cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 179 Documents
Dampak kegiatan organisasi santri terhadap konsistensi shalat berjamaah Rahmat, Putri Elitifah; Subagiya, Bahrum; Taqwa, Hafiz
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19726

Abstract

Discipline in congregational prayer is an important role in the character building of santri in the Boarding School environment. This study aims to analyze the effect of the Ma’had Hasmi Santri Organization (OSMA) on the discipline of congregational prayer of female santri at Hasmi Islamic Boarding School. The research method used is a quantitative approach with a survey type. Data was collected through distributing questionnaires to 78 students with a total of 24 items. Data analysis was carried out by testing normality, linearity, simple linear regression, and significance testing using spss 23 for windows. The results showed that OSMA has a significant influence on the discipline of congregational prayer with a regression coefficient value of 0.352. The significance test (t) shows the t-count value of 3.991 with a significance value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant relationship between OSMA and the discipline of congregational prayer. In addition, the results of the coefficient of determination (R2) test show that OSMA contributes 17.3% to the discipline of congregational prayer, while 82.7% is influenced by other factors not studied. Thus, OSMA has an important role in improving the discipline of congregational prayer of female santri at Hasmi Islamic Boarding School. Abstrak Kedisiplinan dalam shalat berjamaah merupakan peranan penting dalam pembentukan karakter santri di lingkungan Boarding School. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organisasi Santri Ma’had Hasmi (OSMA) terhadap kedisiplinan shalat berjamaah santri putri di Hasmi Islamic Boarding School. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 78 santri dengan jumlah pernyataan sebanyak 24 item. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, serta uji signifikansi menggunakan spss 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSMA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan shalat berjamaah dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,352. Uji signifikansi (t) menunjukkan nilai t-hitung sebesar 3,991 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang siginifikan antara OSMA dan kedisiplinan shalat berjamaah. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa OSMA berkontribusi sebesar 17,3% terhadap kedisiplinan shalat berjamaah, sementara 82,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, OSMA memiliki peran penting dalam meningkatkan kedisiplinan shalat berjamaah santri putri di Hasmi Islamic Boarding School.
Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Apria, Apria Ningsih; Putra, Arizal Eka; Huwaina, Mashdaria
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19774

Abstract

This study aims to improve student academic achievement in the subject of Islamic Cultural History at MTs Mathla'ul Anwar Kedondong through the implementation of audiovisual media. The problem faced is the low interest in learning among students, which affects their academic performance. The research was conducted using a classroom action research (CAR) approach consisting of two cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study show that the application of the audiovisual media-based teaching method can improve students' academic achievement, as evidenced by the evaluation test results. In Cycle I, the students who achieved mastery had a percentage of 20%, with 6 students, and there was an improvement in Cycle II, where the students who achieved mastery increased to 73.33%, with 22 students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Mathla’ul Anwar Kedondong melalui penerapan media audio visual. Masalah yang dihadapi ialah rendahnya minat belajar siswa yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini terbukti dari hasil tes evaluasi yang dilakukan pada siklus I nilai siswa yang tuntas dengan persentase 20% dengan jumlah 6 siswa, dan ada peningkatan pada siklus II siswa yang tuntas dengan persentase 73,33% dengan jumlah sebanyak 22 siswa.
Pengaruh kegiatan literasi kampus mengajar terhadap hasil belajar Aliyah, Siti Nur; Alwahid, Muhamad Azhar; Gunawan, Asep
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19808

Abstract

Literacy is an important foundation in education. However, there are still many students who do not have good literacy skills. This can be caused by various factors, such as lack of interest in reading which has an impact on learning outcomes. The Campus Teaching Program is a strategic effort to improve the quality of education in improving literacy. The objectives of this study were (1) to determine the literacy activities of students in the campus teaching program (2) to determine the learning outcomes of class VIII students of Al-Azhar Plus Bogor Middle School (3) to determine the effect of literacy activities in the campus teaching program on the learning outcomes of class VIII students of Al-Azhar Plus Bogor Middle School. Quantitative research with an associative approach using questionnaires and documentation. In this study, literacy activities had a significant effect on learning outcomes (regression coefficient 0.315; sig. 0.039 <0.05), although its contribution was only 1.1%. Campus Teaching Literacy is effective in improving learning outcomes, but it needs to be supported by other factors such as motivation and learning methods. Abstrak Literasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan. Namun, masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan literasi yang baik. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya minat baca yang berdampak pada hasil belajar. Program Kampus Mengajar merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam meningkatkan literasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kegiatan literasi siswa/i program kampus mengajar (2) mengetahui hasil belajar siswa/i kelas VIII SMP Al-Azhar Plus Bogor (3) mengetahui pengaruh kegiatan literasi program kampus mengajar terhadap hasil belajar siswa/i kelas VIII SMP Al-Azhar Plus Bogor. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif menggunakan angket dan dokumentasi. Dalam penelitian ini kegiatan literasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (koefisien regresi 0,315; sig. 0,039 < 0,05), meskipun kontribusinya hanya 1,1%. Literasi Kampus Mengajar efektif meningkatkan hasil belajar, namun perlu didukung faktor lain seperti motivasi dan metode pembelajaran.
Meningkatkan hasil belajar menggunakan metode mind mapping Amini, Siti Aisyah; Gustiawati, Syarifah; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19809

Abstract

The low learning outcomes of students in the Fiqh subject at MTs Negeri Kota Bogor, particularly in the topic of halal and haram food and beverages, highlight the need to improve the quality of learning. This study aims to enhance students’ learning outcomes and active participation through the application of the Mind Mapping method. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The study was conducted in two cycles involving 32 students of class VIII-B and one Fiqh subject teacher. Data were collected through observation sheets and achievement tests. The findings revealed a significant increase in student performance. In the pre-cycle stage, only 12.5% of students achieved the minimum passing grade. After implementing the Mind Mapping method, this figure rose to 68.75% in the first cycle and 96.8% in the second cycle. The average score also increased from 63 to 89. The results conclude that the Mind Mapping method is effective in improving students’ understanding and learning outcomes, as well as promoting greater engagement in Fiqh learning. Abstrak Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MTs Negeri Kota Bogor, khususnya pada materi makanan dan minuman halal dan haram, menjadi perhatian penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi aktif siswa melalui penerapan metode Mind Mapping. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII-B dan satu orang guru mata pelajaran Fikih. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada capaian belajar siswa. Pada pra-siklus, hanya 12,5% siswa yang mencapai ketuntasan. Setelah penerapan metode Mind Mapping, ketuntasan meningkat menjadi 68,75% pada siklus I dan mencapai 96,8% pada siklus II. Rata-rata nilai siswa juga meningkat dari 63 menjadi 89. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Mind Mapping terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran Fikih.
Kurikulum merdeka: Apa yang salah? Tinjauan literatur terhadap kelemahan dan tantangannya Rohani; Afgani, Muhammad Win; Afriantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.19634

Abstract

The “Merdeka Curriculum” is Indonesia’s latest educational policy initiative designed to address 21st-century learning demands. This curriculum emphasizes learning flexibility, differentiation, and character development through the Project to Strengthen the Pancasila Student Profile. However, its implementation in schools still faces significant challenges. This study aims to identify and analyze the weaknesses and obstacles of the Merdeka Curriculum by conducting a systematic literature review (SLR) of 20 verified scientific articles published between 2021 and 2024. The PRISMA method was employed to select and thematically analyze the literature. The review revealed five major challenges: (1) teachers’ lack of readiness to understand and apply the curriculum’s principles, (2) infrastructure inequality, especially in underdeveloped regions, (3) unclear policy direction and the absence of a proper transition period, (4) unresolved administrative burdens on teachers, and (5) difficulties in integrating the Pancasila Student Profile values into daily instruction. The study concludes that the Merdeka Curriculum is not yet fully prepared for national-scale implementation without comprehensive support in terms of teacher capacity, school facilities, and regulatory reform. This review provides reflective insights for shaping future education policy that is more contextual, equitable, and sustainable. Abstrak Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan kurikulum terbaru yang diusung pemerintah Indonesia untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun demikian, implementasinya di lapangan masih menuai berbagai persoalan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelemahan serta tantangan pelaksanaan Kurikulum Merdeka berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah terverifikasi yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2024. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA untuk menyaring dan menganalisis data literatur secara tematik. Hasil kajian menemukan lima tema utama tantangan, yaitu: (1) ketidaksiapan guru dalam memahami dan menerapkan prinsip kurikulum, (2) ketimpangan infrastruktur, khususnya di daerah 3T, (3) ketidakjelasan arah kebijakan dan minimnya masa transisi, (4) beban administratif guru yang belum terselesaikan, dan (5) kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Kesimpulan kajian ini menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka belum sepenuhnya siap diimplementasikan secara nasional tanpa dukungan menyeluruh terhadap kapasitas guru, fasilitas sekolah, serta perbaikan regulasi dan evaluasi. Kajian ini memberikan dasar reflektif bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual, adil, dan berkelanjutan di masa mendatang
Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik Manjalani, Masasi; Alfaein, Noor Isna
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19903

Abstract

This study discusses the role of Islamic religious education teachers in forming good morals for their students. The author's observations at SMKS Ibnu Sobri Jonggol, there is still a lack of teacher roles in carrying out their duties, so that they become bad examples for students, such as being late and often absent from teaching. The purpose of this study is to determine the role of Islamic religious education teachers in forming good morals for students and the supporting and inhibiting factors for the development of the school. This study uses a qualitative approach using the case study method. The results of this study are that the role of Islamic religious education teachers has not been able to create good morals for students without assistance from other teachers. This study emphasizes that the role of Islamic religious education teachers is indeed important, but their role has not been able to form good morals for students due to the lack of collaboration and assistance from other teachers. So that students lack attention, guidance and supervision. The lack of teaching staff and facilities is part of the inhibiting factors for school development. Abstrak Penelitian ini membahas peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah bagi peserta didiknya. Observasi penulis pada SMKS Ibnu Sobri Jonggol, masih terlihat kurangnya peran guru dalam menjalankan tugasnya, sehingga menjadi contoh tidak baik bagi peserta didik, seperti keterlambatan dan sering tidak masuk mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik dan adanya faktor pendukung serta penghambat perkembangan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran guru PAI belum mampu membuat akhlak baik terhadap peserta didik tanpa adanya bantuan dari guru-guru lain. Dalam penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI memang penting, namun peranannya belum mampu membentuk akhlak peserta didik karena kurangnya kolaborasi dan bantuan dari guru-guru lainnya. Sehingga membuat peserta didik kurang dalam perhatian, bimbingan dan pengawasan. Kekurangan tenaga pendidik dan fasilitas menjadi bagian dari faktor penghambat perkembangan sekolah.
Model komunikasi dua arah terhadap peningkatan daya saing pondok pesantren Alawi, Kusoy; Anggrayni, Dewi; Siregar, Nur Choiro; Ibdalsyah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.21224

Abstract

A two-way communication model is a process of information exchange that involves reciprocal interaction between the sender and receiver of a message, in which both parties actively provide feedback to ensure clarity, understanding, and effectiveness of communication. This study aims to develop a relevant and applicable two-way communication model to enhance the competitiveness of Islamic boarding schools, particularly in the context of accepting new students and strengthening public trust. The research method uses a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), combined with James E. Grunig's theory of two-way symmetrical communication. The study was conducted at two Islamic boarding schools in Sukabumi, West Java: Darussyifa YASPIDA, representing the Salafiyah typology, and Pondok Pesantren Assalam, representing the Khalafiyah typology. The model development process involved stages of needs identification, concept design, prototype testing, and dissemination of results. The model was validated by communication experts and boarding school practitioners, who indicated a very high level of feasibility based on criteria of effectiveness, relevance, and sustainability.  The final model emphasizes the principles of equality, participatory dialogue, and the strengthening of Islamic values as its main foundation. The implications of developing this model show significant potential in improving transparency, participation, and building public trust, which in turn can strengthen the competitiveness of Islamic boarding schools in accepting new students. Further research is recommended to test the application of this model in various Islamic educational institutions with more diverse regional, cultural, and typological characteristics to assess its consistency and effectiveness in a broader context.  Abstrak Model komunikasi dua arah merupakan suatu proses pertukaran informasi yang melibatkan interaksi timbal balik antara pengirim dan penerima pesan, di mana kedua belah pihak secara aktif memberikan umpan balik untuk memastikan kejelasan, pemahaman, dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi dua arah yang relevan dan aplikatif guna meningkatkan daya saing pondok pesantren, khususnya dalam konteks penerimaan peserta didik baru serta penguatan kepercayaan publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate), yang dikombinasikan dengan teori komunikasi dua arah simetris (Two-Way Symmetrical Communication) dari James E. Grunig. Studi dilaksanakan pada dua pondok pesantren di Sukabumi, Jawa Barat, yaitu Darussyifa YASPIDA yang merepresentasikan tipologi salafiyah dan Pondok Pesantren Assalam yang merepresentasikan tipologi khalafiyah. Proses pengembangan model melibatkan tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan konsep, pengujian prototipe, serta diseminasi hasil. Validasi model dilakukan oleh pakar komunikasi dan praktisi pesantren, yang menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi berdasarkan kriteria efektivitas, relevansi, dan keberlanjutan. Model akhir yang dihasilkan menekankan prinsip kesetaraan, dialog partisipatif, dan penguatan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama. Implikasi dari pengembangan model ini menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan transparansi, partisipasi, serta membangun kepercayaan publik, yang pada gilirannya dapat memperkuat daya saing pondok pesantren dalam penerimaan peserta didik baru. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji penerapan model ini pada berbagai lembaga pendidikan Islam dengan karakteristik wilayah, budaya, dan tipologi yang lebih beragam guna menilai konsistensi efektivitasnya dalam konteks yang lebih luas.
Strategi Guru Pai Dalam Meningkatkan Adab Belajar Siswa Kelas Xi Di Man 2 Kota Bogor Agazi, Rafly; Supriyadi, Dedi; Basri, Samsul
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19862

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of low student awareness in applying morals and learning manners, where understanding of Islamic religious education is often only limited to the cognitive aspect. Therefore, a special strategy is needed from Islamic Religious Education (PAI) teachers to foster awareness and form civilized learning behavior. This study aims to analyze the strategies of PAI teachers in improving the learning manners of grade XI students at MAN 2 Bogor City. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that PAI teachers implemented various strategies, including instilling Islamic moral values, habituation of manners, strengthening exemplary behavior, and integration of manners in the learning process. The strategy proved to be able to increase students' awareness in respecting teachers, parents, and peers, as well as forming a way of getting along in accordance with Islamic values. Thus, PAI teachers' strategies play an important role in creating a more conducive learning atmosphere, shaping students' noble character, and helping them internalize adab values in their daily lives. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kesadaran siswa dalam menerapkan akhlak dan adab belajar, di mana pemahaman terhadap pendidikan agama Islam seringkali hanya sebatas aspek kognitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menumbuhkan kesadaran dan membentuk perilaku belajar yang beradab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam meningkatkan adab belajar siswa kelas XI di MAN 2 Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi, antara lain penanaman nilai akhlak Islami, pembiasaan sikap sopan santun, penguatan keteladanan, serta integrasi adab dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menghormati guru, orang tua, dan teman sebaya, serta membentuk tata cara bergaul yang sesuai dengan nilai Islami. Dengan demikian, strategi guru PAI memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, dan membantu mereka menginternalisasi nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk mendukung SDGS Ramadon, Gilang; Subagiya, Bahrum; Hidayat, Muhammad Faishal
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19876

Abstract

This study discusses the use of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education learning to improve the quality and effectiveness of learning. The focus of the study includes opportunities, challenges, and strategies for optimizing the use of AI, especially in supporting adaptive, interesting, and relevant learning to the needs of students in the digital era. This study discusses students' understanding of the use of AI in Islamic Religious Education learning, identifies the obstacles faced, and formulates strategies for effective use of AI so that the teaching and learning process becomes more optimal and relevant. This study uses a descriptive qualitative approach to understand the phenomenon in depth. Data were collected through observation and interviews, then analyzed to find patterns and meanings. The results are presented in narrative form to describe the real conditions of the research object. This study aims to describe students' perceptions of the use of AI in Islamic Religious Education learning. Data were obtained through questionnaires and interviews. The results show how students view the use of AI in supporting a more effective and relevant learning process with the times. Abstrak Penelitian ini membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Fokus penelitian mencakup peluang, tantangan, dan strategi optimalisasi pemanfaatan AI, khususnya dalam mendukung pembelajaran yang adaptif, menarik, serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. Penelitian ini membahas pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi pemanfaatan AI secara efektif agar proses belajar mengajar menjadi lebih optimal dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan makna. Hasilnya disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan kondisi nyata objek penelitian. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bagaimana pandangan mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam mendukung proses belajar yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
The Articel Strategi pembinaan anggota LDK Al-Intisyar dalam meningkatkan nilai-nilai keislaman di Universitas Ibn Khaldun Bogor Salsabila, Inas Yamina; Irfani, Fahmi; Hambari
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i4.19887

Abstract

The dynamic nature of dakwah varies across eras, differing from the times of the Prophets and their companions. Ali bin Abi Talib once advised, “Educate your children according to their era,” highlighting the need for relevant approaches in each period. As times progress, dakwah activists are increasingly aware of the importance of strategic methods in preaching. This study aims to serve as a reference for the UIKA academic community, dakwah activists, students, and the general public.Using a qualitative ethnographic approach, the research reveals deep insights through interviews, observations, and document analysis. Ethnography emphasizes confidentiality, personal experience, and participation rather than mere observation. Arikunto (2013) describes data collection as a systematic, standardized process to measure variables and answer research questions (Fadilla, 2023: 36).The study identified three main strategies: cadre development, value instillation, and role modeling. Supporting factors include active communication and the benefits members gain in social, cognitive, and affective areas. Inhibiting factors include lack of effective guidance and limited facilities.The findings underline that Islamic dakwah employs diverse strategies and methods, each adapted to its time and challenges. In conclusion: (1) Development strategies help members stay on a righteous path. (2) Members’ adherence to Islamic values is influenced by the effectiveness of guidance.This reflects the enduring importance of evolving dakwah strategies. Abstrak Fenomena dakwah yang dinamis berbeda dari satu zaman ke zaman lainnya, tidak sama dengan masa para Nabi dan para sahabat. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya,” yang menegaskan pentingnya pendekatan yang relevan di setiap era. Seiring perkembangan zaman, para aktivis dakwah semakin menyadari urgensi strategi dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan menjadi referensi bagi civitas akademika UIKA, para aktivis dakwah, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menggali data secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Metode etnografi menekankan kerahasiaan, pengalaman pribadi, dan partisipasi aktif, bukan sekadar pengamatan. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa pengumpulan data adalah proses sistematis dengan prosedur baku untuk mengukur variabel dan menjawab pertanyaan penelitian (Fadilla, 2023: 36).Penelitian menemukan tiga strategi utama: metode pengaderan, penanaman nilai, dan keteladanan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah keaktifan komunikasi serta manfaat yang dirasakan anggota dalam aspek sosial, kognitif, dan afektif. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya efektivitas pembinaan dan keterbatasan fasilitas. Hasil penelitian menegaskan bahwa strategi dan metode dakwah Islam sangat beragam, disesuaikan dengan tantangan dan kondisi zaman. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Strategi pembinaan dilakukan untuk menjaga anggota tetap berada di jalan kebaikan. (2) Nilai-nilai keislaman anggota dipengaruhi oleh keberlangsungan dan efektivitas pembinaan. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi dakwah yang terus berkembang dari masa ke masa.