cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 124 Documents
OPTIMALISASI MEDIA LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG ASI EKSLUSIF HARDJITO, KOEKOEH
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i1.2311

Abstract

Optimal growth and development in infants can be initiated by providing proper nutrition. Exclusive breastfeeding is suitable nutrition for babies aged 0-6 months to avoid various things that hinder their growth and development. To face the breastfeeding period, a pregnant woman needs to be prepared for her knowledge and attitudes about exclusive breastfeeding. Health education provided by health workers requires appropriate media so that messages are more easily conveyed. Leaflets are easy media to develop. The purpose of this study was to determine the effect of health education using leaflets on the knowledge and attitudes of primigravida mothers about exclusive breastfeeding. The study design used one group pretest–posttest, with a sample size of 24 primigravida mothers. The sampling technique used was purposive sampling. The results of statistical calculations using the Wilcoxon Match Pairs Test obtained a sig 0.000 for differences in mothers' knowledge and a sig 0.001 for differences in mothers' attitudes about exclusive breastfeeding before and after being given health education using leaflet media. These results indicate that the research hypothesis is accepted. The use of leaflet media in health education can increase mothers' knowledge and attitudes about exclusive breastfeeding. ABSTRAKTumbuh kembang yang optimal pada bayi dapat diawali dengan pemberian nutrisi yang benar. ASI ekslusif merupakan nutrisi sesuai bagi bayi usia 0-6 bulan agar terhindar dari berbagai hal yang menghambat tumbuh kembangnya. Untuk menghadapi masa menyusui maka seorang ibu hamil perlu dipersiapkan pengetahuan dan sikapnya tentang ASI ekslusif. Penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan memerlukan media yang sesuai sehingga pesan lebih mudah tersampaikan. Leaflet merupakan media yang mudah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap ibu primigravida tentang ASI ekslusif. Desain penelitian yang digunakan one group pretest-posttest, dengan besar sampel 24 ibu primigravida. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Hasil perhitungan statistik dengan menggunakan Wilcoxon Macth Pairs Test diperoleh masing-masing nilai sig 0.000 untuk perbedaan pengetahuan ibu dan nilai sig 0.001 untuk perbedaan sikap ibu tentang ASI ekslusif sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan media leaflet. Hasil tersebut menunjukkan hipótesis penelitian diterima. Penggunaan media leaflet dalam penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan maupun sikap ibu tentang ASI ekslusif.
OPTIMALISASI PERAN IBU DALAM MENCEGAH WASTING PADA BALITA MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KOMUNITAS HARDJITO, KOEKOEH; SENDRA, ENY; ANTONO, SUMY DWI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3382

Abstract

Wasting in toddlers is one of the indicators of malnutrition that can impact serious growth and development in children. Improving nutritional status toddlers need role-important parents, especially mothers, to give intake balanced nutrition. Research This is aimed at evaluating the impact of mentoring a mother toddler on nutritional status children and improving understanding of mother about maintenance nutrition for toddlers. Research This uses a pre-experimental approach with a pre- and post-test design. Intervention mentoring was done during one month against 30 mothers and toddlers in region X, which was implemented through education about giving food, nutrition, and care to children. Nutritional status data of the of the child measured through index weight according to height (BW/H) before and after intervention. In addition, understanding Mother about nutrition for toddlers was measured through test knowledge before and after assistance. Data analysis was carried out with a paired t-test. Before intervention, most nutritional status toddler is on the verge of wasting (approximately -2 SD). After intervention, there is significant improvement, with an average BB/TB approaching the mean value (p < 0.05). Understanding Mother about nutrition also increases significantly after the mentoring program (p < 0.05). Improvements in nutritional status in toddlers show that mentoring mothers is effective in increasing balance nutrition in children. Education customized practical with condition socio-economic local mother becomes key success intervention. An approach that takes into account source Power local help Mother for more easy application of knowledge gained. These results are consistent with a study previously shown that education nutrition based on community can improve nutritional status of children and skills of mothers in parenting. Accompaniment Mother toddler proven effective in improving nutritional status children and understanding Mother about maintenance nutrition, especially in context-limited socio-economic. ABSTRAKWasting pada balita merupakan salah satu indikator malnutrisi yang dapat berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Peningkatan status gizi balita membutuhkan peran penting orang tua, terutama ibu, dalam memberikan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendampingan ibu balita terhadap status gizi anak dan peningkatan pemahaman ibu mengenai perawatan gizi balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan desain pre dan post-test. Intervensi pendampingan dilakukan selama satu bulan terhadap 30 ibu balita, yang dilaksanakan melalui edukasi tentang pemberian makanan bergizi dan perawatan anak. Data status gizi anak diukur melalui indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, pemahaman ibu tentang gizi balita diukur melalui tes pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan. Sebelum intervensi, sebagian besar status gizi balita berada di ambang wasting (mendekati -2 SD). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan dengan rata-rata BB/TB mendekati nilai mean (p < 0,05). Pemahaman ibu tentang gizi juga meningkat signifikan setelah program pendampingan (p < 0,05). Perbaikan status gizi balita menunjukkan bahwa pendampingan ibu efektif dalam meningkatkan keseimbangan nutrisi anak. Edukasi praktis yang disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi lokal ibu menjadi kunci keberhasilan intervensi. Pendekatan yang memperhitungkan sumber daya lokal membantu ibu untuk lebih mudah mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Pendampingan ibu balita terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi anak dan pemahaman ibu tentang perawatan gizi, terutama dalam konteks sosial-ekonomi yang terbatas.
PERSPEKTIF BIOPSIKOSPIRITUAL PADA PASIEN PRURITUS SINE MATERIA SANTOSA, I KETUT ARYA; ARIANI, NI KETUT PUTRI; SETIONO, DENNIS PRISCILLA; TRISNOWATI, RINI; MAHARDIKA, I KOMANG ANA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3433

Abstract

Pruritus Sine Materia is generalized pruritus without primary skin lession. It’s also catagorized as functional itch disorder or psychogenic pruritus. It is important to know the biopsychosociospiritual perspective as a psychiatrist in order to provide holistic therapy. Female, 40 years old, married, Moslem, lives in a boarding house, was consulted by a dermatovenerologist with Pruritus Sine Materia, complaints of itching without primary lesions since 3 months of marriage. She felt itchy in the local body area that is in contact with husband and his stuff. Skin test results are normal, without allergies. When she got married, she was surprised knowing that the husband's dog slept in the boarding room and on the mattress several times. There was saliva and dog urine on things in the room. The patient reminded his husband several times that they were Moslem, she hoped her husband would be aware of his behavior that was not according to religion. The patient is diagnosed with other somatoform disorder. She was prescribed antidepressant and benzodiazepine as pharmacological approach and got education, support, also behaviour therapies for her psychological capability to control the itch-scratch process. According to Islamic law, dogs are classified as extreme najis (mughallazhah), when they are exposed to sweat, saliva, feces and urine. Najis means ritually unclean, contact with it puts a Moslem in a state of impurity or disgust. The patient is faced with feelings of guilt because she does not carry out Islamic law properly. This causes negative religious coping related to the occurrence of anxiety and depression, which is a risk factor for psychogenic pruritus, Pruritus Sine Materia. It is important to understand the biopsychosociospiritual perspective to be able to determine the appropriate and holistic pharmacological and non-pharmacological treatment. ABSTRAKPruritus Sine Materia adalah pruritus generalisata tanpa lesi kulit primer. Ini juga dikategorikan sebagai gangguan gatal fungsional atau pruritus psikogenik. Pentingnya mengetahui pandangan biopsikosociospiritual sebagai seorang psikiater agar dapat memberikan terapi holistik. Sebuah studi kasus pada pasien wanita, 40 tahun, menikah, beragama Islam, tinggal di kos, berkonsultasi ke dokter kulit dengan Pruritus Sine Materia, keluhan gatal-gatal tanpa lesi primer sejak 3 bulan menikah. Dia merasa gatal di area tubuh yang bersentuhan dengan suami dan barang-barangnya. Hasil tes kulit normal, tanpa alergi. Saat menikah, ia terkejut mengetahui anjing milik suaminya beberapa kali tidur di kamar kos dan di kasur. Ada air liur dan urin anjing pada benda-benda di dalam ruangan. Pasien beberapa kali mengingatkan suaminya bahwa dirinya beragama Islam, ia berharap suaminya sadar akan perilakunya yang tidak sesuai agama. Pasien didiagnosis dengan gangguan somatoform lainnya. Dia diberi resep antidepresan dan benzodiazepin sebagai pendekatan farmakologis dan mendapatkan pendidikan, dukungan, serta terapi perilaku atas kemampuan psikologisnya dalam mengendalikan proses gatal-garuk. Menurut hukum Islam, anjing tergolong najis ekstrem (mughallazhah), jika terkena keringat, air liur, feses, dan urine. Najis berarti najis secara ritual, kontak dengan najis membuat seorang Muslim berada dalam keadaan najis atau jijik. Pasien dihadapkan pada perasaan bersalah karena tidak menjalankan syariat Islam dengan baik. Hal ini menyebabkan koping keagamaan yang negatif berhubungan dengan terjadinya kecemasan dan depresi yang merupakan faktor risiko terjadinya pruritus psikogenik, Pruritus Sine Materia. Penting untuk memahami perspektif biopsikosociospiritual untuk dapat menentukan pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat dan holistik.
PSIKOTERAPI HIPNOTERAPI PADA PASIEN DENGAN AMNESIA DISOSIATIF: SEBUAH LAPORAN KASUS WIRADANA, I WAYAN; KENWA, KOMANG WISWA MITRA; PARINUSSA, ALLYSA DESITA MAGHDALENA; BUTAR, RUTH NATALIA BUTAR
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3434

Abstract

Hypnotherapy is an effective modality of psychotherapy to address various psychological and emotional issues, including dissociative amnesia. This case report presents a 25-year-old patient with dissociative amnesia, which caused memory loss of his life from high school to his career as a soldier. The patient underwent several hypnotherapy sessions, including age regression, informed child therapy, and techniques such as desensitization and forgiveness to help address past traumas. Hypnotherapy effectively restored the patient’s memory gradually, supported by a work reassignment that offered increased comfort. This result highlights the significant role of hypnotherapy in treating dissociative amnesia and the influence of environmental support in the recovery process. ABSTRAKHipnoterapi adalah salah satu modalitas psikoterapi yang efektif dalam mengatasi berbagai gangguan psikologis dan emosional, termasuk amnesia disosiatif. Laporan kasus ini menggambarkan seorang pasien berusia 25 tahun dengan amnesia disosiatif yang menyebabkan hilangnya ingatan mengenai kehidupannya dari masa SMA hingga profesinya sebagai tentara. Pasien menjalani beberapa sesi hipnoterapi, mulai dari age regression, informed child therapy, hingga teknik desensitization dan forgiveness untuk membantu mengatasi trauma masa lalu. Hipnoterapi terbukti berhasil memulihkan ingatan pasien secara bertahap, didukung oleh keputusan mutasi yang memberikan kenyamanan lebih bagi pasien. Hasil ini menekankan peran penting hipnoterapi dalam terapi amnesia disosiatif dan pengaruh dukungan lingkungan dalam proses pemulihan.
PENDEKATAN TERINTEGRASI HIPNOTERAPI DAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM PENANGANAN PASIEN JIWA WIGUNA, I GUSTI RAI PUTRA; WATI, WATI; MARIANTO, MARIANTO
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3435

Abstract

Hypnotherapy and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) are two psychotherapy approaches that have proven effective in treating various psychological disorders, such as anxiety, depression and trauma. Despite having different mechanisms, the combination of these two therapies offers better results compared to using each separately. Hypnotherapy works by accessing the subconscious mind to address hidden emotional problems, while CBT focuses on changing negative thought patterns. Integration of the two can speed up the healing process by reducing emotional resistance and modifying basic beliefs that inhibit change. Research shows that this combination is effective for a variety of disorders, including anxiety, depression, PTSD, and addiction. This literature aims to explain the basic concepts of hypnotherapy and CBT, the effectiveness of each in treating psychological disorders, as well as the clinical application of the integration of the two methods. It is hoped that these findings will provide a deeper understanding for psychotherapy practitioners and mental health professionals in applying this combined therapy. ABSTRAKHipnoterapi dan Terapi Kognitif Perilaku (CBT) adalah dua pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif dalam menangani berbagai gangguan psikologis, seperti kecemasan, depresi, dan trauma. Meskipun memiliki mekanisme yang berbeda, kombinasi kedua terapi ini menawarkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan masing-masing secara terpisah. Hipnoterapi bekerja dengan mengakses pikiran bawah sadar untuk mengatasi masalah emosional yang tersembunyi, sementara CBT fokus pada perubahan pola pikir negatif. Integrasi keduanya dapat mempercepat proses penyembuhan dengan mengurangi resistensi emosional dan memodifikasi keyakinan dasar yang menghambat perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ini efektif untuk berbagai gangguan, termasuk kecemasan, depresi, PTSD, dan kecanduan. Literatur ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar hipnoterapi dan CBT, efektivitas masing-masing dalam mengatasi gangguan psikologis, serta aplikasi klinis integrasi kedua metode tersebut. Diharapkan, temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi praktisi psikoterapi dan profesional kesehatan mental dalam mengaplikasikan terapi gabungan ini.
PSIKIATRI SPIRITUAL DAN RELIGI DALAM KONTEKS BEBAINAN: STUDI KASUS DI BALI TENTANG KERASUKAN DAN PENYEMBUHAN LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; SANTOSA, I KETUT ARYA; MAHARDIKA, I KOMANG ANA; TRISNOWATI, RINI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3436

Abstract

Bebainan, a spiritual phenomenon unique to Bali, reflects the deep interconnection between mental health, religious beliefs, and supernatural perceptions in Balinese culture. Considered a form of spirit possession, bebainan is attributed to a bebai, a malevolent spirit invoked to harm an individual. This condition, marked by physical discomfort, altered consciousness, and uncharacteristic behaviors, is understood not as a medical disorder but as a spiritual affliction requiring intervention by traditional healers, or balian. This review explores bebainan within the context of spiritual and religious psychiatry, examining its symptoms, interpretation, and treatment through ritualistic healing methods. By comparing traditional Balinese approaches to Western psychiatric interpretations—where bebainan shares similarities with dissociative and possession-form disorders—this article underscores the importance of culturally sensitive psychiatric care. It argues that psychiatric frameworks should respect and incorporate religious practices, particularly for conditions perceived as spiritually influenced. Through analyzing case studies and healer perspectives, this review highlights bebainan as both a spiritual and mental health condition, suggesting that integrating psychiatric and spiritual care may offer more effective support for individuals with culture-bound syndromes. Such an approach encourages collaboration between mental health professionals and spiritual practitioners, offering a holistic model of care that honors cultural and spiritual beliefs while providing appropriate psychiatric support. This integration supports a more inclusive view of mental health that accommodates diverse belief systems, ultimately contributing to more empathetic and effective care. ABSTRAKBebainan, sebuah fenomena spiritual unik di Bali, mencerminkan keterkaitan yang mendalam antara kesehatan mental, keyakinan agama, dan persepsi supernatural dalam budaya Bali. Dianggap sebagai bentuk kerasukan roh, bebainan dikaitkan dengan bebai, roh jahat yang digunakan untuk menyakiti seseorang. Kondisi ini, yang ditandai dengan ketidaknyamanan fisik, perubahan kesadaran, dan perilaku yang tidak seperti biasanya, dipahami bukan sebagai kelainan medis tetapi sebagai penderitaan spiritual yang memerlukan intervensi oleh tabib tradisional, atau balian. Ulasan ini mengeksplorasi bebainan dalam konteks psikiatri spiritual dan religius, mengkaji gejala, interpretasi, dan pengobatannya melalui metode penyembuhan ritual. Dengan membandingkan pendekatan tradisional Bali dengan penafsiran psikiatrik Barat—di mana bebainan memiliki kesamaan dengan gangguan disosiatif dan kerasukan—artikel ini menggarisbawahi pentingnya perawatan psikiatri yang sensitif secara budaya. Argumennya adalah bahwa kerangka kerja psikiatris harus menghormati dan menggabungkan praktik keagamaan, khususnya untuk kondisi yang dianggap dipengaruhi secara spiritual. Melalui analisis studi kasus dan perspektif penyembuh, tinjauan ini menyoroti bebainan sebagai kondisi kesehatan spiritual dan mental, menunjukkan bahwa mengintegrasikan perawatan psikiatris dan spiritual dapat memberikan dukungan yang lebih efektif bagi individu dengan sindrom terikat budaya. Pendekatan seperti ini mendorong kolaborasi antara profesional kesehatan mental dan praktisi spiritual, menawarkan model perawatan holistik yang menghormati keyakinan budaya dan spiritual sekaligus memberikan dukungan psikiatris yang sesuai. Integrasi ini mendukung pandangan yang lebih inklusif mengenai kesehatan mental yang mengakomodasi beragam sistem kepercayaan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perawatan yang lebih berempati dan efektif.
TRADISI BUDAYA UPACARA BAYUH OTON SAPUH LEGER PADA MASYARAKAT HINDU BALI MULYATI, PUTU
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3437

Abstract

The Sapuh Leger ceremony is a traditional purification ritual in Balinese Hindu society, conducted for individuals born during the “Wuku Wayang” period, which is believed to hold a high spiritual significance. This ritual is thought to dispel negative influences and protect against disturbances from malevolent forces, particularly Bhuta Kala. Understanding this cultural practice through a biopsychosociospiritual approach is crucial to support the mental well-being of individuals within their cultural context. The Sapuh Leger ceremony is an integral part of Balinese culture, serving a spiritual healing function for individuals born during the Wuku Wayang period. The biopsychosociospiritual approach in this ritual highlights the importance of the connection between mental health and cultural heritage. This ceremony supports individuals in achieving well-being by involving the community, spiritual beliefs, and a purification process. The ritual not only wards off negative influences but also strengthens cultural and spiritual identity in the daily life of Balinese society. ABSTRAKUpacara Sapuh Leger adalah ritual penyucian tradisional dalam masyarakat Hindu Bali, yang dilakukan bagi individu yang lahir pada periode “Wuku Wayang” yang dianggap memiliki makna spiritual tinggi. Ritual ini diyakini dapat menghilangkan pengaruh buruk dan mencegah gangguan dari kekuatan negatif, khususnya Bhuta Kala. Praktik budaya ini penting untuk dipahami melalui pendekatan biopsikososiospiritual guna menjaga kesejahteraan mental individu dalam konteks budaya. Upacara Sapuh Leger adalah bagian integral dari budaya Bali yang memiliki fungsi penyembuhan spiritual bagi individu yang lahir pada Wuku Wayang. Pendekatan biopsikososiospiritual dalam ritual ini menekankan pentingnya keterhubungan antara kesehatan mental dan warisan budaya. Upacara ini mendukung individu dalam mencapai kesejahteraan dengan melibatkan komunitas, keyakinan spiritual, dan proses pembersihan. Ritual ini tidak hanya mencegah pengaruh negatif, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan spiritual dalam keseharian masyarakat Bali.
PERAN TERAPI SPIRITUAL (LOGOTERAPI DAN ALCOHOLIC ANONYMUS ) PADA PASIEN GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU AKIBAT PENGGUNAAN ZAT MULTIPEL (ALKOHOL DAN NIKOTIN) ARYANI, LUH NYOMAN ALIT; KOSIM, HARTONO
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3438

Abstract

Rehabilitation is a recovery process for patients with drug use disorders, either in the short or long term, which aims to change their behavior so that they are ready to return to society. Drug users also need to be saved so they can return to living a healthy and productive life. One approach given is spiritual therapy. The aim of this case report is to evaluate the effectiveness of spiritual interventions that can improve the quality of life and improve existing symptoms in addiction patients. Spiritual therapy was analyzed for its effect on general symptoms and improvement of perception and motivation in these patients. The patient is male, 59 years old, Dutch citizen, no religion, married status, last degree, experiences discomfort and restlessness, it is very difficult to be fully conscious, when he wants to walk the patient is very easy to fall, vomit and has levator pain ani. With spiritual approaches, namely logotherapy and alcoholic anonymus, which are added to standard treatment, patients become calm and no longer hopeless and the motivation appears to continue treatment and psychotherapy. Currently, the patient is much better and can begin to carry out activities and work as before. ABSTRAKRehabilitasi adalah suatu proses pemulihan pasien gangguan penggunaan NAPZA baik dalam jangka waktu pendek ataupun panjang yang bertujuan mengubah perilaku mereka agar siap kembali ke masyarakat. Pengguna narkoba juga perlu diselamatkan agar dapat kembali menjalani hidup dalam keadaan sehat dan produktif. Salah satu pendekatan yang diberikan adalah dengan terapi spiritual. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki gejala yang ada pada pasien adiksi. Terapi spiritual dianalisis pengaruhnya terhadap gejala umum dan perbaikan persepsi dan motivasi pada pasien ini. Pasien laki-laki, 59 tahun warga negara Belanda, tidak beragama, status menikah, pendidikan terakhir sarjana, mengalami rasa tidak nyaman dan gelisah, sulit sekali untuk bisa sadar sepenuhnya. Ketika dia berjalan, pasien sangat mudah untuk terjatuh, ada muntah dan memiliki sakit levator ani. Dengan pendekatan spiritual yaitu logoterapi dan alcoholic anonymus yang ditambahkan pada pengobatan standar, pasien menjadi tenang dan tidak putus asa lagi serta motivasinya muncul untuk melanjutkan pengobatan dan psikoterapi. Saat ini pasien sudah jauh lebih baik serta mulai bisa beraktivitas dan bekerja seperti semula.
PENILAIAN PSIKOMETRI TERHADAP PROFIL KEPRIBADIAN DAN KEPARAHAN KETERGANTUNGAN PADA KLIEN REHABILITASI NAPZA KURNIAWAN, I GDE YUDHI; MAHARDIKA, I KOMANG ANA; ARYANI, LUH NYOMAN ALIT; WIJAYA, IDA BAGUS JENDRA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3439

Abstract

The Minnesota Multiphasic Personality Inventory-180 (MMPI-180) test is used to get a picture of the personality of a drug addiction client. The severity of the client's addiction is evaluated through the Addiction Severity Index (ASI). This study aims to see the relationship between the client's personality and the problem domain in ASI to the severity of client addiction. The research design is cross-sectional research with a retrospective approach. The research sample was all clients who underwent Inpatient Drug Medical Rehabilitation from January 2021 to December 2021 by the inclusion and exclusion criteria and then analyzed statistically univariate and correlatable bivariate. The research sample was 37 male clients with an average hospitalization day of 84 days. All clients underwent an assessment with an ASI form for 6 domains. The average level of problems in the medical domain was 1.75, the occupational domain was 3.18, the drug addiction domain was 4.08, the legal aspect domain was 1.32, the family domain was 2.27, and the clinical psychiatry domain was 2.54. The client's personality profile obtained an average score of 52 overall positive intelligence quotient, and there was an overview of higher order, restructured clinical, potential psychological function, and psychopathology. A significant moderate relationship was found between the family problem domain and drug addiction severity with r: 0.429 (p: 0.008). There is a significant moderate relationship between the domain of family problems and the severity of drug addiction of clients undergoing drug medical rehabilitation at the Bali Provincial Mental Hospital. ABSTRAKTes Minnesota Multiphasic Personality Inventory-180 (MMPI-180) digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang kepribadian klien kecanduan narkoba. Tingkat keparahan kecanduan klien dievaluasi melalui Addiction Severity Index (ASI). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepribadian klien dan domain masalah dalam ASI terhadap keparahan kecanduan klien. Desain penelitian ini adalah penelitian potong lintang dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah semua klien yang menjalani Rehabilitasi Medis Narkoba Rawat Inap dari Januari 2021 hingga Desember 2021 berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara statistik univariat dan bivariat yang dapat dikorelasikan. Sampel penelitian terdiri dari 37 klien laki-laki dengan rata-rata hari dirawat inap sebanyak 84 hari. Semua klien menjalani penilaian dengan formulir ASI untuk 6 domain. Rata-rata tingkat masalah pada domain medis adalah 1,75, domain pekerjaan adalah 3,18, domain kecanduan narkoba adalah 4,08, domain aspek hukum adalah 1,32, domain keluarga adalah 2,27, dan domain psikiatri klinis adalah 2,54. Profil kepribadian klien memperoleh rata-rata skor 52 pada indeks kecerdasan positif secara keseluruhan, dengan gambaran tentang fungsi psikologis yang terstruktur ulang, potensi, dan psikopatologi. Ditemukan hubungan moderat yang signifikan antara domain masalah keluarga dan keparahan kecanduan narkoba dengan r: 0,429 (p: 0,008). Terdapat hubungan moderat yang signifikan antara domain masalah keluarga dan keparahan kecanduan narkoba klien yang menjalani rehabilitasi medis narkoba di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali.
MELUKAT SEBAGAI RITUAL PENYUCIAN DIRI DALAM BUDAYA BALI: TINJAUAN LITERATUR TENTANG POTENSI TERAPEUTIK DALAM KESEHATAN MENTAL HARIANJA, SAHAT HAMONANGAN; ANTIKA, SINDI; DEWI, OKY OZIKA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3440

Abstract

Mental health has become an increasingly urgent global issue in the aftermath of the COVID-19 pandemic. The Melukat ritual, a traditional Balinese purification practice, demonstrates significant therapeutic potential in enhancing mental well-being, with a holistic approach that encompasses physical, mental, and spiritual aspects. This study aims to review the literature on the Melukat ritual and its relevance to mental health. A literature review was conducted by examining studies related to the Melukat ritual and its effects on mental health. A thematic analysis approach was employed to synthesize findings from various sources. The Melukat ritual has been shown to be effective in reducing anxiety, improving mental well-being, and enhancing sleep quality. Neurobiological research indicates an increase in alpha and theta brainwave activity, which is associated with relaxation. The integration of Melukat with conventional therapy enhances the effectiveness of treatment, yielding better outcomes compared to conventional therapy alone (effect size d = 0.82 vs d = 0.45). The Melukat ritual holds significant therapeutic potential for mental health management. To optimize its benefits, the development of standardized protocols and cultural competence training for mental health practitioners is necessary. ABSTRAKKesehatan mental menjadi isu global yang semakin mendesak pasca-pandemi COVID-19. Ritual Melukat, sebagai praktik purifikasi tradisional Bali, menunjukkan potensi terapeutik yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental, dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Studi ini bertujuan mengkaji literatur tentang ritual Melukat dan relevansinya dengan kesehatan mental. Tinjauan literatur dilakukan dengan mengkaji studi-studi terkait ritual Melukat dan dampaknya pada kesehatan mental, menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mensintesis temuan dari berbagai sumber. Ritual Melukat terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan, meningkatkan kesejahteraan mental, serta memperbaiki kualitas tidur. Penelitian neurobiologis menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang alfa dan teta yang berkaitan dengan relaksasi. Integrasi Melukat dengan terapi konvensional meningkatkan efektivitas terapi, dengan hasil yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional saja (effect size d = 0.82 vs d = 0.45). Ritual Melukat memiliki potensi terapeutik yang signifikan dalam pengelolaan kesehatan mental. Untuk mengoptimalkan manfaatnya, diperlukan pengembangan protokol standar dan pelatihan kompetensi budaya bagi praktisi kesehatan mental.

Page 6 of 13 | Total Record : 124