cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI PASIEN COVID-19 Widiastuti, Hesti Prawita; Hilda, Hilda; Arsyawina, Arsyawina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1448

Abstract

Pendahuluan: Meningkatkan kasus Covid-19 pada tahun 2020 berdampak pada semua lini kehidupan. Ditahun yang sama WHO mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi. Hal tersebut berdampak pada sesehatan jiwa dan psikososial. Adanya aturan pembatasan sosial dan isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 menyebabkan meningkatnya kecemasan. Oleh karena itu dukungan psikososial sangat diperlukan bagi pasien Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan relawan Covid-19 dalam memberikan dukungan psikososial pada pasien Covid-19 yang diikuti oleh 15 relawan. Metode yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu melakukan kajian situasi, meyusun rencana, persiapan kegiatan dan pelaksanaan.  Intervensi yang diberikan pada relawan yaitu edukasi berupa penyuluhan, diskusi dan simulasi. Untuk mengukur pengetahuan relawan menggunakan kuisioner yang diberikan pre dan post. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi perbedaan pengetahuan relawan sebelum dan sesuah intervensi. Pengetahuan relawan dalam dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada orang sehat dengan p value 0,003 dan bagi pasien covid p value 0,001 serta dukungan sosial pencegahan stigma p value 0,004. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan pada relawan dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Saran: Dukungan psikososial dapat diberikan secara terus menerus kepada orang sehat maupun sakit (OTG, ODP dan PDP) sehingga mampu memulihkan trauma psikologis akibat Covid-19.
IMPLEMENTASI Ki’s Wocus (WOODEN ABACUS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN GIGI ANAK PRASEKOLAH Sofian, Rizki; Ardiyanti, Intan Indri; Rahmah, Afifah Noor; Ijazati, Kholifah Nur; Roziq, Mokhamad Ainu; Kusasi, Edy; Sutomo, Bambang; Supriyana, Supriyana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1450

Abstract

Anak usia prasekolah merupakan salah satu kelompok rentan terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada usia ini, masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai yaitu karies gigi. Hal ini dikarenakan struktur lapisan gigi susu pada anak lebih tipis dibandingkan dengan gigi tetap. Selain itu, konsumsi makanan kariogenik berlebih dan tidak diimbangi dengan keterampilan menggosok gigi yang baik menjadi faktor pendukung terjadinya karies gigi lebih cepat. Untuk mengurangi resiko terjadinya karies gigi lebih parah, maka perlu adanya upaya peningkatan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi melalui program pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan.  Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi siswa KB Nurul Qolbi dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Metode pelaksanaan program melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan siswa, orang tua dan guru KB Nurul Qolbi Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan kegiatan 23-27 Oktober 2023. Media yang digunakan yaitu Ki’s Wocus (wooden abacus) dan loker penyimpanan sikat gigi. Intrumen pengumpulan data: format pemeriksaan, format hygiene index, format wawancara orang tua dan guru. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan siswa, orang tua dan guru dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi, selain itu program menggosok gigi setiap hari disekolah.
EDUKASI SIKAGI PADA ANAK PRASEKOLAH DI WILAYAH PASAR MINGGU, CILANDAK JAKARTA SELATAN Fadjeri, Indrayati; Widiyastuti, Rini; Erwin, Erwin
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1451

Abstract

Edukasi sangat penting diberikan kepada anak usia prasekolah, karena pada usia tersebut anak-anak belum mempunyai pengetahuan yang cukup untuk memelihara kesehatan giginya. Makanan yang manis adalah makanan yang sangat disukai oleh anak prasekolah karena makanan tersebut enak saat dimakan. Tanpa mereka ketahui makanan tersebut dapat menyebabkank karies gigi. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan kariogenik yang dapat merusak gigi, meningkatkan pengetahuan tentang karies dan cara mencegahnya, meningkatkan keterampilan menyikatgigi yang benar dan diketahui status karies gigi pada siswa. Pengabdian dilakukan di sekolah TK/PAUD Tunas Ceria dan Sanggar Fortune yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Minggu. Metode pelaksanaan program kemitraan kepada masyarakat  melalui berbagai tahap, yaitu tahap persiapan dengan melakukan koordinasi dan advokasi dengan berbagai pihak dan mitra juga untuk pengambilan data awal. Tahap pelaksanaan dengan memberikan pre test pengetahuan tentang makanan kariogenik, penyuluhan Kesehatan gigi, post test setelah penyululuhan, menyikat gigi bersama dan pemeriksaan gigi geligi. Tahap evaluasi dengan melakukan evaluasi terhadap hasil pretest dan post test setelah penyuluhan. Tahap evalusi untuk melihat apakah gigi yang berlubang sudah ditambal. Hasilnya adalah terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang makanan kariogenik, karies gigi, sikat gigi yang baik dan meningkatnya keterampilan tentang cara menyikatgigi dengan benar. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang makanan kariogenik, karies gigi juga keterampilan menyikat gigi. Dengan demikian edukasi sangat penting untuk merubah pengetahuan dan keterampilan siswa, sehingga diharapkan hal tersebut akan menetap sampai mereka dewasa. Lebih banyak siswa yang menderita karies dibandingkan yang bebas karies dikarenakan siswa belum mengetahui cara menyikat gigi yang benar.
PELATIHAN ENDORPHIN MESSAGE DAN PEMERIKSAAN TAFSIRAN BERAT JANIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Maidawillis, Maidawillis; Asmaria, Mike; Dewi, Debby Silvia
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1453

Abstract

Nyeri merupakan masalah yang sangat sering terjadi pada kehamilan khususnya pada trimester III kehamilan, seperti nyeri punggung sering terjadi selama kehamilan dengan kejadian yang tercatat berbeda-beda, di negara Inggris diperkirakan 50% dan di Australia sampai mendekati 70%. Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat meningkatkan stress dan perubahan fisiologis yang dratis selama kehamilan. Nyeri dan kecemasan bekerja secara sinergis, yang saling memperburuk satu sama lain. Ibu dengan tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi mungkin melahirkan bayi prematur dengan berat badan rendah dan panjang badan yang lebih pendek dari bayi rata-rata.Mengingat dampak tersebut maka perlu dilakukan inovasi terapi pijat Endorphin. Tujuan pengabdian ini untuk memberdayakan para ibu hamil dengan  endorphin message agar menurunkan kejadian stunting. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan endorphin message pada kader dan keluarga ibu hamil serta pelatihan endorphin message pada kader dan keluarga ibu hamil, serta melakukan pemeriksaan tafsiran janin. Kegiatan ini dihadiri oleh 3 orang kader dan 12 orang Ibu hamil trimester III yang di dampingi keluarga,  kegiatan dilaksanakan di Korong Koto Buruk. Hasil pengabdian ini setelah dilakukan penyuluhan di temukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan endorphin message pada kader dan keluarga ibu hamil, semua peserta mampu memahami dan melakukan endorphin message dengan baik, denyut jantung janin baik 86,66% dan tafsiran berat badan bayi baik 73.33 %. Dari kegiatan pengabdian tersebut adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dan diharapkan mampu memberikan pengurangan angka kejadian stunting di wilayah lubuk alung.
SOSIALISASI PENDIDIKAN SEKS BEBAS DI SMKN 1 AMPELGADING KABUPATEN MALANG Mayasari, Dian; Mega S, Ratih; Wulandari, Irma; Kristiani, Effi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1459

Abstract

Perkembangan zaman mempengaruhi perilaku seksual dalam berpacaran remaja. Sebanyak 16,9% remaja perempuan dan 12,4% remaja laki-laki setuju terhadap hubungan seksual dan alasan melakukan hubungan seksual pertama kali pada remaja usia 15-24 tahun adalah karena ingin tahu (51,3%), terjadi begitu saja (38,4%) dan dipaksa oleh pasangannya (21,2%). Perilaku seks bebas dapat berdampak negatif seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, serta aborsi.  Pengetahuan yang kurang mengenai seks dapat membuat remaja menjadi semakin penasaran bahkan cenderung mencoba sendiri. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan sosialisasi pendidikan seks bebab dengan jumlah remaja 70 orang. Tujuan dari kegiatan ini Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi pendidikan seks bebas di SMKN 1 Ampelgading. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja saat diberikan pretest dan posttest dengan hasil pretes yaitu Hasil pre test dari 70 remaja yaitu yang pengetahuan baik sebanyak 14 orang (20%), cukup 33 orang (47,1%), kurang 23 orang (32,9%), hasil post test dari 70 remaja yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dengan jumlah yang pengetahuan baik sebanyak 36 orang (51,4%), cukup 30 orang (42,9%), kurang 4 orang (5,7%). Melalui kegiatan ini merupakan bentuk preventif  terhadap kejadian seks bebas dan terlihat dari adanya peningkatan pengetahuan remaja saat  pretest dan posttest 
EDUKASI PEMANFAATAN POTENSI BAHAN ALAM LOKAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT Salam, Muhamad Ramadhan; Rahmat, Nurfitriyana; Katadi, Syaiful; Apriyanti, Rahayu; Idrus, Irman; Pemudi, Yusniati Dwi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1467

Abstract

Stunting merupakan kelainan dimana tumbuh kembang balita terhambat akibat kekurangan gizi selama di dalam kandungan dan kondisi ini dapat diketahui dengan melihat kondisi tubuh anak yang lebih kecil dari anak lain seusianya. Pada tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia menurun 21,6% dibandingkan tahun 2021 sebesar 24,4%. Untuk Kabupaten Konawe sendiri tidak mengalami penurunan angka kejadian stunting dimana prevalensi tahun 2021 adalah sebesar 26,3% dan meningkat pada tahun 2022 sebesar 28,3%. Hal tersebut membuktikan bahwa masing kurangnya pengetahuan orang tua dalam memahami kebutuhan gizi anak semenjak anak masih didalam kandungan sampai dengan umur 2 tahun karena pengetahuan yang baik orang tua terhadap kebutuhan gizi dapat menjauhkan anak dari gangguan kesehatan kronis. Kegiatan dimulai dari analisis situasi wilayah kegiatan yaitu Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara; pengurusan perijinan kegiatan kepada aparat desa setempat; pengembangan media edukasi; sosialisasi dan edukasi dalam bentuk pemaparan power point, pengisian kuesioner; analisis deskriptif dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 26. Berdasarkan hasil kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, pengetahuan masyarakat akan stunting dan pemanfaatan tanaman local sebagai Upaya pencegahan stunting masih kurang. Setelah dilakukan edukasi terhadap peserta kegiatan, pengetahuan masyarakat meningkat menjadi 88,54%. Perlu dilakukan sosialisasi kembali oleh pemerintah setempat dan tenaga Kesehatan terkait mengenai stunting dan intervensi spesifik untuk menurunkan angka kejadian stunting.
KENALI MASA PUBERTAS PADA REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Widiastini, Luh Putu; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Saraswati, Putu Ayu Dina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1478

Abstract

Remaja adalah generasi penerus bangsa, dimana baik buruknya suatu bangsa ke depan tergantung bagaimana kondisi remaja sebagai generasi muda saat ini. Masa remaja sering dikatakan masa pubertas yang merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa dimulai dari umur 8 tahun umur 8 – 14 tahun. Tahap perkembangan yang terjadi pada remaja antara lain, secara klinis mulai tumbuh ciri-ciri kelamin sekunder, perkembangan seksual, perubahan sosial serta perkembangan emosional. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja di SDN 5 Dalung tentang perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga memiliki kesiapan baik secara fisik maupun psikologis dalam menghadapi perubahan tersebut. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah memberikan penyuluhan kenali masa pubertas. Terdapat 28 remaja (12 perempuan, dan 16 laki-laki). Teknis kegiatan adalah memberikan pre test, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan, serta diakhiri dengan post test. Hasil pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan 11 orang (39.3%) yang memiliki pengetahuan kurang dan 2 orang (7.1%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah diberikan penyuluhan 5 orang (17.9%) memiliki pengetahuan cukup, dan 23 orang (82.1%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan, pemberian penyuluhan tentang pubertas meningkatkan pengetahuan remaja sebanyak 82.1% dibandingkan sebelum diberikan penyuluhan, dengan nilai P-Value <0.05 yang artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah di berikan pendidikan kesehatan
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA SEKOLAH DASAR Ulliana, Ulliana; Silitonga, Vera Dumonda; Setyawati, Baby Prabowo; Nurrochman, Aditya
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1490

Abstract

Penyakit gigi yang sering menyerang anak usia sekolah berkaitan dengan kebiasaan hidup bersih. Oleh karena itu, menanamkan hidup bersih dan sehat baik secara kesehatan umum dan kesehatan gigi termasuk hal yang tepat. Kesehatan gigi dan mulut anak, sangat penting bagi orang tua dan guru sekolah untuk memantau kebersihan gigi dan mulut anak secara teratur. Salah satu cara untuk mewujudkan yaitu dengan cara mendeteksi karies sejak dini. Tujuan dari layanan ini untuk untuk mendapatkan gambaran tingkat kerusakan gigi dan motivasi untuk melakukan penambalan dengan cara pemeriksaan dan pemantauan kesehatan gigi dan mulut. Metode pengabdian masyarakat ini diawali dengan tahapan persiapan yaitu perizinan, menyusun program kerja. Selanjutnya tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan screening status kesehatan gigi anak menggunakan indeks RTI dan PTI. Pemeriksaan klinis komponen decay-teeth, missing-teeth dan filling-teeth dilakukan sebanyak 176 siswa. indeks DMF-T mempunyai dengan rerata sebesar 4,77 artinya tingkat keparahan karies berada pada kategori tinggi. PTI kategori yang terbanyak adalah buruk (99,4%) dan RTI terbanyak pada kategori buruk  (54%). Peran petugas kesehatan gigi sangat penting untuk tercapainya kebijakan bebas karies 2030 melalui kegiatan UKGS. Sehingga perlu Kerjasama yang berkelanjutan dengan petugas kesehatan gigi untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari terjadinya penyakit gigi dan mulut
PELATIHAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MENGOLAH BUAH SENDUDUK (Melastoma Malabathricum) DAN DETEKSI RISIKO KARIES PADA ANAK Marlindayanti, Marlindayanti; Telisa, Imelda; Listrianah, Listrianah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1491

Abstract

Balita mempunyai kebiasaan konsumsi makanan ringan atau camilan seperti permen, wafer, kue dan biskuit, makanan ini mengandung sukrosa yang dapat menurunkan kapasitas buffer saliva dan berakibat karies rampan  yang dapat menimbulkan  rasa sakit, kesulitan mengunyah makanan, anak menjadi rewel, sehingga mempengaruhi status gizi, gangguan kesehatan yang berkepanjangan dan gangguan tumbuh kembang anak. Posyandu menjadi sarana pertama bagi orang tua untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Selama ini Pencegahan dan pengendalian karies gigi masih sebatas pemeriksaan kesehatan gigi yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas saja belum melibatkan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi peningkatan kasus karies gigi pada anak-anak penting membuat produk pangan untuk balita, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan gigi dengan melibatkan masyarakat. Keterlibatan  mitra sangat membantu upaya pencegahan dan pengendalian karies gigi pada anak-anak. Metode pelaksanaakan kegiatan melalui penyuluhan dan pelatihan mengenai deteksi dini karies, dan membuat produk permen, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader, derajat kesehatan gigi dan mulut anak dan kemampuan ibu dalam membuat olahan permen untuk anak-anak. Berdasarkan pelatihan tersebut terdapat peningkatan pengetahuan kader (pretest 14 orang kriteria buruk, posttest kriteria buruk tidak ada lagi), meningkatnya keterampilan anak menyikat gigi dalam waktu 3 bulan (minggu I 74 anak dengan skor 3 pada minggu ke 9 skor 3 tidak ada dan skor 1 hanya 1 orang), serta kader mampu mendeteksi risiko karies dan melakukan penyuluhan kesehatan gigi balita. Kegiatan ini sudah berjalan dengan baik karena dapat mengatasi permasalahan pada masyarakat terutama menekan angka karies dengan meningkatkan keterampilan anak dalam menyikat gigi serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan buah senduduk sebagai permen yang dapat menghhindari karies.
DETEKSI DINI KARIES GIGI MELALUI PELATIHAN VISUAL PADA KADER KESEHATAN KELURAHAN WAWALI Koch, Novarita Mariana; Logor, Fione Vesty; Pangau, Rianne R.
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1492

Abstract

Karies gigi menjadi permasalahan kesehatan serius, terutama di Wilayah Kelurahan Wawali, Kecamatan Ratahan, Indonesia, yang mengalami peningkatan prevalensi dari tahun 2007 (43,4%), 2013 (53,2%) hingga tahun 2018 dengan angka 57,6%. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan terkait deteksi dini karies gigi menjadi fokus utama. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader kesehatan dalam masyarakat, mengarah pada penerapan praktik deteksi dini dan pencegahan karies gigi secara efektif. Pelaksanaan dilakukan pada khalayak sasaran  berjumlah 46 orang terdiri dari kader kesehatan Posyandu 36 orang, petugas kesehatan gigi dan mulut 2 orang perangkat kelurahan 8 orang, tahap pertama Tim pengabmas dan mahasiswa memberikan edukasi kepada kader yang menitik beratkan pada kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah dalam mendeteksi dini kasus karies gigi, menyikat gigi yang baik dan benar dengan cara sederhana, dan melakukan simulasi / demonstrasi deteksi dini karies gigi melalui pelatihan pada kader kesehatan  Serta melakukan demonstrasi pencatatan hasil pemeriksaan deteksi dini karies gigi. Tahap kedua  pelaksanaan kegiatan oleh kader kesehatan  dilakukan melalui edukasi menggunakan modul dan leaflet serta demonstrasi cara menyikat gigi,  cara deteksi dini karies gigi dan cara pencatatan hasil pemeriksaan deteksi dini karies gigi. Tahap ketiga evaluasi pelaksanaan oleh kader kesehatan dalam kontrol tim pengabmas dan mahasiswa untuk memeriksa kembali hasil deteksi dini karies gigi. Hasil menunjukkan bahwa 36 kader (100 %) kesehatan dapat melakukan secara mandiri deteksi dini terhadap karies gigi dengan hasil “Baik” melalui metode visual. Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan meningkat dalam melakukan deteksi dini karies gigi dengan metode visual

Page 10 of 26 | Total Record : 260