cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 233 Documents
PEMBENTUKAN DAN PEMBERDAYAAN KADER KAMPUNG TRADISIONAL KOMPLEMENTER DALAM PEMANFAATAN TOGA DI DESA KAMPUNG DELIMA TAHUN 2023 Susanti, Eva; Sari, Wenny Indah Purnama Eka; Kurniyati, Kurniyati
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1497

Abstract

Tujuan Strategis pembangunan kesehatan satunya adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup, pencegahan penyakit dan  peningkatan sumber daya kesehatan. Upaya pemberdayaan Masyarakat salah satunya dengan melibatkan kader dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Pemanfaatan Tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai obat tradisional menjadi salah satu program pemerintah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk Pembentukan dan pemberdayaan Kader dalam pemanfaatan Toga Di Desa Kampung Delima tahun 2023. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan konsep pembentukan kampung tradisional sehat dan pemberdayaan kader kesehatan. Hasil pengabmas ini yaitu setelah pelatihan tingkat pengetahuan kader (80 %) berada dalam kategori Baik. Hasil pelaksanaan pendampingan Kader dalam  pemanfaatan Toga di Masyarakat disimpulkan  Hampir semua Kader (80%) selalu memberikan himbauan manfaat tanaman keluarga,  hampir semua Kader (80%)  selalu mengajak menanam TOGA, sebagian besar (73%) Kader selalu menjelaskan cara pemanfaatan tanaman obat. Pelatihan yang dilakukan telah mampu meningkatkan pengetahuan kader baik dari sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil ini telah sesuai harapan dari pengabdian Masyarakat. Peningkatan pengetahuan Ini menjadi hal penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pelatihan akan bermanfaat dalam peningkatan pemahamann dan keterampilan kader dalam bidang tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat telah berjalan dengan baik dengan terbentuknya Kader Kampung Tradisional Komplementer dan terlaksananya pelatihan dan pendampingan bagi Kader.
PENGGUNAAN BRAILLE 3G MODIFIKASI AUDIO-TAKTIL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN STATUS KESEHATAN GIGI Widodo, Yufen; Hamid, Abu; Nurhayati, Masayu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1501

Abstract

Media braille dan media audio taktil adalah alat yang sangat efektif untuk mendidik individu tunanetra, dimana menyikat gigi metode fone dan modifikasi bass menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kebersihan mulut anak-anak tunanetra ketika diajar menggunakan media audio taktil. Metode braille ini digunakan secara luas untuk memberikan pendidikan kepada individu tunanetra.Teknik inovatif yang dikenal sebagai teknik audio taktil diperkenalkan untuk mengajarkan teknik menggosok gigi metode fones pada remaja tunanetra, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan status kesehatan gigi pada masyarakat tunanetra. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Pretest dan Posttest. Sasaran pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang yang memiliki keterbatasan pengelihatan (tunanetra). Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan penilaian skor plak. Hasil penerapan media Braille dan Audio didapatkan pengetahuan masyarakat Panti Pijat Tunanetra Pertuni Jaya Kota Palembang sebanyak 30 orang adalah Baik. Peningkatan status kesehatan gigi setelah dilakukan penyuluhan dengan rata-rata skor plak sebesar 0,90 dengan kriteria baik dan persentase skor plak masyarakat panti pijat tunanetra  sebesar 93 % dengan kriteria baik. Hasil tersebut disimpulkan bahwa Media Braille dan Audio Taktil dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan plak gigi pada masyarakat Panti Pijat Pertuni Jaya.
UPAYA MENURUNKAN KEJADIAN ANEMIA MELALUI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA Agustina, Ayuda Nia; Dewi, Siti Utami; Rahayu, Hemma Siti; Mahardika, Putri
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1513

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Dampak anemia pada remaja antara lain dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit, menurunkan aktivitas remaja, prestasi belajar serta menurunkan kebugaran remaja. Disamping itu, anemia yang terjadi pada remaja putri merupakan resiko terjadinya gangguan fungsi fisik dan mental. Tujuan dari pengabdian masyrakat ini adalah meningkatkan kesadaran siswi tentang anemia pada remaja. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan melakukan skrining kesehatan, konseling dan pemberian suplemen Fe. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berdasarkan skrining pemeriksaan Hb terdapat 60% siswi remaja SMPN 226 mengalami anemia. Pentingnya pemeriksaan Hb sebagai deteksi dini terhadap adanya gejala anemia secara umum. Remaja putri memiliki fase menstruasi tiap satu bulan dan ditambah pertumbuhannya yang pesat, maka dibutuhkan asupan zat gizi kuat dan seimbang. Kesimpulannya bahwa kegiatan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dilaksanakan secara rutin dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan baru, serta menurunkan angka kejadian masalah kesehatan pada remaja.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN KESEHATAN PERSIAPAN PUBERTAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Suryati, Suryati; Rahmawaty, Elsye; Hasnani, Fenti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1514

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan remaja terjadi secara alami, baik fisik, mental           dan kematangan organ reproduksi. Remaja merupakan tahapan dimana perubahan periode dari anak-anak menjadi dewasa dengan adanya perubahan pada fisik, psikis dan sosial. Usia paling awal dimulainya pubertas adalah pada usia 10-15 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun, namun untuk anak perempuan biasanya terjadi percepatan yaitu di usia 9 tahun sudah mengalami pubertas, tetapi percepatan tersebut sering tidak diimbangi dengan percepatan perkembangan psikologis, termasuk mental dan emosional. Pentingnya pendidikan kesehatan persiapan pubertas. Tanda utama pubertas pada anak laki-laki adalah mimpi basah, perubahan suara yang disertai dengan tonjolan kerongkongan (Adam’s apple), perubahan panjang penis, dan tumbuhnya rambut kemaluan., sedangkan pada anak perempuan adalah menarche (menstruasi pertama kali), pertumbuhan payudara, tumbuhnya rambut di daerah kemaluan. Pentingnya Pendidikan Kesehatan persiapan pubertas pada siswa dan siswi diperlukan agar anak memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana menjaga organ-organ reproduksi, serta menanamkan nilai-nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Tetapi seringkali anak merespon pubertas dengan negatif seperti rasa malu, cemas, takut, dan sedih sehingga diperlukan edukasi pada remaja awal dalam persiapan menghadapi pubertas. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah SDN 01 Pondok Labu Jakarta Selatan. Metode pengabdian masyarakat adalah ceramah dan tanya jawab penyuluhan persiapan menarche. Kesimpulan dari hasil pengabdian kepeda masyarakat ini adalah pentingnya pendidikan kesehatan diberikan kepada remaja prapubertas seperti siswi sekolah dasar, karena dengan adanya pendidikan kesehatan melalui jalur sekolah dapat merubah pengetahuan siswi kepada yang lebih baik terutama pada siswi SD dalam persiapan pubertas dan menghadapi menarche.
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI TENTANG CARA MENYIKAT GIGI PADA ANAK STUNTING Nubatonis, Melkisedek O.; Obi, Applonia Leu; Ngadilah, Christina; Wali, Agustinus
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1527

Abstract

Anak stunting adalah anak yang terhambat pertumbuhan fisiknya karena masalah gizi dan pengasuhan yang kurang. Stunting pada balita akan berdampak buruk jika tidak ditanggulangi segera. Asupan gizi yang diterima tubuh anak sangat penting diperhatikan dan peran orang tua asuh dapat membimbing dan mengawasi anaknya agar kesehatan gigi dapat terjaga. Sehingga mencegah risiko kerusakan gigi dengan rajin menyikat gigi. Melalui pemberian edukasi mengenai perawatan gigi yang benar kepada orang tua asuh anak stunting sangatlah tepat. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua asuh tentang cara menyikat gigi pada anak stunting di Kelurahan Liliba Kota Kupang. Metode pelaksanaan pengabdian dengan teknik penyuluhan langsung pada ibu beranak stunting dan pemberian makanan tambahan selama 90 hari. Berdasarkan hasil penyuluhan yang diberikan saat pengabdian, ibu secara umum memahami tentang cara menyikat gigi pada anak stunting dan berkomitmen lebih baik lagi dalam mendampingi anak ketika menyikat gigi. Serta pendampingan yang diberikan selama 4 kali, pertama sebelum diintervensi, kedua pemberian makanan tambahan selama 30 hari, dilanjutkan ketiga 60 hari dan keempat 90 hari.Tim memantau dan mengevaluasi perkembangan kedua anak asuhnya terdapat peningkatan berat badan, tinggi badan serta lingkar lengan atas. Kesimpulan : terjadi perubahan berat badan anak serta ibu memahami cara menjaga  kesehatan gigi anaknya.
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA CIAMIS KABUPATEN LAMPUNG UTARA Apryani, Heni; Taufiq, Ihsan; Sono, Sono; Metri, Deni; Primadilla, Hasti; Kadarusman, Haris; Hasan, Amrul; Sutopo, Agus
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1528

Abstract

Penyakit Tidak Menular menjadi masalah kesehatan yang berpengaruh tidak saja pada aspek pembiayaan kesehatan, namun juga mengganggu produktivitas.  Prevalensi penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus terus meningkat di dunia, termasuk di Indonesia. Desa Ciamis, terletak di kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, merupakan salah satu desa di wilayah kerja Negara Ratu.  Berdasarkan profil Puskesmas Negara Ratu tahun 2019 prevalensi penyakit tidak menular masuk ke dalam 10 macam penyakit tertinggi, dimana Hypertensi menempati urutan 5 sedangkan Diabetes Mellitus pada urutan ke 10. Peran aktif Kader Posbindu menjadi sangat penting dalam pengendalian Hipertensi dan DM. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Posbindu dalam pengendalian Hipertensi dan DM. Metode pelaksanaan melalui Pelatihan Kader Posbindu di Desa Ciamis, Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Tengah. Hasil dan Simpulan menunjukkan bahwa 100% Kader Posbindu memiliki Pengetahuan yang Baik tentang Hipertensi dan DM, dan memiliki ketrampilan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh, Mengukur Tekanan Darah dan Mengukur Kadar Gula Darah secara sederhana.
PENDAMPINGAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS RAGUNAN KECAMATAN PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN Nurulhuda, Uun; Pangastuti, Tri Endah; Miradwiyana, Bara
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1535

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg. Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi peningkatan secara global yaitu orang dewasa yang akan mengidap hipertensi melonjak hingga 29 % pada tahun 2025.  Menurut data Global Burden of Disease pada tahun 2017 bahwa penyakit gagal jantung di seluruh dunia merupakan penyakit dengan nilai penderita tertinggi yaitu sebanyak 64,3 juta. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2018 menunjukkan bahwa banyaknya penderita penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter pada semua umur diperkirakan sebesar 1,5 %, atau sebanyak 1.017.290 orang dan untuk provinsi DKI Jakarta diperkirakan penderita penyakit jantung sebesar 1,9% atau sebanyak 40.210 orang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui program kemitraan masyarakat, yang merupakan teknik atau cara menyelesaikan permasalahan untuk mencapai tujuan program, yaitu melalui pendekatan tiga tahap yakni input, proses, dan output. Hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan pada kegiatan ini mendapatkan data 13 orang lansia (56,5%) yang beresiko hipertensi. Tekanan darah tinggi yang terjadi terus-menerus dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan bisa membuat jantung membesar, merusak pembuluh darah, dan membuat ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Oleh karena itu, keluarga harus memiliki kartu kiendali hipertensi. Hipertensi pada lansia bukanlah kondisi yang harus diterima sebagai bagian dari proses penuaan. Dengan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pemahaman, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat, dapat mengelola serta mencegah komplikasi serius yang mungkin terjadi. Keterlibatan aktif lansia dan dukungan keluarga dalam mengelola dan mencegah hipertensi adalah kunci untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik.
PERCEPATAN PEMENUHAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS UNTUK DAYA UNGKIT PEMBANGUNAN KESEHATAN Husein, Radinal
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1552

Abstract

Keberadaan tenaga kesehatan, dalam Sistem Informasi SDM Kesehatan per Februari 2024 diketahui bahwa masih terdapat 4.699 (46%) Puskesmas yang belum memiliki 9 (sembilan) jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Rendahnya ketersediaan tenaga kesehatan di Puskesmas, khususnya di wilayah timur, tentunya membutuhkan langkah-langkah percepatan dalam pemenuhan tenaga kesehatan di Puskesmas, yaitu dengan pemenuhan tenaga kesehatan melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), redistribusi tenaga kesehatan, pengaturan Surat Izin Praktik (SIP), pemberian insentif tenaga kesehatan, pengembangan karir tenaga kesehatan, kolaborasi lintas program dan lintas sektor (Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, Kementerian/Lembaga, dll), pemenuhan fasilitas kesehatan satu paket dengan pemenuhan tenaga kesehatan.
PENERAPAN PROGRAM “BERANTAS-STUNTING” (BERDAYAKAN KADER ANAK MELALUI TEKNOLOGI APLIKASI TATALAKSANA STUNTING) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KEGIATAN POSYANDU Triana, Komang Yogi; Sukmandari , Ni Made Ari; Lestari , Made Pande Lilik
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1338

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, khususnya bagi anak-anak balita. Anak yang mengalami stunting dikhawatirkan akan mengalami kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Posyandu menjadi wadah bagi para ibu dan balita di Indonesia untuk dapat mengotimalkan kesehatan anak, khususnya balita. Namun, dalam pelaksanaannya kegiatan posyandu cenderung belum mengikuti perkembangan teknologi sehingga beban kerja kader menjadi cukup tinggi yang dapat berdampak pada kualitas layanan posyandu. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu memudahkan pelaksanaan kegiatan posyandu melalui pemberdayaan kader dengan penerapan teknologi aplikasi yaitu AKSI Stunting. Kegiatan pengabdian dilakukan pada tanggal 14-15 Mei 2023 dengan metode pelaksanaan kegiatan diawali dari tahap persiapan, pelaksanaanselama 2 hari (2 tahap), dan evaluasi dari kegiatan. Penggunaan teknologi aplikasi AKSI Stunting menunjukkan dampaknya baik untuk kader mapun peserta posyandu, dimana terjadi peningkatan pengetahuan peserta posyandu dari 33,89 menjadi 83,89 dan memudahkan kinerja para kader posyandu dalam hal pendokumentasian, pelaksanaan edukasi kesehatan, serta meminimalisir kehilangan data
PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MENGGUNAKAN METODE KP-STIPASI (KELOMPOK PENDAMPING STIMULASI PRODUKSI ASI) SEBAGAI INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS KOMUNITAS Aryani, Atik; Suwarni, Anik; Widiyono, Widiyono
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1433

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan terkait pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita yang dapat menimbulkan dampak buruk dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik untuk kesehatan bayi. Air Susu Ibu berperan signifikan dalam pencegahan stunting. Kelancaran ASI oleh ibu pasca melahirkan, selain dipengaruhi oleh asupan nutrisi juga dipengaruhi oleh faktor psikologi dan lingkungan ibu. Pijat oksitosin merupakan bagian dari jalan keluar untuk meningkatkan produksi ASI, sehingga perlu adanya kelompok pendamping yang dapat membantu stimulasi produksi ASI. Metode: Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat meliputi 1) kegiatan penyuluhan kesehatan tentang stunting untuk masyarakat seperti ibu hamil, ibu menyusui dan kader balita, 2) pelatihan bagi kader dalam meningkatkan keterampilan stimulasi produksi asi, 3) pembentukan kelompok pendamping stimulasi produksi asi dan 4) monitoring dan evaluasi pada kelompok pendamping. Hasil : 1) terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat tentang stunting pada anak, 2) terdapat peningkatan nilai pengetahuan dan keterampilan kader setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi produksi asi dan deteksi dini tumbuh kembang anak, 3) Kader aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan pelatihan stimulasi produksi asi berupa keterampilan pijat oksitosin dan breastcare, 4) terbentuk Kelompok Pendamping Stimulasi Produksi ASI yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak baduta. Kesimpulan:kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, masyarakat antusias dan berdampak positif bagi kader sebagai kelompok pendamping dalam meningkatkan keterampilan stimulasi produksi ASI.

Page 11 of 24 | Total Record : 233