cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
almufi.seduj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. Piere Tendean No.109, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93563
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Sulawesi Tenggara Educational Journal
ISSN : 28077458     EISSN : 28077474     DOI : DOI: https://doi.org/10.54297
Sultra Educational Journal (Seduj) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara. Seduj terbit tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Seduj menjadi sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu pendidikan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian maupun artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian Seduj mencakup: Metode belajar dan Pembelajaran, Guru dan Siswa, Teknologi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Perubahan Pola Komunikasi pada Remaja di Desa Sukabares Safitri, Rahmah; Lindawati, Yustika Irfani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan pola komunikasi remaja di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, akibat penggunaan smartphone. Dalam era globalisasi, media digital telah mengubah cara remaja berinteraksi, dari komunikasi langsung menjadi komunikasi termediasi melalui aplikasi seperti WhatsApp dan Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan teori, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Terdapat 2 golongan informan dalam penelitian ini yaitu informan inti dan informan tambahan yang dimana masing-masing informan inti dan tambahan adalah remaja dan orang tua di desa Sukabares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi secara langsung yang biasa remaja desa Sukabares lakukan telah termediasi dengan menggunakan smartphone dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dan Instagram. Sehingga, hal tersebut memengaruhi cara mereka dalam berinteraksi yang mana tak jarang pula remaja desa Sukabares merasa canggung ketika bertemu langsung dengan teman sebayanya. Meskipun komunikasi daring dianggap praktis, sebagian besar remaja tetap menyukai komunikasi langsung karena lebih jelas dan minim kesalahpahaman. Penggunaan simbol digital seperti emoji, stiker, dan singkatan kata telah menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari, namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu, intensitas penggunaan smartphone juga memengaruhi cara berbicara dan intensitas interaksi langsung. Temuan ini memberikan gambaran bahwa digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi remaja di desa, namun komunikasi langsung tetap memiliki nilai penting dalam menjaga kedekatan dan pemahaman antar individu.
Pola Asuh Anak Berdasarkan Pendidikan Orang Tua dalam Perspektif Sosiologi Keluarga Nada, Syahirrah; Afrizal, Stevany
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pola asuh anak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua, khususnya dalam membandingkan antara keluarga dengan latar pendidikan menengah ke atas dan menengah ke bawah di Komplek Ciceri Permai, Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap dua keluarga yang mewakili masing-masing kelompok pendidikan. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dengan sepuluh pertanyaan terbuka yang dirancang untuk menggali pola asuh, cara komunikasi, pemberian disiplin, dan dukungan pendidikan terhadap anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam pendekatan pengasuhan, di mana orang tua dengan pendidikan lebih tinggi cenderung menerapkan pola asuh demokratis dan komunikatif, sementara orang tua dengan pendidikan lebih rendah cenderung bersikap lebih otoriter atau permisif. Penelitian ini menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk pola pikir dan sikap orang tua dalam pengasuhan, serta mendorong perlunya program edukasi keluarga yang mempertimbangkan latar belakang pendidikan sebagai faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang Ainita, Nurul; Remiswal, Remiswal; Zalnur, Muhammad
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang menerapkan nilai-nilai utama dalam Penguatan Pendidikan Karakter sehingga terbentuklah karakter peserta didik yang dapat dikatakan bagus, walaupun belum semua peserta didik dapat mempraktekkannya secara maksimal. Maka dengan itu penulis tertarik untuk meneliti implementasi penguatan pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam di SDIT Adzkia 1 Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang, implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang, dan faktor pendukung dan penghambat penguatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yakni dengan menggambarkan objek penelitian sebagaimana adanya. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang yang terdiri dari peserta didik, pendidik (mata pelajaran PAI), dan wakasis serta wakakur SDIT Adzkia 1 Kota Padang. Sumber data sekunder ini berupa dokumen seperti buku-buku, koran, jurnal, dan artikel. Cara mendapatkan data yang penulis gunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada hasil penelitian ini ditemukan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas melalui pembelajaran PAI di SDIT Adzkia 1 Padang adalah membaca al-ma’tsurat, hadits, doa, asmaul husna sebelum proses pembelajaran, memberikan nasihat, menghubungkan materi pembelajaran dengan kejadian di lingkungan, memberikan reward dan punishment, membuat tata tertib kelas. Kemudian penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah melalui PAI di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia 1 Kota Padang yaitu melalui kegiatan MABIT dan BPI, kegiatan kultum dan kultum jumat, shalat zuhur dan dhuha, Class Meeting (Pertemuan Kelas), melalui kegiatan ekstrakurikuler, melalui kelas inspirasi, melalui gerakan literasi, melalui kegiatan murajaah berjamaah, melalui kegiatan makan siang bersama, dan melalui kegiatan berinfaq. Sementara itu faktor pendukung penguatan pendidikan karakter di SDIT Adzkia 1 Kota Padang adalah penguasaan materi yang baik oleh pendidik, kreativitas pendidik dalam proses pembelajaran, dan kondisi kelas yang mendukung. Kemudian faktor penghambat penguatan pendidikan karakter di SDIT Adzkia 1 Padang adalah kurangnya perhatian orang tua, lingkungan di rumah.
Implementasi Penguasaan Kalimat Efektif dan Diksi terhadap Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah pada Mahasiswa Unisba Dewi, Asri Nuranisa; Silviany, Irma Yulita
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penguasaan kalimat efektif dan diksi terhadap kemampuan menulis karya tulis ilmiah mahasiswa semester awal Program Studi Manajemen Universitas Islam Bandung (Unisba). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas tulisan ilmiah mahasiswa yang ditandai dengan kalimat tidak efektif, pilihan kata yang tidak tepat, serta struktur kalimat yang membingungkan. Penelitian menggunakan metode mix method dengan pendekatan eksploratif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pretest, intervensi pembelajaran, dan posttest, serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi tulisan mahasiswa. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai 56,28 yang meningkat signifikan menjadi 81,64 pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai t sebesar 21,67 dengan p-value < 0,0001, mengindikasikan perbedaan yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini memperkuat bahwa penguasaan kalimat efektif dan diksi berkontribusi langsung terhadap peningkatan kemampuan menulis akademik mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan materi kebahasaan melalui pendekatan kontekstual dan eksploratif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Meningkatkan Pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Tristina, Dwi; Dewi, Agustia Nur Kumala; Yani, Berliana Novia Fitri; Pertiwi, Oktavia Kharisma; Yunita, Eka Lina; Hidayah, Nurul
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1345

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membangun dasar pengetahuan dan sikap ilmiah siswa sejak dini. Namun, proses pembelajaran IPA masih menghadapi berbagai tantangan, terutama karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga siswa menjadi pasif dan kurang terlibat dalam kegiatan belajar. Selain itu, perbedaan kemampuan akademik siswa seringkali tidak terakomodasi dengan baik, sehingga pemahaman konsep ilmiah menjadi kurang optimal dan pembelajaran lebih menekankan pada hafalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dipandang sebagai salah satu solusi efektif karena menggabungkan kerja sama kelompok dan tanggung jawab individu. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model TAI mampu meningkatkan hasil belajar, pemahaman konsep, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hasil-hasil penelitian yang dilakukan pada periode 2017–2025 mengenai efektivitas model TAI dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA di Sekolah Dasar. Melalui analisis literatur, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam memilih strategi pembelajaran inovatif serta menjadi referensi dalam pengembangan penelitian lanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.
Penerapan Model Pembelajaran Diskusi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SDN Bendungan 1 Cilegon ., Siti Sopiaturida; Hummaira, Salwa Tsabitah; Sulistiawati, Sulistiawati; Roji, Muhamad Abdul; ., Empat Sunisti; ., Henny Setiani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar dan menengah. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang digunakan guru untuk merancang proses pembelajaran secara sistematis dan terarah demi mencapai tujuan pendidikan. Dalam artikel ini, penulis membahas beberapa model utama seperti model pembelajaran langsung, model pembelajaran tidak langsung, model pembelajaran berbasis diskusi dalam kerangka Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran kooperatif, dan model pembelajaran kontekstual. Setiap model dianalisis berdasarkan karakteristik utama, tahapan pelaksanaan, peran guru dan siswa, serta kelebihan dan keterbatasannya. Misalnya, model pembelajaran langsung lebih cocok untuk materi yang bersifat faktual dan prosedural, sedangkan model pembelajaran berbasis masalah mendorong keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, model kooperatif seperti Think-Pair-Share, Jigsaw, dan Numbered Heads Together dinilai mampu meningkatkan kolaborasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat berdasarkan konteks kelas, gaya belajar siswa, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Penyesuaian strategi pembelajaran terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan belajar akan memberikan dampak signifikan terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap ragam model pembelajaran dapat menjadi bekal penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, menarik, dan bermakna.
Pengembangan Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning untuk Perguruan Tinggi Wahidah, Nina Ikhwati; Iskandar, Iskandar; Ayuwanti, Irma; Pixyoriza, Pixyoriza; Sakung, Nikki Tri
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1351

Abstract

Transformasi pembelajaran di perguruan tinggi menuntut model yang mengintegrasikan fleksibilitas hybrid learning dengan teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Namun, implementasi hybrid learning masih menghadapi kendala seperti rendahnya personalisasi, minimnya pemanfaatan data belajar, dan keterbatasan umpan balik real-time. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dan daring dengan dukungan learning analytics serta rekomendasi adaptif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE, meliputi analisis kebutuhan, desain model, pengembangan prototipe, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap evaluasi mengadopsi pendekatan Dick and Carey, dengan validasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, yang menunjukkan tingkat kelayakan masing-masing sebesar 88%, 85%, 83%, dan 87%, sehingga model dinyatakan layak digunakan. Uji coba terbatas pada 35 mahasiswa menggunakan paired-sample t-test menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa secara signifikan dengan t = 6,85; p < 0,05 (2-tailed) dibandingkan kondisi sebelum penerapan. Dengan demikian, Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning dinyatakan layak dan efektif untuk diterapkan di perguruan tinggi serta berpotensi menjadi rujukan pengembangan inovasi pembelajaran digital berbasis teknologi cerdas.
Peningkatan Kompetensi Guru TK melalui Penggunaan Media Ajar PITARIA (Pintu Lestari Indonesia) untuk Internalisasi Budaya Daerah di Kabupaten Tanggamus Fernanda, Fitra Endi; Sakung, Nikki Tri; Kusuma, Febra Anjar; Hidayat, Karyadi
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif serta memperkenalkan budaya daerah melalui media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan pendekatan pelatihan dan implementasi lapangan. Kegiatan penelitian meliputi tiga tahap utama, yaitu (1) sosialisasi mengenai media pembelajaran inovatif oleh dosen Universitas Aisyah Pringsewu, (2) pelatihan pembuatan media pembelajaran Pintu Lestari Indonesia (PITARIA) menggunakan bahan sederhana, dan (3) uji coba penerapan media PITARIA di kelas untuk menilai respons dan minat siswa terhadap pembelajaran budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep media pembelajaran inovatif serta keterampilan dalam merancang media kreatif. Selain itu, penggunaan media PITARIA terbukti dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran budaya daerah. Kendala utama penelitian ini adalah keberlanjutan program yang masih bergantung pada dukungan lanjutan dari lembaga terkait. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kompetensi guru serta penguatan pendidikan berbasis budaya daerah di tingkat pendidikan anak usia dini.
Implementasi Project Based Learning dalam Pembelajaran IPAS: Studi Kasus di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya Khoiriyah, Binti; Anjarwati, Sulis
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1353

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya serta dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, keterampilan psikomotor, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru IPAS dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL diimplementasikan melalui enam tahapan utama: perumusan pertanyaan mendasar, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pelaksanaan proyek, monitoring, dan presentasi hasil. Penerapan PjBL terbukti meningkatkan pemahaman konsep siswa, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 83,7. Kemampuan kolaborasi, keterampilan psikomotor, serta motivasi dan keaktifan siswa juga meningkat secara signifikan melalui kegiatan proyek yang kontekstual dan melibatkan praktik langsung. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap model ini karena pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata. Secara keseluruhan, PjBL efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar
Hegemoni Mangaji Pagi: Politik Alokasi Waktu sebagai Strategi Resiliensi Epistemologi di Mti Batang Kabung Padang Putra, Supriadi Ansyah; Kustati, Martin; Sepriyanti, Nana
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1355

Abstract

Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi tafaqquh fiddin melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi Mangaji Pagi. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu