cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4" : 30 Documents clear
PERANAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS L MOENCH) PADA TANAH GAMBUT yani, Hudy Ari; Suswati, Denah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92328

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus L. Moench) merupakan tanaman sayuran dan berasal dari Afrika Barat tanaman ini memasuki Indonesia tahun 1877 di Kalimantan Barat (Setiawan, 2018). Tanah gambut dihadapkan pada masalah kemasaman tanah dan unsur hara rendah. Alternatif mengatasinya dengan pemberian pupuk kandang ayam untuk menambah unsur hara tanah gambut. Tujuan penelitian ini menentukan dosis pemberian pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N,P,K dan pertumbuhan tanaman okra pada tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor dan 8 taraf perlakuan pupuk kandang ayam sehingga ada 24 unit percobaan yaitu A0(tanpa perlakuan), A1(400g/polybag atau setara 20 ton/ha), A2(800g/polybag atau setara 40 ton/ha), A3(1.200g/polybag atau setara 60 ton/ha), A4(1600g/polybag atau setara 80 ton/ha), A5(2000g/polybag atau setara 100 ton/ha), A6(2.400g/polybag atau setara 120 ton/ha), A7(2.800g/polybag atau setara 140 ton/ha). Variabel diamati dalam penelitian yaitu pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia , K-Tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam tidak memiliki pengaruh nyata pada tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata terhadap pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia dan diameter tanaman. perlakuan pupuk kandang ayam A3 dapat meningkatkan N-total 32,5 %, P tersedia 23,3 %, K-dd tanah sebesar 5,49 % dan meningkatkan pertumbuhan tanaman okra diameter batang sebesar 0,92% dan tinggi tanaman 22,9%.
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Adzani, M. Ardies Rama; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95871

Abstract

Pengembangan kubis bunga di Kalimantan Barat dihadapkan dengan penggunaan lahan marjinal seperti tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Tanah PMK sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Mengatasi masalah pada tanah PMK dapat diaplikasikan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian bertujuan mendapatkan interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari September 2024 sampai dengan Oktober 2024. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu bokashi kulit pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan diambil 3 sampel tanaman. Jumlah tanaman keseluruhannya ada 81 tanaman. Faktor pertama adalah bokashi kulit pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf: b1 = 20 ton/ha (400 g/polybag), b2 = 40 ton/ha (800 g/polybag) dan b3 = 60 ton/ha (1200 g/polybag). Faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf: n1 = 200 kg/ha (4 g/polybag), n2 = 300 kg/ha (6 g/polybag) dan n3 = 400 kg/ha (8 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kulit pisang dan pupuk NPK terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian bokashi kulit pisang dengan dosis 40 ton/ha dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK KCl PADA TANAH ALUVIAL Arianta, Sahrul Qori; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91752

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai kendala yaitu sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologis yang tidak mendukung pertumbuhan bawang merah. Penggunaan arang sekam padi diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah keras dan pejal menjadi gembur, sehingga perkembangan akar tanaman menjadi optimal dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan dosis arang sekam padi dan pupuk kalium yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Mekar Sari, Komplek Feby Land no 49. Penelitian ini dilaksanakan sejak 8 Febuari 2024 sampai 20 April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang digunakan sebanyak dua faktor, faktorial pertama Arang Sekam Padi (a) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag, a3 30 ton/ha setara dengan 150 g/polibag pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 KCl 200 kg/ha setara dengan 1 g/polibag, k2 KCl 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polibag, k3 KCl 400 kg/ha setara dengan 2 g/polibag setiap kombinasi dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman, berat kering angin umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis arang sekam padi 30 ton/ha dan pupuk KCl 300 kg/ha menghasilkan berat kering angin umbi yang tertinggi. Dosis efektif terhadap pertumbuhan dan tinggi tanaman adalah 10 ton/ha arang sekam padi.  
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX DAN AIR KELAPA SEBAGAI HORMON TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Niko, Jordan Fanggie; Budi, Setia; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92923

Abstract

Tanaman selada merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Upaya yang dapat dilakukan dengan membudidayakan menggunakan Teknik hidroponik dengan konsentrasi nutrisi yang tepat dan pemanfaatan hormon alami dari air kelapa untuk meningkatkan hasil tanaman selada. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi AB Mix dan air kelapa yang terbaik sebagai hormon tumbuh untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial, 2 faktor yaitu faktor pertama adalah air kelapa (a) dan faktor kedua adalah AB Mix (n). Rancangan ini terdiri dari 8 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap unit perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan tanaman yang digunakan ada 96 sampel tanaman/polybag. Perlakuan terdiri dari a_0 n_1 = Tanpa air kelapa dan konsentrasi AB Mix 400 ppm, a_0 n_2 = Tanpa air kelapa dankonsentrasi AB Mix 600 ppm, a_0 n_3 = Tanpa air kelapa dan konsentrasi AB Mix 800 ppm, a_0 n_4= Tanpa air kelapa dan konsentrasi AB Mix 1000 ppm, a_1 n_1 = air kelapa dan konsentrasi AB Mix 400 ppm, a_1 n_2 = air kelapa dan konsentrsi AB Mix 600 ppm, a_1 n_3 = air kelapa dan konsentrasi AB Mix 800 ppm, a_1 n_4= air kelapa dan konsentrasi AB Mix 1000 ppm. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, lebar daun, volume akar, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi AB Mix 1000 ppm dan pemberian air kelapa memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik dan pada perlakuan konsentrasi AB Mix 600 ppm dan pemberian air kelapa merupakan perlakuan yang optimal dan efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Suluk, Afif; Warganda, Warganda; Ashari, Asri Mulya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95971

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max (L) Merill.) termasuk salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang sangat potensial sebagai sumber protein nabati. Pertumbuhan, perkembangan dan hasil kedelai edamame sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tumbuh tanaman. Penggunaan tanah gambut sebagai media tanam tersebut memiliki kendala, diantaranya yaitu sifat kimia tanah. Karena itu, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Adapun kombinasi perlakuan yang dimaksud yaitu: a1p1 (tepung cangkang telur 14,4 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha); a1p2 (tepung cangkang telur 14,4 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha); a1p3 (tepung cangkang telur 14,4 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha); a2p1 (tepung cangkang telur 19,9 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha); a2p2 (tepung cangkang telur 19,9 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha); a2p3 (tepung cangkang telur 19,9 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha); a3p1 (tepung cangkang telur 22,3 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha); a3p2 (tepung cangkang telur 22,3 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha); a3p3 (tepung cangkang telur 22,3 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hst), jumlah cabang produktif (polong), jumlah polong isi per tanaman (polong), jumlah polong hampa per tanaman (polong), berat polong segar per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi tepung cangkang telur dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Tepung cangkang telur dosis 14,4 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam menghasilkan jumlah daun 2 MST dan jumlah cabang produktif. Dosis pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam menghasilkan jumlah daun 2 MST.
PERFORMANCE OF EMPLOYEES OF THE AGRO JAYA PALM OIL PLANTATION COOPERATIVE IN LALANG VILLAGE, TAYAN HILIR DISTRICT, SANGGAU REGENCY Cahyadi, Amos; Aritonang, Marisi; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.94526

Abstract

Agro Jaya oil palm plantation cooperative in Lalang Village, Tayan Hilir District, Sanggau Regency in carrying out its duties and functions as a partnership forum between PT. Mega Sawindo Perkasa and farmers, namely playing a role in increasing the income and welfare of members through long-term credit from the bank. However, over time the Agro Jaya cooperative has several problems that hinder the performance of the cooperative due to the low performance of employees as indicated by the low discipline and transparency of cooperative employees towards information and services to members. The purpose of this study is to analyze the performance of Agro Jaya cooperative employees located in Lalang Village, Tayan Hilir District. The research method used is quantitative descriptive which is analyzed using the Method of Summated Rating (Likert Scale). The level of performance of Agro Jaya cooperative employees is in the moderate category, this indicates that the level of employee work discipline is still lacking, this can be seen from employees who do not implement the established SOPs, employees have not been able to provide satisfactory service to cooperative members and are not on time when coming to work.
ANALISIS PERILAKU MEMBUANG MAKANAN (FOOD WASTE BEHAVIOUR) TERHADAP SAYUR DAN BUAH PADA RUMAH TANGGA DI NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI Febriansyah, Febriansyah; Maswadi, Maswadi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92348

Abstract

Penelitian ini menggunakan model penelitian yang diambil dari model yang dikembangkan oleh Azizah. Penggunaan model ini didasarkan pada 3 variabel laten (konstruk) yang digunakan sebagai prediktor perilaku membuang makanan. Penggunaan ketiga variabel tersebut dinilai tepat dan sesuai dengan karakteristik responden di lokasi penelitian. Variabel laten dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perilaku membuang makanan. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu usia, pendidikan dan pendapatan. Dari hasil penjelasan di atas, peneliti mengusulkan suatu kerangka konseptual yang dikembangkan berdasarkan gabungan variabel-variabel yang disebutkan di atas. Hasil tersebut dipertimbangkan berdasarkan literatur yang membahas perilaku membuang makanan.
KARAKTER POPULASI DAN KEBIASAAN MAKANAN IKAN BREK (Systomus orphoides) DI SUNGAI MANGGANG KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Paskando, Aori; Padmarsari, Widadi; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95881

Abstract

Sungai Manggang memiliki sumber daya ikan yang melimpah dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mencari ikan, termasuk ikan brek (Systomus orphoides). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter populasi dan kebiasaan makanan ikan brek (systomus orphoides) seperti kepadatan populasi, hubungan panjang-berat, panjang usus relatif dan Indeks Of Preponderance. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2025 di Sungai Manggang Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali pengulangan yaitu pada pagi dan siang hari. Alat tangkap yang digunakan yaitu jaring insang dengan ukuran mesh size 1-1,5 inch. Hasil tangkapan ikan brek yang diperoleh selama penelitian di Sungai Manggang secara keseluruhan berjumlah 80 ekor. Hasil dari stasiun 1 terdapat 39 ekor dan pada stasiun 2 terdapat 26 ekor, sedangkan pada stasiun 3 terdapat 15 ekor ikan. Hasil kepadatan populasi ikan di Sungai Manggang menunjukan bahwa kepadatan populasi ikan brek di Sungai Manggang, berbeda-beda disetiap stasiun, dengan stasiun 1 memiliki kepadatan tertinggi (16 ind/100 m2), diikuti stasiun 2 (11 ind/ 100 m2), dan stasiun 3 terendah (6 ind/100 m2). hubungan panjang dan berat ikan brek menunjukan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Sedangkan Kebiasaan makanan ikan brek di Sungai Manggang menunjukkan ikan brek bersifat omnivora dengan nilai panjang usus relatif berkisar 1,33 "“ 1,75 atau berada diantara nilai 1-3, dengan makanan utama berupa tengkuyung dengan nilai (IP 51,54 %), makanan pelengkap berupa tanaman air (IP 23,30%), dan serangga air (IP 22,01%), serta makanan tambahan berupa detritus (IP 3,16 %)
PENGARUH ABU SEKAM DAN BOKASI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Shoviya, Shoviya; Anggorowati, Dini; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.71196

Abstract

Peningkatan produksi tomat di Kalbar dapat pula dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Tanah aluvial memiliki kendala antara lain liat cukup tinggi, aerasi kurang baik, daya ikat air yang rendah selain itu kurangnya aktifitas mikroorganisme tanah, pH rendah dan unsur hara rendah. Upaya untuk memperbaiki kendala pada tanah aluvial adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, dimulai sejak tanggal 18 Januari- 18 Maret 2022, menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel jumlah keseluruhan sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1b1= 8 ton/ha dan 10 ton/ha, a1b2= 8 ton/ha dan 15 ton/ha, a1b3= 8 ton/ha dan 20 ton/ha, a2b1=10 ton/ha dan 10 ton/ha, a2b2=10 ton/ha dan 15 ton/ha, a2b3=10 ton/ha dan 20 ton/ha, a3b1=12 ton/ha dan 10 ton/ha, a3b2= 12 ton/ha dan 15 ton/ha, a3b3= 12 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), berat perbuah (g). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam padi dengan dosis 12 ton/ha atau bokasi jerami padi dengan dosis 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi.
UJI PERBANDINGAN KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON SECARA HIDROPONIK Wibisono, Erwin; Nurjani, Nurjani; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95696

Abstract

Hidroponik sistem sumbu dapat digunakan dengan media tanam sebagai tempat untuk pertumbuhan tanaman. Media tanam yang baik merupakan media yang dapat mendukung pertumbuhan dan kehidupan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Jalan Gusti Hamzah, Gang Pancasila IV, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian di lakukan pada bulan Januari hingga April 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, maka terdapat 24 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan adalah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: A = Arang sekam 75 % dan serbuk gergaji 25 %, B = Arang sekam 50 % dan serbuk gergaji 50 %, C = Arang sekam 25 % dan serbuk gergaji 75 %, D = Arang sekam 75 % dan cocopeat 25 %, E = Arang sekam 70 %, cocopeat 20 % dan pasir kerang 10 %, F = Arang sekam 70 %, serbuk gergaji 20 % dan pasir kerang 10 %. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, jumlah buah/tanaman, berat buah/tanaman, berat buah/buah, diameter buah, kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat berpengaruh terhadap pertumbuhan, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil tanaman melon. Komposisi media substrat dengan arang sekam 70 %, cocopeat 20 % dan pasir kerang 10 % merupakan komposisi yang memberikan pertumbuhan melon yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya.

Page 3 of 3 | Total Record : 30