Articles
577 Documents
Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan
Wemp Feber;
Iskandar Kaltara
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1635
This research aim to know how big influence of motivation work and discipline work to officer performance by together and by parsial. Research type taken is quantitative with approach of survey. As for method data collecting of research use observation technique, kuesioner, documentation, and book study. While research data analyzer use doubled linear regression analysis constructively program of SPSS version 23.0. In this research of sampel the used to amount to 11 people. While research variable consist of 2 (two) independent variable and 1 (one) of dependent variable. Pursuant to result analysis research data constructively program of SPSS version 23.0 know that indicator or instrument used to measure motivation variable (X1) proven valid and reliable. That way also for the variable of discipline (X2) and officer performance variable (Y). Result analysis doubled linear regression of for the variable of research indicate that by together motivation variable simultan (X1) and discipline variable (X2) have influence which isn’t it to officer performance variable (Y) where F value bigger than F value is tables of with value that is 7,070 > 4,459. Later than result of test of t research variable by parsial that motivation variable (X1) have influence which isn’t it to officer performance variable (Y) with acquirement of value of t bigger than value of t the tables of that is 3,315 > 2,306. While discipline variable (X2) don’t have influence which isn’t it to officer performance variable (Y) because value of t bigger than value of the tables of that is 1,209 < 2,306.
Analisis Pemahaman Mahasiswa MBKM Terhadap Mata Kuliah Statistik Pendidikan SD
Anwar Marasabesy;
Rahmania Sadek;
Dwi Widyastuti Nurharyanto;
M. Irfan Hasanuddin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1636
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana dilakukan pada mahasiswa PGSD semester V dan VII. Subyek penelitian ini berjumlah 30 orang mahasiswa yang mengikuti berbagai macam kegiatan MBKM. Menggunakan instrumen tes, wawancara dan juga menganalisis dokumen dari laporan MBKM mahasiswa, penelitian ini memberikan hasil bahwa pemahaman pada mahasiswa yang mengikuti kegiatan MBKM masih berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis dari tes pemahaman, 10 mahasiswa mampu memahami materi dengan baik sedangkan sisanya belum memenuhi syarat dengan rincian dari 13 CPMK yang diujikan, hanya 3 CPMK yang memenuhi kelayakan pemahaman yaitu dasar-dasar statistika (83, 33%), penyajian data (67%) dan ukuran gejala pusat (67%). Untuk 10 CPMK lainnya memperoleh presentase di bawah 60%. Hasil wawancara juga memperjelas tes pemahaman, rata-rata jawaban yang diberikan oleh mahasiswa menyatakan bahwa praktik kegiatan MBKM mengalami kesulitan dalam konversi mata kuliah statistik pendidikan, kurang pemahaman teori menjadi penyebab utama. Hasil tes pemahaman dan juga wawancara tercermin pada hasil analisis dokumen yang diperoleh dari laporan MBKM yang dikumpulkan, 5 CPL yang harusnya terwujud dalam penjabaran kegiatan kurang terlihat dan tidak semua CPL terwakili kegiatannya.
Pendidikan Islam Pada Masa Awal Di Indonesia
Muh. Nasir;
Bahaking Rama;
Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1637
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan pendidikan islam pada masa awal di Indonesia, yang dibagi menjadi pendidikan islam pada pra kolonialisme, masa kerajaan Islam di Indonesia, dan masa penjajahan Belanda dan Jepang. Metode yang digunakan adalah studi literature review berfokus pada hasil penulisan yang berkaitan dengan topik tentang pendidikan islam pada masa awal di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan maupun diterbitkan dalam buku referensi, jurnal online nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak awal perkembangan Islam, pendidikan mendapat prioritas utama masyarakat muslim Indonesia, karena besarnya arti pendidikan, kepentingan islamisasi mendorong umat islam melaksanakan pengajaran Islam kendatipun dalam sistem yang masih sangat sederhana, dimana pengajaran diberikan dengan system halaqah yang dilakukan di tempat-tempat ibadah semacam masjid, mushala, bahkan juga di rumah-rumah ulama. pada tahap awal pendidikan islam berlangsung secara informal. para muballigh banyak memberikan contoh teladan serta menunjukan akhlaqul karimah,sehingga masyarakat yang didatangi menjadi tertarik untuk memeluk agama islam, beberapa lembaga pendidikan islam awal yang muncul di indonesia yaitu masjid dan langgar, pesantren, meunasah, rangrang dan dayah serta surau. pendidikan islam sebagai fenomena yang dianggap penting mengingat kemmajuan dunia pendidikan islam itu sendiri ditentukan sejauh mana proses Pendidikan itu dapat mengakomodir perkembangan dan ilmu pengetahuan saat ini
Islamisasi Ilmu
Firman Firman;
Bahaking Rama;
Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1638
Islamic civilization has progressed because knowledge has received high appreciation from Muslims and the teachings of Islam itself. This is what encouraged the Umayyad and Abbasid caliphates to be very concerned and gave rise to many Islamic educational institutions which became places to study and deepen knowledge and within a certain period of time became the cause of the emergence of many scientists which ultimately gave birth to many works that could be read and became references for scientists. . However, after the glory days of the classical era and Muslim nations lagging behind in the scientific field, both social sciences and science, as well as the shift of the direction of knowledge to the Western world, people who want to explore various branches of science and knowledge will get what they want. look in Western European countries or in Japan. In fact, Islamic religious studies are no longer dominated by Middle Eastern countries but are almost entirely pioneered by Western scientists and scholars. As a result, the science that developed was formed from Western philosophical thought which was influenced by secularism, utilitarianism and materialism. As a result of this, the sacredness of knowledge is lost due to efforts to separate revelation from human reason. Based on this, an idea emerged to bring together the advantages born of human thought with a touch of revelation so that new science is modern but still religious and has the breath of monotheism. This idea became known as the Islamization of science.
Eksistensi Nahdlatul Ulama Dan Pengaruhnya Dalam Bidang Pendidikan Islam
Humairah, Andi Eliyah;
Rama, Bahaking;
Yahdi, Muh.
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1639
Pendidikan NU merupakan sejarah panjang yang mengikuti perjalanan bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan keberadaan NU hingga saat ini selalu ditopang oleh pesantren. Konsep pendidikan Nadhaltul Ulama tidak luput dari perkembangan dakwah dan proses pondok pesantren yang ada di pulau Jawa dalam hal ini KH. Hasyim Asy’ari selaku pendiri organisasi berserta para kyai lainya ikut andil dalam pendidikan Nahdlatul Ulama. Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) juga merupakan mitra sejajar pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan Nasional yang mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk berperan serta dalam mewujudkan tujuan organisasi pendidikan sebagaimana disebut dalam Undang-undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional. Para penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan di lingkungan NU harus memiliki komitmen yang untuk terlaksananya proses pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, yang senantiasa mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah.
Madrasah Dan Dinamikanya Dari Masa Ke Masa
Marni Basir;
Bahaking Rama;
Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1640
Konsep islamisasi ilmu membawa pemahaman agama Islam ke dalam ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan umum, menciptakan pemikiran yang mendalam dan menggabungkan tradisi agama dengan pemikiran ilmiah. Pendidikan multikultur menjadi penting dalam dunia yang semakin terhubung, mengakui keragaman budaya dan keyakinan agama dalam masyarakat. Pendidikan ini membantu menciptakan inklusi, toleransi, dan pemahaman antar kelompok budaya yang berbeda. Madrasah, sebagai institusi pendidikan Islam tradisional, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan sekuler dengan ajaran agama Islam, memanfaatkan teknologi informasi, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan mengatasi tantangan sosial dan politik yang terkadang berkaitan dengan peran mereka dalam masyarakat. Dengan pemahaman mendalam tentang sejarah pendidikan Islam, kita dapat memahami kompleksitas dan relevansi isu-isu ini dalam masyarakat modern dan di masa depan. Sejarah pendidikan Islam memungkinkan kita untuk memahami peran Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung dan berubah dengan cepat.
Pendidikan Islam Di Indonesia Masa Penjajahan Kemerdekaan Dan Dinamika Kebijakannya
Muhamad Nuril Huda;
Bahaking Rama;
Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1641
Sejarah pendidikan di Indonesia mengalami progress yang cukup panjang dan cukup rumit, utamanya berkaitan dengan perkembangan kebijakan pendidikan Islam. Pada masa pra kemerdekaan, pendidikan Islam dirundung duka yang mendalam akibat program pemerintahan Belanda yang berupaya mengembangkan sekolah missionaris dan kristenisasi. Sistem dan kebijakan pendidikan ditujukan untuk menjadikan generasi nusantara sebagai pengabdi penjajah Belanda. Setelah terusirnya Penjajah Belanda dari Indonesia pada Maret 1942, kekuasaan atas bangsa Indonesia beralih ke negara Jepang. Kebijakan yang diterapkan pemerintah Jepang berbeda jauh dengan kebijakan kolonial Belanda. Misi utama Jepang adalah menipponkan bangsa dan umat Islam di Indonesia. Namun kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh Jepang, cukup menguntungkan juga bagi Bangsa Indonesia. Selain bertambah pesatnya perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, para pemuda bangsa juga telah terlatih dalam berbagai hal, sehingga semangat nasionalisme untuk mencapai kemerdekaan juga terlihat semakin kuat. Di Masa Orde lama, berbagai upaya pembaharuan dilakukan dalam bidang pendidikan dan pengajaran bagi penduduk Indonesia. Kebijakan era orde lama ini mengupayakan pengakuan pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Di masa Orde Baru pendidikan Islam mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dibuktikan dengan dikeluarkannya kebijakan terkait konvergensi dan integrasi pendidikan Islam dan pendidikan umum.
Perjuangan Dan Pengaruh Muhammad Ali Jinnah Dalam Pembentukan Negara Pakistan
Zuhdiah Zuhdiah;
Hasaruddin Hasaruddin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1642
Muhammad Ali Jinnah, seorang pemimpin politik yang ulung dan pendiri Pakistan, memainkan peran yang krusial dalam melahirkan sebuah negara yang merdeka bagi umat Muslim di subkontinental India. Artikel ini mengulas secara mendalam perjalanan perjuangan Jinnah dan dampaknya yang mendalam dalam membentuk Negara Pakistan pada tahun 1947. Pertama-tama, abstrak ini akan membahas latar belakang historis yang melatarbelakangi kebutuhan akan pembentukan negara yang memperjuangkan hak-hak dan identitas umat Muslim di tengah perkembangan politik India. Kami juga akan membahas peran Jinnah dalam Liga Muslim India, organisasi politik yang menjadi alat perjuangan utama bagi hak-hak politik dan keberlanjutan keberadaan Islam di India. Artikel ini akan menguraikan peran Jinnah selama perundingan pembagian India oleh Inggris pada tahun 1947. Bagaimana visi politiknya, keterampilan negosiasinya, dan kepemimpinannya memainkan peran penting dalam membentuk perbatasan baru dan menyusun konstitusi bagi negara yang baru merdeka dan Bagaimana gagasan-gagasan Jinnah tentang pluralisme, toleransi, dan kesejahteraan umat manusia terus memengaruhi arah pembangunan Pakistan hingga masa kini. Dengan menganalisis perjalanan hidup, gagasan, dan perjuangan politik Muhammad Ali Jinnah, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran pentingnya dalam membentuk negara Pakistan serta kontribusinya terhadap sejarah dan identitas Muslim di subkontinental India.
Pendidikan Literasi Perspektif Hadits
Zalmatin, Wa Ode;
Asse, Ambo;
Yahya, Muh.
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1645
Literasi adalah suatu kemampuan manusia dalam menulis dan membaca. Kemampuan tersebut merupakan sebuah media yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Alquran telah membawa spirit literasi sejak awal keislaman, dari spirit tersebut kemudian menjadikan umat muslim tercatat dalam sejarah dunia sebagai umat yang pernah menciptakan peradaban unggul yang menjadi kiblat ilmu pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan secara pustaka (library research) yaitu suatu pembahasan hadits-hadits yang sesuai dengan tema dan judul yang telah ditetapkan. Hal-hal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasikan hadits yang berkaitan tentang literasi, mengembangkan pemahaman penulis dengan cara menggunakan kata kunci (term) tentang literasi. Kemudian disimpulkan bahwasannya Hadits memaknai literasi bukan hanya sekedar anjuran untuk membaca dan menulis saja, tetapi untuk selalu mengamalkan setiap ilmu yang kita dapati kepada orang-orang yang masih awam terhadap ilmu. Dengan demikian beberapa konsep itulah yang bisa menjadi solusi untuk meningkatkan minat literasi masyarakat di Indonesia.
Peningkatan Pengetahuan Kader Melalui Pendidikan Kesehatan Pencegahan Stunting
Raihana Norfitri;
Zubaidah Zubaidah;
Rusdiana Rusdiana
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1646
Stunting atau pendek didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.2 Stunting disebabkan oleh faktor yang sangat beragam, diantaranya dari kondisi ibu pada masa kehamilan. Faktor-faktor tersebut bersifat langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung stunting adalah asupan makanan, tinggi badan orang tua, dan riwayat penyakit infeksi sedangkan penyebab tidak langsungnya faktor pendidikan,riwayat ANC, Pemberian ASI eksklusif , status gizi ibu,konsumsi zat besi (fe) faktor pekerjaan, dan status ekonomi keluarga. Pantangan makan saat Ibu hamil berkaitan erat dengan kejadian stunting. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan kader tentang antenatal care, pemberian tablet besi dan gizi pada ibu hamil serta pantangan makan dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pra eksperimental dengan bentuk rancangan One Group Pretest-Postest berupa pemberian pendidikan kesehatan tentang antenatal care, tablet besi dan nutrisi ibu hamil serta pantangan makan dalam pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah kader sebanyak 32 orang . Hasil yang diperoleh dari kegiatan ada perbedaan pengetahuan tentang antenatal care, tablet besi dan gizi ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan.