cover
Contact Name
Purwono
Contact Email
purwono@uhb.ac.id
Phone
+6285327779177
Journal Mail Official
pimas@uhb.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Patah No.100, Kedunglongsir, Ledug, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28280814     EISSN : 28280814     DOI : https://doi.org/10.35960/pimas.v1i1
Ruang lingkup Jurnal Pengabdian Masyarakat (PIMAS) adalah Kesehatan, Bisnis, Sains Teknologi, Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan semua kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat berbasis penelitian seperti PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), Service Learning, Community Development, dan metodologi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 194 Documents
Implementasi Urban Farming Hidroponik Berbasis Panel Surya di Desa Beurabong Arifin, Riski; T. Arriessa Sukhairi; Arief Gunawan; Khalisha Munabirah; Muhammad Hafis Yusi; Muhammad Asyraf Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2078

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penerapan sistem hidroponik horizontal yang terintegrasi dengan energi surya. Program dirancang sebagai respon terhadap rendahnya produktivitas pertanian, ketergantungan pada hujan musiman, serta keterbatasan akses masyarakat terhadap teknologi tepat guna di Desa Beurabong. Metode pelaksanaan dirancang melalui pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam budidaya hidroponik dan manajemen usaha. Sebanyak 15 peserta terlibat dalam rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan praktik, implementasi teknologi, dan evaluasi hasil. Program menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai post-test rata-rata sebesar 35% setelah pelatihan. Sistem hidroponik horizontal Nutrient Film Technique yang dipasang dan ditenagai panel surya 150 W dapat beroperasi tanpa ketergantungan pada listrik konvensional. Program ini juga meningkatkan kapasitas manajerial BUMG melalui penggunaan pencatatan digital dan pelatihan pemasaran. ecara keseluruhan, integrasi teknologi hidroponik dan energi terbarukan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan model pembangunan ekonomi desa berkelanjutan.
Inisiasi Fun Sport Tourism Guna Menambah Ragam Kegiatan Kepariwisataan di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Setiawan, Avi Budi; Fafurida; Bowo, Prasetyo Ari; Marpaung, Grace Natalia; Yusfi, Reikha Habibah; Widyawati, Retno Febriyastuti; Kusuma, Putri Patria
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2021

Abstract

Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, merupakan wilayah dengan potensi wisata alam yang besar, terutama melalui keberadaan Rawa Pening dan lanskap perbukitan yang indah. Namun, potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena kegiatan wisata masih didominasi oleh wisata alam pasif sehingga wisatawan cenderung hanya singgah dalam waktu singkat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya lama tinggal wisatawan dan terbatasnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian masyarakat dengan menginisiasi konsep Fun Sport Tourism sebagai strategi diversifikasi atraksi wisata. Metode pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat melalui tahapan inisiasi, sosialisasi, focus group discussion (FGD), pendampingan penyusunan rencana, pelatihan dan praktek, serta pendampingan implementasi program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya diversifikasi wisata, terbentuk kesepakatan kegiatan prioritas seperti fun bike, trail run, festival permainan tradisional di Rawa Pening. Selain itu, tersusun rencana jangka pendek dan menengah untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Uji coba kegiatan fun bike juga berhasil menarik wisatawan dari luar daerah serta meningkatkan penjualan produk UMKM lokal. Dengan demikian, inisiasi Fun Sport Tourism terbukti efektif dalam menambah ragam kegiatan wisata, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di Desa Banyubiru. Ke depan, keberhasilan program ini memerlukan kesinambungan pendampingan, penguatan promosi digital, dan kolaborasi lintas pihak agar dapat berkembang menjadi ikon pariwisata berbasis olahraga di Kabupaten Semarang.
Penguatan Literasi Digital dan Kesadaran Hukum Pidana Bagi UMKM Sebagai Kaum Rentan Terhadap Kejahatan Siber Berbasis AI di Wilayah Banyumas Apitta Fitria Rahmawati; Yuris Tri Naili
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2037

Abstract

ABSTRACT Cybercrime is becoming more sophisticated as a result of the advancement of digital technology and the use of artificial intelligence in many different industries. Due to their poor level of digital literacy and comprehension of criminal law, Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises (MSMEs), which are significant economic actors, have become a vulnerable group. In order to combat AI-based criminality, this article seeks to analyze the significance of improving digital literacy and criminal law comprehension among MSME actors in the Banyumas region. In addition to using a qualitative-descriptive methodology and a sociological-juridical approach, this study collects data via literature analysis, interviews, and observation. According to the study's findings, MSME actors are more susceptible to crimes including phishing, online fraud, and AI-based data manipulation because of their limited digital capabilities and ignorance of criminal law tools. Therefore, to develop an MSME ecosystem that is both legally aware and digitally robust, educational, cooperative, and sustainable techniques are required. Keywords: AI, Banyumas, Cybercrime, Criminal Law, Digital Literacy, and MSMEs ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan penerapan kecerdasan buatan di berbagai bidang menghadirkan tantangan baru berupa kejahatan siber yang semakin rumit. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku ekonomi penting malah menjadi kelompok yang rentan akibat kurangnya literasi digital dan rendahnya pemahaman hukum pidana. Artikel ini bertujuan untuk menelaah pentingnya peningkatan literasi digital dan pemahaman hukum pidana di kalangan pelaku UMKM di daerah Banyumas dalam berhadapan dengan kejahatan siber yang berlandaskan AI. Penelitian ini menerapkan pendekatan sosiologis-yuridis dengan metode kualitatif-deskriptif, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas digital yang rendah dan kurangnya pengetahuan tentang instrumen hukum pidana membuat pelaku UMKM rentan terhadap kejahatan seperti phishing, penipuan daring, dan manipulasi data yang berbasis AI. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi pendidikan, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang kuat secara digital dan memahami hukum. Kata kunci: AI, Banyumas, Hukum Pidana, Kejahatan Siber, Literasi Digital, UMKM
Business Model Canvas: Strategi Praktis Memetakan Usaha UMKM ASPIKMAS Patikraja Putri, Puspita Lianti; Iin Dyah Indrawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2041

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Patikraja adalah terbatasnya kemampuan dalam merancang strategi bisnis yang terstruktur dan terdokumentasi. Minimnya literasi manajerial dan belum digunakannya alat bantu visual seperti Business Model Canvas (BMC) menjadi hambatan dalam pengembangan usaha yang berorientasi jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas berpikir strategis pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan BMC. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dalam lima tahapan: sosialisasi, pemaparan konsep, praktik penyusunan, diskusi reflektif, dan evaluasi pembelajaran. Sebanyak 25 peserta anggota ASPIKMAS Patikraja mengikuti kegiatan dan berhasil menghasilkan dokumen BMC yang relevan dengan karakteristik usahanya. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan rata-rata skor pre-test 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan kontekstual efektif dalam membangun literasi strategi bisnis, sekaligus memperkuat peran komunitas sebagai katalis pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
Edupreneurship Bagi Mahasiswa Keperawatan Melalui Pelatihan Khitan Modern Prasetyo, Herry; Handoyo, Handoyo; Hartati, Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.1903

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa keperawatan yang bekerja di Rumah Sakit, Puskesmas maupun di klinik mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Kompetensi atau ketrampilan praktek keperawatan khitan salah satunya merupakan lahan usaha yang perlu diberikan kepada mahasiswa keperawatan pada semester akhir sebelum mereka lulus kuliah. Namun, pada kenyataannya mahasiswa keperawatan belum mendapatkan ketrampilan tersebut selama menjalani masa perkuliahan pada program diploma III keperawatan. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian asyarmakat skim program kewirausahaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan sebelum lulus kuliah sehingga mereka mempunyai jiwa kewirausahaan untuk memberikan layanan khitan bagi warga masyarakat di wilayah tempat tinggalnya. Adapun, metode yang telah diberikan yaitu melakukan pelatihan khitan modern kepada mahasiswa keperawatan semester akhir sebelum mereka lulus, sehingga dapat dijadikan salah satu solusi untuk menmbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mereka. Pelatihan khitan tidak hanya diberikan secara teori untuk meningkatkan pengetahuan para peserta tetapi juga diberikan kesempatan praktika untuk meningkatkan ketrampilan dibawah pendampingan instruktur yang telah berpengalaman. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan mahasiswa mempunyai pengetahuan yang lebih baik dari nilai rata-rata pre-test 6 menjadi 8 pada post-test pelatihan. Mahasiswa keperawatan perlu mempunyai pengetahuan dan ketrampilan khitan modern sebagai wahana kewirausahaan setelah bekerja nanti. Sehingga mereka dapat melayani warga masyarakat tidak hanya di tempat kerja tetapi juga di lingkungan sosial rumah tempat tinggalnya. Kata kunci: Edupreneurship, pelatihan, khitan, mahasiswa, keperawatan
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Dasar Kesehatan Masyarakat bagi Siswa SDK Wailamung, Kecamatan Talibura Didimus D. K. Moan Wodo; Ode Ilafa; Kanisius Nggala; Astriya Anggraeni; Yanuarius R. Moa; Selviana L. Tapun Bin; Yosef Y. G. Watu; Maria Yohanista
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2045

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah fundamen bagi perwujudan kualitas kesehatan manusia. Oleh karena itu, hal ini mesti diajarkan dan dibiasakan sejak dini. Kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat yang dijalankan dari kecil membuat seseorang menjadi terbiasa dan pada akhirnya hal tersebut menjadi gaya hidup hingga usia dewasa. Cara untuk mewujudkan hal ini salah satunya adalah melalui pendidikan di sekolah. Sekolah menjadi salah satu tempat yang berfungsi menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan untuk memelihara hidup bersih dan sehat sejak dini. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi pada tingkat pendidikan ini menjadi perlu sebagai bentuk transfer pengetahuan dan kebiasaan hidup yang sehat. Dalam kegiatan sosialisasi ini, fokus materi yang diberikan adalah cara mencuci tangan yang benar, pola makan dan jenis-jenis makanan bergizi serta cara memilah sampah organik dan anorganik secara baik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif kepada para peserta didik tentang kesehatan secara umum serta berbagai perilaku yang mesti dilakukan untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Hasil observasi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa para peserta didik menunjukkan respon yang baik terhadap setiap materi yang diberikan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama proses sosialisasi berlangsung menunjukkan semangat dari para siswa dalam mengikuti yang dibawakan. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam sosialisasi ini efektif untuk membuat peserta didik mengetahui, mengerti dan memahami cara menjalankan hidup yang bersih dan sehat. Selain sebagai upaya preventif terhadap resiko timbulnya berbagai penyakit, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini juga berkontribusi bagi terbentuknya gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Implementasi Aplikasi Android Pada Antrian Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palangka Raya Sam'ani; Haris, Ferdiyani; Rosmiati; Ichsan, Mochammad; Suparno; Sulistyowati; Haris Qamaruzzaman, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2049

Abstract

Effective and efficient population administration services are a primary requirement in improving the quality of public services. However, the manual queuing system currently used by the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) of Palangka Raya City often leads to public complaints due to long queues, extended waiting times, and a lack of accessible information regarding service procedures. This community service activity aims to address these issues through the implementation of an Android-based queuing application. The program began with a needs analysis and identification of the partner's problems through field observations and interviews with staff and service users, followed by training on the use of the application for employees at the Population and Civil Registration Office of Palangka Raya. The next phase involved the development and implementation of a digital queuing application that allows citizens to take queue numbers online. The application is designed so that users can digitally obtain their queue numbers, view estimated service times, and receive real-time notifications via their mobile devices. The results of this activity indicate that the digital queuing application significantly accelerates the service process and helps reduce crowding at the service location. Based on the results of an evaluation questionnaire distributed during the community service program, the application received high satisfaction ratings, reflecting its positive impact on digital service delivery.
Pengabdian Masyarakat melalui Benchmarking Kapsul Hotel Singapura untuk Peningkatan Daya Saing Usaha Akomodasi di Indonesia Razak, Muhammad Rais Rahmat; Nilwana, Andi; Ahmad, Jamaluddin; Darmawan, Aman; Ayuh
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2094

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan daya saing usaha kapsul hotel di Indonesia melalui studi benchmarking ke Singapura. Pertumbuhan sektor pariwisata yang pesat mendorong kebutuhan akan penginapan yang efisien, terjangkau, dan berbasis teknologi. Singapura telah berhasil mengimplementasikan model bisnis kapsul hotel dengan regulasi jelas, infrastruktur maju, dan penerapan teknologi canggih seperti sistem check-in otomatis, smart room technology, dan pemasaran berbasis big data. Program pengabdian ini melibatkan kolaborasi akademisi dan mahasiswa pascasarjana dengan mitra usaha di Indonesia dan Singapura menggunakan pendekatan metode campuran meliputi studi literatur, benchmarking, survei, wawancara mendalam, pelatihan, pendampingan, serta implementasi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Singapura unggul dalam integrasi KTP elektronik, paspor biometrik, facial recognition, chatbot AI, dan aplikasi mobile yang memungkinkan efisiensi operasional tinggi. Mitra usaha di Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi operasional 30 persen dan okupansi 15 persen setelah mengikuti program pelatihan dan pendampingan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi penguatan infrastruktur digital, kolaborasi dengan pemerintah dalam pengembangan regulasi, edukasi pelanggan, integrasi teknologi keamanan dan AI, serta peningkatan strategi pemasaran digital berbasis data. Program ini sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi dalam meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia industri serta pemberdayaan masyarakat.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Pesisir di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan Muntiari, Novita Ranti; Fathul Khair Tabri; syamsiah; Muhammad Aris; Muliady; Asma; Lily Herawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2109

Abstract

Waste management issues remain a significant environmental challenge, particularly in urban and coastal areas, due to population growth, changes in lifestyle, and limitations in effective waste management systems. These conditions contribute to environmental degradation, increased health risks, and threats to coastal ecosystems caused by the accumulation of domestic waste. Selumit Pantai Subdistrict in Tarakan City, as a densely populated coastal area, faces similar problems, which are characterized by low levels of waste segregation and management practices among the community. In response to this condition, the D-IV Health Promotion Study Program of Politeknik Kaltara conducted a community service program through educational and community empowerment approaches in managing household and coastal waste. This activity aimed to enhance community knowledge, awareness, and active participation in implementing environmentally friendly waste management practices. The results indicated an improvement in community understanding and involvement in maintaining environmental cleanliness, which is expected to support the realization of a clean, healthy, and sustainable coastal environment.
Air Bersih, Hidup Sehat : Edukasi Sanitasi Untuk Masyarakat Sehat di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan Muntiari, Novita Ranti; Fathul Khair Tabri; Syamsiah; Muhammad Aris; Muliady; Asma; Lily Herawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2111

Abstract

Access to safe water and adequate sanitation is a crucial factor in maintaining public health, particularly in coastal areas with high population density such as Selumit Pantai Subdistrict, Tarakan City. Various challenges, including environmental conditions, limited supporting infrastructure, and suboptimal sanitation practices among the community, have the potential to increase the risk of environment-related diseases. In response to these conditions, this Community Service activity was conducted as an educational effort through the provision of information and assistance related to clean water and sanitation. The activity involved resource persons from the Tarakan City Water Supply Company (PDAM) and Health Promotion lecturers, who delivered materials on water quality and utilization, clean and healthy living behaviors, and the prevention of environmental-based diseases. The implementation employed an interactive approach through lectures, discussions, and question-and-answer sessions to ensure the material was easily understood by the community. The objective of this activity was to improve community knowledge, awareness, and attitudes regarding the importance of proper clean water management and sanitation, thereby encouraging the sustainable adoption of healthy behaviors. Through synergy between practitioners and academics, this activity is expected to support improvements in the health status of coastal communities and contribute to health development in Tarakan City