cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Kewajiban Hukum Tenaga Medis dalam Penanganan Massa Aksi Demo Korban Kekerasan: Legal Obligations of Medical Personnel in Handling Mass Demonstrations Victims of Violence Christina Bagenda; Karolus Charlaes Bego; Anna Veronica Pont; Arif Paria Musta; Nopiana Mozin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8945

Abstract

Tenaga medis memiliki tanggung jawab hukum dan moral yang sangat penting dalam memberikan pertolongan kepada korban kekerasan, termasuk dalam situasi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan bentrokan antara aparat keamanan dan masyarakat sipil. Kewajiban ini tidak hanya bersumber dari prinsip kemanusiaan, tetapi juga dari ketentuan hukum positif seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Dalam konteks aksi demonstrasi, tenaga medis dituntut untuk bersikap profesional, netral, dan berpegang pada kode etik kedokteran serta prinsip hak asasi manusia. Namun, dalam praktiknya, berbagai hambatan sering kali muncul, seperti intimidasi terhadap tenaga medis, keterbatasan fasilitas, serta dilema etika ketika harus memberikan pertolongan di tengah situasi yang penuh tekanan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban hukum tenaga medis dalam penanganan korban kekerasan pada aksi massa melalui pendekatan yuridis normatif, dengan mengkaji hubungan antara norma hukum, prinsip etik profesi, dan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan. Kajian ini menyoroti pentingnya jaminan negara terhadap kebebasan dan keamanan tenaga medis dalam melaksanakan tugasnya tanpa intervensi politik maupun tekanan institusional. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai peran dan tanggung jawab hukum tenaga medis sebagai bagian dari sistem penegakan hak asasi manusia dan keadilan sosial di Indonesia.
Dari Kopi ke Resiliensi Kota: Analisis Aglomerasi Spasial dan Perannya dalam Revitalisasi Urban (Studi Kasus: Industri Coffee Shop di Kota Palu Pasca-Bencana): From Coffee to Urban Resilience: Spatial Agglomeration Analysis and Its Role in Urban Revitalization (Case Study: Coffee Shop Industry in Post-Disaster Palu City) Hadi Abdurrahman; Andi Idham Asman; Nike Dyah Permata
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8947

Abstract

Fenomena menjamurnya coffee shop pascabencana 2018 di Kota Palu memperlihatkan dinamika spasial dan sosial yang khas. Studi ini menganalisis pola aglomerasi coffee shop menggunakan Nearest Neighbor Analysis (NNA) dan Kernel Density Estimation (KDE) terhadap 170 titik usaha, dipadukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan distribusi yang mengelompok (R < 1; z-score negatif signifikan), dengan hotspot utama di Kecamatan Palu Timur dan klaster sekunder di Mantikulore, sementara Tatanga dan Palu Utara cenderung minim aktivitas. Secara kualitatif, coffee shop berfungsi sebagai third place yang memfasilitasi jejaring komunitas, pemulihan emosi, sirkulasi informasi, dan peluang ekonomi kreatif—membentuk infrastruktur sosial yang melengkapi rekonstruksi fisik kota. Temuan menegaskan bahwa aglomerasi coffee shop berkontribusi ganda: (1) memicu vitalitas ekonomi kawasan (virtuous cycle kunjungan–usaha baru), dan (2) memperkuat resiliensi sosial melalui social healing dan modal sosial. Rekomendasi kebijakan meliputi pengarusutamaan klaster ekonomi kreatif dalam strategi pemulihan, kemudahan perizinan UMK, dan penguatan ruang publik pendukung di sekitar hotspot.
Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Daerah: The Communication Strategy of the Kutai Kartanegara Regency General Elections Commission (GEC) in Enhancing Voter Participation in Regional Elections Achmad Roziq Maulana; Muhammad Abzar D; Abu Bakar Idham Madani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8979

Abstract

Pemilihan kepala daerah secara langsung berfungsi sebagai mekanisme politik strategis untuk mengamankan legitimasi publik dalam kerangka tata kelola lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah 2024. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan utama meliputi pejabat dari kantor KPU, khususnya Koordinator Hubungan Masyarakat dan Partisipasi Masyarakat, serta personel dari Divisi Pendidikan Pemilih, Keterlibatan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Validitas data dipastikan melalui teknik triangulasi. Temuan mengungkapkan bahwa strategi komunikasi KPU terdiri dari dua komponen utama: komunikasi organisasi dan komunikasi massa. Komunikasi organisasi melibatkan pertemuan koordinasi internal dengan pemangku kepentingan, rapat pleno dengan pimpinan KPU, dan sesi pelatihan untuk badan Adhoc tentang pendidikan pemilu, prosedur, dan implementasi. Strategi komunikasi massa mencakup penyebaran konten edukatif melalui podcast YouTube, siaran radio, dan media cetak serta digital, bersama dengan pembaruan aktif melalui saluran media sosial resmi KPU, dialog publik, dan acara komunitas. Strategi-strategi yang dikombinasikan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran publik, kepercayaan, dan partisipasi dalam proses demokrasi di tingkat daerah.
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Enrekang dalam Perspektif Model George C. Edward III: Analysis of the Implementation of the Smoke-Free Area Policy in Enrekang Regency from the Perspective of the George C. Edward III Model Puput Putri; Mitha Rahmilah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.9014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Enrekang menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan seperti pejabat Dinas Kesehatan, petugas Satpol PP, pengelola fasilitas publik, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan KTR di Kabupaten Enrekang belum berjalan optimal. Kendala utama terletak pada aspek komunikasi yang belum menyeluruh, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, lemahnya disposisi pelaksana, serta struktur birokrasi yang belum terkoordinasi dengan baik. Diperlukan peningkatan koordinasi lintas sektor, sosialisasi yang berkesinambungan, dan penguatan dukungan sarana prasarana agar kebijakan KTR dapat diterapkan secara efektif di seluruh wilayah Kabupaten Enrekang.
Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu dengan Pemberian MP-ASI pada Balita 6-24 Bulan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Sriwati Kota Palu : The Relationship between Maternal Knowledge and Education with the Provision of MP-ASI in Toddlers 6-24 Months in the Midwife's Independent Practice (TPMB) Sriwati, Palu City Yuni Kristiani Tumani; Ni Made Rosiyana; Ni Luh Ayu Anggraeny; Sriventi Lestari; Nurlaila
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9017

Abstract

Latar Belakang: Pemberian MP-ASI pada balita merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Pemberian MP-ASI harus diikuti dengan pengetahuan ibu dan Pendidikan ibu. Jika ibu tidak memiliki pengetahuan dan pendidikan yang baik tentang pemberian MP-ASI, makanakan mempengaruhi pemberian MP-ASI yang dapat berdampak pada status gizi balita. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu terhadap pemberian MP- ASI pada balita 6-24 bulan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan yang teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistic uji chy square diperoleh p value = 0,037, dengan nilai coefficient contingency 0,364, yang artinya ada hubungan signifikan pengetahuan dan pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI pada balita 6-24 bulan, dengan keeratan hubungan pada kategori rendah. Kesimpulan: adanya factor lain yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI. Saran penulis, tenaga kesehatan perlu melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan pemberian MP-ASI.
Tingkat Perubahan Penerapan Teknologi Pertanian Cerdas Iklim pada Sistem Agroforestry Lahan Kering Sri Jumiyati
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9025

Abstract

Agroforestri dipandang sebagai salah satu pendekatan terpadu yang efektif dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di lahan kering melalui integrasi antara budidaya tanaman pertanian, penanaman pohon, dan pemeliharaan ternak, yang tidak hanya mampu mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi pangan. Sistem agroforestri memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, terutama dalam menghadapi tantangan seperti keterbatasan air dan dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim pada sistem agroforestry lahan kering. Metode analisis yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu penelitian tentang satu subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang dan karakter yang khas dari suatu kasus yang kemudian digeneralisisr. Objek dari penelitian ini adalah tingkat penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim. Unit analisisnya adalah petani anggota Kelompok Tani yang menerapkan teknologi Pertanian Cerdas Iklim pada sistem agroforestry lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat penerapan manajemen air mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan sedang dari jumlah nilai 360 menjadi 2.080, 2) Tingkat penerapan manajemen tanah mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan tinggi dari jumlah nilai 660 menjadi 2.240. 3) Tingkat penerapan manajemen tanaman mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan tinggi dari jumlah nilai 550 menjadi 1.500. 4) Tingkat penerapan manajemen agribisnis mengalami kenaikan yang siknifikan pada tingkat penerapan sedang dari jumlah nilai 280 menjadi 1.600.
Pembatalan Merek Itikat Tidak Baik Dari Si Pemohon Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis: Enforcement of the Law for Brand Cancellation Due to Bad Faith of the Applicant According To Law No. 20 of 2016 Concerning Brands and Geographical Indications Tuti Herningtyas; Seftia Azrianti; Lia Fadjriani; Putri Dwi Yulisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9026

Abstract

Mengajukan pendaftaran merek dagang dengan itikad baik merupakan langkah awal dalam mendaftarkan merek dagang terkenal di Indonesia. sejalan dengan Pasal 20 ayat (3) UU No 20 Tahun 2016 yang menyatakan permohonan akan ditolak apabila diajukan oleh orang yang berniat jahat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi umum yang akan memberikan gambaran yang jelas tentang itikad baik dalam mendaftarkan merek dagang terkenal di Indonesia. Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana hukum positif Indonesia mendefinisikan itikad baik dan bagaimana itikad baik berkembang dari gagasan , agar dapat memberikan pemahaman yang jelas tentang itikad baik dalam mendaftarkan merek dagang, khususnya merek dagang terkenal di Indonesia. Serta menjelaskan bagaimana pembatalan merek yang diajukan adanya indikasi itikat tidak baik dari si pemohon.
Efektivitas Program MBG (Makan Bergizi Gratis) pada Anak TK Darussalam Guna Peningkatkan Kualitas Belajar Mengajar di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo: Effectiveness of the MBG (Free Nutritional Meal) Program for Darussalam Kindergarten Children to Improve the Quality of Teaching and Learning in Wedoro Village, Waru District, Sidoarjo Tuti Herningtyas; Seftia Azrianti; Lia Fadjriani; Putri Dwi Yulisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9027

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisa tentang efektivitas dan keberhasilan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan untuk memastikan pemenuhan gizi dan nutrisi yang memadai bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya untuk mencegah malnutrisi dan stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM dan petani. Program MBG ini diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2025 untuk mengatasi isu-isu gizi pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif pelaksanaan program MBG pada anak TK guna meningkatkan kualitas belajar mengajar di Desa Wedoro Sidoarjo. Program ini juga berkontribusi dalam meringankan beban ekonomi bagi keluarga dan memberdayakan pengusaha lokal. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti distribusi makanan yang tidak merata, kekurangan fasilitas di sekolah, dan perbedaan pemahaman tentang gizi di masyarakat. Program ini memberikan dampak positif bagi siswa seperti peningkatan fokus dan semangat belajar, kehadiran yang lebih rajin, dan pengurangan uang jajan. Studi ini menyimpulkan bahwa MBG memiliki potensi yang signifikan dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas, asalkan didukung oleh pengelolaan yang baik.
Peran Administrasi Kesehatan Dalam Optimalisasi Program Promosi Kesehatan Di Puskesmas Kota Palu Sulawesi Tengah: The Role Of Health Administration In Optimizing Health Promotion Programs In Public Health Centers In Palu City, Central Sulawesi Nurfianti; Nur Hamidah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.9038

Abstract

Administrasi kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program promosi kesehatan di tingkat pelayanan dasar seperti Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran administrasi kesehatan dalam optimalisasi program promosi kesehatan di Puskesmas Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan terdiri atas kepala Puskesmas, petugas promosi kesehatan, petugas administrasi, serta perwakilan masyarakat binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi kesehatan berperan penting dalam mendukung fungsi manajerial, pengelolaan sumber daya, serta sistem dokumentasi kegiatan promosi kesehatan. Aspek administrasi seperti perencanaan kegiatan, pengelolaan anggaran, pelaporan, dan koordinasi lintas program berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan promosi kesehatan. Namun demikian, beberapa kendala ditemukan, antara lain keterbatasan tenaga administrasi, kurangnya integrasi sistem informasi digital, serta lemahnya monitoring dan evaluasi berbasis data. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas administrasi kesehatan, digitalisasi manajemen data, serta peningkatan koordinasi lintas sektor guna optimalisasi program promosi kesehatan di tingkat Puskesmas.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Bisnis UMKM Di Desa Parungi Kecamatan Boliyihuto Kabupaten Gorontalo: The Influence of Financial Literacy on the Business Performance of MSMEs in Parungi Village, Boliyihuto District, Gorontalo Regency Abdul Azis; Ng Syamsiah. B; Tamsir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.9042

Abstract

Literasi keuangan ialah hal yang sangat diperlukan dengan perkembangan UMKM diberbagai jenis usaha yang kurang sempurna apabila para pelaku UMKM masih kurang bijaksana dalam mengelola keuangan mereka, mulai dari perencanaan dan sampai keputusan yang mereka ambil. Tidak hanya kemampuan akan bekerja namun kemampuan akan mengoptimalkan sebuah pendapatan dan mengelolanya dengan cara efektif dan efisien juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari kinerja bisnis yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja bisnis UMKM di Desa Parungi Kecamatan Boliyihuto Kabupaten Gorontalo. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu literasi keuangan sedangkan variabel terikatnya yaitu kinerja bisnis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik yang digunakan bila semua anggota populasi dijadikan sampel. pengumpulan data dengan metode kuesioner dan dokumentasi. Dengan analisi regresi sederhana menggunakan SPSS versi 16. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa literasi keuangan sangat mempengaruhi kinerja bisnis karena seorang pelaku bisnis harus memiliki pengetahuan yang baik, mampu mengambil keputusan secara efektif dan efisien. dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor sangat berpengaruh pada kinerja bisnis yaitu literasi keuangan signifikan Terhadap kinerja bisnis UMKM. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukan nilai r Square sebesar 0,196 menunjukan bahwa sebesar 19,6%.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue