cover
Contact Name
Purwono
Contact Email
purwono@uhb.ac.id
Phone
+6285327779177
Journal Mail Official
pimas@uhb.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Patah No.100, Kedunglongsir, Ledug, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28280814     EISSN : 28280814     DOI : https://doi.org/10.35960/pimas.v1i1
Ruang lingkup Jurnal Pengabdian Masyarakat (PIMAS) adalah Kesehatan, Bisnis, Sains Teknologi, Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan semua kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat berbasis penelitian seperti PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), Service Learning, Community Development, dan metodologi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
Transformasi Digital Tata Kelola Pemakaman Bersejarah melalui Implementasi TIMGRAVID di Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung Nungki Selviandro; Angel Metanosa Afinda; Iga Narendra Pramawijaya; Nur Ghaniaviyanto Ramadhan; Adiwijaya; Indah Novitasari Dwi Saputro; Bayu Satrio Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2568

Abstract

Yayasan Sajarah Timbanganten Bandung merupakan pengelola kawasan pemakaman bersejarah yang memiliki nilai budaya dan historis bagi masyarakat Kota Bandung. Namun, proses administrasi pemakaman masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai kendala, seperti kesulitan pengelolaan data, monitoring makam, pencatatan pembayaran, dan penyediaan informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan TIMGRAVID (Timbanganten Grave Digital Information), yaitu sistem informasi manajemen pemakaman berbasis web untuk mendukung digitalisasi tata kelola dan peningkatan kualitas layanan yayasan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dan User-Centered Design (UCD) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pengembangan sistem, implementasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan pengelolaan data jenazah, data penanggung jawab, relasi keluarga, pengelolaan blok makam, administrasi pembayaran, monitoring masa berlaku hak penggunaan makam, serta penyediaan informasi publik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa TIMGRAVID mampu meningkatkan efektivitas administrasi, mempermudah pencarian data, meningkatkan transparansi pengelolaan pembayaran, serta mendukung monitoring status makam secara lebih terstruktur. Hasil evaluasi dari sembilan responden menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang tinggi, dengan nilai 4,89 untuk kesesuaian materi, 4,44 untuk waktu pelaksanaan, 4,78 untuk kejelasan materi, 5,00 untuk pelayanan tim pelaksana, dan 5,00 untuk keberlanjutan program, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,82. Selain mendukung pengelolaan administrasi, sistem juga berkontribusi terhadap pelestarian digital data sejarah dan genealogis pada kawasan pemakaman bersejarah Timbanganten Bandung.
Penguatan Kapasitas Caregiver Indonesia dalam Pelayanan Geriatri Internasional melalui Program Cross-Cultural Training Nur Arifah Astri; Dianis Wulan Sari; Neisya Pratiwindya Sudarsiwi; Woro Mustika Weni; Rizki Fitryasari P.K.; Elida Ulfiana; Santi Martini; Joni Haryanto; Ah. Yusuf S.
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2569

Abstract

The growing demand for long-term care in Japan has opened wider opportunities for Indonesian caregivers and nurses to work in geriatric care services. However, working in a cross-cultural care setting requires more than technical caregiving skills. This article aims to explore the experiences of Indonesian caregivers working in older adult’s care facilities in Japan as a basis for identifying preparation needs for future Indonesian caregivers. This article used a qualitative descriptive approach through semi-structured interviews with four Indonesian caregivers who had direct experience in caring for older adults in Japan. The interview data were transcribed and analyzed thematically. The findings identified four main themes: readiness in Japanese language communication and workplace cultural adaptation; understanding of the kaigo role and basic older adults care skills; preparedness in dementia care, ethics, documentation, and patient safety; and mental resilience, social support, and career development. The findings indicate that prospective Indonesian caregivers need realistic preparation before departure, including practical Japanese for geriatric care, understanding of daily caregiving roles, dementia care, ethical awareness, incident reporting, and support from experienced caregivers. These findings can serve as an initial basis for developing cross-cultural geriatric care training for Indonesian caregivers. Keywords: caregiver, cross-cultural care, older adults care, Indonesian workers   ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan layanan perawatan jangka panjang di Jepang membuka peluang bagi caregiver dan perawat Indonesia untuk bekerja dalam layanan perawatan lansia. Namun, bekerja dalam konteks geriatri lintas budaya tidak hanya membutuhkan keterampilan merawat, tetapi juga kesiapan bahasa, budaya, etika, dan mental. Artikel ini bertujuan untuk menggali pengalaman caregiver Indonesia yang bekerja dalam layanan perawatan lansia di Jepang sebagai dasar pemetaan kebutuhan persiapan calon caregiver Indonesia. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat caregiver Indonesia yang memiliki pengalaman langsung merawat lansia di Jepang. Data wawancara ditranskripsikan dan dianalisis secara tematik. Hasil wawancara menunjukkan empat tema utama, yaitu kesiapan komunikasi bahasa Jepang dan adaptasi budaya kerja; pemahaman peran kaigo dan keterampilan dasar perawatan lansia; kesiapan menghadapi demensia, etika, dokumentasi, dan keselamatan pasien; serta ketahanan mental, dukungan sosial, dan pengembangan karier. Temuan ini menunjukkan bahwa calon caregiver Indonesia membutuhkan pembekalan yang lebih realistis sebelum keberangkatan, terutama terkait bahasa Jepang praktis, gambaran kerja kaigo, perawatan demensia, etika, pelaporan insiden, dan dukungan dari caregiver berpengalaman. Kata kunci: caregiver, Jepang, layanan lansia, perawatan lintas budaya, tenaga kerja Indonesia
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Peningkatan Kesehatan Lansia Hipertensi Cipto Cipto; Siswoko Siswoko; Ajeng Titah Normawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2573

Abstract

Hypertension is a major health problem in the elderly, putting them at risk of stroke, heart disease, and other cardiovascular complications. The role of Posyandu Lansia cadres is crucial in supporting promotive and preventive efforts, but their skills in health education, blood pressure monitoring, and mentoring the elderly still need to be improved. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in managing hypertension in the elderly at the Posyandu Lansia in Gempolrejo Village, Tunjungan District, Blora Regency. The methods used included counseling, training in blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, health communication training, education on preventing hypertension complications, and evaluation through pre- and post-tests. The activity was attended by 15 health cadres. The results showed an increase in cadre knowledge, marked by an increase in the average score from 62.3±8.7 in the pre-test to 87.7±6.5 in the post-test, an increase of 25.4 points or 40.8%. In addition, the proportion of cadres with good knowledge increased from 20.0% to 86.7%. This activity effectively increased the capacity of cadres in health education, blood pressure monitoring, and mentoring elderly people with hypertension. Empowering Posyandu (Lansia Integrated Health Post) cadres can be a sustainable strategy for improving the health of elderly people with hypertension in the community. Keywords: health cadres, hypertension, elderly, Posyandu
Penyuluhan Peran Advokat: dalam Pendampingan Hukum Perkara Pidana Kuhap 2025 pada Lembaga Bantuan Hukum Refi Meidiantama; Rinaldy Amrullah; Rini Fathonah; Budi Rizki; Sri Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The enactment of Law Number 20 of 2025 concerning the Criminal Procedure Code (KUHAP 2025) marks a paradigm shift in Indonesia's criminal justice system, particularly regarding the role of advocates in criminal case assistance. This community service activity aims to disseminate an understanding of advocates' roles under KUHAP 2025 to legal aid institutions and law students in Bandar Lampung. The method employed combines interactive lectures, case study discussions, and question-and-answer sessions. The activity was attended by legal aid practitioners, advocates, and law students. The results indicate a significant increase in participants' understanding of advocates' new procedural rights, including mandatory accompaniment during investigation, the right to object to coercive questioning, access to examination records (BAP), strengthened pre-trial mechanisms, and the newly introduced plea bargaining procedure. This activity demonstrates that KUHAP 2025 repositions advocates from passive companions into active procedural actors and central pillars of balance of power in the criminal justice system, although effective implementation still requires structural strengthening and awareness among legal practitioners. Pengesahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP 2025) menandai pergeseran paradigma dalam sistem peradilan pidana Indonesia, khususnya mengenai peran advokat dalam pendampingan hukum perkara pidana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyebarluaskan pemahaman mengenai peran advokat berdasarkan KUHAP 2025 kepada lembaga bantuan hukum dan mahasiswa hukum di Bandar Lampung. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi studi kasus, dan sesi tanya jawab. Kegiatan dihadiri oleh praktisi bantuan hukum, advokat, dan mahasiswa hukum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai hak-hak prosedural advokat yang baru, meliputi pendampingan wajib sejak tahap penyidikan, hak menyatakan keberatan atas pertanyaan intimidatif, akses terhadap berita acara pemeriksaan (BAP), penguatan mekanisme praperadilan, serta prosedur pengakuan bersalah (plea bargaining) yang baru diperkenalkan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa KUHAP 2025 menempatkan kembali advokat dari pendamping pasif menjadi aktor prosedural aktif dan pilar utama keseimbangan kekuasaan dalam sistem peradilan pidana, meskipun implementasi efektifnya masih membutuhkan penguatan struktural dan kesadaran di kalangan praktisi hukum
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Al Islam Kudus Maria Ulfa; Dhinda Putria Maulidha; Erliana Pristianti; Tasya Eflina Alegra
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2602

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, kognitif, dan sosial, termasuk kematangan organ reproduksi. Pada fase ini, remaja mulai membangun identitas diri, meningkatkan interaksi sosial, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan reproduksi. Kehamilan pada usia di bawah 19 tahun berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, kelahiran prematur, serta meningkatkan risiko stunting pada anak. Di Kabupaten Kudus, kasus pernikahan dini masih menjadi perhatian. Data Pengadilan Agama Kabupaten Kudus menunjukkan terdapat 198 permohonan dispensasi nikah pada tahun 2024 dan 133 permohonan pada tahun 2025, yang sebagian besar disebabkan oleh kehamilan di luar nikah dengan usia pemohon didominasi 17–18 tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pengisian pre-test dan post-test, diskusi, serta tanya jawab. Kegiatan diikuti oleh 68 siswa dan siswi SMK Al Islam Kudus. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test. Dengan demikian, edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja dan dapat menjadi salah satu strategi preventif untuk menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja. Kata kunci : kesehatan reproduksi, pernikahan dini, remaja
Digitalisasi Agribisnis dan Social-Entrepreneurship Jamur Crispy Berbasis IoT melalui MycoGrow untuk Penguatan Usaha Kelompok Tani Nagari Taram Anip Febtriko; Yandri; Tri Rahayuningsih Shasha
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2630

Abstract

The Oyster Mushroom Farmer Group in Nagari Taram, Harau District, Lima Puluh Kota Regency, has significant potential for developing oyster mushroom cultivation as a high-value agricultural commodity. However, cultivation practices and business management are still carried out using conventional methods, particularly in monitoring the temperature and humidity of mushroom growing houses, recording production data, and marketing products, which remains limited to local markets. These conditions have resulted in unstable production, a high baglog failure rate, low operational efficiency, and suboptimal business competitiveness. This community engagement program aims to enhance productivity and strengthen the farmer group's business through MycoGrow, an Internet of Things (IoT)-based digital cultivation and agribusiness model for oyster mushrooms. The proposed solutions include implementing a real-time environmental monitoring system using IoT sensors, digitalizing production records and business management through a dedicated application, and strengthening digital marketing via social media, online marketplaces, and product branding strategies. The implementation method consists of partner needs assessment, program socialization, technical training, technology deployment, mentoring, monitoring, evaluation, and the development of a sustainability strategy. The expected outcomes include improved cultivation stability and productivity, reduced baglog failure rates, comprehensive digitalization of business records, enhanced capacity of farmer group members in data-driven business management, and expanded market reach through digital platforms.
Pendampingan Penyusunan Dokumen Usulan Jabatan Fungsional Pertama Bagi Dosen Tetap Sekolah Tinggi Teknologi Bontang Zaini Zaini; Hardianto; Lapu Tombil Layuk; Fiky Anggara; Ilham Maridi; Inas Umniyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2642

Abstract

Functional academic positions play an essential role in lecturers' academic career development and contribute to improving the quality of higher education institutions. However, limited understanding of the applicable regulations, the preparation of the Credit Score Proposal List (DUPAK), the classification of evidence related to the Tri Dharma of Higher Education, and administrative document requirements remain major challenges in the submission process. To address these issues, a participatory mentoring approach was implemented through five stages: needs identification, socialization, document preparation assistance, document review and verification, and evaluation. The mentoring program was designed to enhance lecturers' understanding and competence in preparing proposal documents in accordance with the applicable regulations, thereby improving their readiness to apply for their first functional academic position. The success of the program was evaluated based on improvements in participants' understanding, their ability to prepare proposal documents, and the completeness of the required submission documents. The program successfully improved participants' understanding of academic promotion regulations, submission procedures, the preparation of the Credit Point Proposal (DUPAK), and credit point calculation. All participants (100%) demonstrated a clear understanding of the promotion process, while three lecturers (50%) successfully completed their first academic promotion application for the Assistant Professor rank. The remaining three participants were unable to submit their applications due to the unavailability of the second-semester Lecturer Workload Report (BKD) for the 2025/2026 academic year, which is a mandatory administrative requirement. Overall, the program enhanced lecturers' readiness to apply for their first academic rank and contributed to strengthening academic career development at Sekolah Tinggi Teknologi Bontang.
Implementasi Rocket Stove Berbasis Participatory Action Research dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Widoro Muhammad Fatah; Ida Malika Indi Indi; Sania Yulia Rahma Sania; Jasmine Imanillah Kamiliyah Jasmine; Andini Dwi Savitri Andini
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2648

Abstract

Household waste management in Widoro Village, Krejengan District, Probolinggo Regency is still predominantly carried out through open burning practices, which contribute to environmental pollution and pose potential risks to public health. This community service study aimed to implement Rocket Stove technology as a community-based alternative for household waste management using the Participatory Action Research (PAR) approach to improve environmental health. The study employed the five stages of PAR, namely to know, to understand, to plan, to act, and to change, through participatory observation, group discussions, program planning, Rocket Stove construction, technical assistance, demonstrations, and joint evaluation involving the local community and village government. The results indicate that the PAR approach successfully enhanced community participation throughout all stages of the program, from problem identification to implementation and evaluation. The construction and demonstration of the Rocket Stove provided a more controlled waste-burning alternative compared to conventional open burning while improving community knowledge, skills, and awareness of environmentally friendly waste management practices. Furthermore, the active involvement of the village government and local residents reflected a shared commitment to sustaining the program. In conclusion, the integration of Rocket Stove technology with the PAR approach contributes to a community empowerment model that supports sustainable community-based waste management and has the potential to be replicated in other areas facing similar environmental challenges. Keywords : Community empowerment, environmental health, Participatory Action Research (PAR); Rocket Stove; waste management. ABSTRAK Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo masih didominasi oleh praktik pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan teknologi Rocket Stove sebagai alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk meningkatkan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan PAR, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change, yang dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara, diskusi kelompok, penyelarasan program, pembangunan Rocket Stove, pendampingan, serta evaluasi bersama masyarakat dan pemerintah desa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan PAR mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan program, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi dan evaluasi kegiatan. Pembangunan dan demonstrasi penggunaan Rocket Stove memberikan alternatif pengelolaan sampah yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka, sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pelaksanaan menunjukkan terbentuknya komitmen bersama terhadap keberlanjutan program. Dengan demikian, integrasi teknologi Rocket Stove dan pendekatan PAR berkontribusi dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas serta berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik permasalahan yang serupa. Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Participatory Action Research (PAR); Pengelolaan Sampah; Pemberdayaan Masyarakat; Rocket Stove.
Model Desentralisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Sekolah: Memangkas Rantai Pasok dan Mencegah Penyelewengan Cahyo Wibowo; Muhammad Muryanto; Saeful Rofi Romadhon
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2671

Abstract

The Free Nutritious Meals Program (MBG), launched in January 2025, is one of the national priority programs with a budget of Rp223 trillion in 2026. However, its centralized implementation through the Nutrition Fulfilment Service Units (SPPG) faces various serious systemic problems. By the end of 2025, there were more than 20,000 reported cases of food poisoning, two fatalities, as well as chronic distribution delays, substandard nutritional quality, targeting inaccuracies, and corrupt practices involving non-essential actors. This article aims to formulate a school-based MBG decentralization model with three main pillars: (1) the phased elimination of all SPPGs, (2) the direct disbursement of funds from the National Nutrition Agency (BGN) to schools without intermediaries, and (3) a ban on the involvement of non-essential institutions in the distribution chain. The methods used include a projected case study with comparative policy analysis and a systematic literature review of 30 indexed journals from the past 10 years. The proposed model channels funds directly from the BGN to school accounts; preparation, cooking, and distribution are carried out on school premises with the rotating involvement of parents; raw material suppliers are selected from local farmers/vendors through a rotation system; monitoring is conducted by both the school committee and parents; and meal portions are adjusted according to the actual number of students present. This model recommends the phased discontinuation of the SPPG over a 6-month period, as well as the closure of the entire distribution chain involving non-essential actors. The main recommendation is a limited pilot program in 20–30 non-urban schools as the basis for reforming the national MBG governance system
Implementasi Penerapan Stik Walking Tandem Pada Lanjut Usia Dengan Depresi Hartati; Handoyo; Herry Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2618

Abstract

Depresi pada lanjut usia (lansia) sering kali disertai dengan penurunan fungsi kognitif dan motorik yang meningkatkan risiko jatuh dan mempengaruhi kemampuan melakukan aktifitas harian di rumah. Intervensi non-farmakologis melalui aktivitas fisik yang terukur sangat diperlukan untuk mempertahankan kemandiriannya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan keseimbangan dinamis lansia melalui implementasi penggunaan stik walking tandem. Pengabdian dilakukan dengan metode demonstrasi dan pendampingan latihan fisik menggunakan stik walking tandem sebagai pendukung aktifitas jalan dan beraktifitas. Pendampingan latihan fisik jalan tandem dilakukan oleh kader kesehatan posyandu Kelurahan Mersi dn mereka juga melakukan pengukuran tingkat depresi sebelum dan sesudah latihan dengan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) dan observasi kemampuan mobilisasi. Hasil: Terdapat penurunan rata-rata skor depresi yang signifikan serta peningkatan stabilitas gaya berjalan pada peserta. Lansia melaporkan merasa lebih aman saat bergerak dan lebih bersemangat dalam berinteraksi sosial selama sesi latihan. Sehingga, penerapan stik walking tandem ini efektif dalam menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kemandirian fisik lansia. Disarankan bagi pengelola panti atau komunitas lansia di masyarakat untuk mengadopsi metode ini sebagai rutinitas rehabilitatif yang aman.