Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Tarbiyah Wa Talim provides scientific article of education that developed in attendance through the article publications, book reviews, original research report, reviews, and scientific commentaries in Islamic education. Tarbiyah wa Talim encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education, including Islamic Education, Islamic Education Management, Language Education, Early Childhood Education, Elementary Education, Teacher Education, Mathematic Education, Biology Education and Science Education.
Articles
187 Documents
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah
Sumargono Sumargono;
Muhammad Basri;
Istiqomah Istiqomah;
Aprilia Triaristina
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4508
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat diperlukan seseorang agar dapat menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan pemikir kritis mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi, memunculkan pertanyaan dan masalah yang vital, menyusun pertanyaan dan masalah dengan jelas, mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan menggunakan ide-ide abstrak, berpikiran terbuka, serta mengomunikasikannya dengan efektif. Kemampuan berpikir kritis juga sangat diperlukan dalam pembelajaran sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah dan menyajikan hasil analisisnya ke dalam bentuk tulisan berdasarkan fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Tujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu purposive sampling. Diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah diperoleh nilai presentase dari ketercapaian indikator berpikir kritis pada kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bandar Sribahwono Ketercapaian indikator analisis (menganalisis, mengaitkan data) pada kelas XI IPS 2 sebesar 96,47% dengan katagori sangat baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 90,58% dengan kategori sangat baik. Ketercapaian indikator evaluasi (memperbandingkan, memberi argumentasi) pada kelas XI IPS 2 sebesar 79,41% dengan kategori baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 91,17% dengan kategori sangat baik. Ketercapaian indikator inferensi (mengambil keputusan yang wajar dari bukti) pada kelas XI IPS 2 sebesar 82,35% dengan kategori baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 88,23% dengan kategori baik. Ketercapaian indikator eksplanasi (menelaah dan menyimpulkan) pada kelas XI IPS 2 sebesar 70,58% dengan kategori cukup baik dan pada kelas XI IPS sebesar 58,8% dengan kategori kurang.
Indikator Kemandirian dalam Profil Pelajar Pancasila pada Akhir Fase C Rentang Usia 12 – 15 Tahun
Mustafa Kamal;
Siti Rochmiyati
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4734
Kemendikbud dalam merealisasikan visi Presiden pada RPJMN Tahun 2020-2024, serta visi Indonesia 2045 akan mewujudkan Indonesia Maju Berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Perumusan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan akan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan dan kemandirian Indonesia. Kemandirian dalam Profil Pelajar Pancasila memiliki dua elemen kunci; 1) kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi, dan 2) Regulasi diri. Artikel ini merupakan kajian dalam bentuk studi pustaka untuk mempertegas apa yang dimaksud dengan ke dua elemen kemandirian Profil Pelajar Pancasila dan apa saja yang bisa menjadi indikator kedua elemen kemandirian Profil Pelajar Pancasila. Berdasarkan hasil kajian terdahulu terkait kebermanfaatan kemandirian dalam diri seseorang (pelajar) dan karakter-karakter yang muncul, disusun sebuah kemandirian yang mencerminkan kedua elemen kunci kemandirian Profil Pemuda Pancasila, khususnya pada perkembangan anak usia 12-15 tahun yang didalam alur perkembangan Profil Mandiri kemendikbud merupakan akhir fase C.
Pengaruh Pemberian Reward terhadap Kepercayaan Diri Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Noor, Widya Noviana;
Safitri, Mila;
Darwis, Darwis;
Ananiah, Ananiah
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4807
Berhasil dan tidaknya belajar itu tergantung beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran antara lain faktornya kejiwaan (psikis) dan mental spiritual. Pada sisi lain, ada seorang siswa yang kurang percaya pada diri sendiri, hal ini menjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Sikap kurang percaya diri dikarenakan rasa malu, minder, sungkan, dan takut salah saat menjawab atau mengeluarkan pendapat pada pelajaran akidah akhlak. Pada pelajaran tersebut banyak yang hampir serupa maknanya sehingga membuat siswa kurang percaya diri saat menjawab pertanyaan dari guru sehingga keluarlah reward sebagai penguatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh reward terhadap kepercayaan diri. Metode pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 182 siswa di MTs Darul Ihsan Samarinda. Kemudian peneliti menentukan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 65 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini angket (kuesioner) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan korelasi product moment sebesar 0,582 dan pengaruh reward terhadap kepercayaan diri sebesar 33,9%. Disimpulkan penelitian pengaruh pemberian reward terhadap kepercayaan diri siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MTs Darul Ihsan Samarinda berkategori cukup berpengaruh.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Materi Sifat-Sifat Cahaya Kelas IV Sekolah Dasar
Sulistyani Puteri Ramadhani;
Tanti Maudy Rahayu
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4861
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk membuat media pembelajaran video animasi yang secara teori valid dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Subjek yang diujikan adalah siswa kelas IV SD. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan dari Borg & Gall, yang disesuaikan berdasarkan 6 tahapan sebagai berikut: 1) potensi masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) perbaikan desain, 5) revisi desain, dan 6) uji coba produk. Instrumen yang digunakan adalah angket dan analisis data yang digunakan adalah skala Likert dan menggunakan skala Gutman. Hasil penelitian pengembangan ini melalui uji kelayakan oleh enam validator, diperoleh persentase skor 85% untuk validator media pertama, 88% untuk ahli media kedua, menunjukkan 100% ahli materi pertama dan ahli materi kedua 93% dan 95% untuk validasi bahasa pertama dan ahli bahasa kedua 93%. Skor hasil penilaian dari 87% uji coba terbatas dari 72% uji coba skala kecil, diuji kembali dengan hasil posttest skala besar pencapaian 89% dan respon siswa sangat efektif, persentase ketercapaian 90% untuk mencapai tujuan pembelajaran pada materi sifat-sifat cahaya pelajaran IPA di kelas IV SDN Malaka Sari 03 Jakarta.
Inovasi Teknologi Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Wordwall Website pada Mata Pelajaran PAI di Masa Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh: Tinjauan Pustaka
Rifatul Khoriyah;
Abdul Muhid
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4862
Teknologi dan informasi yang berkembang pesat, mampu membawa dunia pendidikan bergerak kearah yang lebih maju, informasi dan komunikasi semakin mudah diakses terlebih dalam dunia pendidikan. Inovasi pembelajaran perlu dilakukan agar dapat mengembangkan dan memudahkan proses pembelajaran. sehingga pendidik dituntut untuk melakukan kreatifitas dengan memanfaatkan teknologi sebagai media yang akan menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran. Pelajaran PAI merupakan pelajaran inti disetiap jenjang pendidikan, agar mampu menumbuhkan semangat dan menjadi pembelajaran yang menyenangkan maka seorang pendidik harus memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi salah satunya dengan memanfaatkan game edukasi berbasis website yang dikenal dengan wordwall. Wordwall dalah game edukatif dan interaktif yang sangat cocok untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, karena fitur didalamnya memuat berbagai jenis game yang memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran melalui gamifikasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan sebagai sumber informasi dalam melakukan inovasi teknologi pembelajaran di masa penerapan pembelajaran jarak jauh. Metode analisis data dalam penelitian ini secara deskriptif, dengan tujuan mendeskripsikan dan menemukan bentuk inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Media wordwall berisi game berbasis kuis seperti mencocokkan jawaban, menggolongkan jawaban, anagram, acak kata, pencarian kata, memasangkan pasangan jawaban, dsb. Melalui media wordwall website ini pendidik mampu berinovasi dalam melakukan pembelajaran pada mata pelajaran PAI di masa penerapan pembelajaran jarak jauh, hal ini terlihat dari adanya peningkatan pemahaman serta peningkatan hasil belajar yang signifikan terhadap mata pelajaran PAI.
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Thursina Smart Education System pada Mata Pelajaran Fiqih
Ibadur Rohman;
Romelah Romelah
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v9i3.4899
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era ini semakin mendorong upaya reformasi dalam pemanfaatan hasil teknologi dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan mampu menguasai dan memanfaatkan perkembangan itu untuk memenuhi tuntutan zaman. Media Thursina Smart Education System (TSES) hadir dengan menggunakan teknologi web untuk mengelola pembelajaran jarak jauh dan melengkapi pembelajaran di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain pengembangan media pembelajaran menggunakan TSES pada mapel fiqih di Thursina IIBS Malang, menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran menggunakan TSES serta mengetahui respon guru dan siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Research and DeveLopment (R&D) dan menggunakan model pengembangan ADDIE. lokasi penelitian di Pondok Thursina IIBS Malang. Subjek uji coba adalah guru mapel fiqih dan siswa SMP Thursina IIBS Malang. Objek penelitian ini adalah media TSES. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil Penelitian menunjukkan bahwa, 1) desain pengembangan media pembelajaran menggunakan TSES sudah sesuai dengan prinsip-prinsip dan prosedur media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE, 2. Dari hasil penelitian didapatkan validitas materi dan media yang valid, 3) Respon yang diberikan oLeh siswa dan guru terhadap media TSES menunjukkan respon yang positif dengan rata-rata respon guru 46.5 dengan persentase 77,91% dan rata-rata respon siswa 46.07 dengan persentase 76,77%. OLeh karena itu, media pembelajaran menggunakan TSES pada mapel fiqih layak digunakan karena telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan.
Pengaruh Pembelajaran Microteaching Secara Daring Terhadap Kesiapan Mengajar pada Mahasiswa IAIN Samarinda
Mustamin Mustamin;
Muh. Yamin;
Oksa Nur Ichwana
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6 No 3 (2019): Tarbiyah Wa Ta'lim
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v6i3.5265
Pelaksanaan pembelajaran micro teaching pada mahasiswa PBA tahun 2018 IAIN Samarinda dilaksanakan secara daring. Dalam pelaksanaannya terdapat mahasiswa yang merasa gugup dan cemas bahkan tidak ada persiapan dalam melaksanakan praktik micro teaching sehingga kurang maksimal dalam melaksanakannya. Menurut Zainal Asril, pembelajaran micro teaching merupakan bagian dari Program Pengalaman Lapangan. Sehingga tentunya pembelajaran micro teaching menjadi salah satu unsur kesiapan diri dalam melaksanakan praktik kerja lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik sampling yaitu sampel jenuh, dimana seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 62 mahasiswa program studi pendidikan bahasa Arab tahun 2018 UINSI Samarinda yang telah menyelesaikan pembelajaran micro teaching secara daring dan telah menyelesaikan praktik kerja lapangan. Dengan instrumen penelitian yakni angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran micro teaching secara daring dan kesiapan diri melaksanakan PKL tercapai dengan baik. Dan berdasarkan analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel pembelajaran micro teaching secara daring terhadap variabel kesiapan diri melaksanakan PKL. Kemudian melalui uji koefisien korelasi diperoleh hasil bahwa nilai rhitung 0,675 > rtabel 0,254 dengan tingkat korelasi kuat dengan bentuk hubungan positif. Dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan pada variabel pembelajaran micro teaching secara daring terhadap kesiapan diri melaksanakan praktik kerja lapangan pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Arab UINSI Samarinda tahun 2018
Tingkat Depresi, Stres, dan Kecemasan Mahasiswa Teknik Elektro selama Pembelajaran Daring
Rifky Aisyatul Faroh;
Heri Purnawan;
Muhammad Mahbub Junaidi
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2023): TARBIYAH WA TA'LIM March 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v10i1.4966
Pandemi covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan. Pembelajaran yang semula dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi jarak jauh (daring) atau yang biasa disebut dengan pembelajaran online. Tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh akan adanya perubahan tersebut. Keterbatasan sinyal hingga tingkat kepahaman materi menjadi keluhan para mahasiswa tersebut. Kejenuhan yang dialami oleh mahasiswa akibat pembelajaran online dapat berdampak pada kondisi psikologi seseorang. Jika dibiarkan, maka dapat mengakibatkan adanya gangguan depresi, stress, maupun kecemasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan mahasiswa Teknik Elektro selama pembelajaran daring. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 21. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 90 mahasiswa Teknik Elektro Universitas Islam Lamongan. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah accidental sampling, yaitu dengan cara meminta kesediaan responden untuk terlibat dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap depresi, stress, dan kecemasan pada mahasiswa selama dilakukannya pembelajaran online. Hasil penelitian menunjukkan 17,8% responden mengalami depresi, 25,6% mengalami stress, dan 21,2% mengalami kecemasan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi depresi, stres, dan kecemasan pada mahasiswa selama pembelajaran online adalah sulitnya menikmati waktu luang dan kesulitan dalam pembelajaran online.
Strategi Fundraising pada Pesantren di Kalimantan Selatan
Ahmad Juhaidi;
Hilmi Mizani;
Muhammad Bahruddin
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2023): TARBIYAH WA TA'LIM March 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v10i1.4987
Donasi merupakan kunci dalam pendanaan lembaga pendidikan Islam milik masyarakat. Pesantren sebagai institusi lembaga pendidikan Islam memerlukan penggalangan dana untuk pengembangan dan operasional. Tujuan penelitian adalah mengetahui strategi penggalangan dana, retensi, dan stewardship donatur pada pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Pondok Pesantren Nurul Abshor Islamic and Raudhatul Jannah Batusilira yang terletak di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan dengan wawancara terhadap pengelola, orang tua, dan donatur. Analisis data dilakukan melalui tahap menghubungkan data dengan fokus masalah, mengidentifikasi pola dari data, menyatukan pola sehingga dapat menjawab fokus masalah. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan fundraising sangat ditentukan oleh tuan guru pengasuh pondok pesantren. Retensi dan stewardship donor dilakukan dengan transparansi, memelihara citra melalui tuan guru, dan melibatkan donatur dalam pengelolaan. Penghargaan terhadap donatur tidak berdasarkan kebutuhan donor. Artikel ini merekomendasikan fundraising pada lembaga pendidikan Islam harus mengadopsi fundraising modern sehingga ketergantungan terhadap tuan guru (iulama) dalam fundraising dapat dikurangi.
Kajian Aksiologi Cyber Counseling di Era Disrupsi
Dydik Kurniawan;
Siti Masitoh;
Mochamad Nursalim
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2023): TARBIYAH WA TA'LIM March 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/twt.v10i1.5094
Era disrupsi menjadi fokus utama sejalan dengan kemajuan tekologi, tepatnya di masa pandemi tahun 2020 Indonesia mengalami perubahan besar. Terkhusus dampak saat ini pada bidang pendidikan, guru bimbingan dan konseling dipaksa melek teknologi agar pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat terlaksana sesuai tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan memberi penambahan pengetahuan dan pembelajaran bagi guru Bimbingan dan Konseling agar nantinya ketika melaksanakan cyber counseling di satuan pendidikan mampu mengaktualisasikan kompetensi yang dimiliki untuk memperoleh output peserta didik yang berkompeten sesuai tujuan pendidikan di Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan beberapa artikel ilmiah. Teknik analisis melalui kajian pustaka (literatur research) dari beberapa sumber yang relevan. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa penggunaan cyber counseling oleh guru bimbingan dan konseling dalam layanan di sekolah pada prinsipnya memiliki tujuan yaitu 1) untuk memfasilitasi layanan bimbingan dan konseling siswa di sekolah, dan 2) peningkatan kinerja dari guru bimbingan dan konseling yang selama ini tidak terjadwal di dalam kurikulum sekolah dengan memperhatikan etika layanan bimbingan dan konseling yang sudah disepakati. Namun cyber counseling memiliki keterbatasan di antaranya jaringan internet yang tidak merata di setiap daerah, dan tidak terhubung secara langsung atau kontak secara tatap muka (face to face). Fakta dengan hadirnya penggunaan cyber konseling di sekolah menjadi solusi alternatif bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di masa pandemi covid 19 maupun pasca pendemi di sekolah.