cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 233 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG GERAKAN MAKAN SAYUR DAN BUAH DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO Wenny, Tantri; Anggraini, Dewi; Rhenditya, Rhenditya; Rahmadani, Siti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1390

Abstract

Pengetahuan tentang gerakan makan sayur dan buah yang dimiliki oleh anak akan mencerminkan kesadaran anak akan pentingnya manfaat konsumsi sayur dan buah, ketika anak memiliki tingkat pengetahuan yang baik maka akan dapat meningkatkan perilaku mengkonsumsi makan sayur dan buah sehingga terjadi peningkatan sistem kekebalan tubuh yang bertujuan untuk meminimalisir dari berbagai macam penyakit yang ada. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sasaran tentang gerakan makan sayur dan buah yang diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan sasaran dalam mengkonsumsi sayur dan buah. Media yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah video yang merupakan media elektronik yang mampu menggabungkan teknologi audio dan visual secara bersama sehingga menghasilkan tanyangan yang lebih dinamis dan menarik. Pelaksanaan kegiatan di SD Pembangunan Jaya Bintaro, dengan peserta didik terdiri dari 50 orang siswa. Tahap kegiatan diawali dengan evaluasi pengetahuan tentang sayur dan buah, dilanjutkan dengan pemberian edukasi melalui kegiatan penyuluhan tentang Gerakan makan sayur dan buat menggunakan media video, kemudian diakhiri dengan pengukuran kembali pengetahuan setelah pemberian edukasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada 50 orang siswa kelas 4  SD Pembangunan Jaya Bintaro bulan Juni 2023 adalah meningkatnya nilai rata-rata pengetahuan tentang gerakan makan sayur dan buah , dengan kriteria baik 86%. Kesimpulan : Pemanfaatan video sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang gerakan makan sayur dan buah pada 50 orang siswa SD Pembangunan Jaya Bintaro.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SUPLEMENTASI PADA KADER POSYANDU DESA WONGAYA GEDE Kurnianta, Putu Dian Marani; Prasetya, Anak Agung Ngurah Putra Riana; Astari, Ni Komang Eni; Ricardo, I Komang Aan Adi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1395

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, namun hingga saat ini kejadian stunting masih terjadi. Pemberian suplemen mikronutrien berupa vitamin dan mineral merupakan salah satu upaya dalam pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai peran penting suplemen pada ibu hamil, balita, wanita usia subur, dan remaja putri untuk mencegah terjadinya stunting, dengan melibatkan 44 kader Posyandu di Desa Wongaya Gede. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media PowerPoint. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil antara pre-test dan post-test dengan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan setelah pemberian edukasi (pre-test dan post-test, p=<0,001, 95%). Tingkat pengetahuan yang sebelumnya masuk dalam kategori “Cukup” (73,2%) meningkat menjadi “Baik” (82,7%) setelah diberikan edukasi. Kami berharap kegiatan edukasi ini dapat menjadi program yang berkelanjutan, sehingga para kader dapat lebih paham mengenai cara mencegah stunting dan tidak ada lagi kasus stunting pada balita di Desa Wongaya Gede.
PENERAPAN METODE KARTU KARTU SKOR DHIANA SETYORINI MELALUI PROMOSI KESEHATAN MENUJU NOL KEJADIAN PREECLAMPSIA Syaiful, Syaiful; Arismansyah, Arismansyah; Nurwahidah, Nurwahidah; Hendari, Rini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1399

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi. Jika tidak dilakukan pencegahan dini, akan membahayakan baik nyawa ibu maupun bayi. Hampir 75% penyebab kematian ibu adalah karena perdarahan hebat Post Partum), infeksi post partum, tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklampsia dan eklampsia), komplikasi dari persalinan, tindakan aborsi yang tidak prosedur. Dari hasil pencatatan dan pelaporan diwilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima terdapat 557 ibu hamil, jumlah kunjungan ke Puskesmas hanya 216 ibu hamil dan teridentifikasi resiko preeklamsi sebanyak 12 ibu hamil. Saat ini pelayanan yang tersedia di tingkat puskesmas dalam mendeteksi dini resiko preeklampsia masih menggunakan buku KIA yang hasil pendeteksiannya masih dirasakan belum memasyarakat penggunaan buku KIA tersebut hanya dapat dilakukan oleh petugas kesehatan itu sendiri. Salah satu metode mempermudah berbagai layanan yang ada dimasyarakat untuk deteksi preeklampsia yaitu “Kartu Skor Dhiana Setyorini (KSDS). Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui kegiatan Training of Trainer bagi kader kesehatan, Pengabdi melatih para kader kesehatan yang ada diwilayah kerja puskesmas Rasanae Timur kota Bima tentang pelaksanaan metode “Kartu Skor Dhiana Setyorini (KSDS) diharapkan dapat menjadi mentor untuk meneruskannya kepada ibu-ibu hamil yang ada di wilayah posyandu masing-masing. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil ada perbedaan yang signifikan tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Tupoksi Kader Kesehatan menggunakan metode KSDS dengan p value 0,000. Sehingga para kader tersebut mampu mendeteksi diri risiko terjadinya preeclampsia pada ibu hamil.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI MELALUI PENGUATAN PERAN KADER DAN SENAM HIPERTENSI Elvira, Mariza; Sinthania, Debby; Dewi, Debby Silvia; Yessi, Hilma; Arif, Muhammad
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1405

Abstract

Latar Belakang: Desa pakasai merupakan salah satu daerah tertinggi kasus hipertensi, kader posyandu jarang mendapatkan pendampingan dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi seperti senam hipertensi dan penyuluhan kesehatan, masyarakat khususnya yang menderita hipertensi sudah bosan minum obat yang didapat dari petugas, kebiasaan masyarakat suka makan makanan yang berminyak dan berlemak, masih ada yang merokok dan konsumsi garam. Upaya yang dapat dilakukan adalah penguatan peran kader dan senam hipertensi dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi dan penyegaran kembali kepada kader, pemeriksaan kesehatan dan senam hipertensi. Tujuan : merubah perilaku, meningkatnya derajat kesehatan, meminimalkan sekaligus mengurangi kambuhnya hipertensi. Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2023 dengan sasaran 45 orang yang terdiri dari 15 orang kader dan 30 orang Masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap, tahap 1 : Persiapan, tahap 2 : Pelaksanaan kegiatan yaitu edukasi pada kader, senam hipertensi dan pemeriksaan kesehatan, tahap 3 : evaluasi ketercapaian tujuan melalui postest. Hasil : kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang konsep dan pencegahan hipertensi menjadi baik = 80% dan cukup = 20%, terdapat lebih dari separoh masyarakat yang memiliki tekanan darah normal sejumlah 19 orang (64%). Kesimpulan : penguatan peran kader dan senam hipertensi dapat mengurangi kambuhnya hipertensi.
OPTIMALISASI KELAS YOGA VINYASA OLEH IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK MUSYTASYFAH KARAWANG Puspita, Erlin; Syaripah, Rosita; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1410

Abstract

Seorang wanita yang sedang berada dalam masa kehamilan sering mengalami perubahan secara fisik maupun perubahan secara psikologis. Perubahan ini akan terus terjadi selama 9 bulan masa kehamilan. Kondisi tersebut menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada fisik ibu hamil dan kecemasan. Yoga pada ibu hamil bertujuan sebagai pengalihan perhatian, mengurangi kecemasan dan tekanan, menenangkan pikiran, meningkatkan kualitas tidur, membantu mengurangi konstipasi dan merangsang nafsu makan. Klinik Musytasyfah merupakan salah satu klinik di Kabupaten Karawang yang memiliki kelas yoga vinyasa dengan cakupan ibu hamil yang mengikuti yoga vinyasa sebanyak 40% dari semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan Kemahilan di klinik Musytasyfah. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberadaan kelas yoga vinyasa dengan cara meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu untuk melakukan yoga vinyasa dan mengikuti kelas yoga vinyasa. Adapun peserta kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu ibu hamil trimester III normal yang memeriksakan kehamilannya di Klinik Musytasyfah. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang  terdiri dari tiga tahap. Masing-masing tahap terdiri dari 10 orang, Tahap I pemberian kuesioner pre test dan pemberian penyuluhan dengan menggunakan leaflet, tahap II pelaksanaan yoga vinyasa dan tahap III yaitu evaluasi dan pemberian post test. Kegiatan ini berhasil mengoptimalkan kelas yoga vinyasa dengan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan ibu hamil trimester III dalam melakukan yoga vinyasa di Klinik Musytasyfah.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA MENCEGAH BBLR PADA IBU HAMIL Rianti, Emy; Desmarnita, Ulty; Usna, Nurfisca Agustin Al; Wati, Patma; Rahmadanti, Qaisa Nur
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1411

Abstract

Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. BBLR merupakan penyebab tertinggi kematian pada neonatal, yang disebabkan oleh antara lain: faktor ibu, faktor janin juga faktor lingkungan. Pencegahan BBLR dapat dilakukan dengan memantau kesehatan ibu hamil dimasyarakat dengan pemberdayaan kader kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan BBLR pada ibu hamil, setelah diberikan edukasi melalui media booklet. Responden peserta latih adalah 31 orang kader kesehatan dari wilayah Puskesmas Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan BBLR pada ibu hamil setelah diberikan edukasi dengan media booklet, dengan tingkat kemaknaan p-value = 0,001, lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah bahwa terdapat dampak positif pada pengetahuan kader kesehatan guna mencegah kejadian BBLR pada ibu hamil. Saran bagi kader kesehatan diharapkan dengan koordinasi Puskesmas, tetap melakukan edukasi dan motivasi kepada ibu hamil tentang pencegahan BBLR.
PENERAPAN PERMAINAN PUZZLE TENTANG KARIES GIGI SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pay, Mery Novaria; Wali, Agusthinus; Fankari, Ferdinan; Purnama, Tedi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1412

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang cukup tinggi dialami di Indonesia, sehingga dibutuhkan tindakan promotif dan preventif dengan cara menerapkan edukasi permainan kesehatan gigi dan mulut dimulai sejak usia dini. Berbagai penerapan edukasi yang biasa sering digunakan yaitu metode ceramah yang kurang menarik bagi anak-anak. Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa metode tersebut kurang efektif bagi anak-anak. Metode yang lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak salah satu diantaranya adalah metode permainan yang digunakan sebagai media dalam penerapan edukasi kesehatan gigi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan cara sosialisasi permainan puzzle, pre-test, melakukan permainan, post-test, dilanjutkan dengan sikat gigi bersama pada siswa-siswi kelas IV dan V. Analisis menggunakan SPSS versi 16 menggunakan uji wilcoxon. Hasil pengabdian diketahui nilai signifikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-tes) diberikan permainan menggunakan media puzzle 0.000 (p<0.05), Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan menggunakan media puzzle efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan anak tentang karies gigi pada anak SD GMIT Baumata dan SD Negeri 2 Baumata Timur.
EDUKASI TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL DINI PADA ORANGTUA DI DUSUN PRANCAK GLONDONG Mediastuti, Fitriani; Sunarti, Nining Tunggal Sri
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1430

Abstract

Di Indonesia, fenomena kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak terus meningkat. Orangtua memiliki tanggungjawab memberikan pendidikan seksual sejak dini pada anak. Di satu sisi, masih ada orangtua yang menganggap bahwa mendiskusikan sesuatu hal tentang seksualitas adalah masalah yang tabu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan seks komprehensif berbasis teori dan sesuai usia untuk remaja awal dapat efektif dalam menunda debut seksual. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2023, di Dusun Prancak Glondong Panggungharjo Sewon Bantul. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu penyuluhan dengan model ceramah dan game edukasi dari pengabdi. Narasumber ada dua orang yaitu pengabdi sendiri. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 16 orangtua yang memiliki anak balita dan remaja awal. Pelaksanaan edukasi dilakukan selama 1,5 jam. Hasil pengabdian menunjukkan ada peningkatan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan kegiatan pengabdian dengan edukasi pendidikan seksual, yaitu sebesar 45%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait edukasi pendidikan seksual dini pada orangtua balita dan anak remaja awal di Dusun Prancak Glodong berhasil dan efektif. Masyarakat paham pentingnya pendidikan seksual pada anak dan paham cara menjelaskan ke anak.
CEGAH KANKER DENGAN POLA HIDUP CERDIK DAN PATUH DI RT 001/ RW 008 KELURAHAN PONDOK LABU Dewi, Siti Utami; Agustina, Ayuda Nia; Pratiwi, Anggi; Alifah, Farras Hayyu; Azzahra, Hanifa; Maulani, Maulani; Carolina, Putri Permatasari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1435

Abstract

Indonesia memiliki prevalensi penyakit kanker pada semua usia. Salah satu program pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular yaitu program CERDIK merupakan pesan singkatan, yaitu C: cek kondisi kesehatan secara berkala, E: enyahkan asap rokok, R: rajin aktifitas fisik, D: diit sehat dengan kalori seimbang, I: istirahat yang cukup, K: kendalikan stress. Dan Pprogram PATUH yaitu P: Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, A: atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, T: tetap diit sehat dengan gizi seimbang, U: upayakan beraktifitas fisik dengan aman, H: hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan kanker, sehingga Masyarakat lebih perduli dengan penyakit ini. Metode pelaksanaannya menggunakan pemeriksaan fisik, dan edukasi. Sebelum dan setelah pemberian edukasi, Masyarakat diberikan kuesioner untuk mengidentifikasi pengetahuan Masyarakat sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang pencegahan kanker. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat didapatkan bahwa Faktor risiko kanker pada peserta adalah kurang berolahraga dan memiliki berat badan berlebih. Masyarakat menyimak pemberian edukasi dan antusia bertanya, dan pengetahuan peserta meningkat dari 52,9% menjadi 88,2%. Disarankan program CERDIK dan PATUH ini senantiasa disosialisakan untuk meningkatkan rasa peduli masyarakat sehingga mereka dapat mencegah terjadinya kanker.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMAN 5 CIREBON TERHADAP BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Falya, Yuniarti; Sindy Putri Pratama, Sindy Putri; Liu, Lili Diana; Syafiq, Muhammad Firas; Mulyani, Ayu; Suharyani, Ine
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1440

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki banyak manfaat dan tanamannya dapat dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah untuk pengobatan tradisional dikarenakan tanaman ini mengandung senyawa antosianin, flavonoid, flavonol glikosida, kaemferol, quersetin, mirisetin, tannin, triterpenoid dan kandungan lainnya yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, analgesic, antiparasit, antihistamin, dan meningkatkan sistem imun. Salah satu bentuk pemanfaatan bunga telang diolah sebagai minuman kesehatan. Namun, tingkat pengetahuan terhadap informasi pemanfaatan bunga telang bagi tubuh masih belum banyak diketahui oleh siswa/siswi SMA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan terkait bunga telang, meningkatkan pengetahuan siswa/siswi  kelas X SMAN 5 Cirebon. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi secara langsung, tanya jawab, mendemokan pembuatan minuman bunga telang. Untuk mengetahui keberhasilan dalam kegiatan ini, diadakan evaluasi dengan memberikan kuisioner sesudah dan sebelum pemaparan materi yang berisi pengetahuan mengenai bunga telang. Berdasarkan dari kegiatan yang telah dilakukan dapat dilihat dari hasil kuisioner terdapat peningkatan pemahaman peserta memiliki persentase lebih dari 80% berarti siswa/siswi kelas X SMAN 5 Cirebon benar-benar memahami apa yang telah disampaikan tentang kandungan, manfaat dan cara pembuatan produk bunga telang sebagai minuman kesehatan. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini  menjadikan siswa/siswi memiliki tambahan wawasan pengetahuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Page 9 of 24 | Total Record : 233