cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Pemanfaatan rumput laut Caulerpa racemosa sebagai bahan baku masker wash-off dengan penambahan peptida siput gonggong: Utilization seaweed caulerpa racemosa as wash-off mask raw material with addition of gonggong snail peptides Viruly, Lily; Anggi, Anggi; Jumsurizal, Jumsurizal; Muzahar, Muzahar
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.45866

Abstract

Rumput laut Caulerpa racemosa berpotensi sebagai bahan baku kosmetik, yaitu masker wajah karena mengandung antioksidan. Jenis biota laut yang bernilai ekonomis tinggi dan kaya peptida adalah siput gonggong (Laevistrombus turturella). Ekstrak siput gonggong memiliki aktivitas antioksidan dan peptida antimikrob yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula wash-off mask terbaik dari C. racemosa dengan penambahan peptida gonggong (L. turturella). Formulasi masker wajah wash-off menggunakan formula tetap hasil optimasi (penambahan 15% rumput laut C. racemosa), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan penambahan peptida gonggong, yaitu A1 (15%), A2 (10%), dan A3 (5%). Produk wash-off mask dianalisis organoleptik, total plate count (TPC), nilai pH, uji iritasi, uji lama mengering dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Rumput laut C. racemosa segar memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, yaitu 71,42 µg/mL. Masker wash-off dengan formula terbaik adalah formula penambahan peptida gonggong 5% dengan nilai hedonik parameter aroma 6 (agak suka), warna 7 (suka) dan tekstur 7 (suka). Uji scoring memiliki nilai 7 (bagus) pada setiap parameter. Formula terpilih memenuhi syarat SNI 16-6070-1999 pada nilai TPC, yaitu 4,1×102 CFU/mL dan nilai pH 6,5. Masker yang dihasilkan tidak menimbulkan reaksi iritasi dan mengering pada waktu 14,8 menit dan mengandung antioksidan 186,98±0,01 µg/mL. Produk masker wash-off ini berpotensi menjadi alternatif masker wajah.
Purifikasi dan karakterisasi parvalbumin patin dan gurami: Purification and characterization of catfish and gourami parvalbumin Nugraha, Roni; Safitri, Novemi Gita; Nurilmala, Mala; Pertiwi, Rizsa Mustika
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.52147

Abstract

Parvalbumin merupakan protein penyebab utama alergi ikan. Namun, penderita alergi ikan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap jenis ikan yang berbeda. Oleh karena itu, purifikasi dan karakterisasi parvalbumin pada berbagai spesies ikan penting untuk dilakukan sebagai upaya pengembangan teknologi deteksi alergi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan saturasi ammonium sulfat terbaik untuk purifikasi parvalbumin dan mengkarakterisasinya secara in silico. Parvalbumin dari ikan patin dan gurami mentah dan hasil pemasakan dimurnikan dan dikarakterisasi. Parvalbumin dimurnikan dengan metode presipitasi amonium sulfat (20-90% saturasi), kemudian diidentifikasi menggunakan metode SDS-PAGE. Sifat alergenisitas parvalbumin dari gurami dan patin dianalisis secara in silico. Identifikasi profil protein menunjukkan adanya 2 pita yang merepresentasikan parvalbumin dengan bobot molekul 11 dan 14 kDa. Pemurnian menggunakan amonium sulfat belum menghasilkan parvalbumin yang murni karena masih ditemukan adanya pita-pita protein lain yang cukup tebal. Namun, amonium sulfat dengan saturasi 80-90% menghasilkan profil yang terbaik pada proses pemurnian parvalbumin dari ikan mentah dan 90-100% untuk ikan yang dimasak. Hasil analisis bioinformatika menunjukkan adanya 7 sekuen parvalbumin untuk ikan patin, tetapi tidak ditemukan adanya sekuen parvalbumin untuk ikan gurami. Sekuen parvalbumin ikan patin dengan kode XP_026772003.1 memiliki kemiripan yang tinggi dengan parvalbumin dari spesies lain misalnya salmon dan tilapia yang terbukti alergenik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam karakterisasi parvalbumin lebih lanjut untuk mendukung adanya diagnosis yang lebih baik.
Pengaruh penambahan bahan pengikat yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan sensori tablet effervescent Sonneratia caseolaris: Effect of different binding agents on the physical and sensory characteristics of effervescent tablets of Sonneratia caseolaris Ratrinia, Putri Wening; Sumartini, Sumartini; Azka, Aulia; Hasibuan, Nirmala Efri; Nusaibah, Nusaibah; Triyastuti, Meilya Suzan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.52204

Abstract

Sonneratia caseolaris dapat dimanfaatkan sebagai minuman fungsional dalam bentuk tablet effervescent. Tablet effervescent merupakan minuman dalam sediaan tablet yang larut dalam air menghasilkan gelembung dan berkarbonasi serta memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Bahan pengikat diperlukan untuk meningkatkan kualitas serta menjaga kestabilan sediaan tablet effervescent. Bahan pengikat berfungsi untuk menyatukan bahan-bahan menjadi satu kesatuan tablet yang kohesif sehingga bahan aktif yang terkandung di dalam effervescent terdistribusi secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bahan pengikat terbaik berdasarkan karakteristik fisik dan sensori tablet effervescent yang dihasilkan. Pembuatan tablet effervescent diawali dengan pencampuran filtrat S. caseolaris dengan bahan pengikat yang berbeda masing-masing konsentrasi 2,5%, yaitu polyvinyl pyrolidone (PVP), gelatin, pulvis gummi arabicum (PGA), dan maltodekstrin. Hasil campuran dikeringkan menggunakan spray dryer. Padatan hasil pencampuran diformulasikan sesuai bahan pembuatan tablet effervescent. Parameter yang dianalisis meliputi keseragaman bobot, kekerasan tablet, warna, kelarutan, waktu larut, kadar air, dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengikat yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap keseragaman bobot, kekerasan tablet, warna, kelarutan, waktu larut, dan kadar air. Penambahan gelatin 2,5% merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik kekerasan 4,86 kg/cm2, kelarutan 98,32%, waktu larut <70 detik dan kadar air 2,15% telah memenuhi standar dari Farmakope Indonesia. Hasil penilaian sensori berdasarkan ketampakan, aroma, warna, rasa, dan keseluruhan menunjukkan bahwa semua perlakuan tablet effervescent sangat disukai oleh panelis.
Karakteristik fisikokimia mi basah substitusi jenis ikan berbeda dengan penambahan egg white powder: Physicochemical characteristics of wet noodles substitution of different types of fish with the addition of egg white powder (EWP) Amalia, Ayu Rizki; Sumartini, Sumartini; Azka, Aulia; Ratrinia, Putri Wening; Suryono, Muh; Saputra, Eko Novi; Hasibuan, Nirmala Efri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i11.52207

Abstract

Mi merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh semua kalangan dan digunakan sebagai alternatif variasi makanan pengganti nasi. Kandungan gizi protein pada produk mi sangat rendah sehingga perlu ditambahkan protein dari berbagai jenis ikan. Kelemahan mi berbahan dasar ikan adalah karakteristik fisiknya yang mudah putus dan tidak kenyal sehingga kurang disukai konsumen. Oleh sebab itu, perlu adanya bahan pengenyal egg white powder (EWP). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tepung jenis ikan terbaik pada mi basah berdasarkan karakteristik fisikokimia dan kesukaan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan jenis ikan yang berbeda, yaitu tanpa ikan, ikan patin, lomek, kembung, dan tongkol. Parameter yang diuji adalah sensori, proksimat dan karakteristik fisik. Mi dengan jenis ikan berbeda mengandung kadar air 51,50-76,65%; protein 4,40-17,21; lemak 0,20-6,53%; abu 1,00-2,82%; cooking loss 3,50-8,25%; daya rehidrasi 35,00-65,24%; cooking time 75,75-115,28 detik; elastisitas 11,38-29,79%; dan nilai hardness 881,40-4.155,01 gf. Tepung jenis ikan yang paling disukai sebagai bahan baku mi basah berdasarkan tingkat penerimaan panelis adalah ikan tongkol. Penggunaan ikan sebagai bahan baku dapat meningkatkan nutrisi mi basah.
Stabilitas fisik dan uji iritasi produk peel-off mask dari ekstrak H. scabra, A. marina, dan bittern: Physical stability and irritation peel-off mask products from H. scabra, A. Marina extracts, and bittern Ridyawati, Ika Wahyu; Asih, Eka Nurrahema Ning
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i11.52574

Abstract

Peel-off mask adalah jenis kosmetik yang banyak digunakan untuk mengatasi kulit wajah kering. Penggunaan produk ini dapat melembapkan dan memberikan efek relaksasi karena kaya kandungan mineral bagi kulit. Bahan hayati laut kaya mineral yang berpotensi sebagai bahan peel-off mask adalah ekstrak Holothuroidea scabra, Avicennia marina dan bittern. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formula produk peel-off mask terbaik dari ekstrak H. scabra, A. marina dan bittern berdasarkan stabilitas fisik dan uji iritasi. Uji meliputi rendemen ekstrak, formulasi peel-off mask, stabilitas fisik (organoleptik, cyling test, uji pH dan uji waktu mengering) dan uji iritasi (eritema, panas dan gatal-gatal). Formula yang digunakan pada penelitian ini yaitu bittern (mL)+H. scabra (mg)+A. marina (mg) dengan F0 (kontrol), F1 (33,33+33,33+33,33), F2 (50+25+25), F3 (25+50+25), dan F4 (25+25+50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas fisik produk terbaik terdapat pada F2 (bittern 50 mL, ekstrak H. scabra 25 g, dan A. marina 25 g). Formula ini aman digunakan di kulit wajah karena 30 panelis tidak mengalami iritasi (eritema, panas dan gatal-gatal) dengan pH produk yaitu 5,52 sesuai dengan nilai kulit normal pada wajah.
Karakteristik biskuit bagiak dengan substitusi konsentrat protein ikan (KPI) dan tepung tulang ikan : Characteristics of bagiak biscuits with fish protein concentrate and fish bone flour substitution Setyarini, Dian; Ibrahim, Bustami; Santoso, Joko
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.53054

Abstract

Bagiak is a biscuit made of sago flour, tapioca, arrowroot starch, sugar, and other ingredients. Bagiak is high in carbohydrates, but low in proteins. The aim of this study was to determine the best formulation resulting from the substitution of catfish protein concentrate and addition of catfish bone meal in making bagiak biscuits. The study used an experimental method with a completely randomized factorial design (RALF) with two treatments, namely substitution of catfish protein concentrates (FPC) for main meal (0%, 10%, 20%, and 30%) and addition of catfish bone meal (0, 1, 2, 3 %). For the selected formulas, the hedonic test results were analyzed, including protein and calcium levels, and test parameters according to SNI Biscuits 2973:2022. The selected formula was a 10% KPI formulation and 3% fishbone meal. The selected bagiak formulation produced a protein content of 10.90±0.01% and calcium of 572.32 mg/100 g. The protein and calcium levels of the selected bagiak were greater than those of the control and commercial bagiak. Test results for selected water content parameters, total aerobic plate number, Enterobacteriaceae, Salmonella spp., Staphylococcus aureus, heavy metal contamination: Lead (Pb), Cadmium (Cd), Tin (Sn), Mercury (Hg), and (As) met the SNI Biscuit quality requirements, SNI 2973:2022. The 10% FPC formulation and 3% fish bone meal have the potential to be nutritious snacks with better protein and calcium contents than commercial products.
Kapasitas antioksidan, sitotoksisitas dan cemaran bakteri simplisia makroalga cokelat: Antioxidant capacity, cytotoxicity, and bacterial contamination of brown macroalgae simplicia Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Wiradana, Putu Angga; Sari, Ni Kadek Yunita; Widhiantara, I Gede; Rosiana, I Wayan; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Sucipto, Teguh Hari; Panjaitan, Novaria Sari Dewi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.53930

Abstract

Brown algae are considered to be a source of antioxidants that can contribute to improving health. The purpose of this study was to determine the best combination of brown algae and solvent types based on the parameters of antioxidant capacity, toxicity to Vero cells, and bacterial contamination that affects brown algae simplicia during 30 d of storage. Brown algae, Sargassum aquifolium and Padina australis, were collected from Sanur Beach at the lowest point in the intertidal zone. Extraction was performed using three solvents: ethanol, methanol, and distilled water. The antioxidant capacity of the brown algae extracts was measured using the DPPH method. The brown algae extract, which showed antioxidant capacity and IC50 in the strong category, was used for cytotoxicity testing. Bacterial contamination testing was performed based on the simple storage time of brown algae for 30 d. The results showed that the combination of S. aquifolium and P. australis ethanol extract (ratio 1:10) had a yield percentage of 37.2% with an antioxidant capacity of 0.935±0.003 mg/L GAEAC and an IC50 value of 89.03 μg/mL (strong category). The combination of S. aquifolium and P. australis ethanol extracts had an IC50 value of 382.30 μg/mL (the weak category). Total plate count (TPC), Enterobacteriaceae, and coliforms increased with the storage time of simplicia for 30 days. These findings indicate that the combination of ethanol extracts of S. aquifolium and P. australis is a potential source of natural antioxidants.
Karakteristik pepton ikan kembung (Rastrelliger sp.) tidak layak konsumsi dan aplikasi pada pertumbuhan Wickerhamomyces anomalus: Characteristic of spoiled mackerel fish peptone (Rastrelliger sp.) and application in Wickerhamomyces anomalus growth Manik, Btr Sri Syntia; Diapari, Didid; Nurhayati, Tati; Wijayanti, Indah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.54017

Abstract

Selenium is a mineral element that acts as an antioxidant and affects enzyme formation, the immune system, and reproduction in livestock. Selenium yeast is an organic form of Se. The high availability of inedible mackerel can be utilized as a raw material for peptone in the growth medium of yeasts that produce organic Se. The objective of this study was to determine the characteristics of pepton derived from inedible mackerel as a growth medium for W. anomalus. Pepton was analyzed for amino acid composition using HPLC, solubility of pepton in water (gravimetric method), pepton yield, pH, proximate analysis, free α-amino nitrogen content, total nitrogen, AN/TN ratio, and salt content (Volhard method). Mackerel fish pepton has the following characteristics: protein content 75.5%, free α-amino nitrogen 1.9%, solubility 99.9%, total nitrogen 12.1%, salt content 7.9%, AN/TN ratio 16.2%, and pH 7.0. Mackerel fish pepton unfit for consumption applied to the growth medium of Wickerhamomyces anomalus as Se-Yeast has a higher growth rate compared to commercial pepton.
Identifikasi dan prevalensi parasit Anisakis sp. pada ikan tongkol di tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba-Kota Kupang: Identification and prevalence of Anisakis sp. parasites in tuna at the Oeba Fish Auction Site (FAS)—Kupang City Dawa, Umbu Paru Lowu; Awang, Boy Umbu M. T. J.; Gadi, Dewi Setiyowati; Lakapu, Mada Mariana
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.54739

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan inang bagi berbagai jenis parasit metazoa, yaitu parasit monogenea, digenea, acantocephala dan nematoda. Anisakis sp. merupakan parasit dari kelompok nematoda, yaitu penyebab penyakit yang mempunyai hubungan dengan inangnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prevalensi dan derajat infeksi kontaminasi parasit Anisakis sp. pada ikan tongkol yang didaratkan di tempat pelelangan ikan (TPI) Kota Oeba-Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Uji laboratorium digunakan untuk identifikasi dan prevalensi parasit Anisakis sp. mengacu pada SNI 2332.6:2015. Hasil penelitian menunjukkan parasit Anisakis sp. paling banyak ditemukan pada usus ikan tongkol sebanyak 21, hati 17, lambung 13, dan pada gonad sebanyak 7 parasit. Perhitungan prevalensi pada ikan tongkol dari 8 sampel positif terinfeksi parasit Anisakis sp. dengan nilai 20% yang termasuk dalam kategori sering (often). Ikan tongkol yang didaratkan di TPI Oeba-Kota Kupang positif terinfeksi parasit L3 Anisakis sp. tipe I pada 8 dari 40 sampel. Derajat infeksi pada ikan tongkol sebesar 7,25 individu parasit per ikan yang termasuk kategori rendah.
Characteristics of dry noodles based on sago flour enriched with skipjack tuna (Katsuwonus pelamis): Karakteristik mi kering berbasis tepung sagu yang diperkaya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) Litaay, Christina; Santoso, Joko; Hariyanto, Bambang; Indriati, Ashri; Andrianto, Moeso; Purwandoko, Pradeka Brilyan; Rahman, Nurhaidar; Indriawati, Indriawati; Sufiandi, Sandi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.55616

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi mi instan terbesar. Permintaan impor gandum meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi mi berbahan tepung terigu. Tepung sagu direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan baku mi. Kandungan gizi ikan dapat meningkatkan nilai gizi produk mi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi tepung ikan cakalang yang optimal untuk mi kering berbahan tepung sagu berdasarkan karakteristik kecerahan dan kesukaan konsumen. Mi kering berbahan dasar sagu terdiri dari lima perlakuan, yaitu kontrol, tepung ikan cakalang 2, 4, 6, dan 8%. Parameter yang dianalisis meliputi lightness dan organoleptik. Perlakuan terbaik kemudian dianalisis kadar protein, abu, dan mikrostruktur. Penambahan tepung ikan cakalang memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap parameter lightness, aroma, dan keseluruhan. Lightness, aroma, dan nilai keseluruhan mi tepung ikan cakalang 8% lebih baik dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya. Mi kering dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% memiliki aroma harum, warna agak kurang bening, rasa mi enak, dan tekstur mendekati kenyal sehingga masih dapat diterima panelis. Perlakuan mi dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% menghasilkan kadar protein tinggi, yaitu 5,56% (bk) dan kadar abu 1,12% (bk). Mi dengan penambahan tepung ikan cakalang 8% memiliki butiran elips agak terpotong, sedangkan mi gandum memiliki butiran elips.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue