cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
EDUKASI PENGOLAHAN PANGAN SEHAT BERBASIS BAHAN ALAM DI SDIT ATHALLA CENDEKIA BOGOR Sari, Intan Permata; Mulatsari, Esti; Pratami, Diah Kartika
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1474

Abstract

Anak sekolah dasar cenderung lebih tertarik untuk membeli jajanan  dengan harga murah, mudah didapat, dan tampilan yang menarik, tanpa memperdulikan kandungan gizi makanan. SDIT Athalla Cendekia berada di lingkungan pemukiman yang dalam kegiatan sehari-hari, banyak penjual jajajan  di sekitar lingkungan sekolah, baik jajanan  dalam kemasan maupun makanan olahan cepat saji yang selalu menarik siswa untuk jajan sepulang sekolah. Seiring perkembangan pengetahuan, pemanfaatan tanaman obat tidak sebatas sebagai obat tradisional melainkan diolah dalam bentuk makanan seperti pudding lidah buaya, minuman segar, permen dan es krim berbahan herbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pengolahan pangan sehat berbasis bahan alam dari usia sekolah. Kegiatan dilakukan tim dosen bersama tenaga kependidikan dan mahasiswa dengan berkoordinasi dengan guru sekolah. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan praktik bersama pengolahan pangan sehat, tahap pelaporan dan Evaluasi. Pangan sehat yang dibuat adalah nugget tempe dan minuman sehat/jamu. Pangan sehat ini dapat menjadi alternatif jajanan bagi siswa dan bisa dipratekkan dalam kehidupan sehari-hari.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEBIDANAN DAN BIDAN TENTANG KESEJAHTERAAN JANIN, GERAKAN JANIN DAN PERDARAHAN PASCASALIN Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Sari, Ade Zayu Cempaka; Nurani, Adinda Meisya Hasna; Susanti, Ari Indra; Nirmala, Sefita Aryuti; Bestari, Astuti Dyah; Sari, Puspa; Didah, Didah; Gumilang, Lani; Mandiri, Ariyati; Handayani, Dini Saraswati; Martini, Neneng; Pramatirta, Akhmad Yogi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1482

Abstract

Pemantauan kesejahteraan janin penting dilakukan selama kehamilan yang bertujuan untuk melihat setiap tahap perkembangan janin. Salah satu parameter untuk menilai kesejahteraan janin melalui gerakan janin. Selain resiko lahir mati penurunan gerakan janin juga berhubungan dengan kejadian prematur dan pertumbuhan janin terhambat. Selain itu, angka kematian ibu yang tinggi salah satunya disebabkan oleh perdarahan. Pencegahan perdarahan pasca salin dapat dilakukan dengan mengenali  tanda-tanda awal perdarahan pasca salin, dan untuk menggunakan farmakologis, mekanik dan metode bedah perdarahan pasca salin, sesuai dengan faktor penyebabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kebidanan dan bidan tentang kesejahteraan janin, gerakan janin, dan perdarahan pascasalin. Metode yang digunakan dengan melaksanakan simposium dan workshop. Hasil kegiatan simposium dan workshop dilaksanakan 1 hari diikuti oleh 113 peserta. Dari hasil evaluasi pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dari 100 peserta sebesar 24,07 dari rata-rata awal pada saat pretest 56,3 % meningkat menjadi 81% saat posttest dengan p-value=0,000.  Kegiatan serupa dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas calon bidan dan bidan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal untuk masyarakat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN UBI JALAR UNTUK MENCEGAH ANEMIA Wijayanti, Ika; Wardhani, Yeni; Warkawani, Elsa Monalisa
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1524

Abstract

Anemia dalam kehamilan diketahui sebagai bahaya potensial bagi ibu dan anak. Ibu hamil yang menderita anemia beresiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, BBLR, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Dampak terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang anemia menyebabkan bayi lahir dengan persediaan zat besi yang sangat sedikit didalam tubuhnya sehingga beresiko mengalami anemia pada usia dini, yang dapat mengakibatkan gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan anemia dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara farmakologis dan non farmakologis. Cara farmakologis yaitu dengan pemberian tablet SF 1x1/hari. Sedangkan cara non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obat herbal atau tumbuhan, seperti sayur bayam merah, kacang-kacangan, buah beta vulgaris L (bit), kurma serta ubi jalar. Ubi jalar mengandung 4 mg zat besi dalam 100 gr, sehingga ubi jalar dapat dikonsumsi ibu hamil untuk meningkatkan kadar haemoglobin dalam sel darah merah, mencegah dan mengobati anemia karena kaya akan zat besi. Tujuan : Peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan pemanfaatan ubi jalar untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Metode: Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan peningkatan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat konsumsi ubi jalar untuk mencegah anemia dalam kehamilan, pemeriksaan HB serta pemberian ubi jalar kepada ibu hamil. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan penyuluhan kesehatan pre dan post test dengan p-value 0,000. Terdapat peningkatan Hb dengan rata-rata 0,4 gr/dl setelah diberikan intervensi mengkonsumsi ubi jalar selama 7 hari. Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada ibu hamil dan pemanfaatan ibu jalar terhadap peningkatan haemoglobin pada ibu hamil anemia. Terdapat  peningkatan kadar Hb pada ibu hamil setelah konsumsi ubi jalar selama 7 hari.
PELATIHAN KADER PKK MILENIAL DALAM UPAYA PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG Meilani, Niken; Setiyawati, Nanik; Sutejo, Sutejo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1533

Abstract

Perkawinan dini atau perkawinan anak adalah perkawinan yang dilakukan dibawah usia 19 tahun. Sebagian besar pernikahan usia muda disebabkan karena kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan pada remaja dapat menyebabkan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan ketidaksiapan fisik, mental maupun sosial. Rendahnya pengetahuan remaja merupakan salah satu faktor penyebabnya. Oleh karena itu diperlukan edukasi melalui posyandu remaja dalam mengembangkan peran kader PKK dalam pemberdayaan masyarakat. Metode pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan pemberian informasi dan pendampingan kader  PKK milenial melalui kegiatan ceramah, brain storming dan pemutaran video tentang pendewasaan usia perkawinan. Jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri 2 kader PKK milenial dari 15 desa yang ada di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Hasil pengetahuan dengan uji Wilcoxon ada perbedaan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan pendewasaan usia pernikahan p=0.001 (p<0.005). simpulan ada pengaruh dari pelatihan pendewasaan usia pernikahan terhadap pengetahuan kader PKK milenial. Kegiatan ini diharapkan didiseminasikan kepada remaja di seluruh desa yang ada di Kecamatan Sawangan Kabupan Magelang menurunkan angka perkawinan remaja
PENYULUHAN DAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT DIABETES MELITUS DAN DIARE AKUT PADA ANAK DI RSUD KABUPATEN TANGERANG Ayuningtyas, Nurista Dida; Rosa, Dela; Pramitaningastuti, Anastasia Setyopuspito; Hartanti, Yesiska Kristina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1534

Abstract

Penyuluhan kesehatan dan pemberian informasi obat (PIO) merupakan peran dari tenaga kesehatan khususnya apoteker. Penyakit DM dan diare akut pada anak merupakan penyakit yang banyak terjadi. Apoteker memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat salah satunya dalam penanganan terapi DM dan diare. Tim Pengabdi merupakan dosen dan apoteker yang memiliki peran dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam bidang pendidikan maupun kesehatan. Tujuan dilakukannya kegiatan PkM yaitu Tim Pengabdi ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan kegiatan penyuluhan dan PIO pasien DM dan diare akut pada anak di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PkM yaitu observasi lahan PkM, pembuatan materi, penyuluhan dan PIO, dan evaluasi kegiatan PkM. Hasil yang diperoleh peserta yang mengikuti kegiatan 66 orang, peserta aktif bertanya kepada Tim Pengabdi, dan berdasarkan hasil angket kepuasan peserta sangat puas dengan penyampaian materi dan sikap ramah Tim Pengabdi. Kegiatan PkM mengenai PIO perlu secara konsisten dilakukan dengan topik yang lebih lainnya.
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KOMUNITAS NELAYAN PESISIR Rosyanti, Lilin; Hadi, Indriono; Akhmad, Akhmad; Taamu, Taamu; Imanuddin, Imanuddin
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1567

Abstract

Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial di wilayah mereka. Di antara komunitas ini, nelayan merupakan kelompok pekerjaan yang sangat rentan terhadap penyakit tidak menular (PTM) karena karakteristik spesifik mereka. Secara umum, masyarakat pesisir mungkin tidak menyadari peningkatan risiko yang mereka alami, termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, peningkatan gula darah, dan peningkatan kadar asam urat. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini dan meningkatkan kesehatan masyarakat, terdapat kebutuhan penting untuk inisiatif skrining PTM dan pemeriksaan kesehatan rutin yang disesuaikan dengan komunitas nelayan pesisir. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk melakukan pemeriksaan PTM pada komunitas nelayan pesisir. Pendekatan pengabdian masyarakat ini mencakup strategi persuasif, edukatif, dan intervensional. Dimulai dengan pemberian materi informasi tentang PTM kepada masyarakat pesisir, dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining PTM secara komprehensif. Data demografi yang dikumpulkan selama pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kelompok usia yang paling terkena dampak adalah antara 41 hingga 50 tahun, dengan mayoritas lulusan sekolah menengah pertama dan bekerja sebagai nelayan atau saat ini menganggur. Hasil pemeriksaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, termasuk peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, peningkatan kadar kolesterol yang menunjukkan risiko penyakit kardiovaskular, peningkatan kadar gula darah yang menunjukkan risiko diabetes melitus, dan peningkatan kadar asam urat. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisir yang kurang memiliki akses mudah terhadap layanan kesehatan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan strategi pencegahan, skrining, dan mitigasi untuk meningkatkan kesadaran dan memerangi meningkatnya prevalensi PTM di wilayah pesisir.
SKRINNING KEJADIAN LUKA AKIBAT BULLYING FISIK PADA ANAK SEKOLAH DASAR Octavia, Dian; Merdekawati, Diah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1587

Abstract

Bullying fisik merupakan bentuk perilaku perundungan yang sering terjadi yaitu yang ditandai dengan tindakan kekerasan pada fisik seseorang, seperti memukul, menggigit, menjambak, menendang, mendorong, mengambil barang milik temannya secara paksa, mencubit, atau bahkan mencakar, hal ini merupakan delapan identifikasi tindakan perundungan fisik yang ditemui pada siswa sekolah dasar. Permasalahan: Kejadian bullying di  di SD N 207/IV di Kota Jambi dilaporkan namun hanya ditegur dan diberi hukuman yang ringan, belum adanya skrining berkala terkait luka akibat bullying fisik di SD N 207/IV Kota Jambi. Solusinya yaitu diperlukan adanya screening luka akibat bullying fisik baik dari pelaku atau pun korban untuk mendeteksi perilaku bullying pada anak SD secara objective di SD N IV Kota Jambi. Metode yang digunakan Survey analitik deskriptive quatitative dengan memberikan kuesioner kepada anak SD kelas 1 yang didampingi gurunya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan klien dalam melakukan deteksi screening luka akibat bullying fisik. Adapun kuesioner yang digunakan yaitu screening luka akibat bullying, screening pelaku bullying dan korban.  Hasilnya ditemukan Pelaku sebagian besar 60% memukul dan 58% mendorong. Jumalah luka yang ditemukan hanya 8%. Anak yang menjadi korban bullying 40% berfisik kecil dan lemah. Lokasi luka yang sering ditemukan di kaki 2%. Kegiatan pengabdian ini menemukan anak yang menjadi korban bullying adalah anak yang memiliki fisik kecil dan lemah. Pelaku bullying fisik cendrung memukul dan mendorong. Hal ini bertentangan dengan UU perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014. Kesimpulannya adalah layanan pengaduan untuk anak yang menjadi korban akibat bullying fisik ada namun siswa tidak berani melaporkan ke guru  di sekolah. Perlu adanya screening berkala agar bisa terdeteksi
PENERAPAN MODIFIKASI IREINE’S EDUCATION MODEL SEBAGAI SARANA PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN GIGI ANAK PRA SEKOLAH Wiyatini, Tri; Supriyana, Supriyana; Utami, Wahyu Jati Dyah; Saadah, Khasiah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1603

Abstract

Upaya untuk merubah perilaku adalah melalui pendidikan kesehatan dengan metode pelatihan. Pelatihan berperan untuk  membekali setiap orang agar lebih kreatif, efektif dan efisiensi dalam       melakukan suatu kegiatan sehingga sesuai dengan tujuan dari program yang telah ditetapkan.  Sarana pelatihan kader yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Modifikasi Ireine’s Education Model dengan melibatkan peran kader posyandu. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader Posyandu dalam melakukan penyuluhan menggunakan metode ireine’s education model. Metode pengabdian ini meliputi presentasi, diskusi, praktik, dan pendampingan. Indikator keberhasilan dari pengabdian ini adalah pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan,  dengan jumlah sampel 25 kader posyandu yang dilaksanakan di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan kader tentang penyuluhan dalam kegiatan pengabmas pelatihan metode Ireine’s Education Model didapatkan nilai rata rata pengetahuan meningkat dari sebelum 4.5 setelah dilakukan pelatihan menjadi 9.5 Hal ini dikarenakan kader mendapatkan informasi baru karena adanya stimulus berupa pelatihan yang dilakukan degan metode ceramah dan diskusi, serta praktek atau latihan yang diberikan. Keterampilan kader meningkat dari 4 (16%) menjadi 22 (88%) hal ini karena ketersediaan fasilitas untuk belajar yaitu praktik penyuluhan yang dilaksanakan rutin saat kegiatan posyandu, sehingga memberikan  kesempatan kader untuk  melihat ,mendengar orang lain melakukan keterampilan dan mempraktikan sendiri
EDUKASI KIMIA BERBASIS BAHAN ALAM UNTUK KUALITAS HIDUP DESA TANGGUNGGUNUNG TULUNGAGUNG Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Muadifah, Afidatul; Putri, Amalia Eka; Huda, Choirul; Nurjanah, Mutia Hariani
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1605

Abstract

Kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan sosial yang berkelanjutan. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanggunggunung dengan tujuan meningkatkan budaya hidup sehat dan kualitas hidup melalui edukasi kimia berbasis bahan alam. Pengabdian Masyarakat diawali dengan mencatat tantangan kesehatan masyarakat desa, terutama dalam akses terhadap informasi dan praktik kesehatan yang tepat. Selain itu, minimnya pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam desa juga menjadi perhatian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian melibatkan penyuluhan, pre-test dan post-test menggunakan kuesioner, serta analisis statistik. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah program edukasi, dengan nilai rerata pengetahuan meningkat dari 72,3% menjadi 83,2%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memahami dan menerapkan pengetahuan kimia berbasis bahan alam untuk meningkatkan kualitas hidup. Saran dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut.
EDUKASI PENGENALAN, PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN DIABETES MELLITUS BERBASIS MASYARAKAT Soewito, Bambang; Susmini, Sumini; Juartika, Wella
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1615

Abstract

Diabetes Mellitus masih menjadi penyakit terbanyak ke 2 setelah hipertensi. Pemerintah telah melakukan upaya dalam melakukan peningkatan pengetahuan dan tatalaksana, namun sampai saat ini penderita diabetes mellitus terjadi peningkatan. Pemberian edukasi secara kontinu merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan menyenai pengenalan, pencegahan dan pengelolaan diabetes mellitus berbasis masyarakat, dengan melibatkan 20 orang kader Posyandu di Wilayah Megang Kota Lubuklinggau. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media power point dan juga melakukan edukasi dengan media leflet. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil antara pre-test dan post-test dengan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan  yang signikan setelah pemberian edukasi (pre test dan post test, p = <0,001, 95%).Tingkat pengetahuan yang sebelumnya masuk dalam ketegori “cukup” (82%) meningkat menjadi “Baik” (86,7%) setelah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahawa edukasi dalam pengenalan diabetes ini sangat penting, serta dengan menggunakan media yang inovatif. Kami mengharapkan kegiatan yang dilakukan ini bisa menjadi program yang dapat berlanjut dimasa yang akan datang, sehingga para kader-kader bisa memahami pengenalan, pencegahan dan pengelolaan diabetes mellitus pada masyarakat di Megang Kota Lubuklinggau