cover
Contact Name
Adilah Wirdhani Lubis
Contact Email
wirdhanidila@gmail.com
Phone
+6281361102671
Journal Mail Official
wirdhanidila@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science
ISSN : 26141817     EISSN : 2654637X     DOI : https://doi.org/10.30743/cheds.v5i2.4802
Core Subject : Science, Education,
Journal of Chemistry Education and Science (CHEDS) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Islam Sumatera Utara secara berkala pada bulan Juni dan Desember pada setiap tahunnya. Jurnal ilmiah ini berisi hasil pemikiran, ide, dan gagasan dari penelitian ilmiah yang berorientasi pada bidang pendidikan kimia, keilmuan kimia serta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi media bagi masyarakat untuk menyalurkan hasil pemikiran, ide, dan gagasannya sehingga memberikan inovasi serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam dunia pendidikan dan kimia khususnya.
Articles 187 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) SEBAGAI PENGENDALI HAMA KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABAI Gultom, Erdiana; Hestina, Hestina; Tafonao, Iman Susanti
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.9408

Abstract

Bawang putih selalu dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, baik dalam rumah tangga maupun industri. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat karena mengandung banyak senyawa seperti aliksin, adenosin, ajoene, flavonoid, saponin, tuberholoside, dan scordinin. Penggunaan bawang putih setiap hari menghasilkan limbah kulit bawang putih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah kulit bawang putih untuk dijadikan insektisida kutu kebul pada tanaman cabai. apakah limbah kulit bawang putih mengandung komponen senyawa yang sama dengan daging bawang putih yang dapat digunakan sebagai pestisida kutu kebul pada tanaman cabai? Penelitian ini menggunakan metode maserasi dan distilasi dengan pelarut etanol 96% dengan tujuan memperoleh ekstrak limbah kulit bawang putih dan ekstrak daging bawang putih, yang selanjutnya dilakukan pengujian GC-MS untuk mengetahui komponen kimia yang terkandung pada setiap sampel. Hasil uji GC-MS ekstrak limbah kulit bawang putih teridentifikasi 12 komponen kimia. Jumlah komponen kimia terbanyak adalah asam n-Hexadecanoic sebanyak 61,823 dan asam Undecanoid hyderoxy-,1 sebanyak 23,790. sedangkan hasil uji GC_MS pada daging bawang putih, jenis komponen kimia yang muncul lebih bervariasi yaitu asetat anhidrida, gliserin, asam n-hexadecanoid, asam octadecanoid hidroksil 1, asam undecanoid hidroksil 1 dan 11-hexadecen – 1- o1 , (z). Pada tabel ini jumlah komponen kimia terbanyak adalah asam undecanoid hidroksil 1 yaitu sebanyak 34.665. Selanjutnya ekstrak limbah kulit dan daging bawang putih diaplikasikan sebagai pestisida hama kutu kebul pada tanaman cabai melalui penyemprotan dengan variasi konsentrasi 9:1, 8:2, dan 7:3. Berdasarkan hasil penyemprotan ekstrak limbah kulit bawang putih pada variasi 7:3 efektif dalam mengurangi hama kutu kebul pada tanaman cabai. 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CARBON DOTS DARI KULIT SEMANGKA DENGAN METODE HIDROTERMAL Gultom, Erdiana; Hestina, Hestina; Hulu, Kurniawati
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10223

Abstract

Tingkat konsumsi semangka semakin meningkat, Pernyataan ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (2020) produksi semangka tahun 2018 sebanyak 481.744 ton, tahun 2019 sebanyak 523.300 ton, dan tahun 2020 sebanyak 523.335 ton. Meningkatnya jumlah konsumsi semangka sebanding dengan limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengolah limbah tersebut menjadi material yang lebih bernilai, salah satunya adalah carbon dot. Titik karbon ini banyak digunakan sebagai pendeteksi ion logam berat, sensor, penghantaran obat, katalis, dan fotovoltaik. Sintesis titik karbon dari limbah kulit semangka menggunakan metode hidrotermal pada suhu 150oC dengan variasi waktu 1,2,3 jam. Hasil uji optik titik karbon dengan senter laser biru, pada sampel pertama tidak terjadi perubahan warna, sampel kedua mengalami perubahan warna menjadi biru kehijauan sedangkan sampel ketiga menjadi kuning kehijauan. Adanya perubahan warna membuktikan bahwa titik karbon telah berhasil disintesis. Karakterisasi titik karbon dengan UV-Vis menunjukkan bahwa puncak serapan pada panjang gelombang 200-400 nm menunjukkan puncak serapan titik karbon. Pengujian FTIR menunjukkan bahwa pada setiap sampel ditemukan gugus fungsi O-H, C=C
PENINGKATAN EFISIENSI SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) MENGGUNAKAN PELAPISAN TiO2 DOPING ZnO DENGAN ZAT WARNA POLI TANIN Destari, Mutya; Hardeli, Hardeli
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i2.8171

Abstract

Dye Sensitized olar Cell (DSSC) merupakan sel surya dengan bahan pewarna sebagai penyerap foton dari sinar matahari. Penelitian terkait DSSC masih terus mencari komponen DSSC yang menghasilkan efisiensi tinggi dengan biaya produksi terjangkau. Efisiensi DSSC dapat meningkat dengan semakin banyaknya cahaya yang diserap dan juga dipengaruhi oleh banyaknya ikatan rangkap terkonjugasi yang terbentuk. Maka pada penelitian ini digunakan metode doping pada pasta untuk memperkecil celah pita, yang mampu mempercepat elektron tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi. Celah pita ini akan meningkatkan jumlah cahaya yang diserap. Polimerisasi juga dilakukan pada zat warna yang bertujuan untuk meningkatkan ikatan rangkap terkonjugasi sehingga lebih banyak foton yang terserap dan lebih banyak elektron yang mengalir. Hasil penelitian ini dapat mereduksi bang gap dari 3,2 eV menjadi 2,94 eV dan memperoleh efisiensi sebesar 11,4%.
OPTIMASI KONSENTRASI NaOH PADA PEMBUATAN KARBOL Fadillah, Eva; Simanjuntak, Dedi Sofyanto
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.9075

Abstract

Cairan pembersih non-detergenik (tidak mengandung deterjen) dan desinfektan yang memiliki wangi tertentu disebut dengan karbol. Pada proses pembuatan karbol dari minyak jelantah, digunakan metode pemanasan untuk pembuatannya. Adapun tahapan penelitian ini dimulai dari preparasi bahan pembuatan, penjernihan awal bahan pembuatan, analisa warna, analisa koefisien fenol, dan analisa pH. Berdasarkan hasil analisa yang paling optimum didapat pada karbol minyak jelantah dengan pemasakan pada konsentrasi NaOH 10 % nilai yang didapat pH = 7, koefisien fenol = 2,22, dan warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 20 % nilai yang didapat pH = 9, koefisien fenol = 2,22, warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 30 % nilai yang didapat pH = 10, koefisien fenol = 2,77, warna = coklat. Pada konsentrasi NaOH 40 % nilai yang didapat pH = 11, koefisien fenol = 2,77, warna = coklat. Hasil yang diperoleh sesuai dengan BSN (SNI-06-1842-1995)
PENGGUNAAN TANAMAN CATTAIL DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND UNTUK MENURUNAKAN BOD DAN COD PADA LIMBAH INDUTRI TAHU Lestari, Pratiwi Putri; Sukmawati, Sukmawati; Rizky, Putri; Silvany, Rika; Simanjuntak, Dedy Sofyanto
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10083

Abstract

Kadar limbah cair industri tahu harus dikurangi terlebih dahulu sebelum dibuang ke air, yaitu dengan biofilter. Biofilter ini menggunakan tanaman cattail dengan sistem lahan basah Constructed dengan tujuan untuk mengetahui penurunan kadar BOD dan COD limbah cair tahu secara optimum. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar BOD dan COD limbah cair pada industri tahu dengan variasi waktu tanam terendah terjadi pada hari ke 4 dengan nilai BOD sebesar 640 mg/L (14,6%) dan COD sebesar 1072 mg/L (12,2%), sedangkan penurunan maksimum terjadi pada hari ke 16 masa tinggal dengan nilai BOD 177 mg/L (78%) dan COD 277 mg/L (77,3). Penurunan BOD dan COD limbah cair dengan variasi bobot tanaman cattail terendah terjadi pada bobot 1 kg dengan nilai BOD 400 mg/L (38,2%) dan COD 752 mg/L (39,4%), sedangkan penurunan maksimum terjadi pada bobot cattail. sebesar 4 kg dengan nilai BOD 80 mg/L (87,6%) dan COD 165 mg/L (86,7%).
PENGARUH KADAR PEREKAT UREA FORMALDEHIDA TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL DARI SEKAM PADI DAN SABUT KELAPA Ariska, Sri Fuji; Masthura, Masthura; Sirait, Ratni
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.8923

Abstract

Papan partikel merupakan salah satu barang yang lebih ramah lingkungan karena bahan utamanya adalah bahan daur ulang. Papan partikel sering dibuat dari limbah kehutanan, pertanian, reboisasi dan rumah tangga. Sampel yang digunakan terdiri dari sekam padi dan sabut kelapa dengan perekat urea formaldehida. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi, antara lain: Sampel A (35%:35%:30%), Sampel B (30%,30%,40%), Sampel C (25%:25%:50%) dan Sampel D (20%:20%:60%). Penelitian ini dilakukan pada suhu kompresi 70°C dan tekanan kompresi 250 Bar dengan waktu 15 menit. Hasil penelitian yang memenuhi standar SNI 03-2105-2006 papan partikel menunjukkan bahwa perlakuan kadar perekat urea formaldehida memberikan pengaruh yang nyata terhadap pengujian diantaranya nilai massa jenis 0,40 -0,47 g/cm³, nilai kadar air 11,8-9,8 %, nilai muai ketebalan 12,5-9,8% dan nilai ratah firmness 56,06-89,45 kgf cm³ serta hasil variasi komposisi perekat optimum terdapat pada sampel D (20%-20%-60%).
DESORPSI ION Cu2+ PADA ADSORBEN SILIKA GEL-GPTMS (glycidoxypropyltrimethoxysilane) TERMODIFIKASI SULFONAT Berlian, Syakhinah; Oktavia, Budhi; Nasra, Edi; Mulia, Melindra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.9581

Abstract

Desorpsi adalah tahap di mana molekul, ion atau partikel yang sebelumnya diserap oleh adsorben dilepaskan lagi. Proses ini digunakan untuk meregenerasi adsorben sehingga dapat digunakan kembali. Pada penelitian ini dilakukan desorpsi terhadap kation tembaga yang telah teradsorpsi pada adsorben silika gel-GPTMS yang telah dimodifikasi dengan sulfonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eluen mana yang paling efektif dalam desorbing antara 0,025 M NaCl dan 0,025 M CaCl2. Setelah eluen dengan efisiensi desorpsi yang lebih tinggi telah diidentifikasi, variasi konsentrasi dan laju aliran optimal dilakukan dalam desorpsi kation tembaga. Keberhasilan modifikasi adsorben dan proses desorpsi dan adsorpsi dievaluasi menggunakan FTIR, XRF, titrasi potensiometri, dan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 0,025 M CaCl2 memiliki persentase desorpsi yang lebih tinggi yaitu 95,17% dibandingkan dengan 0,025 M NaCl yang hanya mencapai 59,29%. Pada berbagai konsentrasi CaCl2, dengan kondisi konsentrasi optimal ditemukan pada 0,05 M dengan persentase desorpsi mencapai 100%, dan jumlah Cu2+ yang terdesorpsi adalah 0,1425 mg pada silika gel-GPTMS sulfonat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ion kalsium berhasil mendesorpsi kation tembaga yang telah teradsorpsi pada silika gel-GPTMS yang dimodifikasi dengan sulfonat.
Pengaruh Lamanya Waktu Fermentasi Menggunakan Aktivator Effective Microorganisme (EM4) Terhadap Kadar Nitrogen (N) Dan Phosfor (P) Pada Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Kakao Rizky, Putri; Silvany, Rika; Ningrum, Resti Ayu
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i2.8189

Abstract

Making liquid organic fertilizer, especially from cocoa shells with the addition of bio activator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the effect of fermentation time on the content of Nitrogen (N) and Phosphorus (P) in liquid organic fertilizer, as well as determining the effect of bio activator EM4 content on N and P The method for making this liquid organic fertilizer is that cocoa shell waste is crushed before fermentation. Then the bio activator EM4 is prepared for addition to cocoa shell waste which has been reduced in size. Cocoa waste is put into a 500 ml beaker, the EM4 bio activator solution is then evenly put into the beaker. Sampling was carried out based on variations in fermentation time (6 days, 12 days, 18 days and 24 days) as well as variations in the addition of 5 ml and 10 ml of EM4 bio activator. The research results showed that the best N and P levels were obtained on the 18th day of fermentation with a volume of 10 ml of EM4 bioactivator, for a nitrogen content of 1.4% and a phosphorus content of 0.35%. The volume of EM4 bio activator greatly influences the N and P content, because the greater the volume of EM4 bio activator, the higher the N and P levels.ABSTRACT Making liquid organic fertilizer, especially from cocoa shells with the addition of bio activator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the effect of fermentation time on the content of Nitrogen (N) and Phosphorus (P) in liquid organic fertilizer, as well as determining the effect of bio activator EM4 content on N and P The method for making this liquid organic fertilizer is that cocoa shell waste is crushed before fermentation. Then the bio activator EM4 is prepared for addition to cocoa shell waste which has been reduced in size. Cocoa waste is put into a 500 ml beaker, the EM4 bio activator solution is then evenly put into the beaker. Sampling was carried out based on variations in fermentation time (6 days, 12 days, 18 days and 24 days) as well as variations in the addition of 5 ml and 10 ml of EM4 bio activator. The research results showed that the best N and P levels were obtained on the 18th day of fermentation with a volume of 10 ml of EM4 bioactivator, for a nitrogen content of 1.4% and a phosphorus content of 0.35%. The volume of EM4 bio activator greatly influences the N and P content, because the greater the volume of EM4 bio activator, the higher the N and P levels.       
PREPARASI KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN GABUNGAN AKTIVASI KIMIA DAN FISIKA Sari, Sindi Puspita; Husnah, Miftahul; Sirait, Ratni
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i2.8046

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh luas permukaan dan sifat fisik batok kelapa yang dibuang terhadap aktivator gelombang mikro dan NaOH. Tungku digunakan untuk mengarbonisasi bahan selama dua jam pada suhu 600 oC. Kimia fisika (D), fisika kimia (800 watt selama 20 menit), aktivasi kimia (A) menggunakan NaOH 20%, dan fisika (C) menggunakan microwave. Analisa yang dilakukan meliputi pengujian luas permukaan, kadar abu, kadar karbon, kadar air, dan kadar evaporasi dengan menggunakan metode UV-Vis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivator yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sifat karbon aktif berbahan tempurung kelapa. Dengan konsentrasi udara 3,19%, aktivasi A menghasilkan karbon aktif dengan sifat paling besar. kadar penguapan 9,05%, kadar abu 5,64%, kadar karbon 85,31%, dan daya serap iodium 1047,16 mg/g. Analisis luas permukaan menunjukkan bahwa variasi aktivator mempengaruhi luas permukaan karbon aktif dengan nilai 14,240 m2/g, 14,233 m2/g, 14,219 m2/g dan 14,195 m2/g.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS GOOGLE CLASSROOM MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI REDOKS Harian Dini, Fatma; Muchtar, Zainuddin; Sudrajat, Ajat; Nurfajriaini, Nurfajriaini
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.9242

Abstract

Proses pembelajaran yang baik dapat terwujud apabila didukung dengan sumber belajar dan media pembelajaran yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Untuk mengetahui analisis kebutuhan E-Learning berbasis Google Classroom dalam pembelajaran kimia, Kelayakan pengembangan dan kesesuaian E-Learning berbasis Google Classroom dengan model PjBL. Penelitian ini menggunakan pendekatan RD dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil analisis kebutuhan diperlukan e-learning berbasis Google Classroom dengan menggunakan model project based learning, Hasil pengembangan e-learning layak digunakan berdasarkan BSNP dengan rata-rata kesesuaian materi sebesar 3,86 dan kesesuaian media elektronik sebesar 3,83.

Page 10 of 19 | Total Record : 187