cover
Contact Name
Widia
Contact Email
widia.fiska09@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
muhammadsalahuddin@habi.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan STKIP Harapan Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 27751856     EISSN : 27751864     DOI : 10.36312
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika yang diterbitkan oleh STKIP Harapan Bima dengan periode terbit setiap bulan Oktober dan April (dua kali setahun). Jurnal ini menerbitkan artikel studi konseptual dan menganalisis hasil penelitian empiris.
Articles 51 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Rahmatyas, Sri
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 5, No 01 (2024): April 2024
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v5i01.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat pemahaman konsep matematika di kalangan siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang kontekstual dan tidak interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media digital interaktif dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes pemahaman konsep matematika yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep matematika siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Media digital interaktif terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi pembelajaran kontekstual, dan membantu visualisasi konsep abstrak. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika tidak hanya memperbaiki hasil belajar siswa, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital interaktif direkomendasikan sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
DAMPAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOLABORATIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD DI LAMBITU Wardatunnissa, Yeni; Suryaningsih, Sri; Supryanto, Try
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 5, No 01 (2024): April 2024
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v5i01.500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran matematika berbasis kolaboratif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol, yang melibatkan siswa dari sekolah dasar sebagai subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengikuti pembelajaran kolaboratif mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis, dengan skor rata-rata naik dari 65 menjadi 82, serta nilai  yang menunjukkan signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi matematis, tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kolaboratif sangat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar.
Analisis Literatur Tentang Evaluasi Pembelajaran Matematika dan Relevansinya Dengan Kurikulum Merdeka Runisyah, Runisyah
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 01 (2025): April 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i01.504

Abstract

This article aims to analyze literature related to mathematics learning evaluation and its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. Learning evaluation serves not only as a tool to measure learning outcomes but also as a critical instrument for enhancing learning quality, particularly in conceptual understanding and the development of critical thinking skills. Through a literature review of recent studies, this article identifies the importance of holistic, diagnostic, and differentiated assessment approaches as emphasized by the Merdeka Curriculum. However, challenges such as limited teacher competence in designing innovative evaluations and the persistent use of traditional assessment methods are also highlighted. This study recommends ongoing professional development and systemic support to bridge the gap between curriculum theory and classroom evaluation practices. With appropriate assessment strategies, the Merdeka Curriculum's goal of fostering student-centered learning can be optimally achieved, particularly in the context of mathematics education.
TINJAUAN KRITIS TERHADAP KURIKULUM MATEMATIKA INDONESIA: ANTARA KOMPETENSI DAN KEBUTUHAN ABAD 21 Ramdhani, Lisda; Suharti, Suharti
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 5, No 01 (2024): April 2024
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v5i01.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kurikulum matematika di Indonesia dengan tuntutan kompetensi abad ke-21, yang mencakup keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai dokumen kebijakan kurikulum, artikel ilmiah, dan laporan hasil implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum secara konseptual telah mengakomodasi kompetensi abad ke-21, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, serta paradigma pembelajaran yang belum sepenuhnya berubah. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang lebih holistik agar kurikulum benar-benar mampu membekali siswa menghadapi tantangan global melalui penguasaan kompetensi abad ke-21 dalam pembelajaran matematika.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: TANTANGAN DAN SOLUSI UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA Fauzi, Azra
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 5, No 01 (2024): April 2024
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v5i01.501

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika menjadi semakin penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang kompleks. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi di kalangan pendidik serta siswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi tantangan yang muncul dalam penerapan teknologi dalam pembelajaran matematika dan menyarankan solusi untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mencakup berbagai penelitian terkait pemanfaatan teknologi dalam pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar melalui aplikasi interaktif dan pembelajaran berbasis visual, tantangan utama tetap ada pada kesiapan guru dan ketersediaan fasilitas yang mendukung. Kesimpulannya, integrasi teknologi yang tepat dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman siswa jika didukung oleh pelatihan guru yang berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur digital.
Efektivitas Model Pembelajaran Matematika Kinestetik Berbasis Permainan Tradisional Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian dan Pembagian Siswa Kelas II SDN 3 Lape Putri, Aryani; Ramdhani, Lisda; Widia, Widia
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran matematika kinestetik berbasis permainan tradisional terhadap pemahaman konsep perkalian dan pembagian siswa kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas II SDN 3 Lape tahun ajaran 2024/2025 semester genap, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran kinestetik berbasis permainan tradisional (15 siswa), dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional (15 siswa). Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, lembar observasi aktivitas kinestetik, serta wawancara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Nilai rata-rata pretest dan posttest pada kelompok eksperimen meningkat dari 60,4 menjadi 80,5 (gain score 20,1), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 61,1 menjadi 71,2 (gain score 10,1). Hasil uji-t menunjukkan t hitung = 5,72 t tabel = 2,05 dengan p = 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Observasi aktivitas siswa menunjukkan kategori “sangat tinggi” dengan skor rata-rata 3,65. Wawancara dengan guru dan siswa mengonfirmasi bahwa pembelajaran kinestetik berbasis permainan tradisional meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman konsep matematis secara bermakna
EXPONENTIAL LEARNING TRAJECTORIES WITH THE CONTEXT OF WORM GROWTH TO SUPPORT STUDENTS’ PROBLEM-SOLVING ABILITIES Arianti, Yesi; Hiltrimartin, Cecil; -, Meryansumayeka
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.764

Abstract

TThis study aims to create a problem-solving based learning path for exponential material using the context of worm growth and to determine the effectiveness of this problem-solving based learning path for exponential material utilizing the context of worm growth. Exponential material is often considered difficult by students, so we must be able to create an interesting learning path to assist students in problem-solving, one of which is the PMRI approach. The worms' growth and reproduction process illustrates the exponential concept with an exponential regeneration and growth cycle. This study consists of four activities: (1) Understanding the problem, (2) Developing a plan, (3) Implementing the plan, and (4) Re-examining. The method used in this study is the design research method of the validation study type, which consists of three stages: preparation and design, design experiment, and retrospective analysis. Data collection techniques in this study used observation techniques, interviews, student work results, and pretests/posttests. The results of this study are learning paths designed to provide in-depth conceptual understanding for students and become solutions in problem-solving, especially in exponential material.
Analisis Penggunaan Strategi Inovatif untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Empati Siswa SD Muslimin, Muslimin; Fauzi, Azra; Nurwalidanismawati, Nurwalidanismawati
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pembelajaran inovatif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan empati siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang melibatkan 20 siswa kelas IV SDN Inpres Rato sebagai subjek. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah matematika dan angket empati, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, catatan lapangan, serta wawancara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari skor rata-rata 63,10 pada pretest menjadi 85,40 pada posttest siklus II (p 0,05; N-Gain = 0,60). Indikator tertinggi peningkatannya terdapat pada kemampuan memilih solusi berdasarkan nilai matematika (+38%). Peningkatan empati siswa juga signifikan, dengan skor total meningkat sebesar 22,7% (p 0,05; Cohen’s d = 0,87). Secara kualitatif, data menunjukkan transformasi perilaku matematika siswa melalui tiga proses utama: kolaborasi, pengalaman matematika langsung, dan refleksi moral. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran empatik yang mendorong keterlibatan aktif dan kesadaran emosional siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan strategi inovatif berbasis proyek matematika efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir matematika, kesadaran moral, dan empati siswa di sekolah dasar untuk mengadopsi pendekatan pembelajaran yang menumbuhkan karakter matematika-emosional anak sejak dini. 
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Implementasi Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Tentang Strategi dan Hasil Anugraini, Putri Salsabilah; Prayogo, Muhammad Suwignyo; Febrian, Valentino Rahma; Fatah, Raihan Alimul; Nurohim, Ahmad
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika pada sekolah dasar dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka, terutama melalui model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), berhasil meningkatkan keaktifan, pemahaman konsep, dan motivasi belajar siswa. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. Namun, ditemukan tantangan berupa kebutuhan pelatihan guru secara berkelanjutan dan penyediaan sumber belajar yang lengkap serta memadai. Kesimpulannya, dukungan institusi dan sumber daya yang optimal sangat diperlukan agar pembelajaran matematika berbasis Kurikulum Merdeka dapat berjalan efektif dan hasil belajarnya meningkat.
ANALISIS REGRESI: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PRODI TADRIS MATEMATIKA Sarassanti, Yumi; Zulkarnain, Zulkarnian; Septianawati, Desty; Sulisti, Hidayu; Rustanuarsi, Ressy
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Tadris Matematika melalui pendekatan analisis regresi. Kemampuan berpikir kreatif dipandang sebagai salah satu kompetensi penting bagi calon pendidik matematika dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi Tadris Matematika IAIN Pontianak semester VI sebanyak 16 Mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket dan tes berpikir kreatif yang telah divalidasi ahli. Variabel prediktor yang dianalisis meliputi motivasi belajar, self-efficacy, gaya belajar, dan penguasaan konsep matematika, sedangkan variabel kriterium adalah kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Data dianalisis dengan uji regresi berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar, self-efficacy, gaya belajar, dan penguasaan konsep matematika berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan berpikir kreatif tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kognitif, tetapi juga faktor afektif dan metakognitif. Implikasi penelitian ini memberikan dasar bagi dosen untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih variatif dan berorientasi pada pengembangan kreativitas mahasiswa.