan rumah oleh kader untuk menjangkau balita yang tidak hadir ke posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita secara signifikan (p = 0,0001), setelah intervensi edukasi, serta peningkatan minat anak untuk hadir ke posyandu melalui pendekatan stimulasi bermain. Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya dalam program kunjungan rumah. Pendekatan aktif melalui edukasi dan stimulasi motorik halus terbukti efektif dalam meningkatkan cakupan kunjungan ke Posyandu. Sinergi antara ibu, keluarga, kader, dan petugas kesehatan menjadi kunci keberhasilan keberlanjutan layanan posyandu.Posyandu (Integrated Health Service Post) is a form of community-based health effort (UKBM) that plays a crucial role in monitoring child growth and development. However, the low attendance rate of children at Posyandu Serai Wangi, located in Karang Asam Ulu—recently established and reporting a coverage of less than 50%—has become a key concern. This community service activity aimed to improve the D/S coverage (number of weighed children divided by total number of children) through an educational and stimulative community-based approach. The methods included educational sessions for mothers using leaflets and animated videos, development of health promotion materials, creation of a fine motor skills play corner with age-appropriate educational toys, and home visits by health cadres to reach absent children. The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge (p = 0.000) after the intervention, along with increased child engagement through the play-based stimulation approach. The home visit initiative was well received by mothers, particularly those unable to attend due to illness or work commitments. In conclusion, active efforts through education and motor skill stimulation effectively increased attendance at the Posyandu. Strong collaboration among mothers, families, health cadres, and healthcare staff is essential to ensure the sustainability of Posyandu services).
Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal Dewi, Arifiana Wungu Kartika; Wijaya, Nieke Andina; Soebjanto, Sonny; Ciptorini, Ariesia Dewi; Artayasuinda, Sisi; Hidayat, Arief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.124-131

Abstract

Masalah kesehatan kulit pada remaja, seperti jerawat dan kulit berminyak, sering kali dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang perawatan kulit yang benar. Penyuluhan interaktif “Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan perawatan kulit yang sehat pada remaja. Program ini menggunakan metode edukasi interaktif yang mencakup presentasi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Responden dipilih secara purposive sampling dengan total 25 peserta berusia 12–18 tahun. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait faktor penyebab masalah kulit (30%), cara perawatan kulit yang benar (34%), penggunaan produk yang aman (36%), dan pentingnya tabir surya (40%). Sebanyak 85% peserta merasa penyuluhan bermanfaat, dan 78% mulai menerapkan kebiasaan perawatan kulit yang lebih baik. Penyuluhan berbasis interaktif terbukti lebih efektif dibanding metode konvensional dalam meningkatkan literasi kesehatan kulit. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program serupa dengan cakupan lebih luas, termasuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau lebih banyak remaja. Evaluasi jangka panjang juga diperlukan untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan kulit dan kepercayaan diri remaja.Teenage skin health issues, such as acne and oily skin, are often influenced by a lack of knowledge about proper skincare. The interactive counseling program "Healthy Skin, Maximum Confidence" aims to enhance adolescents' understanding and habits of healthy skincare. This program employs an interactive educational method, including presentations, group discussions, and Q&A sessions. Respondents were selected using purposive sampling, totaling 25 participants aged 12–18 years. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as participant satisfaction surveys. The results showed a significant increase in participants' understanding of the causes of skin problems (30%), proper skincare methods (34%), the use of safe skincare products (36%), and the importance of sunscreen (40%). A total of 85% of participants found the counseling beneficial, and 78% began adopting better skincare habits. Interactive counseling proved to be more effective than conventional methods in improving skincare literacy. The implications of this study highlight the need for developing similar programs with a broader reach, including the use of digital media to engage more adolescents. Long-term evaluation is also necessary to assess the sustainability of behavioral changes. This program is expected to serve as an effective educational model for increasing awareness of skin health and boosting teenagers' self-confidence.
Pemberdayaan Kader dalam Penatalaksanaan TBC, Hipertensi & Rokok Mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Sari, Mega Puspa; Ningtyas, Luthfiana Nurkusuma; Annisa, Syifa; Azzahra, Dhita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.132-139

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) adalah suatu program yang mempunyai sasaran meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi. Kader adalah pihak - pihak yang mempunyai peranan dalam pencapaian PISPK dan menurunkan angka kesakitan. Dari 12 indikator PISPK, tuberkulosis dan hipertensi merupakan prioritas masalah yang ditemukan di Kelurahan Paku Jaya Kota Tangerang Selatan. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kader tentang penatalaksanaan TB dengan pengobatan secara tuntas, hipertensi dengan mempraktikkan langsung pembuatan teh belimbing wuluh guna mengontrol tekanan darah tinggi dan sosialisasi rumah tanpa asap rokok. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang kader. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari penyuluhan dan demonstrasi. Hasil pretest dan postest menunjukkan ada perbedaan pengetahuan kader sebelum dan setelah diberikan materi penyuluhan. (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader dalam tatalaksana tuberkulosis, hipertensi, dan rokok dengan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK) melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung.The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) is a program that targets improving health and nutritional status. Cadres are the parties who have a role in achieving PISPK and reducing morbidity. Of the 12 PISPK indicators, tuberculosis and hypertension are priority problems found in Paku Jaya Village, South Tangerang City. The purpose of this community service is to increase cadres' understanding of TB management with complete treatment, hypertension by practicing directly making starfruit tea to control high blood pressure and socializing smoke-free homes. 30 cadres attended. Method of this activity consists of 3 stages: planning, implementation, and evaluation. The implementation of activities consists of counselling and demonstrations. The results of the pretest and posttest showed a difference in cadres' knowledge before and after being given counselling materials. (p = 0.000). It can be concluded that There is an increase in cadres' knowledge in the management of tuberculosis, hypertension, and smoking with the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) through counselling and direct demonstrations.
Penyuluhan dan Demonstrasi Breathing Exercise untuk Takipnea pada Pesepeda Ontel Club Ontoseno Kota Malang Sari, Putri Nadila; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Fransiska, Tri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.140-147

Abstract

Takipnea pada pesepeda seringkali disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh selama aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme di balik efektivitas latihan pernapasan dalam mengatasi takipnea. Tujuan dari program ini adalah untuk mengedukasi pentingnya latihan pernapasan bagi para pesepeda. Metode yang digunakan dalam program ini adalah dengan edukasi dan penerapan latihan pernapasan yang dilakukan di Balai Serba Guna Ontoseno Kelurahan Polehan kepada komunitas pesepeda berjumlah 12 orang. Ditemukan bahwa tiap komponen pertanyaan pretest didapatkan hasil 0% dan hasil posttest didapatkan hasil 100% sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan penerapan latihan pernapasan pada Club pesepeda pada komunitas kesehatan keluarga di Kelurahan Polehan terdapat peningkatan pemahaman dan penerapan terkait Latihan pernapasan untuk mengatasi terjadinya takipnea.Tachypnea in cyclists is often caused by the inability of the respiratory system to meet the body's oxygen needs during physical activity. This study aims to identify the mechanisms behind the effectiveness of breathing exercises in treating tachypnea. The aim of this program is to educate cyclists about the importance of breathing exercises. The method used in this program is education and application of breathing exercises which will be carried out on at the Ontoseno Multipurpose Center Polehan Village for the cycling community. For each component of the pretest, the results were 0% and the posttest results were 100%. It can be concluded that outreach activities and the application of breathing exercises at the cyclist club in the family health community in Polehan Village showed an increase in understanding and application regarding breathing exercises to overcome the occurrence of tachypnea.