cover
Contact Name
Ismiarni Komala
Contact Email
pbsj@uinjkt.ac.id
Phone
+6282125509705
Journal Mail Official
pbsj@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Kertamukti No. 5, Pisangan, Ciputat 15412 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Telp: (62-21)74716718 Fax: (62-21) 7404985
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Pharmaceutical And Biomedical Sciences Journal (PBSJ)
ISSN : 27152979     EISSN : 27156702     DOI : https://doi.org/10.15408/pbsj
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal is an official peer-reviewed, open access journal that is managed by the Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia. This journal publishes original research articles, review articles, as well as short communications covering all aspects of Pharmacy, Pharmaceutical dan Biomedical Sciences in both Bahasa Indonesia and English. The journal includes various fields of Pharmacy, pharmaceutical and biomedical sciences such as: Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Pharmaceutics,Pharmaceutical Technology, Biopharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Alternative medicines, Biochemistry& Biomedic.
Articles 140 Documents
Uji Efek Imunomodulator Ekstrak Biji Karika (Carica pubescens Lenne K. Koch) terhadap Peningkatan Aktivitas Fagositosis pada Mencit Putih Swiss Webster Fania Putri Luhurningtyas; Niken Dyahariesti; Septi Fitri Eka M
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.151 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v2i1.14436

Abstract

Tumbuhan dari keluarga Caricae telah diketahui mempunyai aktivitas sebagai antelmintik, antihiperkolesterol, antibakteri, antioksidan, dan aktivitas farmakologis lain yang berhubungan dengan sistem imun. Tumbuhan karika merupakan salah satu keluarga Caricaceae dan  belum banyak diteliti. Kandungan flavonoidnya diketahui lebih tinggi dibandingkan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk menskrining aktivitas imunomodulator ekstrak biji karika berdasarkan konstanta fagositosisnya menggunakan metode bersihan karbon. Maserasi dengan pelarut etanol 96% digunakan untuk menarik metabolit sekunder biji karika. Penelitian dilakukan dengan membagi 5 kelompok perlakuan pada hewan uji yaitu kelompok positif Pyllanthus niruri, kelompok negative, serta kelompok perlakuan ekstrak biji karika (EBK) dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian variasi dosis EBK terhadap kecepatan eliminasi tinta karbon. Biji karika dosis 500 mg/kgBB mempunyai aktivitas sebanding dengan kontrol positif Pyllanthus niruri (p<0,05) sebagai imunostimulan. 
Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Tongkol Jagung (Zea mays L.) Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total dan LDL pada Hamster Hiperlipidemia Tuti Wiyati; Sri Harsodjo; Syella Nur Aulia
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.875 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v3i1.20526

Abstract

Tongkol jagung selama ini hanya dianggap sebagai limbah pangan dan masih sedikit pemanfaatannya. Tongkol jagung memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, tanin, dan saponin yang berkhasiat sebagai antihiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 70% tongkol jagung terhadap penurunan kadar kolesterol total dan LDL pada hamster jantan hiperlipidemia. Hamster dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (atorvastatin dosis 2,47 mg/kgBB), kelompok IV, V, VI (ekstrak tongkol jagung dengan dosis masing-masing secara berurutan: 150 mg/kgBB; 300 mg/kgBB; dan 600 mg/kgBB). Pemberian pakan tinggi lemak dilakukan untuk semua kelompok kecuali kelompok normal selama 28 hari masa perlakuan. Data persentase penurunan kadar kolesterol total dan LDL dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% tongkol jagung dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (p<0,05). Dosis 600 mg/kgBB mempunyai aktivitas paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total dan LDL secara berurutan yaitu 35,48%; 36,36%. Namun aktivitas ini tidak sebanding dengan kontrol positif (atorvastatin). 
Chemical Compounds of Coffee Ground and Spent Coffee Ground for Pharmaceutical Products Anton Restu Prihadi; Askal Maimulyanti
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.252 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v2i2.18338

Abstract

Coffee is one of the most valuable primary products in world trade. Coffee production generates a lot of coffee waste such as spent coffee grounds. The chemical components of the coffee ground and spent coffee ground were caffeine and chlorogenic acid. These components were important to apply in pharmaceuticals. This research conducted the identification of functional groups of coffee grounds and spent coffee grounds and analysis of the active compounds of caffeine and chlorogenic acid in the sample. Both samples have the same infrared spectrum and contain the main functional groups O-H, C-N, and C-H. The active substances in the spent coffee grounds were found to be caffeine 0.35% and chlorogenic acid 0.16%, while in coffee ground coffee before brewing it was obtained 1.41% caffeine and 1.50% chlorogenic acid. The waste of spent coffee grounds has a potential component and it can be used in pharmaceuticals.
Potensi Interaksi Obat Pada Resep Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RS X Jakarta Pusat Khalida Handayani; Yardi Saibi
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.883 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v1i1.12853

Abstract

 Interaksi obat merupakan bagian dari masalah terkait obat yang dapat mempengaruhi terapi pasien. Kemungkinan interaksi obat meningkat 2,5 kali lipat untuk setiap obat yang ditambahkan dalam resep pasien. Pasien diabetes melitus termasuk yang rentan terhadap kejadian interaksi obat. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada peresepan obat antidiabetik oral di RS X Jakarta Pusat periode Januari sampai Maret 2014. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan rancangan deskriptif dan data diambil secara retrospektif. Seluruh resep yang yang mengandung obat antidiabetes oral dijadikan populasi. Besaran sampel dihitung dengan rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Analisa data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan persentase kejadian interaksi obat dan analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik kai kuadrat . Dari total 310 resep yang menjadi sampel, terdapat 56,13% resep yang berpotensi mengalami interaksi obat dengan 79,24% interaksi terdapat pada resep dengan ≥5 obat. Mekanisme interaksi secara farmakodinamik mendominasi dengan 214 kasus (40,30%). Uji statistik memperlihatkan terdapat hubungan bermakna antara jumlah obat yang ada dalam resep dengan potensi  interaksi obat yang teridentifikasi (p<0,05). Hasil odds ratio menunjukan bahwa pasien yang menerima jumlah obat ≥5 beresiko 10,278 kali lebih tinggi mengalami potensi interaksi obat (95% CI, 5.933-17.806). Potensi interaksi obat pada resep pasien rawat jalan di RS X Jakarta masih cukup tinggi. Apoteker perlu melakukan skrining terhadap resep pasien diabetes melitus sebagai bagian dari pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian khususnya dalam mendeteksi potensi interaksi obat   
Sintesis, Kharakteristik, Penetrasi Kulit, dan Toksisitas Nanogold: A Systematic Review Mahliga Dwi Rezky Putri; Sabrina Dahlizar; Alfian Noviyanto
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.935 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v2i2.18521

Abstract

Nanogold merupakan nanopartikel metal inorganik (5-400 nm) dan memilki sifat fisikokimia yang unik serta lebih unggul dibandingkan dengan bulk-nya. Nanogold dapat diperoleh dengan berbagai macam metode sintesis. Proses reduksi prekursor emas oleh agen pereduksi merupakan tahapan yang penting dalam proses sintesis nanogold yang dapat menghasilkan nanogold dengan karakteristik yang termodifikasi sehingga berpengaruh kepada pengaplikasian dan toksisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel-artikel terkait nanogold yang meliputi perkembangan metode sintesis, karakteristik, sumber bahan yang dapat digunakan sebagai agen pereduksi, penetrasi kulit nanogold, dan toksisitasnya melalui metode yang terstruktur dan sistematis yaitu Systematic Literature Review (SLR). Pencaharian artikel melalui situs PubMed dengan periode terbitan lima tahun terakhir dan menggunakan kombinasi kata kunci, yakni “gold nanoparticles”, “synthesis”, “characteristic”, “skin penetration”, “toxicity”, dan “applications”. Diperoleh 31 artikel dari 809 artikel yang memenuhi tahap kriteria inklusi dan eksklusi serta Quality Assessment (QA). Hasilnya memperlihatkan bahwa 27 artikel diantaranya yang mencantumkan metode sintesis nanogold didominasi oleh penggunaan metode dengan pendekatan “green synthesis” terutama secara biologi dengan memanfaatkan kandungan biokimia dari sumber alam sebagai agen pereduksi. Penggunaan agen pereduksi secara tidak langsung mempengaruhi karakterisitik nanogold. Instrumen FTIR (Forier-Transform Infrared Spectroscopy) mengkonfirmasi adanya gugus fungsi atau biokomponen utama dari sumber bahan alam sebagai agen pereduksi. Selanjutnya, nanogold akan dikarakterisasi dengan spektrofotometri absorbansi UV-Vis, analisis TEM (Transmission Electron Microscopy), SEM (Scanning Electron Microscopy), XRD (X-Ray Diffraction), dan (Dynamic Light Scattering).  Kemampuan nanogold berpenetrasi ke dalam kulit dengan mudah, cepat, dan hanya mengakibatkan kerusakan secara lokal membuat nanogold banyak digunakan sebagai obat atau agen pembawa obat. Melalui uji perubahan warna MTT (Microtetrazolium (3-(4,5-Dimetil-2-Tiazolil)-2,5-difenil-tetrazolium Bromida) dan dilihat dari nilai IC50 dan persentase viabilitas sel, nanogold menunjukkan efek toksik terhadap sel kanker dan aman untuk sel normal dalam tubuh. 
Efek antihipertensi Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbing L.) dengan Metode Non-invasiv Suci Ahda Novitri; Nurmeilis Nurmeilis Nurmeilis; Dea Raudya Kamal
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.576 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v2i1.15235

Abstract

Daun belimbing wuluh digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk menguji aktivitas tersebut, dilakukan penelitian terhadap ekstrak etanol daun belimbing  wuluh (Averrhoa blimbii L.) pada tikus jantan galur Sprague-Dawley yang diinduksi dengan NaCl 2% dan Prednison 1,5 mg/KgBB. . Penelitian ini menggunakan metoda non-invasiv (CODA non-invasive blood pressure) dengan  rancangan pre-test dan post-test matched control group. Tiga puluh ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol negatif  (NaCMC 5%), kontrol positif  (kaptopril 2,5 mg/kgBB) dan tiga kelompok uji (ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh 50, 100 dan 200 mg/KgBB).  Pemberian NaCl 2% dan Prednison 1,5 mg/KgBB dilakukan selama 14 hari dan dilanjutkan dengan pemberian ekstrak uji selama 7 hari secara oral. Pada hari ke-0, ke-14, dan ke-21 dilakukan pengukuran tekanan darah sistol, diastol dan heart rate tikus. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA atau Kruskal Walis dan Paired T-test.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak uji (50, 100 dan 200 mg/KgBB) dapat menurunkan tekanan darah sistol dan diastol secara bermakna terhadap kontrol negatif (p≤0,05), namun penurunan heart rate tidak ada perbedaan yang bermakna. Pada dosis 100 mg/kgBB, presentase penurunan tekanan darah sistolik tertinggi yaitu 31,69% dan diastolik 33,31%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ekstrak uji memiliki efek antihipertensi.
Analytical Methods Validation of Retinoic Acid and Hydroquinone Using Ultra High Performance Liquid Chromatography in Medicinal Cream Linda Mazroatul; Annisa Ananda Ulya; Supandi Supandi; Umar Mansur
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.105 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v1i1.12689

Abstract

Hydroquinone and retinoic acid have been widely used as whitening agents in cosmetic creams and have a negative impact if used without a medical prescription. In this study, development of analytical method of retinoic acid (REA) and hydroquinone (HYQ) were carried out using Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) with a PDA detector, Phenomenex Luna® ODS / C18 column (150 mmx4.6 mm), methanol-acetic acid 0.1% (85:15) as mobile phase, flow rate of 1.0 mL/min and detected at 295 nm for HYQ and 341 nm for REA. The result of the validation method showed a retention time of HYQ at 1.55 minutes and REA at 3.73 minutes. Validation parameters performed are selectivity, range, linearity, LOD, LOQ, accuracy, and precision. Linear detector response in the concentration range of 75-250 ppm with a calibration curve equation. The calibration curve equation for HYQ is y = 0.4607x + 1.9014 (r = 0.999), mean while REA is y = 2.3138x + 21.0429 (r = 0.999). LOD and LOQ values of HYQ are 1.615 ppm; 13.98 ppm respectively and REA 1.02 ppm and 3.11 ppm, respectively. The precision (% RSD) ≤ ± 2% and accuracy (% recovery) in the range of 99.0% - 100.6%. This method is valid to be used to analyze HYQ and REA in commercial cosmetic cream samples.
Anti-Parkinson Drug from Chemical Medicines and Herbal Medicines: A Review Yeni Yeni; Xia Wu; Budi Arman
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.637 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v3i1.20304

Abstract

Parkinson's disease (PD) is a disease of the central nervous system. It is a progressive disorder, meaning it gets worse over time. PD usually characterized by tremor, rigidity, akinesia and postural autonomic instability. In addition, it may also cause a series of non-motor symptoms (NMSs). This disease affects a small area of cells in the middle of the brain. This area is called the substantia nigra (SNc). The cells slowly lose their ability to produce a chemical called dopamine. The disease usually appears in the age over 60 years. Nowadays, a lot of anti-Parkinson drugs have been found either from that of chemicals or herbs. In this essay anti-Parkinson drugs from chemical medicine and herbal medicines especially from china will be discussed. Anti-Parkinson's drugs are derived from chemical medicines include levodopa (l-dopa), dopamine agonists, MAO-B inhibitors, catechol O-methyltransferase (COMT) inhibitors, anticholinergics and amantadine. Meanwhile, anti-Parkinson drugs derived from herbal medicine include Scutellaria baicalensis Georgi, Polygonum cuspidatum Sieb. et Zucc., green tea (Camellia sinensis L.), Panax ginseng C. A. Mey., Cistanche deserticola Y. C. Ma, Panax Notoginseng Wall. var notoginseng (Burkill.) F.H. Chen, Gastrodia elata Blume and Polygala tenuifoliaWilld.. These drugs have the same effects to help ease symptoms of Parkinson’s and can increase the amount of dopamine in substantia nigra pars compacta (SNc). However, some chemical drugs have more side effects although herbal medicines are less clear,  more tests need to be planned.
Deskripsi Komponen Major Metabolit Sekunder Tanaman dengan Khasiatnya Terhadap Organ Ginjal dalam Buku Al-qanun fi’l Tibb II Tri Yuliana Agustiani; Ofa Suzanti Betha; Estu Mahanani Dhilasari
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.001 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v2i2.18732

Abstract

Al-Qanun Fi’l Tibb II merupakan buku karya ilmuwan Islam yaitu Ibnu Sina yang digunakan sebagai pedoman pengobatan pada zaman keemasan islam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi data komponen major tanaman yang berkhasiat terhadap organ ginjal dan mendeskripsikan hubungan antara komponen major metabolit sekunder tanaman dengan khasiatnya terhadap organ ginjal sesuai buku Al-Qanun Fi’l Tibb II. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode literature review melalui studi kepustakaan dan diperoleh 250 jurnal ilmiah. Hasilnya dari 44 tanaman yang berkhasiat terhadap organ ginjal terdapat senyawa metabolit sekunder terpen, flavonoid, asam fenolik, alkaloid dan tanin. Senyawa terpen merupakan metabolit sekunder terbanyak pada tanaman. Komponen major metabolit sekunder memiliki bioaktivitas terhadap organ ginjal seperti antioksidan, diuretik, anti-inflamasi, nefroprotektif, antilitiatik dan analgesik
Pengembangan dan Evaluasi Stabilitas Formulasi Gel yang Mengandung Etil p-metoksisinamat Nelly Suryani; Deani Nurul Mubarika; Ismiarni Komala
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.899 KB) | DOI: 10.15408/pbsj.v1i1.12688

Abstract

Etil p-metoksisinamat (EPMS) merupakan senyawa utama aktif anti-inflamasi yang terdapat dalam rimpang kencur (Kaempferia galanga). Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengembangkan sediaan gel yang mengandung EPMS dengan menggunakan kombinasi HPMC dan karbopol 940 sebagai gelling agent. Sediaan gel di buat dalam tiga formula F1, F2 dan F3 dengan variasi persentase kombinasi HPMC : karbopol 940 yang digunakan masing-masingnya adalah 0,4 : 0,4%, 0,5 : 0,5%, dan 1.0 : 0,5%. Masing-masing formula selanjutnya  dievaluasi  sifat fisik dan kimianya. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa secara organoleptis ketiga formula F1, F2 dan F3 memenuhi syarat sediaan gel, serta stabil ketika dilakukan  pengujian sentrifugasi dan cycling test. Formuala F2 merupakan sediaan terbaik dalam pembuatan sediaan gel EPMS. Evaluasi stabilitas kimia menunjukkan bahwa kadar EPMS dalam sediaan gel hari ke- 0, 7, 14, dan 21 berada dalam rentang 91–100%. Sediaan gel mengalami penurunan kadar EPMS masing-masingnya sebesar 9% (F1), 5% (F2) dan 6%, (F3).

Page 2 of 14 | Total Record : 140