cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Resiko Kehamilan Azizah, Riska; Khairunnisa, Nova; Fajriana, Eulisa
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6930

Abstract

Risiko kehamilan merupakan kondisi yang dapat meningkatkan potensi komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas, baik bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kehamilan pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Cot Ba’u Sukajaya Kota Sabang. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil secara purposive sampling, dengan kriteria inklusi tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kehamilan dengan usia ibu (p = 0,003), gravida (p = 0,037), kelengkapan kunjungan antenatal care (ANC) (p = 0,001), status anemia (p = 0,000), dan status gizi berdasarkan kekurangan energi kronik/KEK (p = 0,022). Ibu hamil yang berada di usia <20 atau >35 tahun, grandemultigravida, memiliki kunjungan ANC tidak lengkap, mengalami anemia, dan KEK memiliki peluang lebih besar mengalami kehamilan berisiko. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan faktor-faktor biologis dan perilaku kesehatan dalam upaya pencegahan kehamilan risiko tinggi.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal Ismalia, Ismalia; Arlianti, Nopa; Agustina, Agustina
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6931

Abstract

Kematian neonatal merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal di wilayah kerja Puskesmas Meureudu dan Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan kuantitatif dan bersifat deskriptif analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 32 kasus bayi yang meninggal pada masa neonatal dan 32 bayi yang hidup sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kematian neonatal meliputi usia ibu (OR=23,4; p=0,001), paritas (OR=10,9; p=0,001), komplikasi persalinan (OR=25; p=0,001), jarak kelahiran (OR=10,2; p=0,007), BBLR (OR=3,85; p=0,010), dan asfiksia (OR=3,37; p=0,029). Paparan asap rokok berat juga menunjukkan hubungan bermakna secara signifikan (OR=2,45; p=0,077). Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan pelayanan antenatal, pengendalian risiko maternal, serta penanganan tepat terhadap kondisi bayi baru lahir dalam upaya menurunkan angka kematian neonatal di wilayah studi.
Pengetahuan Ibu tentang Gizi Buruk pada Balita Pujiningsih, Erniawati; Nusantari, Widya Juniantina; Irianto, Irni Dwi Astiti; Aisyah, Siti; Afriani, Cahaya
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6973

Abstract

Penelitian ini dilakukan mengingat angka kejadian gizi buruk pada balita masih cukup tinggi, di posyandu Batu Tambun dari 41 balita yang masuk kategori stunting dan gizi buruk sebanyak 10 balita atau 24,39 %. Sementara di desa Wakan dari 669 balita yang masuk kategori stunting dan gizi buruk sebanyak 150 balita atau 22,46%. Tingginya kasus gizi buruk tersebut disebabkan karena pola asuh anak yang kurang baik, ketersediaan makanan yang kurang serta penyakit yang diderita anak sehingga kurang mampu menerima asupan gizi. Selain itu tingkat pengetahuan ibu sangat mempengaruhi keadaan gizi balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jerowaru. Penelitian ini menggunakan metode deskritif. Jumlah sample sebanyak 38 orang dengan pengambilan sample menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menyebar kuesioner dengan pilihan jawaban yang sudah tersedia dari 10 pertanyaan. Untuk jawaban dari kuesioner responden diminta untuk memilih salah satu jawaban yang tersedia dengan cara memilih salah satu jawaban dan mencentang pada jawaban yang dianggap benar. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dalam bentuk statistik deskriptif dimana analisa data menggunakan analisis data univariat yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dari variabel penelitian. Analisa data dilakukan secara manual dengan menggunakan rumus yaitu jumlah pertanyaan yang dijawab dengan benar dibagi jumlah keseluruhan pertanyaan dikali konstanta (100%). Setelah data dipersentasekan dengan rumus kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria Baik, Cukup dan Kurang. Pegolahan data diakukan dengan beberapa tahapan yaitu editing, coding, tabulating, dan cleaning. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 38 responden setengahnya memeliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 (42%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengetahuan ibu tentang gizi buruk pada balita di Puskesmas Jerowaru Lombok Timur berada dalam kategori cukup.
Kombinasi Relaksasi Napas Dalam dan Hipnosisi Lima Jari terhadap Tingkat Kecemasan pada Penderita Asam Urat Sulistyaningrum, Asry; Sulistyani, Endah; Adriani, Dewa Agung Gina; Soba, Yuventa Tuto
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6976

Abstract

Gout arthiritis adalah asam yang berbentuk kristal dari hasil akhir metabolisme purin, pada penyakit ini juga memiliki kadar purin yang tinggi diakibatkan oleh faktor genetik, karena gaya hidup yang selalu makan makanan yang banyak mengandung zat purin. ada pun terapi yang digunakan untuk menurunkan kecemasan antara lain terapi farmakologi dan terapi non- farmakologi, salah satu terapi yang digunakan adalah terapi psikoterapi dengan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari (penghentian pikiran). Untuk mengetahui apakah tindakan relaksasi napas dalam dan hypnosis lima jari efektif pada perawatan pada pasien asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kopeta. Jenis desain adalah penelitian studi kasus. Dari hasil evaluasi yang dilakukan tujuan tercapai sudah teratasi dan sebagian teratasi diantaranya: ansietas dari nilai 2(ansietas sedang) ke ansietas 0(tidak cemas), dan klien mampu melakukan aktivitas dengan normal dan didapatkan klien mengatakan rasa cemas dan takutnya sudah berkurang dengan nilai kecemasan 14 atau tidak cemas terlihat dari penurunan kadar asam urat 4,2 mg/dl. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan salah satunya adalah terapi relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari. Relaksasi napas dalam adalah bagaimana cara melakukan napas dalam dan bagaimana cara mengembuskannya secara perlahan sehingga klien bernafas dengan efektif sehingga vital dan ventilasi paru meningkat sedangkan hipnosis lima jari merupakan proses di mana klien memusatkan pikirannya pada pengalaman indah yang pernah dilalui pada masa mudah atau memotivasi untuk cepat sembuh sambil menyentuh lima jari secara berurutan. Kombinasi relaksasi napas dalam dan hipnosisi lima jari untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita asam urat.
Gambaran Jenis Perilaku Bullying pada Anak Sekolah Dasar Reong, Antonia Rensiana; Wega, Marianus Oktavianus; Mane, Gabriel; Mbola, Maria
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6977

Abstract

Bullying adalah bentuk penganiayaan beraneka ragam, yang ditandai dengan kegiatan yang dilakukan berulang kali pada seseorang terhadap agresi fisik atau emosional termasuk menggoda, menyebut nama, mengejek, mengancam, melecehkan, mengejek, mengaburkan, pengucilan sosial atau rumor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis perilaku Bullying pada anak usia sekolah dasar di SDK 078 paipenga Desa Tuwa, Kecamatan tanawawo, kabupaten Sikka. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif menggunakan data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan variabel yang diteliti yaitu jenis perilaku Bullying pada anak usia sekolah dasar di SDK 078 Paipenga. Populasi penelitian ini 40 responden dengan sampel 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.Analisa data menggunakan univariat.Berdasarkan kelompok jenis perilaku bullying, dari 40 responden hanya 1 orang(3%) yang tidak mengalami perilaku bullying; baik jenis bullying fisik,verbal maupun relasional. Yang mana mengalami jenis bullying fisik berjumlah 6 orang(15%), yang mengalami jenis bullying verbal berjumlah 8 orang(20%), yang mengalami jenis bullying fisik relasional berjumlah 11 orang(28%), yang mengalami jenis bullying fisik verbal berjumlah 1 orang(3%), yang mengalami jenis bullying verbal relasional berjumlah 1 orang(3%), dan responden yang mengalami ketiga jenis bullying sekaligus, bullying fisik, verbal dan relasional berjumlah 8 orang(20%). Dan kelompok jenis kelamin yang mengalami perilaku bullying yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang(70%), dan kelompok usia yang mengalami kasus bullying berada pada rentang usia 9-10 tahun sebanyak 31 orang(78%).
Gambaran Faktor-faktor Ketidakpatuhan Remaja Putri Aga, Maria Sofia Anita; Wela, Yustina; Francis, Clara Yosefina; Mone, Diana Febrianti
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6978

Abstract

Faktor-faktor ketidakpatuhan remaja putri, terutama dalam konteks kepatuhan diet atau konsumsi suplemen seperti tablet tambah darah (TTD), meliputi berbagai aspek yang bersifat fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor ketidakpatuhan remaja putri kelas III SMA Negeri 1 Nita dalam mengomsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, populasi pada penelitian ini adalah remaja putri kelas III SMA Negeri 1 Nita dengan jumlah sampel sebanyak 127 siswa.Teknik sampling yang digunakan adalah kuota sampling, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner faktor-faktor ketidakpatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh usia remaja pertengahan merupakan kelompok umur dengan persentasi tertinggi tidak patuh dalam mengonsumsi TTD, Jumlah tablet terbanyak yang dikonsumsi remaja dalam satu bulan adalah 1 tablet, faktor yang menyebabkan remaja putri tidak mengomsumsi tablet tambah darah adalah Lupa sebanyak 83%, tidak memperoleh TTD (5%), Pusing (4%), takut (4%), tidak menyukai bau (4%) Faktor ketidapatuhan remaja putri dalam mengomsumsi tablet tambah darah yaitu karena Lupa sebanyak 106 (83%). tidak memperoleh TTD (5%), Pusing (4%), takut (4%), tidak menyukai bau (4%).
Peran Orangtua dalam Memberikan Makanan Bergizi Seimbang pada Anak dengan Stunting Gaharpung, Mediatrix Santi; Aga, Maria Sofia Anita; Labot, Helena Kidi; Dina, Mayatrisna Dua
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6979

Abstract

Pemberian makanan dengan gizi seimbang pada balita diperlukan karena tubuh membutuhkan makanan yang mengandung nutrient seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Anak yang tidak mendapatkan asupan gizi seimbang karena pola makan yang buruk akan mengalami malnutrisi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting yaitu penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu memperbaiki pola asuh, pola makan, sanitasi dan akses air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua dalam memberi makanan dengan gizi seimbang pada anak dengan stunting di Wilayah Dusun Nilo dan Dusun Kojatada, Desa Wuli Wutik, Kecamatan Nita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat orangtua yang memiliki anak stunting, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keseimbangan dalam kareteristik umur yaitu dewasa muda dan dewasa tua yang masing-masing berjumlah 2 orang (50%), distribusi tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMA berjumlah 2 orang (50%) dan distribusi jenis pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga berjumlah 3 orang (75%). Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa 4 informan menjalankan perannya sebagai fasilitator dengan baik. Peran orangtua dalam pemberian makanan dengan gizi seimbang pada anak dengan stunting sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan, usia dan pekerjaan serta beberapa faktor lain seperti tidak memiliki media elektronik untuk mengakses informasi.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil Labot, Helena Kidi; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Wela, Yustina; Ekarista, Maria Yosephina
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6981

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi di mana ibu hamil mengalami kekurangan asupan energi (kalori) dan protein yang berlangsung lama atau menahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat usia, Pendidikan, pekerjaan, pendapatan perbulan, pengetahuan dan budaya pada ibu hamil KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kewapante. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskripsi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel Total Sampling sebanyak 48 responden menggunakan alat bantu kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian.dilihat bahwa dari 6 faktor- faktor yang mempengaruhi KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kewapante, ada 4 faktor yang tidak mempengaruhi yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Faktor usia 31 responden (64,5%) berusia 20-35 tahun, faktor pendidikan 21 responden (43,7%) pada jenjang SMA, dan faktor pekerjaan 42 responden (87,5%) yang tidak bekerja. Sedangkan 3 faktor lainnya mempengaruhi ibu hamil KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) yaitu faktor penghasilan, pengetahuan dan budaya pantang makanan. Faktor pendapatan perbulan rendah sebanyak 42 responden (87,5) berada pada ekonomi rendah, faktor pengetahuan kategori cukup sebanyak 28 responden (58,5%) dan faktor budaya pantang makanan terdapat 30 responden (62,7 %) ibu hamil KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK). Faktor Pengetahuan, penghasilan dan pengetahuan mempunyai peran dalam mempengaruhi terjadinya ibu hamil KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK).
Efektivitas Diet Ekstrak Daun Kelor terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Penderita Anemia Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Eda, Laurentina Nona; Wela, Yustina; Moa, Martinus; Sulastien, Herni
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6982

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap anemia karena masa pertumbuhan dan menstruasi rutin. Anemia disebabkan oleh kurangnya hemoglobin (Hb) dalam darah yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kelor terhadap peningkatan kadar Hb pada remaja penderita anemia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan observasional dan wawancara. Subjek penelitian adalah seorang siswi berusia 17 tahun di SMA Katolik St. Jhon Paul II Maumere dengan kadar Hb awal 8 mg/dL. Data kadar hemoglobin yang diperoleh disusun dalam tabel yang memperlihatkan nilai Hb sebelum dan sesudah intervensi untuk masing-masing subjek penelitian.Intervensi dilakukan dengan memberikan ekstrak daun kelor berupa bubur sebanyak dua kali sehari selama 13 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb menjadi 12,9 mg/dL. Pemberian diet ekstrak daun kelor terbukti efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan dapat menjadi alternatif pengobatan anemia secara alami.
Gambaran Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) Mane, Gabriel; Labot, Helena Kidi; Reong, Antonia Rensiana; Neang, Devilda Odilia Dua
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6983

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang dapat menyerang semua tingkatan usia baik orang muda, kaum dewasa, maupun lansia. Menurut World Health Organization (2013) di seluruh dunia sebanyak 1 milyar orang menderita tekanan darah tinggi dan diperkirakan pada tahun 2025 mencapai 1,5 milyar orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 25,8% adalah yang berusia produktif. Kecenderungan peningkatan prevalensi hipertensi pada kelompok usia produktif disebabkan oleh kesibukan dan gaya hidup yang tidak teratur. Hipertensi seringkali menimbulkan kecemasan pada penderitannya dan mengakibatkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan penderita hipertensi pada usia produktif(15-59 tahun) di Desa Wuliwutik, kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Rancangan Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (15-59 Tahun) yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Dari 35 responden yang diteliti, yang tidak ada kecemasan 0 (0%), kecemasan ringan 9 (26%), kecemasan sedang 14 orang (40%), kecemasan berat 12 orang (34%) dan kecemasan panik 0 (0%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 9 responden (26%) mengalami kecemasan ringan; 14 responden (40%) mengalami kecemasan sedang; 12 kecemasan berat(34%). Dari hasil penelitian tersebut diharapkan penderita hipertensi harus lebih memperhatikan pola makan, olah raga secara teratur, selalu berpikiran positif agar tidak terjadi kecemasan.