cover
Contact Name
Rahmi
Contact Email
jpsy165@upiyptk.ac.id
Phone
+6282301777869
Journal Mail Official
jpsy165@upiyptk.ac.id
Editorial Address
http://lppm.upiyptk.ac.id/ojsupi/index.php/PSIKOLOGI/navigationMenu/view/Editorial
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Psyche 165 Journal
ISSN : 20885326     EISSN : 25028766     DOI : https://doi.org/10.35134/jpsy165
Psyche 165 Journal is an interdisciplinary journal that publishes empirical research, theoretical articles, and selected reviews in applied areas of psychology (other than applied experimental or human factors), including: Behavioral Psychology Clinical Psychology Cognitive Psychology Counseling Psychology Cultural Psychology Economic Psychology Educational Psychology Environmental Psychology Ethics in Psychology Family Psychology and Couples Psychology Forensic Psychology Health Psychology Industrial and Personnel Psychology Professional Practice Psychology of Religion Psychotherapy School Psychology Social Psychology Sport Psychology In addition to publishing manuscripts that have a clearly applied focus, Psyche 165 journal solicits interdisciplinary research that integrates literatures from psychology with other related fields (e.g., occupational health, consumer behavior, law, religion, communication, and political science) in a meaningful and productive manner. Multidisciplinary authorship is encouraged, as is work that fosters novel ideas, identifies mediating variables, includes transboundary issues, and most importantly, encourages critical analysis.
Articles 294 Documents
Hubungan Grit dengan Subjective Well Being Siswa Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor SMK X Padang Nastasia, Krisnova; Candra, Ifani
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.370

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan dan masa penting untuk menentukan perjalanan remaja di masa yang akan datang. Banyak remaja yang terjerumus pada kenakalan remaja, dan tidak dapat menentukan tujuan akhir masa depannya. Sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian banyak pihak, termasuk remaja yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara grit dengan subjective well-being pada siswa jurusan teknik bisnis sepeda motor SMK X di Kota Padang. Alat ukur dalam penelitian ini peneliti menggunakan skala Subjective Well-Being dan Skala Grit yang peneliti kembangkan berdasarkan teori sebelumnya. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor SMK X di Kota Padang yang berjumlah 104 orang siswa. Teknik yang digunakan adalah sampling jenuh. Maka jumlah sampel yang akan menjadi subjek dalam penelitian ini berjumalah 104 orang siswa pada jurusan teknik bisnis sepeda motor SMK X di Kota Padang. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson yang dilakukan dengan bantuan IBM SPSS versi 21.0 yang menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi r = 0,538 dengan nilai (p) sig = 0,000, karena nilai (p) sig 0,000 < 0,01yang berarti terdapat hubungan signifikan antara grit dengan subjective well-being dengan arah positif, artinya semakin tinggi grit makan semakin tinggi subjective well-being sebaliknya semakin rendah grit, maka semakin rendah juga subjective well-being pada siswa jurusan teknik bisnis sepeda motor SMK X di Kota Padang. Berarti hipotesis penelitian dapat diterima. Kontribusi efektif variabel grit terhadap subjective well-being 29%.
Perspective Taking dengan Altruisme pada Siswa SMA X Kota Padang Rahmadani, Sari; Irdam; Hardianti, Putri Rizki
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.371

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara individual. Namun di jaman sekarang ini, banyak sekali manusia yang kurang peduli terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan, bukan hanya orang dewasa, namun juga hal tersebut terjadi pada remaja. Masa remaja merupakan fase transisi dan harus banyak mendapatkan perhatian karena jika salah pergaulan, hal tersebut tentu saja akan merugikan banyak pihak bukan hanya remaja tersebut. Sikap tolong menolong seharusnya sudah dimiliki sejak masa perkembangan usia dini, namun banyak juga remaja yang tidak mempunyai sikap tersebut bahkan sampai mereka tua. Remaja di jaman sekarang ini lebih memilih untuk sibuk dengan diri sendiri bermain gadged dan permainan lainnya yang menyibukkan diri sendiri. Seharusnya siswa dapat saling tolong menolong tanpa memandang satu sama lain, bahkan sampai rela berkorban demi kepentingan individu lain, suatu sikap yang disebut altruisme. Salah satu faktor yang dianggap dapat mempengaruhi altruisme adalah perspective taking. Penelitiannya bertujuan untuk mengetahui secara empirik apakah terdapat hubungan antara Perspective Taking dengan Altruisme pada Siswa SMK X Padang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perspective taking dan altruisme menggunakan metode probability sampling untuk menentukan jumlah sampel. Siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah 140 orang. Berdasarkan analisis data, nilai korelasi 0,707 dengan tingkat signifikansi 0,000 diperoleh, yang berarti hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Perspective Taking dan Altruisme dengan arah positif pada siswa SMK X Padang. Kontribusi efektif dari variabel perspective taking pada altruisme adalah sebesar 49%.
Analisis Faktor Penyebab dari Gangguan Tidur: Kajian Psikologi Lintas Budaya Jannah, Dwi Susi Miftakhul; Hidajat, Helga Graciani
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.372

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan fisik manusia. Akan tetapi, kebutuhan tidur ini terkadang tidak dapat terpenuhi karena adanya gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dari gangguan tidur berdasarkan kajian psikologi lintas budaya. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan mengumpulkan artikel dengan bantuan software Publish or Perish dari beberapa sumber seperti Google Schoolar, SINTA, dan DOAJ dalam kurun waktu 2019-2024. Keyword yang digunakan antara lain “gangguan tidur”, “sleep disorders” dan “psikologi lintas budaya” dan didapatkan 780 artikel. Peneliti menggunakan 10 yang sesuai dengan kriteria dan berkaitan erat dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan faktor penyebab dari gangguan tidur pada kelompok usia anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi gangguan tidur antara lain genetik, kondisi medis dan psikologis, serta gaya hidup termasuk kebiasaan merokok, minum kafein, pola makan, screen time, dan aktivitas fisik. Sedangkan faktor eksternal seperti keadaan lingkungan, orang tua, budaya, kepercayaan, dan praktik. Berdasarkan kajian lintas budaya, faktor gangguan tidur dari perbedaan budaya tertentu antara lain pada kelompok usia anak-anak adalah praktik co-sleeping dan kelompok remaja adalah perilaku screentime, mengonsumsi minuman mengandung kafein serta merokok. Sedangkan pada kelompok usia dewasa adalah stres, merokok, ketergantungan obat, zat, narkoba, dan kelompok lansia adalah kondisi medis, merokok, serta aktivitas fisik. Gangguan tidur ini dapat mempengaruhi fisik, psikologis, dan produktivitas.
Dukungan Organisasi dengan Kepuasan Kerja Karyawan Distributor Retail Kota Solok Kurniawan, Harri; Rahmi; Mutya, Mita Fani Tri; Rahayu, Purwanti Endah; Muliati, Riska
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.373

Abstract

Karyawan merupakan sumber daya yang sangat penting dimiliki sebuah perusahaan. Di dalam dunia kerja, terdapat interaksi sosial yang bisa terjadi diantara karyawan dan juga organisasinya. Setiap perusahaan pasti mempunyai visi dan misi, yang diharapkan dapat sesuai dengan karyawannya. Sehingga karyawan dapat dengan mudah berinteraksi, dan meningkatkan kepuasan kerja di dalam organisasinya sehingga kepuasan kerja karyawan dapat terpenuhi. Banyak karyawan yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya dikarenakan dukungan organisasinya yang tidak sesuai. Sehingga tentu saja hal tersebut dapat merugikan bukan hanya bagi karyawan, tetapi juga perusahaan tempatnya bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. BMS. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu persepsi dukungan organisasi sedangkan variabel terikatnya yaitu kepuasan kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi dukungan organisasi dengan skala kepuasan kerja. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah Non-Probability Sampling. Jumalah keselurah subjek adalah 56 individu. Hasil uji coba menujukkan koefisien validitas persepsi dukungan organisasi bergerak dari 0,314 sampai dengan 0,681. Sedanglan koefisien reliabilitas sebesar 0,875. Kofesien validitas kepuasan kerja bergerak dari 0,323 sampai dengan 0,833. Sedangkan koefisien reliabilitas sebesar 0,915. Berdasarkan analisis dara, diperoleh korelasi sebesar 0,513 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan Positif yang signifikan dengan taraf sedang antara persepsi dukungan organisasi dengan kepuasan kerja karyawan PT. BMS. Dengan persepsi dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 26%.
Menilik Peran Mentor Behavior dan Pengaruhnya pada Learning Agility Mahasiswa MSIB Batch-5 Rachman, Dira Nur Amelia; Widiasih , Puti Archianti
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.374

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menginovasikan berbagai program melalui konsep besar Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Salah satu program kampus merdeka yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompentesi agar mampu bertahan pada era society 5.0 yang serba cepat dan inovatif saat ini adalah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Ketika proses menjalankan program MSIB, mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan ruang lingkup pekerjaan profesional yang belum pernah ditemukan sebelumnya sehingga menyebabkan mahasiswa menemukan beberapa kesulitan. Untuk mengatasi kendala tersebut mahasiswa memerlukan dukungan dari mentor dan memerlukan kemampuan learning agility. Studi regresi linear ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi peran perilaku mentor dan pengaruhnya terhadap kemampuan learning agility mahasiswa selama mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Studi ini mengimplikasikan 376 mahasiswa MSIB batch 5. Pengukuran yang digunakan adalah Mentor Behavior Scale untuk mengukur perilaku mentor, dan Learning agility Measurument untuk mengukur kemampuan learning agility. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran mentor behavior memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan learning agility. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik perlakuan yang diberikan mentor kepada mahasiswa yang sedang mengikuti program MSIB maka akan semakin tinggi pula kemampuan ketangkasan belajar mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat membantu Kemendikbud untuk meningkatkan dan mengevaluasi sistem pada program MSIB khususnya dalam kapabilitas mentor dan temuan ini juga mampu membuka pandangan serta menyadarkan mahasiswa pentingnya untuk lebih agile pada era saat ini.
Memahami Keyakinan Diri Ibu Berusia Remaja: Studi Kualitatif Mengenai Maternal Self-efficacy Ocha Ananda Suherik; Rini Hildayani
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.375

Abstract

Ibu berusia remaja seringkali mengalami kesulitan dan tantangan dalam menjalankan perannya sebagai orang tua, baik dari aspek fisik, emosional, maupun finansial. Hal tersebut dapat berdampak pada kurang optimalnya pengasuhan yang ia berikan, serta dapat menghambat tercapainya pemaknaan ibu dalam menjalankan perannya. Salah satu faktor penting yang berperan bagi keberhasilan ibu dalam menjalankan perannya adalah maternal self-efficacy, yaitu keyakinan diri terhadap kemampuan dan kompetensi dalam melakukan pengasuhan. Ibu dengan maternal self-efficacy yang rendah cenderung memiliki persepsi negatif dan memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap pengasuhan yang tidak optimal. Sebaliknya, ibu dengan maternal self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki kemampuan untuk merawat anak dengan lebih optimal, lebih memiliki kedekatan dengan anak, serta memiliki mekanisme mengelola stres yang baik. Hasil studi menunjukkan bahwa ibu berusia remaja cenderung memiliki pengalaman dan kesiapan yang terbatas untuk mengasuh anak, sehingga seringkali merasa tidak kompeten dan tidak percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gambaran maternal self-efficacy pada ibu berusia remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada tiga ibu berusia dibawah 18 tahun yang memiliki satu anak dibawah 3 tahun. Data dari hasil wawancara diolah menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menggambarkan ketiga partisipan tidak merasa yakin dalam menjalankan perannya sebagai ibu. Faktor-faktor yang mempengaruhi minimnya maternal self-efficacy yang mereka miliki adalah usia, minimnya kemampuan regulasi emosi, dukungan yang terbatas dari suami dan keluarga, minimnya pengetahuan dan pendidikan yang mereka miliki, serta terbatasnya kondisi finansial.
Pengembangan Modul Pelatihan Konselor Sebaya bagi Mahasiswa di Usia Emerging Adulthood Hendrati, Theresia Mustika Wahyu; Ratnasari, Yudiana
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.377

Abstract

Masalah kesehatan mental pada usia emerging adulthood atau masa beranjak dewasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun di Indonesia. Adanya masalah kesehatan mental pada individu pada usia ini disebabkan oleh dinamika perubahan yang dirasakan oleh individu pada tahap ini, sehingga meningkatkan perceived stress pada individu. Perubahan yang dialami oleh individu usia ini menimbulkan adanya masalah pada kesehatan mental, namun mereka seringkali mendapatkan kendala finansial dan layanan kesehatan jiwa yang terbatas untuk mendapatkan bantuan professional sehingga banyak dari mereka yang tidak dapat tertangani. Salah satu yang dapat mengatasi permasalahan ini adalah dengan adanya peer counseling. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat manfaat dari pelatihan untuk meningkatkan keterampilan konseling pada individu usia emerging adulthood atau pada mahasiswa agar mereka bisa membantu rekan-rekannya yang terindikasi memiliki masalah kesehatan mental. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental, di mana terdapat manipulasi yang diberikan kepada partisipan penelitian berupa pelatihan keterampilan sebagai konselor sebaya. Modul pelatihan terdiri dari 6 sesi pelatihan yang melatih keterampilan dasar konseling (active listening, attending behaviour, bentuk pertanyaan dalam konseling, melakukan refleksi, dan ringkasan) yang dilakukan selama 3 hari. Penelitian ini melibatkan 5 orang mahasiswa yang menjadi partisipan penelitian. Dilakukan pengukuran terhadap keterampilan partisipan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) dilakukan pelatihan menggunakan The Counseling Skills and Competencies Tool. Uji statistk dilakukan menggunakan paired sample t-test untuk membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil yang ditemukan adalah terdapat peningkatan secara signifikan pada pemahaman partisipan mengenai teori kesehatan mental secara umum dan keterampilan partisipan sebagai konselor sebaya.
Eksplorasi Komunikasi Sexual Consent Perempuan dalam Hubungan Pernikahan Revina; Yuliana Hanami
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.380

Abstract

Sexual consent merupakan alat yang dibutuhkan untuk memberikan izin melakukan aktivitas seksual atau tidak melakukan sama sekali. Walaupun persetujuan melakukan hubungan seksual dianggap wajar di dalam pernikahan, jumlah kasus kekerasan seksual kerap terjadi di dalam pernikahan dengan persentase yang tinggi. Penelitian ini menerapkan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi komunikasi sexual consent pasangan dalam hubungan pernikahan. Wawancara semi-terstruktur digunakan sebagai alat pengumpulan data dan analisis data tematik menghasilkan tiga tema besar, yaitu makna hubungan seksual, bentuk komunikasi sexual consent, dan persepsi. Ketiganya membentuk dinamika bagaiaman sexual consent terbentuk, berkembang, dan diekspresikan dalam hubungan pernikahan. Rekomendasi dicantumkan untuk memperkaya penelitian dan menjadikan hasil penelitian sebagai acuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya sexual consent dalam hubungan pernikahan.
Efektivitas Program Group Dialectical Behavior Therapy (DBT) terhadap Peningkatan Kemampuan Mindfulness dan Relasi Interpersonal pada Pasien Bipolar Setiani, Tiara Prima; Ratnasari, Yudiana
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.383

Abstract

Mood disorders often occur in individuals aged 18 – 45 years and can interfere with daily activities, bipolar is one of them. The recurrence rate in bipolar disorder can reach 30-40% per year. Therefore, medication and non-medication interventions are needed. Dialetic Behavior Therapy (DBT) is a form of intervention that can help individuals regulate emotions and overcome other problems. This research in collaboration with Bipolar Care Indonesia aims to facilitate intervention needs for bipolar survivors and is also structured to ensure adaptation to the DBT module is as expected. DBT intervention was carried out on 10 individuals with bipolar disorder. This research was conducted in groups and this research only focused on mindfulness abilities and also interpersonal relationships. Quantitative data was obtained using the Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) and Simple Rathus Assertiveness Scale–Short Form (SRAS-SF). Meanwhile, qualitative data was obtained from observations, interviews, sharing sessions, and feedback from participants at each session. The results of this study stated that it did not show statistically significant changes. However, qualitatively, DBT intervention was able to help participants find friends, distance themselves from negative thoughts, and increase assertive abilities.
Hubungan Psychological Capital dengan Perilaku Kerja Inovatif di Instansi X Khairunnisa, Mutiara; Okfrima, Ria; Candra, Ifani
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.385

Abstract

Industri kreatif di Indonesia yang terus berkembang, kemampuan pihak di dalamnya untuk berinovasi tentunya memiliki peran penting dalam mempertahankan dan mengembangkan industrinya guna menyesuaikan diri dengan perubahan atau perkembangan kompetitornya. Diperlukan sikap dan perilaku produktif yang didukung dengan kreativitas dan perilaku kerja inovatif. Modal psikologis memiliki dampak langsung pada perilaku kerja inovatif, kemampuan mengoptimalkan akan mampu meningkatkan kinerjanya dan membawa kesuksesan individu dan kelompok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara empirik apakah terdapat hubungan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera barat. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological capital dan skala perilaku kerja inovatif menggunakan metode sampel jenuh untuk menentukan jumlah sampel. Pegawai yang digunakan sebagai sampel penelitan adalah 41 orang. Hasil koefisien validitas pada psychological capital dengan nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,322 sampai dengan 0,665 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,862. Hasil koefisien validitas pada skala Perilaku Kerja Inovatif berkisaran antara 0,313 sampai dengan 0.607 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,790. Berdasarkan analisis data, nilai korelasi 0,540 dengan tingkat signifikansi 0,001 diperoleh, yang berarti hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif dengan arah positif pada pegawai di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera Barat. Kontribusi efektif dari variabel Psychological Capital pada Perilaku Kerja Inovatif adalah sebesar 29% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.