cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 5 (2025)" : 10 Documents clear
Pengaruh kuis berbasis gamifikasi terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak Anshora, Nisa Alia; Triwoelandari, Retno
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20009

Abstract

This study aims to investigate the effect of gamified quizzes on students' learning interest in the subject of Akidah Akhlak among tenth-grade students at MAN 1 Kota Bogor. A quantitative approach with a quasi-experimental method and pretest-posttest control group design was applied. The research involved two classes, one as the experimental group using gamified quizzes via Puzzle Maker, and the other as the control group applying traditional lecture-based instruction. Data were collected through pretests, posttests, and Likert-scale questionnaires focusing on indicators of learning interest: attention, interest, engagement, and enjoyment. The results showed a significant increase in students’ interest in the experimental group, with the average score rising from 60.86 to 83.71. The independent sample t-test revealed a significance value of 0.000, indicating a positive and significant effect of gamification on learning interest. The findings suggest that incorporating gamified elements into classroom assessments can effectively enhance student motivation and create a more engaging learning environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuis berbasis gamifikasi terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak pada siswa kelas X di MAN 1 Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan kuis berbasis gamifikasi melalui Puzzle Maker dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah tradisional. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan angket skala Likert dengan indikator minat belajar: perhatian, ketertarikan, keterlibatan, dan perasaan senang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat belajar siswa secara signifikan pada kelas eksperimen, dengan rata-rata skor meningkat dari 60,86 menjadi 83,71. Uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan gamifikasi terhadap minat belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi elemen gamifikasi dalam evaluasi pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik.
Pengembangan media pembelajaran Al-Quran Hadis berbasis Prezi Firli, Fatihana; Milla, Sri Nurul; Hidayat, Muhammad Faishal
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20010

Abstract

Learning Al-Qur'an Hadith needs to be made interesting so that students are more enthusiastic about learning, and Prezi media can help because of its attractive and interactive appearance. This study aims to develop Prezi-based learning media and test its feasibility level in the subject of Al-Qur'an Hadith material “Halal and Good Food”. The method used in this research is the Research and Development (R&D) method with the 4D model which consists of 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. The research was conducted on grade XI students of MAN 2 Bogor City. The validation results obtained an average score of 91.3% and the product trial results obtained an average score of 87.3%. Both are included in the “Very Valid” category, indicating that Prezi learning media for the subject of Al-Qur'an Hadith material “Halal and Good Food” is suitable for use. Abstrak Pembelajaran Al-Qur’an Hadis perlu dibuat menarik agar siswa lebih semangat belajar, dan media Prezi dapat membantu karena tampilannya yang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media pembelajaran berbasis Prezi dan menguji tingkat kelayakannya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis materi “Makanan Halal dan Baik”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MAN 2 Kota Bogor. Hasil validasi diperoleh rata-rata skor 91,3% dan hasil uji coba produk diperoleh rata-rata skor 87,3%. Keduanya termasuk ke dalam kategori “Sangat Valid” sehingga menunjukkan bahwa media pembelajaran Prezi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis materi “Makanan Halal dan Baik” layak digunakan.
Efektivitas penggunaan media pembelajaran digital dalam memotivasi belajar siswa pada materi Pendidikan Agama Islam Aziz, Ismi; Taqwa, Hafiz
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20015

Abstract

This research aims to describe the effectiveness of using digital learning media, specifically the Quizizz platform, in motivating students to learn Islamic Religious Education (PAI) material at SMA Negeri 2 Bogor. The background of this study is the low motivation of students towards PAI subjects and the need for innovative learning media that is relevant to the characteristics of the digital generation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are conducted through observation, interviews, and documentation. The results of the research show that the use of Quizizz can increase enthusiasm, active participation, and students' learning spirit in PAI lessons. Quizizz provides an interactive and enjoyable learning experience through its competitive gamification features. Supporting factors for the implementation of this media include the availability of digital infrastructure, student enthusiasm, and teacher readiness. Meanwhile, the inhibiting factors include the limitations of devices and internet networks, as well as the lack of digital literacy among some teachers and students. In conclusion, the use of the digital learning media Quizizz is effective in increasing student motivation in Islamic Education subjects at SMA Negeri 2 Bogor. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media pembelajaran digital, khususnya platform Quizizz, dalam memotivasi belajar siswa pada materi Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Bogor. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI dan perlunya inovasi media pembelajaran yang relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi aktif, dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Quizizz memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan melalui fitur gamifikasi yang kompetitif. Faktor pendukung implementasi media ini antara lain adalah ketersediaan infrastruktur digital, antusiasme siswa, serta kesiapan guru. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan perangkat dan jaringan internet, serta kurangnya literasi digital sebagian guru dan siswa. Kesimpulannya, penggunaan media pembelajaran digital Quizizz efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Bogor.
Pembentukan karakter religius melalaui praktik keagamaan di sekolah Rahimatunnisya, Rahma; Ikhtiono, Gunawan; Angelina, Putri Ria
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20887

Abstract

This study aims to examine the influence of Islamic Religious Education (PAI) habituation on the formation of religious character among 11th-grade students at SMA Negeri 10 Kota Bogor. The habituation includes daily religious practices such as reciting Asmaul Husna, Qur’anic reading, and collective prayers. A quantitative approach using a survey method was applied, involving a sample of 70 students. Data were collected using validated and reliable questionnaires. The data analysis using simple linear regression revealed a significant influence of PAI habituation on students' religious character, with a significance value of 0.000 and a contribution rate of 41.5%. These findings indicate that the more consistent the implementation of PAI habituation, the stronger the development of students' religious character. This highlights the strategic role of religious habituation programs in strengthening students’ moral and spiritual values within school settings. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap pembentukan karakter religius siswa kelas XI di SMA Negeri 10 Kota Bogor. Pembiasaan yang dimaksud mencakup kegiatan keagamaan rutin seperti membaca Asmaul Husna, tadarus Al-Qur’an, dan doa bersama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan sampel sebanyak 70 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pembiasaan PAI dan karakter religius siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan kontribusi pengaruh sebesar 41,5%. Artinya, semakin tinggi intensitas pembiasaan PAI, semakin tinggi pula tingkat karakter religius siswa. Hasil ini menegaskan pentingnya implementasi pembiasaan PAI sebagai strategi pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah.
Supervisi berbasis Islamic Worldview: Studi kasus peningkatan mutu standar Isi di SMP Al-Qur'an El Hanif, Zubair Qudsi; Suryadin, Ardi; Supraha, Wido; Lisnawati, Santi; Kasmen
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.21397

Abstract

Supervision based on an Islamic worldview is believed to be capable of improving the quality of content standards in Islamic educational institutions, such as Qur'anic junior high schools. This study was motivated by the crisis faced by Muslims due to internal and external challenges, including the trends of globalisation and secularisation in education, which have shifted society's views away from Islamic values towards a secular worldview. This study aims to analyse the application of Islamic worldview-based supervision in improving content quality standards at Qur'an junior high schools. A qualitative approach was used with a case study method to gain an in-depth understanding of the context and implementation in the field. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study show that Qur'an junior high schools have made efforts to integrate the general and religious curricula and implement the national curriculum, but there are still weaknesses, including the lack of implementation of the concepts of fardhu 'ain and fardhu kifayah, the suboptimal Islamisation of the national curriculum, and the failure to make the Qur'an the core of the curriculum. The conclusion of this study emphasises the importance of supervision based on an Islamic worldview to strengthen the integration of Islamic values, foster students' faith and noble character, and serve as the basis for curriculum development in Islamic educational institutions. Abstrak Supervisi berbasis Islamic worldview diyakini mampu meningkatkan mutu standar isi pada lembaga pendidikan Islam, seperti SMP Al-Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis yang dihadapi umat Islam akibat tantangan internal dan eksternal, termasuk arus globalisasi dan sekularisasi pendidikan yang menggeser pandangan masyarakat dari nilai-nilai Islam menuju pandangan dunia sekuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan supervisi berbasis Islamic worldview dalam peningkatan mutu standar isi di SMP Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam terhadap konteks dan implementasi di lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Al-Qur’an telah berupaya mengintegrasikan kurikulum umum dan agama serta menerapkan kurikulum nasional, namun masih terdapat kelemahan, antara lain belum terimplementasinya konsep fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, belum optimalnya Islamisasi kurikulum nasional, serta belum menjadikan Al-Qur’an sebagai inti kurikulum. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya supervisi yang berlandaskan Islamic worldview untuk memperkuat integrasi nilai keislaman, menumbuhkan iman dan akhlak mulia siswa, serta menjadi dasar pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan Islam.
Konstruksi ilmu pengetahuan dalam pendidikan Islam aliran empirisme, rasionalisme, positivisme, dan idealisme di era kontemporer Gusli, Ramadhoni Aulia; Ahida, Ridha
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.21689

Abstract

This paper aims to examine the construction of knowledge in Islamic education with a focus on four philosophical schools of thought, namely empiricism, rationalism, positivism, and idealism. The research was conducted using a qualitative approach with a literature review method, using scientific sources from indexed international journals and academic literature related to the integration of Islamic education. The results of the study show that each epistemological school of thought has a unique contribution that complements each other in the development of the Islamic education system. Empiricism emphasises the importance of learning based on real experiences, rationalism reinforces the tradition of critical and logical thinking, positivism provides a research methodology framework based on evidence, while idealism directs education towards the achievement of transcendental goals in the form of developing knowledgeable and moral individuals. The integration of these four perspectives places revelation as the normative foundation that guides reason, experience, and scientific approaches in the educational process. Through this integrative framework, Islamic education is expected to produce students with not only high intellectual abilities, but also balanced moral, spiritual, and social qualities. The practical implications of this research emphasise the need for a curriculum design oriented towards “ilm al-nāfi”, the enhancement of multidisciplinary professionalism among educators, and the strengthening of epistemic digital literacy so that students are able to respond to global challenges and the rapid flow of information in the modern era. Thus, it is believed that Islamic education can become more adaptive, critical, and relevant in building a fair and characterful contemporary civilisation. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi ilmu pengetahuan dalam pendidikan Islam dengan fokus pada empat aliran filsafat yaitu empirisme, rasionalisme, positivisme, dan idealisme. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menggunakan sumber-sumber ilmiah dari jurnal internasional ter indeks serta literatur akademik terkait integrasi pendidikan Islam. Hasil kajian memperlihatkan bahwa masing-masing aliran epistemologi memiliki kontribusi khas yang saling melengkapi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam. Empirisme menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata, rasionalisme menguatkan tradisi berpikir kritis dan logis, positivisme menghadirkan kerangka metodologi penelitian yang berbasis bukti, sementara idealisme mengarahkan pendidikan pada pencapaian tujuan transendental berupa pembentukan insan kamil yang berilmu dan berakhlak. Integrasi keempat perspektif tersebut menempatkan wahyu sebagai landasan normatif yang mengarahkan akal, pengalaman, dan pendekatan ilmiah dalam proses pendidikan. Melalui kerangka integratif ini, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik dengan kemampuan intelektual tinggi, tetapi juga dengan kualitas moral, spiritual, dan sosial yang seimbang. Implikasi praktis dari penelitian ini menegaskan perlunya desain kurikulum yang berorientasi pada ‘ilm al-nāfi’, peningkatan profesionalisme pendidik yang multidisipliner, serta penguatan literasi digital epistemik agar peserta didik mampu merespons tantangan global dan derasnya informasi di era modern. Dengan demikian, diyakini mampu menjadikan pendidikan Islam lebih adaptif, kritis, dan relevan dalam membangun peradaban kontemporer yang adil dan berkarakter.
Dampak penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran Akidah Akhlak terhadap perilaku bullying di Madrasah Zhafirah, Balqis; Sa'diyah, Maemunah; Rivani, Falizar
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20895

Abstract

Akidah Akhlak learning at MAN 2 Bogor City plays an important role in instilling tolerance values (tasamuh) so that students are able to appreciate differences and reduce bullying behavior in the school environment. This study aims to describe the application of tolerance values in Akidah Akhlak learning and analyze its impact on student bullying behavior. The method used is a qualitative approach with observation techniques, in-depth interviews with students, and document review of teaching materials. The research was conducted on students of MAN 2 Bogor City. The results showed that the learning process facilitated the cultivation of the value of tasamuh through discussions, case studies, giving examples of behavior, and self-reflection exercises. Learners revealed that tasamuh material helped them understand the meaning of respecting differences, maintaining speech, and reminding each other to avoid bullying. The conclusion of this study shows that Akidah Akhlak learning with an emphasis on the value of tasamuh contributes to forming an empathetic attitude and a culture of mutual respect, thus supporting the creation of a safer, more comfortable, and harmonious learning atmosphere. Abstrak Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Kota Bogor berperan penting dalam penanaman nilai-nilai toleransi (tasamuh) agar peserta didik mampu menghargai perbedaan dan mengurangi perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran Akidah Akhlak dan menganalisis dampaknya terhadap perilaku bullying siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam dengan peserta didik, serta telaah dokumen materi ajar. Penelitian dilakukan kepada peserta didik MAN 2 Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran memfasilitasi penanaman nilai tasamuh melalui diskusi, studi kasus, pemberian contoh perilaku, dan latihan refleksi diri. Peserta didik mengungkapkan bahwa materi tasamuh membantu mereka memahami arti menghargai perbedaan, menjaga ucapan, dan saling mengingatkan untuk menghindari perundungan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak dengan penekanan nilai tasamuh berkontribusi dalam membentuk sikap empati dan budaya saling menghargai, sehingga mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan harmonis.
Peran discovery learning dalam proses pembelajaran fikih di Madrasah Aliyah Dzikri, Ebnu Zaini; Irfani, Fahmi; Hakim, Nurman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20897

Abstract

This study aims to analyze the role of the discovery learning method in the fiqh learning process in class X MAN 1 Bogor. Learning methods have an important role in fostering students' mindsets in the learning process, especially regarding the discovery learning method. The discovery learning method is a learning approach that emphasizes the active involvement of students in the process of discovering concepts and principles through their own experiences, not just receiving information passively. This study uses a qualitative method approach based on Classroom Action Research (CAR). The data collection technique used triangulation through the process of observation, interviews and documentation. The results of the study obtained from the application of the discovery learning method are that the discovery learning method has a very significant role in broadening students' insights into fiqh learning materials in class X, this method not only encourages students to be actively involved in the learning process, but also improves their critical and creative thinking skills. Students become more active in expressing their opinions and increasing their self-confidence in their abilities, thus creating a more active classroom atmosphere than before. So the findings in this study indicate that the discovery learning method has an important role in improving student learning outcomes at MAN 1 Bogor. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metode discovery learning dalam proses pembelajaran fikih di kelas X MAN 1 Bogor. Metode pembelajaran memiliki peran penting untuk menumbuhkan pola pikir siswa dalam proses pembelajaran, terlebih mengenai metode discovery learning. Metode discovery learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses menemukan konsep dan prinsip melalui pengalaman sendiri, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang di lakukan menggunakan triangulasi melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang di dapat dari penerapan metode discovery learning ini yaitu metode discovery learning memiliki peran yang sangat signifikan dalam memperluas wawasan siswa terhadap materi pembelajaran fikih di kelas X, metode ini tidak hanya mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya serta meningkatkan rasa percaya diri terhadap kemampuan yang mereka miliki, sehingga menciptakan suasa kelas menjadi lebih aktif dari sebelumnya. Maka penemuan dalam penelitian ini memberitahukan bahwa metode discovery learning memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MAN 1 Bogor.
Pengaruh metode Yanbu’a terhadap kemampuan baca tulis Al-Qur’an di pondok pesantren Wahidah, Revina Andini; Gustiawati, Syarifah; Fadhil, Khaidir
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.20910

Abstract

This research aims to determine the effect of the Yanbu’a method on improving students’ ability to read and write the Qur’an in grade VII at Daarus Shofwah Islamic Boarding School, Bojonggede. The study was motivated by the observation that many beginning-level students still struggle with Qur’anic literacy despite being in a religious environment. A quantitative approach with a one group pretest-posttest design was used, complemented by qualitative data to strengthen the findings. Instruments included written and practical reading tests, classroom observations, and teacher interviews. The results showed a significant improvement in students’ skills, with the average pretest score of 46.00 increasing to 88.74 in the posttest. The paired sample t-test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically meaningful difference. Qualitative data supported these results, highlighting the role of teacher guidance, repeated practice, and the integration of Islamic manners (adab) in creating a positive learning environment. It can be concluded that the Yanbu’a method is effective not only in enhancing technical reading and writing abilities but also in instilling character values within the pesantren education system. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Yanbu’a terhadap peningkatan kemampuan baca dan tulis Al-Qur’an santri kelas VII di Pondok Pesantren Daarus Shofwah Bojonggede. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada sebagian santri tingkat awal, meskipun telah berada di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, serta dilengkapi data kualitatif sebagai penguat analisis. Instrumen yang digunakan meliputi tes tulis dan praktik baca Al-Qur’an, observasi kelas, serta wawancara dengan guru pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan santri, dengan rata-rata skor i sebesar 46,00 meningkat menjadi 88,74 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik. Data kualitatif menguatkan temuan ini, di mana pendekatan personal guru, pengulangan materi, dan pembiasaan adab terbukti mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dengan demikian, metode Yanbu’a terbukti tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dalam pendidikan pesantren.
T Model riset transformatif–partisipatoris dalam Pendidikan Agama Islam: Studi aplikatif di pesantren, madrasah, dan PTKI Hayat, Ade Putra; Sesmiarni, Zulfani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i5.21816

Abstract

This study aims to examine the implementation of the transformative–participatory research (TPR) model in Islamic Religious Education (PAI) across three institutional contexts: pesantren (Islamic boarding schools), madrasah, and Islamic Higher Education Institutions (PTKI). The research is grounded in the awareness that conventional methodological approaches in Islamic education research often remain normative and descriptive, failing to address the complex social, cultural, and spiritual realities of Muslim communities. Using a qualitative approach through conceptual and critical literature analysis, this study explores the philosophical and epistemological foundations of the TPR model, which emphasizes social transformation, tawhīdic consciousness, and community participation in educational processes. The findings reveal that the application of TPR in pesantren revitalizes the traditional talaqqī method into a dialogical and collaborative praxis; in madrasah, it shifts pedagogy from a teacher-centered to a student- and community-centeredparadigm; while in PTKI, it fosters a reflective and socially engaged research culture. Theoretically, the TPR model enriches the epistemology of Islamic education by integrating faith, knowledge, and action; practically, it strengthens Islamic education as a medium of empowerment and civilizational development. Therefore, transformative–participatory research can be viewed as a new paradigm reaffirming the Islamic scientific identity amid the dynamics of modernity and global social challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model riset transformatif–partisipatoris (RTP) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tiga konteks kelembagaan: pesantren, madrasah, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kajian ini berangkat dari kesadaran bahwa pendekatan metodologis konvensional dalam riset PAI sering kali bersifat normatif dan deskriptif, sehingga kurang mampu menjawab persoalan sosial, kultural, dan spiritual umat. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis konseptual dan studi pustaka kritis, penelitian ini menguraikan landasan filosofis dan epistemologis model RTP yang berorientasi pada transformasi sosial, kesadaran tauhidik, dan partisipasi komunitas pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model RTP di pesantren mendorong reaktualisasi tradisi talaqqī menjadi praksis dialogis dan kolaboratif; di madrasah, model ini menggeser paradigma pedagogi dari teacher-centered menuju student-community-centered; sedangkan di PTKI, pendekatan ini membentuk budaya riset reflektif dan kolaboratif berbasis pengabdian sosial. Secara teoretis, model RTP memperkaya epistemologi riset Pendidikan Islam dengan menegaskan integrasi antara iman, ilmu, dan amal; secara praktis, ia memperkuat peran pendidikan Islam sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pembangunan peradaban. Oleh karena itu, riset transformatif–partisipatoris dapat dipandang sebagai paradigma baru yang meneguhkan identitas keilmuan Islam di tengah dinamika modernitas dan tantangan sosial global.

Page 1 of 1 | Total Record : 10