cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Characteristics of carrageenan from seaweed hydrolysis using marine fungi as hard-shell capsule material : Karakteristik karagenan dari hidrolisis rumput laut menggunakan kapang laut sebagai bahan cangkang kapsul keras Tarman, Kustiariyah; Supinah, Pipin; Dewanti, Erika Wahyu; Santoso, Joko; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.51946

Abstract

Karagenan adalah polisakarida dari alga merah yang dapat digunakan sebagai bahan baku cangkang kapsul keras. Karagenan dapat diproduksi melalui metode hidrolisis biologis menggunakan cendawan laut. Bahan yang digunakan untuk memodifikasi karakteristik produk berbasis polisakarida salah satunya adalah gelatin. Interaksi karagenan dan gelatin dipengaruhi oleh karakteristik dan jenis karagenan, serta pemlastis (plasticizer). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik karagenan hasil hidrolisis rumput laut untuk cangkang kapsul keras. Karakteristik fisik dari karagenan yang diproduksi dengan hidrolisis, yaitu rendemen, viskositas, dan kekuatan gel. Cangkang kapsul keras dianalisis dengan menentukan berat kapsul, waktu pemecahan, dan kadar air. Hasil menunjukkan rendemen karagenan 25%, viskositas 45 cP, dan kekuatan gel 175 gf. Karakteristik kimia karagenan, yaitu kadar air 13%, abu 8%, dan tingkat selulosa 8%. Semi refined carrageenan yang diperoleh dari hidrolisis rumput laut yang selanjutnya dipilih dalam pembuatan cangkang kapsul keras. Cangkang kapsul keras yang dihasilkan memiliki karakteristik panjang total 18 mm, panjang kapsul 10 mm, berat 0,9 g, waktu desintegrasi 10 menit, dan kadar air 12%.
Aktivitas antioksidan dan karakteristik masker gel peel off dari ekstrak daun mangrove (Avicennia marina): Antioxidant activity and characteristics of gel peel-off mask from mangrove leaf extract (Avicennia marina) Hasibuan, Nirmala Efri; Azka, Aulia; Basri, Basri; Mujiyanti, Apri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.52083

Abstract

Peel-off facial masks are among the most popular facial skin care methods because they are easy to apply and do not depend on the product. Mangrove leaf extracts contain bioactive components with antioxidant activity. Mangrove leaf extract contains bioactive components with antioxidant activity, making it suitable for use as a raw material for peel-off masks. This study aimed to determine the best formulation of peel-off gel masks from Avicennia marina leaf extract, based on its antioxidant activity. A. marina leaf extract was obtained using the maceration method with a flour-to-solvent ratio of 70% ethanol (1:5). The peel-off gel mask formulation consisted of four treatments with the addition of A. marina extract: control, 0.5, 1, and 1.5%. The parameters analyzed included phytochemical testing of the extract, pH, drying time, stability, viscosity, antioxidant activity using the DPPH method, and sensory evaluation. A. marina mangrove leaf extract contains bioactive components such as flavonoids, terpenoids, steroids, tannins, and saponins. The IC50 value of A. marina leaf extract was 44.88±0.90 ppm. The best peel-off gel mask formulation was at a 1.5% ethanol extract concentration of A. marina leaves, with the best IC50 value being 336.86±4.89 ppm. The physical characteristics of the best A. marina peel-off gel mask treatment were a pH of approximately 5.5, homogeneity, drying time of 20.10 minutes, and viscosity value of 175.00 mPa. Sensory assessment of the peel-off gel mask with A. marina leaf extract showed that the parameters of appearance, aroma, color, and texture were neutral to slightly preferred by panelists. A. marina leaf extract can be applied to peel-off gel masks.
Pengaruh substitusi tepung buah mangrove (Sonneratia alba) terhadap karakteristik fisikokimiawi dan sensori roti tawar : Effect of mangrove (Sonneratia alba) fruit flour substitution on the physicochemical and sensory characteristics of white bread Sumartini, Sumartini; Hasibuan, Nirmala Efri; Azka, Aulia; Ratrinia, Putri Wening; Suryono, Muhamad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.52210

Abstract

Roti tawar adalah produk makanan berbahan baku tepung terigu yang memiliki kandungan gluten tinggi. Gluten dapat berdampak negatif bagi kesehatan terutama pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu, yaitu penyakit seliak, intoleransi gluten yang bersifat nonseliak, dan penyakit usus lainnya. Tepung alternatif diperlukan untuk mengurangi kandungan gluten pada roti tawar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik substitusi tepung buah mangrove terhadap roti tawar berdasarkan karakteristik sensori dan daya kembang. Perlakuan pembuatan roti tawar melalui substitusi tepung terigu dengan tepung buah mangrove, yaitu 0, 10, 20, 30, dan 40%. Parameter yang dianalisis meliputi proksimat, kadar serat kasar, daya kembang, hardness, cohesiveness, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia roti tawar, yaitu kadar air 13,21-17,86%, lemak 9,53-14,51%, protein 5,28-8,5%, abu 1,64-1,84%, karbohidrat 60,57-67,13%, serat kasar 2,91-8,26%, daya kembang 100,35-137,70%, nilai hardness 20,92-68,45 N, dan cohesiveness 0,58-0,82. Makin tinggi konsentrasi tepung buah mangrove pada roti tawar, maka makin menurunkan tingkat kesukaan panelis. Roti tawar substitusi tepung buah mangrove 10% memiliki tingkat kesukaan panelis tertinggi dengan rasa yang gurih, aroma harum, tekstur lembut, warna crust cokelat kekuningan dan crumb putih krim dan memiliki daya kembang yang baik.
Pengaruh pencampuran minyak ikan nila, stearin sawit, dan minyak biji karet terhadap karakteristik fisikokimia biskuit: The effect of blending tilapia fish oil, palm stearin, and rubber seed oil on the physicochemical characteristics of biscuits Sumartini, Sumartini; Hasibuan, Nirmala Efri; Pamaharyani, Luchiandini Ika; Saputra, Eko Novi; Suryono, Muhamad; Azka, Aulia; Ratrinia, Putri Wening; Basri, Basri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.52211

Abstract

Biskuit dibuat dari campuran bahan dan lemak padat (shortening). Kualitas biskuit dipengaruhi oleh perbedaan jenis lemak yang digunakan. Limbah biji karet, tulang, kepala, sisik, kulit, dan isi perut ikan merupakan limbah perkebunan dan perikanan yang dapat dimanfaatkan menjadi lemak sebagai bahan baku shortening. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio terbaik dari lemak padat stearin sawit, minyak ikan dan minyak biji karet yang di netralisasi serta dihilangkan baunya dengan rasio padatan terhadap sifat fisik dan tekstur adonan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan 5 perlakuan (palm stearin/ minyak biji karet/ minyak ikan), yaitu rasio 1 (50:30:20), rasio 2 (60:35:5), rasio 3 (70:15 :15), rasio 4 (80:10:10), dan rasio 5 (90:5:5). Parameter uji meliputi diameter, hardness, ketebalan, tekstur, warna, kadar air, protein, lemak, kalori dan sensori. Analisis data menggunakan SPSS Versi 25 dengan ANOVA 95%. Hasil yang diperoleh lightness biskuit 74,57-78,55; ketebalan 0,54-0,94 mm; diameter 90,38-110,16 mm; hardness 2769,36-3648,53g; kadar lemak 18,61-20,64%; protein 10,38-10,88% dan nilai kalori 623,680-625,367 kcal. Hasil pengujian sensori tertinggi pada rasio 4 (80: 10: 10). Proporsi rasio shortening yang tepat memengaruhi karakteristik fisik dan kimia biskuit yang dihasilkan dengan rasio terbaik 80:10:10.
Downstream strategies of liquid smoke products as a preservative and smoke aroma in fishery products: Strategi hilirisasi produk asap cair sebagai pengawet dan aroma asap pada produk perikanan Budiati, Lilin; Swastawati, Fronthea; Syakur, Abdul; Suharto, Slamet; Hasthi, Saputra; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.53690

Abstract

Smoked fish is a fishery product that meets the nutritional needs of the population. The traditional smoking method leads to the production of H2S, which reduces the aroma and is carcinogenic. The liquid smoke technology offers a solution to the challenges associated with the application of traditional smoking methods. However, the use of the liquid smoke method remains limited in smoked fish businesses. This study aimed to evaluate and develop a downstream strategy for producing and distributing liquid smoke to facilitate its implementation by smoked fish businesses based on SWOT analysis. This study employed a quantitative descriptive methodology utilizing the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) analytical framework. The data were collected through interviews and questionnaires. The obtained data were subjected to weight calculations using the Expert Choice tool. The research findings indicate that the optimal approach for developing downstream liquid smoke products is to create a novel product in the form of liquid smoked fish. Liquid-smoked fish are immersed in or coated with liquid smoke to achieve an extended shelf life and smoky aroma, without traditional smoking methods. In addition, it establishes a strategic alliance between scholars, entrepreneurs, and the government. Strategic relationships can be established by developing a shared agenda focusing on fostering a sustainable blue economy. The blue economy refers to the use of hygienic, healthy, and non-carcinogenic fishing products such as smoked fish to promote sustainable economic growth and enhance community welfare.
In silico analysis of ethyl acetate Bruguiera gymnorhiza leaf extracts as an anti-inflammatory agent: Analisis in silico ekstrak etil asetat daun Bruguiera gymnorhiza sebagai agen antiinflamasi Diana, Fifi Atma Nur; Riyadi, Putut Har; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.54255

Abstract

Bruguiera gymnorhiza merupakan tanaman mangrove yang mengandung banyak senyawa bioaktif, yang menunjukkan sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi antiinflamasi senyawa bioaktif yang diekstrak dari daun B. gymnorhiza menggunakan etil asetat, melalui analisis in silico. Penelusuran komponen bioaktif dilakukan menggunakan basis data elektronik yang diakui secara internasional untuk mengidentifikasi profil kimia senyawa ini. Analisis in silico dilakukan menggunakan PASS Server untuk memprediksi aktivitas biologis, SwissADME untuk potensi penemuan obat, dan ProTox III untuk penilaian toksisitas. Selain itu, docking molekuler dilakukan dengan reseptor IKKβ. Lima belas komponen bioaktif mengandung gugus yang terdapat dalam daun B. gymnorhiza. Analisis PASS Server mengungkapkan bahwa semua senyawa yang diidentifikasi menunjukkan sifat antiinflamasi. Evaluasi lebih lanjut menggunakan SwissADME dan ProTox III menunjukkan kemiripan obat dan potensi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi yang baik, dengan berbagai tingkat toksisitas: 4 senyawa diklasifikasikan sebagai kelas 3; 5 sebagai kelas 4; 4 sebagai kelas 5 dan 2 sebagai kelas 6. Hasil docking molekuler menunjukkan bahwa elemisin dan asam laurat membentuk ikatan hidrogen dengan IKKβ, dengan energi pengikatan masing-masing -4,4 kkal/mol dan -6,6 kkal/mol, yang menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang signifikan. Temuan ini memberikan dasar untuk mengembangkan obat antiinflamasi berdasarkan ekstrak daun B. gymnorhiza.
Sustainable cold supply chain management of tuna agroindustry: A literature review and future research : Manajemen rantai pasok dingin berkelanjutan pada agroindustri tuna: Tinjauan literatur dan penelitian masa depan Wibowo, Raden Bagus Tri Joko; Marimin, Marimin; Machfud, Machfud; Anggraeni, Elisa; Taryono, Taryono
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.54575

Abstract

Rantai pasok dingin agroindustri tuna menghadapi tantangan yang kompleks. Penerapan rantai dingin memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Putusnya rantai dingin berdampak langsung pada penurunan kualitas tuna. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan metode manajemen rantai dingin yang efektif dan efisien dengan memperhatikan aspek risiko, kinerja, rantai nilai, dan keberlanjutan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis metode yang digunakan dalam pengelolaan rantai dingin dan mengembangkan kerangka terpadu yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok dingin yang berkelanjutan pada agroindustri tuna. Kajian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR). Pangkalan data pencarian artikel ilmiah menggunakan Scopus, Google Scholar, dan yang lainnya pada rentang tahun 2013-2023. Hasil seleksi mendapatkan 86 artikel terpilih untuk dikaji lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kajian rantai dingin pada agroindustri tuna masih sangat sedikit. Kajian rantai dingin pada aspek risiko, kinerja dan keberlanjutan didominasi oleh metode kuantitatif dengan persentase sebagai berikut: 76%, 58%, dan 92%. Sebaliknya, kajian pada aspek rantai nilai didominasi oleh metode kualitatif deskriptif (89%). Kajian menemukan bahwa permasalahan rantai dingin tuna di Indonesia bersifat soft problem di sisi hulu dan hard problem di sisi hilir. Kedua sifat tersebut jarang yang dipertimbangkan dalam satu penelitian rantai dingin. Sifat soft system dikaji dengan metode kualitatif dan sifat hard system dikaji dengan metode kuantitatif. Untuk penelitian ke depan, penelitian ini mengembangkan kerangka terpadu pengelolaan rantai dingin agroindustri tuna pada aspek kinerja, risiko, rantai nilai, dan keberlanjutan dengan mempertimbangkan aspek soft dan hard system rantai dingin sejak di atas kapal hingga ke konsumen.
Profil asam lemak abon ikan dengan penambahan buah nangka selama penyimpanan: Fatty acid profile of fish floss with the addition of jackfruits during storage Sukmiwati, Mery; Diharmi, Andarini; Sari, Noor Ira
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.55014

Abstract

Abon ikan merupakan produk yang terbuat dari daging ikan yang diberi bumbu sebagai penambah citarasa. Penambahan buah nangka pada abon diharapkan dapat menambah citarasa dan aroma, meningkatkan nilai gizi dan menambah variasi produk abon ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik mutu abon ikan patin dengan penambahan nangka selama penyimpanan. Rasio antara ikan patin dan nangka adalah 2:1 (b/b). Parameter uji yang dilakukan antara lain kadar lemak, asam lemak bebas, bilangan peroksida dan asam lemak total. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan lama penyimpanan berbeda, yaitu 15, 30 dan 45 hari dengan 3 kali ulangan. Lama penyimpanan berbeda menunjukkan kadar lemak 23,39-23,45%, asam lemak bebas 0,34-0,38% dan bilangan peroksida pada abon ikan nangka meningkat pada penyimpanan 45 hari dengan nilai 5,74-8,26 meq/Kg. Asam lemak total pada abon nangka selama penyimpanan mengalami peningkatan berkisar 80,58-88,48%. Kandungan asam lemak tertinggi, yaitu pada asam oleat 33,36-36,57%, sedangkan yang paling rendah, yaitu asam pentadekanoat 0,03-0,04% dan asam arakidonat 0,03-0,04%.
Pengaruh penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan terhadap kualitas filet ayam: Sweet orange peel essential oil addition effect in chitosan edible coating on chicken fillet quality Siswanti, Siswanti; Aunillah, Nadiya Fistianati; Widowati, Esti; Atmaka, Windi; Widowati , Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.55251

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapatkan dalam bentuk karkas utuh, potongan bagian-bagian tertentu, atau filet. Umur simpan filet ayam relatif rendah dan memiliki risiko kerusakan fisikokimia dan mikroba yang tinggi selama proses penyimpanan. Upaya untuk menjaga kualitas daging filet ayam selama penyimpanan salah satunya melalui aplikasi edible coating dari kitosan kombinasi dengan minyak asiri. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan filet ayam selama 12 hari penyimpanan suhu dingin berdasarkan parameter susut masak, TPC, pH, TBA, dan TVB. Penelitian dilakukan melalui pembuatan edible coating menggunakan beberapa konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis, pengaplikasiannya pada filet ayam, dan penyimpanan suhu dingin (4oC; 12 hari). Variasi konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating, yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% (v/v). Perlakuan terbaik ditentukan dengan metode Bayes yang dilanjutkan Independent Samples T-Test terhadap sampel tanpa perlakuan coating. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi 1% minyak asiri kulit jeruk manis merupakan perlakuan terbaik selama penyimpanan 3 hari (suhu dingin; 4oC) dengan kisaran nilai susut masak 16,65-25,17%; pH 5,39-6,49; TPC 4,46-7,50 log cfu/mL; TBA 0,061-0,258 mg malonaldehid/kg; TVB 15,81-17,54 mgN/100 g. Kualitas sampel perlakuan terbaik berbeda signifikan dan lebih baik daripada sampel tanpa coating berdasarkan semua parameter (kecuali TVB). Oleh sebab itu, lapisan kitosan dan 1% minyak asiri pada filet ayam mengindikasikan perlindungan potensial terhadap kualitas fisikokimia dan mikroba selama penyimpanan suhu dingin.
Formulasi dan karakterisasi paper soap antibakteri dengan penambahan nanokitosan dari cangkang kepiting bakau : Formulation and characterization of antibacterial paper soap with the addition of nanochitosan from mangrove crab shells Luthfiyana, Novi; Asikin, Nor; Khoirunnisa, Mutia; Hidayat, Taufik
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.56046

Abstract

Inovasi pembuatan produk sabun terus dikembangkan salah satunya berbentuk paper soap dengan penambahan nanokitosan yang memiliki manfaat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kitosan berukuran nano dan menentukan formula terbaik paper soap antibakteri dengan penambahan nanokitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) melalui karakterisasi secara fisikokimia dan mikrobiologi. Pembuatan nanokitosan menggunakan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) menggunakan metode gelasi ionik. Formulasi paper soap dengan penambahan nanokitosan, yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan nanokitosan cangkang Scylla sp. berukuran 67,07 nm. Paper soap dengan penambahan nanokitosan Scylla sp (0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1%) menghasilkan nilai ph 9,18-9,27, kadar air 18,25-32,00% dan alkali bebas 0,003-0,010%. Seluruh konsentrasi paper soap bertekstur halus, memiliki aroma jasmine dan menunjukkan warna beige. Aktivitas bakteri Gram positif Staphylococcus aureus pada paper soap menghasilkan zona bening 3,5-14 mm dan pada bakteri Gram negatif mampu menghambat Echerichia coli 4,50-11,50 mm. Paper soap antibakteri dengan konsentrasi nanokitosan 0,5% adalah formulasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif (S.aureus) dan bakteri Gram negatif (E.coli). Paper soap antibakteri dengan penambahan nanokitosan cangkang (Scylla sp.) pada penelitian ini memenuhi kriteria sabun sesuai standar SNI.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue