cover
Contact Name
Laury Marcia Ch. Huwae
Contact Email
biofaaljournal@gmail.com
Phone
+6285243392016
Journal Mail Official
biofaaljournal@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon, 97234, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Biofaal Journal
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 27234959     DOI : https://doi.org/10.30598/biofaal.v1i1y2020
Core Subject : Health, Science,
Biofaal Journal merupakan jurnal online yang menerima dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian terbaru, short communication, maupun review terhadap artikel dari bidang keilmuan Biologi, Faal Tumbuhan, Faal Hewan, Faal Manusia dan Faal Olahraga. Biofaal Journal diterbitkan oleh Profesi Ahli Ilmu Faal, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Pattimura. Dalam setahun Biofaal Journal memiliki 1 volume dan 2 Issue. Dewan editor, berasal dari rumpun ilmu biologi dan fisiologi yang aktif dalam publikasi ilmiah skala nasional dan internasional, sehingga mampu melakukan proses review secara profesional. Artikel yang diterima akan diterbitkan sesuai dengan waktu yang ditentukan yaitu pada bulan Juni dan Desember, dan akan tersedia gratis bagi pembaca
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal" : 8 Documents clear
PERUBAHAN SIFAT-SIFAT KIMIA PADA TANAH ULTISOL PASCA PEMBERIAN PENGAPURAN DAN KOTORAN KELELAWAR, SERTA EFEKNYA TERHADAP HASIL BIJI KERING KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) Silahooy, Charles; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince Benjamin; Samson, Efraim; Apituley, Edwin T
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp001-009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat-sifat kimia pada tanah ultisol pasca pemberian pengapuran dan kotoran kelelawar, serta efeknya terhadap hasil biji kering kacang tanah (Arachis hypogeae L.). Penelitian ini dilaksanakan pada rumah plastik di Desa Ouw, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung dari bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024. Analisis sifat-sifat tanah dilakukan di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Langkap (RAL) berpola faktorial 4 x 4 x 4, dimana parameter yang diteliti adalah pH tanah (H20 1 : 2,5), kemasaman dapat tukar (Aldd + Hdd), Kadar Cadd, Kadar Mgdd dan berat biji kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan kapur terutama dalam menaikkan pH tanah dan menurunkan kemasaman dapat tukar (Aldd + Hdd), sedangkan peranan kotoran kelelawar terutama dalam menaikkan kadar Cadd, Mgdd dan hasil biji kering kacang tanah pada tanah ultisol. Selain itu, Hasil setara biji kering kacang tanah terbaik (18,58g / tanaman) diproleh pada taraf kotoran kelelawar 192g per pot tanpa pengapuran pada tanah ultisol dengan pH tanah 5,3 dan kejenuhan Al 66,22%.
JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS GALUR SPARAGUE-DAWLEY TERPAPAR SOPI PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) Unitly, Adrien Jems Akiles; Killay, Amos; Moniharapon, Mechiavel; Eddy, La; Silahooy, Veince B; Huwae, Laury Marcia Ch; Moniharapon, Debby Dijola; Lakesubun, Bella Frida
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp010-018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah sel Leydig dan sel Sertoli tikus terpapar sopi pasca diterapi ekstrak etanol sirih cina (Peperomia pellucida. L). Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan membagi 15 ekor tikus ke dalam 5 kelompok perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu kelompok 5.4 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari selama 14 hari (kontrol negatif), kelompok Vit. C 6.3 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari kemudian diberi Vitamin C 6.3 mg/ekor/hari selama 14 hari (kontrol positif), kelompok 0.71, 1.43 dan 2.86 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4ml/ekor/hari selama 14 hari kemudian kemudian masing-masing kelompok diberi ekstrak etanol sirih cina 0.71g/ekor/hari selama 14 hari, 1.43g/ekor/hari selama 14 hari dan 2.86g/ekor/hari selama 14 hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Zoologi dan Mikroteknik Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon mencakup persiapan hewan model, pemberian minuman sopi, ekstraksi sirih cina, pembuatan preparat histologis dan pengamatan. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan pada taraf nyata a = 0.05 menggunakan perangkat lunak SAS dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian sopi 5.4 ml dapat menyebabkan penurunan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli dan setelah diberi ekstrak etanol sirih cina, jumlah sel Leydig dan sel Sertoli mengalami peningkatan, dimana dosis ekstrak etanol sirih cina yang baik untuk sel Leydig adalah 2.86g dan untuk sel Sertoli adalah dosis 1.43g.
JENIS-JENIS TUMBUHAN ANGGOTA FAMILI ARECACEAE DI DESA SOYA KOTA AMBON DAN PEMANFAATANNYA Teusiit, Yulyanti Natasya; Tuhumuri, Evelin; Sahertian, Dece Elisabeth
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp026-033

Abstract

Tumbuhan famili Arecaceae atau yang umum dikenal di Indonesia dengan nama palem banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, baik sebagai sumber pangan, papan maupun sebagai tanaman hias. Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisir anggota famili Arecaceae yang terdapat di Desa Soya Kota Ambon dan mendeskripsikan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Survei lapangan dilakukan dengan metode jelajah untuk mendata tumbuhan famili Arecaceae. Wawancara dilakukan dengan masyarakat setempat untuk mengetahui pengenalan masyarakat terhadap anggota famili Arecaceae dan pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis tumbuhan anggota Arecaceae yaitu kelapa (Cocos nucifera), enau (Arenga pinnata), sagu (Metroxylon sagu), salak (Salacca edulis), pinang (Areca catechu), palem merah (Cyrtostachys renda), palem kuning (Dypsis lutescens), dan palem botol (Hyophorbe lagenicaulis). Tumbuhan anggota Arecaceae yang ditemukan di Desa Soya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan dan minuman, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, asesoris dan tanaman hias.
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN DAUN DIBAWAH TONGKOL TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) DI DESA PADANG KECAMATAN BINTAUNA BOLAANG MONGONDOW UTARA Noeng, Masshynio Ch. A.; Lumingkewas, Adeleyda M. W.; Najoan, Jemmy; Pinaria, Arthur; Tumbelaka, Selvie; Wantasen, Sofia; Pakasi, Sandra
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp019-025

Abstract

Jagung (Zea mays L) adalah salah satu tanaman pangan yang merupakan sumber karbohidrat utama kedua setelah beras. Metode modifikasi lingkungan mikro dapat meningkatkan produksi jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan daun di bawah tongkol terhadap tingkat produksi jagung. Studi ini dilakukan di Desa Padang, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, dari Desember 2023 hingga April 2024. Metode penelitian adalah rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Penelitian menemukan bahwa perlakuan pemangkasan daun di bawah tongkol adalah tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan 60 hari setelah tanam (P1), pemangkasan 70 hari setelah tanam (P2), pemangkasan 80 hari setelah tanam (P3) dan pemangkasan 90 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen produksi pada panjang tongkol, yaitu ukuran tongkol 19,26 cm dengan diameter 5,00 cm, berat biji sekitar 241.92 g, dan jumlah biji sekitar pertongkol 617.42, meskipun berdasarkan hasil analisis sidik ragam, pengaruh tanaman jagung hanya terbatas pada panjang dan diameter tongkol.
VARIABILITAS KLOROFIL-A DI PERAIRAN KEPULAUAN KEI, MALUKU TENGGARA Hukubun, Ronald Darlly; Tubalawony, Simon
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp034-043

Abstract

Konsentrasi klorofil-a merupakan parameter yang dapat digunakan untuk pendugaan penyuburan perairan. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik konsentrasi klorofil-a secara temporal dan spasial di perairan Kepulauan Kei, pada periode Desember 2017 hingga November 2018. Data klorofil-a merupakan hasil perekaman Citra MODIS kemudian dianalisis pola sebaran dan dinamika yang terjadi di perairan. Fluktuasi konsentrasi klorofil-a secara umum menunjukkan pola musiman, sedangkan pola variabilitas konsentrasi klorofil-a antar musim memperlihatkan kandungan klorofil-a maksimum ditemukan pada musim timur sebesar 0,70 mg/m3, dan kandungan klorofil-a terendah terlihat pada musim barat sebesar 0,10 mg/m3. Variabilitas klorofil-a sangat dipengaruhi oleh curah hujan, angin, gelombang dan intensitas upwelling di perairan.
STUDI LITERATUR INVENTARISASI ANGGREK (Orchidaceae) DI KALIMANTAN BARAT Aditya, Arielda Putri; Syamswisna, .; Kumalasari, Muthia; Anisa, Aulia; Hartini, Sari Sugi; Hariansah, Doni
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp065-073

Abstract

Studi literatur ini membahas keanekaragaman anggrek di Kalimantan Barat, sebuah wilayah yang kaya akan jenis anggrek. Dengan luas wilayah hutan yang mencapai 57,14%, Kalimantan Barat menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis anggrek. Anggrek merupakan salah satu tumbuhan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga anggrek sering dieksploitasi secara berlebihan dan menyebabkan beberapa jenis anggrek menjadi terancam atau populasinya menjadi langka. Studi literatur ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terkait ekologi dan konservasi anggrek di Kalimantan Barat. Melalui analisis literatur yang komprehensif dapat mengidentifikasi keanekaragaman anggrek dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan keberlangsungan hidup mereka. Hasil temuan dari studi literatur ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang keragaman hayati di Kalimantan Barat, serta menjadi landasan untuk upaya pelestarian dan pemanfaatan anggrek di lingkungan yang heterogen.
SKRINING FITOKIMIA DAN ANTIBAKTERI CANGKANG DAN DURI BULU BABI Diadema setosum Birahy, Deford Cristy; Siahaya, Griennasty Clawdya; Bustomi, Bustomi; Seumahu, Cecilia Anna; Nindatu, Maria; Mainassy, Meillisa C; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp044-052

Abstract

Bulu babi Diadema setosum relatif melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan kemampuan antibakteri ekstrak etanol cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia ekstrak cangkang bulu babi (Diadema setosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa yang ditemukan pada ekstrak duri bulu babi Diadema setosum antara lain alkaloid, flavonoid, dan tanin. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kedua sampel (cangkang dan duri) menghasilkan zona hambat terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp.
ANALISIS KEMAMPUAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Vibrio sp. Hitijahubessy, Hendro; Dumatubun, Alicia Royani; Hanoatubun, Marthinus Imanuel Halaay; Sianturi, Anggreni; Tumiwa, Bruri Berel
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp053-064

Abstract

Pengobatan vibriosis dalam industri akuakultur memilih memberi makan ikan yang terinfeksi dengan obat antibiotik. Pemberian antibiotik sintesis bisa menyebabkan timbulnya resistensi antibiotik, dibutuhkan antibiotik baru dari bahan alam untuk mengurangi dampak bahaya bagi ikan, rumput laut, udang dan lingkungan sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antibakteri adalah tanaman belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rendemen, mengukur kemampuan antibakteri Vibrio sp. dengan metode difusi cakram dan mengkaji kandungan metabolit sekunder dalam daun belimbing wuluh yang dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Tujuh perlakuan konsentrasi ekstrak yaitu ekstrak 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%. Hasil rendemen ekstrak etanol daun belimbing wuluh belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebesar 5%. Data hasil penelitian menunjukan adanya aktifitas antibakteri yang sedang dari ekstrak daun belimbing wuluh konsentrasi 100%, dengan zona hambat sebesar 16,95 mm. Aktifitas antibakteri yang lemah berada pada ekstrak konsentrasi 75% dengan zona hambat sebesar 11,75 mm. Konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh di bawah konsentrasi 75% tidak menghambat bakteri. Kajian fitokimia yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mendukung sifat antibakteri Vibrio sp. Dari esktrak daun belimbing wuluh dan metabolit sekunder yang terkandung dalam daun belimbing wuluh adalah alkaloid, steroid, flavanoid, tanin dan saponin.

Page 1 of 1 | Total Record : 8