cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 179 Documents
Pengaruh keteladanan Umar Bin Khattab terhadap motivasi belajar siswa Azzahra, Syifa; Nawawi, Kholil
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i6.20999

Abstract

This study aims to determine the influence of Umar bin Khattab’s exemplary character on students’ learning motivation in grade X of MAN 2 Kota Bogor. The study uses a quantitative approach with an explanatory method. Data were collected using questionnaires distributed to 64 students as research samples. The data were analyzed using simple linear regression with the help of SPSS version 27. The results showed a significant influence between Umar bin Khattab's exemplary character and students' learning motivation, with a significance value of 0.000 (<0.05) and a determination coefficient (R²) of 0.469. This indicates that Umar bin Khattab’s values contribute 46.9% to students’ learning motivation. This research emphasizes the importance of exemplary figures in education, particularly in the subject of Islamic Cultural History (SKI), to enhance students’ learning spirit and character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keteladanan Umar bin Khattab terhadap motivasi belajar siswa kelas X di MAN 2 Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada 64 siswa sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara keteladanan Umar bin Khattab terhadap motivasi belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,469. Artinya, keteladanan Umar bin Khattab menyumbang 46,9% terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi tokoh teladan dalam pendidikan Islam untuk membentuk karakter dan semangat belajar siswa.
Analisis pembentukan karakter peserta didik melalui mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Ridho, Sayyid Rosyid; Irfani, Fahmi; Yono
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i6.21001

Abstract

This research explores the role of Islamic Cultural History (SKI) in shaping students' character at MAN 2 Bogor. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. The findings revealed that SKI plays a significant role in forming students' religious, moral, and social characters. Teachers implement reflective methods, character modeling, and value-based storytelling to instill honesty, responsibility, discipline, and nationalism. The study also discovered students’ positive engagement and internalization of Islamic values in their daily behavior. The study contributes to developing effective character education strategies based on Islamic values and offers a reference for further research in Islamic educational settings. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam pembentukan karakter peserta didik di MAN 2 Bogor. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajaran SKI berkontribusi besar dalam membentuk karakter religius, moral, dan sosial siswa. Guru menggunakan metode reflektif, keteladanan, dan narasi berbasis nilai untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan nasionalisme. Siswa juga menunjukkan keterlibatan positif serta menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan menjadi referensi dalam penelitian pendidikan Islam selanjutnya.
Pemahaman ilmu tajwid dan implikasinya terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SMP Rahayu, Sri; Taqwa, Hafiz
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i6.21006

Abstract

This study aims to determine the level of students' understanding of tajwid, their ability to read the Qur'an, and the influence of tajwid understanding on Qur'anic reading skills among eighth-grade students at SMP Ibnu Aqil Bogor in the 2024/2025 academic year. The research employed a quantitative approach with an associative method. A total of 100 students were selected as samples using proportional random sampling. Instruments used included a questionnaire to assess tajwid understanding and a practical test to evaluate Qur'anic reading ability. Data were analyzed using simple linear regression and a t-test. The results indicated that both tajwid understanding and Qur'anic reading skills were at a good level. There is a positive and significant influence between tajwid understanding and the ability to read the Qur'an, as shown by the t-value (2.897) > t-table (1.661) and a significance value of 0.004 < 0.05. Thus, the better the understanding of tajwid, the higher the quality of Qur'anic reading ability among students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman ilmu tajwid, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta pengaruh pemahaman ilmu tajwid terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VIII SMP Ibnu Aqil Bogor Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel berjumlah 100 siswa yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi angket untuk variabel pemahaman ilmu tajwid dan tes praktik untuk kemampuan membaca Al-Qur’an. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pemahaman tajwid maupun kemampuan membaca Al-Qur’an siswa berada pada kategori baik. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pemahaman ilmu tajwid terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an, dibuktikan dengan nilai t hitung (2,897) > t tabel (1,661) dan sig. 0,004 < 0,05. Dengan demikian, semakin tinggi pemahaman tajwid, maka semakin baik pula kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Analisis penerapan media audio visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Izzatunnisa, Zahra; Subagiya, Bahrum
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i6.21007

Abstract

The use of audio-visual media is considered important to increase the effectiveness of learning and help students understand religious material more contextually. This study aims to analyze the application of audio-visual media in learning Islamic Religious Education (PAI) at SMAN 1 Bogor City and identify the benefits and obstacles faced in its use. This study used descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interview, and documentation. The results showed that PAI teachers at SMAN 1 Bogor City have utilized audio-visual media, such as learning videos, Islamic animations, and interactive presentations, in the learning process. The use of these media can clarify the material, increase students' interest in learning, and create a more interactive learning atmosphere. However, this study also found obstacles in the form of limited technology facilities and the unoptimal readiness of some teachers in operating audio-visual media. Therefore, this study recommends the need for increased training for teachers and the provision of adequate facilities and infrastructure so that the utilization of audio-visual media in PAI learning can run more effectively. Abstrak Penggunaan media audio visual dipandang penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu siswa memahami materi keagamaan secara lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media audio visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Kota Bogor serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMAN 1 Kota Bogor telah memanfaatkan media audio visual, seperti video pembelajaran, animasi Islami, dan presentasi interaktif, dalam proses pembelajaran. Penggunaan media tersebut mampu memperjelas materi, meningkatkan minat belajar siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya kendala berupa keterbatasan fasilitas teknologi dan belum optimalnya kesiapan sebagian guru dalam mengoperasikan media audio visual. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pelatihan bagi guru serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran PAI dapat berjalan lebih efektif.
Pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim dalam membentuk karakter peserta didik di PKBM Anak Shalih Bogor Jawas, Harits; Husni, Rahmatul; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.21214

Abstract

The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental.
Karakteristik pengelolaan model pendidikan berbasis pesantren Jumardhi; Ansar, Ahlun; Oktafia, Nurul Afni; Malik, Nurhaliza; Arismunandar
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i6.22056

Abstract

Pesantren as a traditional Islamic educational institution has a strategic role in shaping the character and morals of the nation's generation amid the dynamics of educational modernization. This research aims to describe the education unit model as well as pesantren education management practices in Indonesia with a case study of Darul Aqram Muhammadiyah Gombara Islamic Boarding School in Makassar. The research used a qualitative approach with descriptive methods, through data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation to obtain a comprehensive picture of the pesantren management system. The results showed that Darul Aqram Muhammadiyah Gombara Islamic Boarding School Makassar is a modern Islamic boarding school that integrates four curricula, including the national curriculum and Muhammadiyah's unique curriculum. This pesantren has excellent programs, such as Tahfidzul Qur'an, mastery of Arabic and English, leadership development, and literacy movement to increase students' interest in reading. The santri development process takes place for almost 24 hours with an emphasis on strengthening religious values, classical book studies, and discipline. However, the pesantren faces challenges in the form of differences in santri backgrounds that have the potential to cause misunderstandings in social interactions. Overall, the management of this pesantren shows adaptive efforts in combining traditional values and the demands of modern education. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan moral generasi bangsa di tengah dinamika modernisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model satuan pendidikan serta praktik manajemen pendidikan pesantren di Indonesia dengan studi kasus Pondok Pesantren Darul Aqram Muhammadiyah Gombara Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai sistem pengelolaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darul Aqram Muhammadiyah Gombara Makassar merupakan pesantren modern yang mengintegrasikan empat kurikulum, termasuk kurikulum nasional dan kurikulum khas Muhammadiyah. Pesantren ini memiliki program unggulan, seperti Tahfidzul Qur’an, penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, pengembangan kepemimpinan, serta gerakan literasi untuk meningkatkan minat baca santri. Proses pembinaan santri berlangsung hampir selama 24 jam dengan penekanan pada penguatan nilai-nilai keagamaan, kajian kitab klasik, dan kedisiplinan. Namun demikian, pesantren menghadapi tantangan berupa perbedaan latar belakang santri yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam interaksi sosial. Secara keseluruhan, manajemen pesantren ini menunjukkan upaya adaptif dalam memadukan nilai tradisional dan tuntutan pendidikan modern.
Peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan akhlak di era teknologi Yusmardi, Edi; Fauzi, Ikang; Susanti, Rika; Hendra, Fahmi; Tasman
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22664

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed social interactions, learning patterns, and moral orientations of younger generations. This study aims to analyze the role of families and Islamic boarding schools (pesantren) in cultivating moral values (akhlaq) amid technological advancement. The research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and document analysis involving parents, teachers, and pesantren caregivers. Data were analyzed through thematic analysis to identify patterns of moral education practices. The findings indicate that families serve as the primary foundation for moral formation through modeling, supervision, and value internalization, while pesantren reinforce moral discipline through structured religious learning, habituation, and exemplary leadership. Technology presents both challenges and opportunities; when guided properly, it becomes a medium for strengthening moral education rather than eroding it. This study contributes to the discourse on integrated moral education by highlighting collaborative strategies between family and pesantren in responding to digital-era challenges. The results imply the necessity of adaptive moral education models that integrate religious values with technological literacy to foster morally resilient generations. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara belajar, dan orientasi nilai generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dan pesantren dalam menanamkan nilai- nilai akhlak di tengah derasnya arus teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan orang tua, pendidik, serta pengasuh pesantren. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pendidikan akhlak yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi utama pembentukan akhlak melalui keteladanan, pengawasan, dan internalisasi nilai, sementara pesantren memperkuat pembinaan akhlak melalui sistem pendidikan religius yang terstruktur, pembiasaan, dan figur teladan. Teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang; dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan pendidikan akhlak. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan pesantren dalam merespons tantangan era digital guna membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Literasi digital dan akhlak peserta didik dalam pembelajaran Sasrita, Ira Dwi; Alwardah; Ali, Suryanis; Astuti BN, Aulia; Ernawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22665

Abstract

This article aims to analyze the role of digital literacy in shaping students’ moral character within technology-based learning from the perspective of Islamic education. The study employs a qualitative descriptive approach through literature review and limited field research, including observations of digital learning activities and semi-structured interviews with elementary school teachers and students. Data were analyzed using thematic analysis to identify the relationship between digital literacy practices and the internalization of moral values. The findings indicate that digital literacy integrated with Islamic moral values positively contributes to the development of students’ honesty, responsibility, discipline, and ethical communication in digital spaces. Conversely, digital learning that focuses solely on technical skills tends to increase the risk of moral degradation, such as plagiarism and poor digital ethics. These results emphasize that digital literacy cannot be separated from moral education and should be systematically integrated into the learning process. This article offers a conceptual contribution by strengthening the paradigm of morality-based digital literacy that is relevant to the development of Islamic educational practices in the digital era. Abstrak Artikel ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam pembentukan akhlak peserta didik pada pembelajaran berbasis teknologi dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi lapangan terbatas berupa observasi pembelajaran digital serta wawancara dengan guru dan peserta didik sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara praktik literasi digital dan internalisasi nilai-nilai akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai akhlak Islam berkontribusi positif terhadap pembentukan sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, serta etika komunikasi peserta didik di ruang digital. Sebaliknya, pembelajaran digital yang hanya berorientasi pada aspek teknis berpotensi memunculkan degradasi moral seperti plagiarisme dan rendahnya etika bermedia. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital tidak dapat dipisahkan dari pendidikan akhlak, dan keduanya perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual berupa penguatan paradigma literasi digital berbasis akhlak yang relevan bagi pengembangan praktik pendidikan Islam di era digital.
Model pengajaran adab untuk generasi Z dan alpha Sari, Lidia Trisna; Aryesi, Irma; Eli, Elvi; Dajascan, Yosep; Leni, Fitra
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i1.22666

Abstract

Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation. Abstrak Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital.