cover
Contact Name
-
Contact Email
dimas.stifar@gmail.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
dimas.stifar@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal DiMas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
ISSN : 27235114     EISSN : 2808537X     DOI : https://doi.org/10.53359/dimas.v2i1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Jurnal DiMas) merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu kefarmasian. Lingkup pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi penyuluhan, pelatihan, pemasaran, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 91 Documents
Teras Baca Sebagai Sinergi Penguatan Literasi dan Peningkatan Pola Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Agil, Agil Tsabata; Ayudewandari Pranatami, Dwimei
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.94

Abstract

Semakin banyaknya penyakit yang dapat menjangkit anak anak menyebabkan perlunya peningkatan pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Program Teras Baca di Kelurahan Kalisegoro merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat literasi dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat di kalangan anak-anak setempat. Program Teras Baca ini diimplementasikan melalui penyediaan buku-buku edukatif, pemberian motivasi, dan aktivitas membaca yang dikemas secara menarik. Program Teras Baca difokuskan dengan buku-buku bertema kesehatan guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak tentang pentingnya hidup sehat sejak dini, melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan mudah dipahami. Program ini berlangsung dari tanggal 26 Juli hingga 6 Agustus 2024. Pengandian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dalam membaca, respon yang positif dari masyarakat serta peningkatan pemahaman anak anak tentang pola perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, Program Teras Baca di Kelurahan Kalisegoro dapat menjadi solusi efektif dalam membudayakan kebiasaan membaca sejak dini, yang berdampak positif pada peningkatan literasi dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat sejak dini.
Penyuluhan Cara Penggunaan Obat Kardiovaskuler Saat Berpuasa di Desa Jarum, Klaten Yuliastuti, Definingsih; Dessy Ratna Sari; Indrawati Kurnia Setyani
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.110

Abstract

Terdapat banyak kasus penderita penyakit kardiovaskuler di Kabupaten Klaten. Penderita penyakit kardiovaskuler perlu mengkonsumsi obat-obatan dan cenderung rutin. Dibulan Ramadhan, masyarakat banyak yang belum mengetahui bagaimana cara penggunaan obat saat berpuasa. Pengetahuan tentang cara penggunaan obat yang benar terutama saat berpuasa sangat diperlukan untuk menjaga keberhasilan terapi pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat yang benar terutama bagi penderita penyakit kardiovaskuler saat berpuasa di Desa Jarum, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan tanya jawab dengan masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengisi kuesioner tentang evaluasi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat yang sebelum diberikan penyuluhan sebesar 66,95% (kategori cukup) menjadi 100% (kategori baik).
Smart Food Choice: Program Edukasi Remaja dalam Mengenali dan Memilih Bahan Tambahan Makanan Rahardhian, Muhammad; Erna Prasetyaningrum; Ahmad Fuad Masduqi; Achmad Wildan; Rika Sebtiana Kristantri
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.111

Abstract

Keamanan pangan merupakan isu krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja yang sering terpapar produk pangan kemasan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keamanan pangan pada siswa SMK Nusapersada melalui edukasi interaktif dan praktikum digital. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 52 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP), simulasi pengecekan legalitas produk melalui laman cekbpom.pom.go.id, diskusi kelompok, dan produksi video edukatif oleh siswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai keamanan pangan, diikuti dengan partisipasi aktif dalam pembuatan video sebagai sarana literasi digital. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif berbasis teknologi dan partisipatif dalam menumbuhkan kesadaran remaja terhadap pentingnya memilih pangan yang aman dan terdaftar secara resmi di BPOM.
Strategi Preventif Melawan Dbd: Peran Aktif Masyarakat Desa Karangtengah Dengan Ovitrap Wahyuning Setyani; Zita Dhirani Pramono; Handika Immanuel; Eugene Fridha Renatasha Wiwoho; Gabriella Rahayu Kuncoro; Yonathan Filemon; Lusiya Maretha Dasika; Syalomitha Mutiara David
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.112

Abstract

Kabupaten Gunung Kidul yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup tinggi, salah satunya yakni Desa Karangtengah, Wonosari. Adanya keterbatasan sarana untuk pemantauan jentik nyamuk, minimnya peralatan pengendalian vektor, dan belum tersedianya sistem monitoring dan evaluasi yang terintegrasi untuk pencatatan kasus DBD masih menjadi momok permasalahan di desa ini. Sehingga berbagai masalah ini dapat berimplikasi pada meningkatnya risiko penularan DBD hingga keterlambatan penanganan kasus yang dapat memperburuk prognosis ada masyarakat. Pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan sistem kesehatan lokal melalui implementasi teknologi oviposition trap (ovitrap) yang disertai dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 10 Juli 2025 dengan partisipasi sejumlah 27 peserta yang terdiri dari kader kesehatan dan masyarakat Desa Karangtengah wilayah pelayanan Puskesmas Wonosari II, Gunung Kidul. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi berdasarkan nilai rerata pretest dan posttest. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk menganalisis situasi terkini terkait penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Gunung Kidul, dengan penekanan pada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus DBD serta efektivitas penggunaan ovitrap dalam mengendalikan populasi nyamuk pembawa virus dengue.
Pemberdayaan Kader Minum Obat Dengan Metode “Pakde” Di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan Rahmatullah, sitti; Wirasti; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Risqi Maulidah; Najmul Laminah Fiqrotul
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.113

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi, terutama pada pasien dengan penyakit kronis. Rendahnya kepatuhan seringkali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberdayakan kader minum obat di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan melalui metode “PAKDE” (Partisipatif, Kolaboratif, Dedikatif). Metode ini dilaksanakan melalui tahapan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal kader, penyuluhan dan pelatihan interaktif mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU) obat , serta dilanjutkan dengan post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 55.4 meningkat menjadi 78.5 pada post-test. Peningkatan ini menandakan bahwa kader mampu memahami materi dengan baik dan berpotensi menjadi agen edukasi di masyarakat. Kegiatan ini juga memperlihatkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta. Dengan adanya program pemberdayaan ini, kader diharapkan mampu berperan dalam mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan Peningkatan Mutu Produksi Makanan dan Minuman Bagi IKM Kabupaten Kediri istiqomah, nurul; Umul Farida; Faizatul Fitria; Reza Arrayan; Palupi Susilowati; Shofiatul Fajriyah; Erni Anikasari; Dyah Aryantini
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.114

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Pelatihan Peningkatan Mutu Produksi Makanan dan Minuman bagi IKM Kabupaten Kediri” dilaksanakan sebagai upaya mendukung penguatan sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya di bidang pangan. Kabupaten Kediri memiliki banyak pelaku IKM yang memproduksi makanan olahan lokal dan minuman herbal, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan pemahaman standar mutu, keamanan pangan, praktik higienis, serta penerapan kemasan dan label sesuai regulasi. Workshop ini dirancang untuk memberikan pelatihan terpadu mengenai prinsip keamanan pangan, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Good Manufacturing Practices (GMP), sanitasi dan higiene, penggunaan bahan tambahan pangan yang aman, serta strategi kemasan, label, dan pemasaran digital. Metode pelatihan menggabungkan ceramah, diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan dengan perbaikan area produksi, pemilihan bahan baku yang lebih tepat, serta perbaikan desain label sesuai standar BPOM. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunikasi berkelanjutan antara akademisi dan pelaku usaha. Secara keseluruhan, workshop ini berkontribusi dalam meningkatkan daya saing produk pangan IKM melalui penguatan aspek mutu, keamanan, dan branding. Diharapkan kegiatan serupa dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk mendukung kemandirian industri pangan lokal yang aman, higienis, dan kompetitif. Kata kunci: IKM, keamanan pangan, GMP, CPPOB, mutu produk
An Education on the Preparation of Face Mist Formulations for High School Students in Bekasi and South Tangerang: Indonesia Ayuningtyas, Nurista; Cahaya, Gabriella; Feronia Reni Cyrena Santoso; Dela Rosa; Ernestine Arianditha Pranasti; Friska Dewi Sari Hutauruk
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.115

Abstract

Cosmetics have become a trend among young people; however, knowledge about their composition, safety, and production stages remains limited. Therefore, proper education on cosmetics is necessary, particularly regarding notification numbers, so that users can choose legal and safe products available in the market. Face mist is a cosmetic product in spray form that functions to increase the moisture of the facial skin. This community service aims to provide education on the formulation and application of face mist using cucumber extract as the main ingredient. Cucumber contains natural alpha hydroxy acids such as lactic acid, which helps reduce the thickness of the stratum corneum and is effective for various skin disorders. Additionally, the content of vitamin C and caffeic acid provides a soothing effect and reduces skin swelling. The activities were conducted through a pre-test, education by lecturers, face mist formulation practice, and a post-test. The results showed a progressive increase in participants’ average understanding from 85.75% to 95.63%, indicating that education combined with demonstration and hands-on practice by experts has a positive impact. This education and workshop enhanced students’ knowledge regarding safe and beneficial cosmetic products based on natural ingredients
Menjaga Kualitas Obat Lewat Edukasi Beyond Use Date (BUD) di Puskesmas Sumbang II Banyumas prabandari, rani; Ammanu Kurniadi; Andrea Arum Sekar; Anisa Rakhma Diantri; Armelia Allya Sandika; Bellina Faradhita Luxfi
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.117

Abstract

Introduction: Because drug abuse and other issues may arise from the increased use of pharmaceuticals without proper understanding, determining the Beyond Use Date (BUD) is of the utmost importance. Since women may serve as "home pharmacists" and encourage self-sufficiency in health management, it is crucial to educate them about BUD. The goal of this pharmacist-led community service project is to educate housewives about BUD so that they may better manage their medications at home. Approach: Conversation and socializing were the tools used. By comparing the pre- and post-test scores, we were able to determine how helpful the therapy was. We distributed educational materials via BUD-related pamphlets. Higher post-test results compared to the pre-test showed that education on BUD increased knowledge. Conclusion: The PKK (Family Welfare Empowerment) members' understanding of BUD was enhanced by this Pharmacist Community Service activity's use of socializing and discussion to impart information.. Keywords—BUD, Drugs, Education
Penyuluhan Pencegahan Anemia Dengan Konsumsi Sari Umbi Bit Ramayani, Septiana Laksmi; Muhammad Syaifuddin
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.119

Abstract

Anemia adalah kondisi kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok usia dan jenis kelamin. WHO memperkirakan sekitar 40% anak usia 6-59 bulan, 37% ibu hamil, dan 30% wanita usia 15-49 tahun di seluruh dunia mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensi anemia meningkat dari 37,1% tahun 2013 menjadi 48,9% tahun 2018 kelompok usia 15-34 tahun. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko komplikasi perdarahan, menurunkan fungsi kekebalan tubuh, dan menghambat pertumbuhan janin. Salah satu upaya pencegahan anemia dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti umbi bit. Umbi bit (Beta vulgaris) dikenal sebagai sumber makanan kaya nutrisi, terutama zat besi, asam folat, dan vitamin C untuk pembentukan sel darah merah. Umbi bit diketahui secara signifikan memberikan pengaruh kenaikan kadar hemoglobin untuk mencegah dan mengatasi anemia. Melihat prevalensi anemia yang tinggi pada ibu hamil dan anak-anak serta manfaat umbi bit sebagai penambah darah, diperlukan kegiatan penyuluhan pencegahan anemia dengan konsumsi sari umbi bit. Penyuluhan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai anemia dan mendorong peningkatan konsumsi umbi bit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata nilai 73,21 (kategori sedang) menjadi 91,07 (kategori baik). Hasil pretest dan posttest di menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata sebesar 19,62.
Skrining Kesehatan dan Edukasi Pengobatan Herbal Hipertensi dan Diabetes Melitus di Car Free Day Kota Tegal Alfiraza, Ery Nourika; Istriningsih, Endang; Pramiastuti, Oktariani; Cahyanta, Agung Nur; Fahamsya, Arifina; Murti, Fiqih Kartika; Wulandari, Prihastini Setyo; Firsty, Girly Risma; Khorunnida, Shofa; Hidayat, Sidiq Nur; Kusuma, Ibnu Nizar; Anggraeni, Lusy; Atqiya, Himayatul
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.120

Abstract

Deteksi dini hipertensi dan diabetes melitus penting untuk mencegah komplikasi serius serta mengurangi beban biaya kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining kedua penyakit tersebut serta memberikan edukasi mengenai pengobatan herbal. Kegiatan dilaksanakan di car free day untuk menciptakan suasana santai sehingga informasi lebih mudah diterima masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pengisian kuesioner, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta edukasi dan pemberian herba. Kegiatan diikuti oleh 57 peserta, terdiri dari 61% perempuan dan 39% laki-laki, dengan mayoritas (60%) berusia di atas 45 tahun. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner, diketahui bahwa peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit hipertensi, dengan skor sebesar 92,10%. Namun, hanya 35% peserta memiliki tekanan darah normal, 37% mengalami pra-hipertensi, dan 35% tergolong hipertensi. Sementara itu, tingkat pengetahuan peserta terkait diabetes melitus juga tergolong baik, yakni memiliki skor 76,48%. Dari pemeriksaan gula darah sewaktu, ditemukan bahwa 9% peserta memiliki kadar gula darah yang cukup tinggi, yaitu melebihi 180 mg/dL. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan peserta cukup baik, kondisi kesehatan mereka masih perlu perhatian. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pemberian herba sebagai terapi pendukung sangat diperlukan untuk membantu mengelola hipertensi dan diabetes secara lebih efektif.

Page 9 of 10 | Total Record : 91