cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalrelasi@gmail.com
Phone
+6281359384011
Journal Mail Official
jurnalrelasi@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 28076818     DOI : -
Core Subject : Education,
RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (e-ISSN: 2807-6818) diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya, sebagai media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Komunikasi. Menitikberatkan pada tulisan-tulisan yang memuat penelitian dan pemikiran kontemporer di bidang ilmu komunikasi dalam berbagai sudut pandang / perspektif. Termasuk (Scope) dari RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi adalah: Jurnalisme: membahas komunikasi di media dan jurnalisme Penyiaran: membahas tentang komunikasi di televisi dan radio Media Baru: membahas tentang komunikasi di media baru Komunikasi Politik: Komunikasi yang menggunakan pesan dan aktor politik atau terkait dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan Public Relations: membahas tentang public relation Komunikasi Pemasaran: membahas tentang pemasaran dalam komunikasi
Articles 125 Documents
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN POLEMIK PASPOR PEMAIN NATURALISASI TIM NASIONAL INDONESIA di Bola.com dan The Thao 247 Muhammad Rifky Ardiawan; Doan Widhiandono
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2841

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan framing media dalam konteks komunikasi internasional melalui pemberitaan polemik paspor pemain naturalisasi Tim Nasional Indonesia, dengan menempatkan media sebagai aktor yang mengonstruksi persepsi publik lintas negara melalui strategi narasi yang sistematis. Berlandaskan teori framing Robert Entman yang mencakup pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing terhadap enam artikel berita, masing-masing tiga artikel dari Bola.com dan tiga artikel dari The Thao 247 sebagai representasi media Indonesia dan Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan framing yang signifikan dan konsisten pada seluruh enam artikel yang dianalisis. Bola.com secara konsisten membingkai isu sebagai persoalan administratif dan regulatif melalui strategi issue containment yang membatasi makna polemik sekaligus melindungi legitimasi kebijakan naturalisasi Indonesia. Sebaliknya, The Thao 247 secara konsisten membingkai isu sebagai potensi pelanggaran yang mengancam integritas kompetisi melalui strategi issue amplification yang memperluas makna dan urgensi polemik. Perbedaan ini dibuktikan melalui kutipan tekstual langsung yang mencakup diksi, konstruksi headline, penyusunan lead, dan pemilihan narasumber yang berbeda secara konsisten di seluruh artikel, menunjukkan bahwa divergensi framing bukan bersifat insidental melainkan mencerminkan posisi editorial yang sistematis dibentuk oleh kepentingan nasional dan konteks kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media berfungsi sebagai strategi konstruksi realitas yang dibentuk oleh konteks nasional, menghasilkan persepsi publik yang berbeda terhadap peristiwa yang sama.
KONSTRUKSI MEDIA ATAS KONDISI FISKAL APBN KUARTAL I 2025: ANALISIS FRAMING GAMSON DAN MODIGLIANI PADA SEGMEN BISNIS YOUTUBE KOMPAS TV Nadjwa Dwi Yulianita; Andika Vinianto; M. Z. Al-Faqih
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2842

Abstract

Keterlambatan realisasi APBN Januari–Februari 2025 serta munculnya defisit fiskal pada awal tahun menjadi perhatian publik dan media. Kompas TV sebagai media arus utama turut memberitakan isu tersebut melalui segmen bisnis di platform YouTube. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Kompas TV membingkai pemberitaan mengenai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Gamson dan Modigliani terhadap dua video pemberitaan Kompas TV yang membahas keterlambatan realisasi APBN dan defisit fiskal pada Januari – Februari 2025. Data dianalisis melalui perangkat framing devices dan reasoning devices. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV membingkai kondisi fiskal APBN Kuartal I 2025 sebagai situasi yang berada dalam tekanan dan ketidakpastian. Pemberitaan menekankan isu transparansi fiskal, penurunan penerimaan negara, dan defisit APBN melalui penggunaan catchphrases, depiction, exemplaar, dan visual images. Narasi sebab-akibat yang dibangun menempatkan keterlambatan realisasi APBN, manuver anggaran pemerintah, dan penurunan penerimaan negara sebagai akar permasalahan. Sementara, ketidakpastian pasar saham, kepercayaan publik, dan tekanan ekonomi nasional dikonstruksi sebagai konsekuensinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas TV tidak hanya menyampaikan informasi fiskal, tetapi juga mengonstruksi makna terkait kondisi fiskal yang berada dalam tekanan dengan menempatkan transparansi fiskal sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik, investor, dan stabilitas ekonomi nasional.
MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BERBASIS KNOWLEDGE, ATTITUDE, PRACTICE (KAP) OLEH KBPPPA KABUPATEN GRESIK DALAM MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT BERISIKO STUNTING DI DESA PONGANGAN Calvina Izumi; Moh. Dey Prayogo; Jupriono
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2894

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model komunikasi pembangunan yang diterapkan oleh KBPPPA Kabupaten Gresik dalam membangun kesadaran masyarakat berisiko stunting di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBPPPA menerapkan model komunikasi perubahan perilaku berbasis Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) yang bersifat adaptif, berlapis, dan interaktif. Implementasinya mencakup empat tahapan: identifikasi kelompok sasaran berdasarkan tingkat pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi, penyusunan pesan persuasif yang kontekstual, penyebaran pesan melalui kombinasi komunikasi tatap muka dan digital, serta evaluasi triwulanan berbasis data portal GUS (Gresik Urus Stunting). Temuan juga mengungkap inovasi berupa program orang tua asuh, penggunaan figur otoritas sebagai strategi komunikasi, serta pendekatan preventif melalui aplikasi ELSIMIL bagi calon pengantin. Model KAP yang diterapkan terbukti melampaui asumsi liniernya karena dalam praktiknya dipengaruhi secara dinamis oleh faktor pengetahuan, sikap, ekonomi, dan budaya secara bersamaan. Meski efektif pada kelompok yang relatif stabil, model ini memiliki keterbatasan pada komunitas yang rentan secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Model Komunikasi Partisipatif agar masyarakat berperan sebagai subjek aktif, serta perluasan kolaborasi lintas sektor termasuk dengan pihak industri melalui program CSR.
REPRESENTASI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA MELALUI SEMIOTIKA JOHN FISKE Mochamad Ryan Refano; Edy Sudaryanto; Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar representasi komunikasi keluarga serta fenomena "mati rasa" emosional dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab. Keluarga modern sering kali menghadapi kebuntuan interaksi di mana kehadiran fisik tidak selaras dengan keterikatan batin. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis teks media, penelitian ini menerapkan teori semiotika John Fiske (The Codes of Television) yang membedah tanda ke dalam tiga tingkatan: level realitas, level representasi, dan level ideologi pada 15 scene terpilih yang merepresentasikan disfungsi dan rekonsiliasi komunikasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa level realitas dikonstruksi lewat gestur kaku, keheningan (silence), dan ekspresi mikro tokoh Ian dan Uta. Pada level representasi, kebuntuan emosional diperkuat oleh pencahayaan low-key, sudut kamera eye-level yang intim namun berjarak, serta penataan ruang yang memisahkan karakter. Secara ideologis, film ini mengkritisi mitos maskulinitas patriarki (toxic masculinity) yang menuntut pria menyembunyikan kerapuhan emosional, sekaligus menawarkan ideologi rekonsiliasi bahwa pemulihan hubungan keluarga memerlukan keterbukaan dan penerimaan atas duka bersama. Kesimpulannya, film ini merepresentasikan bahwa komunikasi keluarga bukan sekadar pertukaran pesan verbal, melainkan sebuah ruang emosional yang membutuhkan kehadiran batin yang utuh.
FANATISME KOMUNITAS RRQ KINGDOM DALAM SCENE MOBILE LEGENDS SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI KRISIS PADA KALANGAN REMAJA PECINTA E-SPORT DI JAKARTA SELATAN Muhammad Fadhil Aqmar Rosan; Henny Yusalia; Gita Astrid
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2930

Abstract

Perkembangan pesat industri e-sport di Indonesia telah memicu kemunculan berbagai komunitas penggemar dengan loyalitas tinggi terhadap tim tertentu. Salah satu komunitas dengan basis massa terbesar adalah RRQ Kingdom, pendukung utama tim Rex Regum Qeon (RRQ) dalam skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang. Loyalitas anggota komunitas ini kerap bertransformasi menjadi fanatisme melalui ragam perilaku positif maupun negatif. Pada situasi tertentu, fanatisme tersebut melahirkan respons komunikasi krisis, seperti pembelaan agresif, penyebaran opini, konflik antar-fandom, hingga kritik tajam terhadap manajemen saat tim menghadapi permasalahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk fanatisme komunitas RRQ Kingdom serta menganalisis perannya sebagai manifestasi komunikasi krisis di kalangan remaja pecinta e-sport di Jakarta Selatan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengaplikasikan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) guna mengkaji signifikansi respons komunikasi saat krisis dan dampaknya terhadap persepsi publik. Hasil penelitian menunjukkan fanatisme anggota bermanifestasi melalui loyalitas emosional, ikatan identitas kelompok, serta agresi proaktif saat membela tim. Dinamika fanatisme ini memicu ragam komunikasi krisis, termasuk pembentukan opini publik, dukungan moral, dan penyebaran informasi secara masif. Komunikasi ini berperan strategis menjaga citra tim sekaligus memengaruhi reputasi organisasi e-sport tersebut.
BUDAYA PARTISIPATIF DALAM KONTEN AKUN INSTAGRAM @PASOEPATIPATROL: STRATEGI PELESTARIAN DAN PENGENALAN MUSIK PATROL Ahmad Syuhadi Gunawan Sya; Edy Sudaryanto; Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2967

Abstract

Musik patrol merupakan kesenian tradisional perkusi khas Jawa Timur yang menghadapi tantangan marginalisasi akibat globalisasi dan dominasi budaya digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya partisipatif terbentuk dan terwujud dalam Komunitas Pasoepati Patrol melalui akun Instagram @pasoepatipatrol sebagai upaya pelestarian dan pengenalan musik patrol di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur bersama ketua komunitas, observasi non-partisipan, dan dokumentasi digital terhadap 14 konten sampel periode Juli–Desember 2025. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Budaya Partisipatif Henry Jenkins dan Teori Masyarakat Jaringan Manuel Castells. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat karakteristik budaya partisipatif Jenkins yaitu afiliasi, ekspresi, kolaborasi, dan sirkulasi terwujud secara nyata dalam konten @pasoepatipatrol. Afiliasi terbangun melalui narasi identitas kolektif yang inklusif; ekspresi melalui konten kreatif yang memanfaatkan momen hari nasional; kolaborasi melalui tiga pola yaitu edukatif antargenerasi, horizontal antarkomunitas, dan vertikal lintas institusi; serta sirkulasi melalui hashtag strategis dan distribusi lintas platform. Dalam perspektif Castells, akun ini berhasil menjalankan mass self-communication secara mandiri dan membuktikan prinsip space of flows melampaui batas geografis Sidoarjo.
REPRESENTASI EMOSI MELALUI EKSPRESI WAJAH TOKOH DON DALAM OST “SELALU ADA DINADIMU” PADA FILM JUMBO: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Dhea Fika Syafriani; Hagi Julio Salas
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi emosi melalui ekspresi wajah tokoh Don dalam Original Soundtrack (OST) Selalu Ada di Nadimu pada film Jumbo menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya penggunaan komunikasi nonverbal dalam rangkaian adegan OST, sehingga ekspresi wajah menjadi unsur utama dalam menyampaikan makna emosional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa tangkapan layar dari sepuluh adegan yang menampilkan ekspresi wajah tokoh Don. Data dianalisis berdasarkan tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah Don merepresentasikan perjalanan emosi yang berkembang secara bertahap, mulai dari rasa gugup, takut, dan kurang percaya diri, kemudian berubah menjadi kesedihan akibat kehilangan, hingga berkembang menjadi kebahagiaan, harapan, rasa percaya diri, serta ketenangan. Pada tingkat mitos, ekspresi tersebut merepresentasikan nilai-nilai tentang keberanian dalam menghadapi ketakutan, pentingnya harapan, kasih sayang keluarga, dukungan persahabatan, dan penerimaan diri sebagai proses menuju kedewasaan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi wajah sebagai bentuk komunikasi nonverbal memiliki peran penting dalam membangun makna emosional dan menyampaikan pesan tanpa bergantung pada dialog. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi nonverbal, komunikasi visual, dan semiotika media.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI KECANTIKAN DALAM IKLAN AZARINE HYDRAZOOTHE SUNSCREEN GEL VERSI NATASHA WILONA Clarisya Bidari; Marini
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kecantikan dalam iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel yang dipublikasikan melalui media digital. Data penelitian diperoleh dari video iklan, tangkapan layar setiap adegan, serta unsur visual dan verbal yang muncul dalam iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal, kemudian menganalisisnya pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona merepresentasikan kecantikan perempuan sebagai sosok yang memiliki kulit sehat, segar, terawat, dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Pada tingkat konotasi, kecantikan dimaknai sebagai hasil dari perawatan diri melalui penggunaan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas harian. Pada tingkat mitos, iklan membangun pemahaman bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, melakukan self-care, dan tetap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi produk, tetapi juga membentuk makna sosial mengenai kecantikan perempuan modern yang identik dengan kulit sehat, terawat, dan terlindungi.
STUDI KOMUNIKASI PUBLIK: RESEPSI MASYARAKAT SURABAYA DALAM KASUS KORUPSI PENGOPLOSAN BAHAN BAKAR PERTAMINA Beta Puspitaning Ayodya; V. Rudy Handoko; Yuliana
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2730

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia, termasuk pada sektor strategis seperti energi. Kasus korupsi pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang melibatkan Pertamina pada tahun 2025 menimbulkan perhatian luas dari masyarakat karena berdampak pada kerugian negara serta menurunnya kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemberitaan mengenai kasus tersebut tersebar luas melalui berbagai media dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi masyarakat Surabaya terhadap kasus korupsi pengoplosan BBM Pertamina dilihat dari perspektif komunikasi publik. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kuantitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden masyarakat Surabaya yang mengetahui kasus tersebut dan menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor. Analisis penelitian menggunakan Teori Resepsi Stuart Hall yang membagi posisi audiens ke dalam tiga kategori, yaitu dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden berada pada posisi dominan dengan menerima sepenuhnya narasi media mengenai keterlibatan Pertamina dalam kasus korupsi dan menunjukkan kekecewaan yang tinggi. Sebanyak 39% responden berada pada posisi negosiasi, yaitu menerima adanya kasus korupsi tetapi tetap menggunakan produk Pertamina karena faktor ekonomi dan ketersediaan fasilitas. Sementara itu, 6% responden berada pada posisi oposisi yang menolak narasi media dan tetap mempercayai Pertamina. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat, di mana sebagian responden beralih ke SPBU swasta sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap Pertamina. Selain itu, media sosial menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, terutama generasi muda, sehingga mempengaruhi pembentukan opini publik secara cepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi masyarakat terhadap kasus korupsi bersifat beragam dan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, kondisi ekonomi, paparan informasi, serta tingkat kepercayaan terhadap institusi. Oleh karena itu, komunikasi publik yang transparan dan efektif menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
MINAT MEMBACA DI ERA QUICK CONSUMPTION: STUDI MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR TERHADAP PORTAL BERITA ONLINE Lisdayanti; Arianto; M. Iqbal Sultan
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat mahasiswa dalam membaca berita pada portal berita online serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif terhadap 347 mahasiswa dari enam perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca mahasiswa berada pada kategori sedang (89,0%), yang mengindikasikan bahwa aktivitas membaca belum menjadi kebiasaan yang kuat. Meskipun mayoritas responden menilai berita online menarik, bermanfaat, dan layak dibaca, intensitas dan durasi membaca masih rendah, mencerminkan pola konsumsi cepat (quick consumption). Faktor utama yang memengaruhi minat membaca adalah kebutuhan informasi terkini dan kebutuhan tugas perkuliahan, sementara faktor hiburan memiliki kontribusi yang relatif kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku membaca mahasiswa lebih bersifat utilitarian dibandingkan intrinsik. Dibandingkan penelitian terdahulu, penelitian ini menegaskan bahwa minat membaca tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti clickbait dan gaya penyajian, tetapi lebih dominan oleh faktor internal dan akademik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi digital melalui pendekatan Uses and Gratifications serta memberikan pemahaman kontekstual mengenai perilaku konsumsi berita mahasiswa di wilayah Indonesia Timur.

Page 12 of 13 | Total Record : 125